NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasehat untuk Bahri

Hati orang tua mana yang mau melihat anak anak nya sedih bahkan susah dalam hidup nya sekali pun sudah berumah tangga, orang tua akan melindungi kebahagiaan untuk anak anak nya.

Bahri terdiam menarik nafas panjang memikirkan apa yang ibu nya sampaikan, memang sejak kecil bari hanya di besarkan dari seorang ibu, bapak nya yang meninggal sejak dia duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Masa dimana seorang anak laki laki membutuhkan figur dari seorang ayah, yang bisa membimbing dan menemani nya sebagai seorang laki laki.

Apa yang di perjuangkan waliyah untuk bari dan kedua kakak nya pun sampai di titik melihat anak anak nya sukses dalam bekerja, berbeda dengan bari sejak menikah dan usia rumah tangga nya satu tahun, hidup nya penuh kekurangan apa yang menjadi penghasilan bekerja nya selalu kurang untuk rumah tangga nya.

Padahal untuk di daerah tempat mereka tinggal seharus nya menjadi penghasilan terbesar dan bisa memiliki lebih untuk di tabung tapi berbeda dengan nya, baru seminggu gajian sudah habis dan selalu kekurangan.

Sampai waliyah mengajak menantu nya untuk membantu membuat kue atau nasi box kalau kalau ada yang memesan untuk acara khusus, besar hati menerima menjalani hidup yang bari sendiri mencari sumber masalah keuangan dalam rumah tangga nya.

Tidak serta merta menyalahkan kristi menghabiskan uang untuk bergaya sosialita di depan teman teman, lelaki yang menemani Kristi begitu tulus.

"Sudahlah nikmati hidup, untuk apa memikirkan yang sudah terjadi kalau memang kau salah tak seharus nya meruntuk tapi perbaiki lah itu, tapi kalau kau tidak bahagia di dalam nya carilah kebahagiaan lain yang bisa kau dapatkan"

Banu mendengar percakapan mereka sejak tadi hanya diam di bangku lain, tidak ada yang sadar kehadirannya.

"Beberapa waktu ini saya sering berfikir untuk berpisah tapi entah om, saya memikirkan anak anak saya bagaimana nasib mereka tanpa ibu nya"

"besarkan bersama tanpa harus mengikat status perkawinan kalian berdua bisa menjadi saudara walau bukan suami istri lagi, untuk apa mempertahankan wanita yang hanya memikirkan diri nya sendiri"

Bahri lagi dan lagi menarik nafas panjang menatap vania yang duduk di meja di ujung ruangan dengan guru pendamping.

"Nia mulai membaik bang, Abang tenang aja apa yang kami lakukan bukan karena ada sesuatu tapi memang tulus untuk anak itu, kapan pun abang mau ambil silakan tapi biarkan dia belajar beberapa waktu disini"

Bunga yang sadar bari menatap anak gadis nya begitu malu pada diri sendiri juga keluarga gadis yang sudah di rugikan oleh istri nya.

"Aku begitu malu, malu perlakukan istri ku tapi kalian membalas nya dengan hangat, anak kami begitu terawat berada di lingkungan kalian, maaf kan kami yang begitu menyusahkan kalian semua"

Waliyah mengelus pungung anak laki laki kesayangan nya, hati nya berdoa "semoga kau akan lebih baik di hari esok nak"

"Sudah jadi laki laki harus kuat, tegar jangan kau terlalu larut memikirkan itu, lebih baik ikut mereka berempat dengan kesibukan nya, kau tak perlu lagi bekerja sepanjang hari"

Bari bingung dengan apa yang di sampaikan banu kalau tidak bekerja bagaimana hutang akan selesai dan bagaimana sertifikat rumah yang di gadai.

"Bari, mulai minggu depan kau pindah ke Jakarta ini, saya akan buat surat mutasi bekerja kau dan kau tinggal bersama vandy nanti ngak jauh dari sini, tabung setiap penghasilan mu"

"Asik makin ramai di sini" vandy berteriak girang mendapat anggota baru dan tinggal bersama diri nya.

Bahri semakin bingung di buat, karena dia pun tidak tau kalau diri nya bekerja di anak perusahaan yang banu miliki.

"Selama seminggu nanti persiapkan diri mu akan ada pekerjaan yang lebih besar tanggung jawab nya dari yang selama ini kau kerjakan"

Banu beranjak dari duduk nya dan meninggalkan mereka semua kembali ke ruang kerja nya yang di buat dalam rumah nya.

"Sudah jangan banyak bingung, ikut kita aja, biarkan para Oma oma disini bergosib ria bang"

Vandy lekas menarik tangan bari untuk menuju mobil dan mereka lekas pergi meninggalkan rumah itu, bari pasrah di tarik paksa tanpa perlawanan, usia Bahri pun tak terlalu jauh dari kumpulan empat muda mudi itu.

Masih masuk pola pikir nya hanya berbeda status perkawinan dan ekor yang banyak aja.

"ngak perlu di pikirkan bang, jalani aja hidup ini semakin di pikir semakin pelik nanti sakit parah"

Memang hanya vandy yang bibir nya ngak bisa di saring di antara yang lain, selalu berbicara sesuai dengan hati dan pikiran nya.

"Kita mau kemana aku sampe aku di tarik tarik tadi"

"Muter muter aja, biar ngak tegang abang Ya kan gaes....."

Mereka berhasil membuat mood bahri kembali, setidak nya bisa meredam kekecewaan untuk diri nya sendiri,

bahkan, bunga sibuk dengan ponsel nya mencari informasi tentang ruko dan pengasuh anak selama dalam mobil, hanya mendengar ocehan vandy yang terus menerus tanpa jeda.

"Van, aku mau es coklat" langsung di bawa nya ke cafe milik revo sesuai ajakan yang lain.

"Len, kamu sakit gigi diem aja dari tadi? atau lagi patah hati" gadis itu tidak mendengar suara nya sejak tadi hanya sibuk dengan ponsel nya.

"aku lagi kerjain tugas ibu ustt jangan ganggu" sambil menunjukan isi pesan teks ke gadis itu yang di kirim ratna. "sama dong berarti, terus udah dapet belum ?"

"belum ada yang cocok nya"

"ya udah pelan pelan masih banyak waktu"

Menurut mereka barang waktu sejam pun bisa di bilang banyak waktu, entah bagaimana konsep nya sejak awal mereka tumbuh membangun dan menikmati waktu waktu itu.

"Apa kalian sering kesini ?" bari akhir nya berbicara duluan menegur mereka yang mulai duduk satu persatu

"Iya betul, nanti kalau abang udah di jakarta sama kok, sering kesini juga"

"Nyaman disini"

"Makasih bang" revo langsung menjawab apa yang di ucapkan bari, bari terbengong-bengong mendengar suara revo menyambut kalimat nya.

"Oh ini cafe nya revo bang, tenang aja" helen yang super peka dengan ekspresi wajah menjejalkan penjelasan yang ada.

"Mau bekerja disini ? Aku lagi perlu Pegawai atau ada saudara yang belum bekerja boleh kok" revo menawar pekerjaan untuk bari karena memang diri nya membutuhkan manager store.

"Jangan" dua gadis yang di tengah mereka menjawab bersamaan karena memang hanya mereka berdua yang di arahkan dari pasangan suami istri banu dan ratna.

Ketiga laki laki itu tampak kaget dengan jawaban berbarengan dari mereka, meminta penjelasan alasan dari kata jangan yang mereka ucapkan.

"Nanti aja aku kasih tau, aku belum bisa menjawab nya sekarang" bunga mengelak dan menarik helen ke meja kasir memesan menu secara langsung di sana.

"Nga, apa mereka ngak di kabarin ibu?"

"Seperti nya engak deh, ah biarlah mereka para laki laki dengan urusan nya sendiri"

"Besok kamu kesana di antar revo kan? Aku baru bisa malam menyusul kalian"

"Its oke Len, aku udah dapet ruko yang strategis nanti dirumah kita bahas ya di kamar"

Mereka berdua kembali ke meja dengan membawa nampan tanpa menanyakan apa yang mereka pesan karena Helen yang super kreatif menghapal kesukaan mereka satu persatu termasuk anggota baru dari mereka.

Di waktu yang luang mereka saling bertukar cerita dan informasi diri masing masing, memang mereka selalu mudah akrab dengan siapa saja, tulus hati mengenal siapapun yang ada di dekat mereka masing masing.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!