NovelToon NovelToon
Shower Of Blood

Shower Of Blood

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: ShAdOwFaNg

"Ugh..
aku harus..."

Theo seorang pemuda yang sedang bersepeda, menemukan sebuah cafe di daerah bukit bernama Bukit Dingin.

tiba-tiba, terjadi hal yang aneh pada Theo yang membawanya ke dunia lain.
cerita ini mengisahkan perjalanan Theo di dunia lain.
penasaran dengan perjalanan Theo?
segera baca kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShAdOwFaNg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 10 : Anjing Gila

Boom!

Badum!

Krataak!

Pepohonan di depan mereka saling berjatuhan. Seekor anjing yang sangat besar keluar dari pepohonan yang rimbun.

Groarr!

Anjing itu menerkam Theo dan Silas, tapi terkamannya langsung ditepis oleh Silas dengan gerakan yang mengalir seperti air.

"Woah..." Theo beberapa detik memandangi Silas dengan tatapan yang sangat dalam.

"Hei, kawan. Segera bangun, dan ayo lari."

"Ya."

Theo segera bangun, lalu ia lari menjauhi desa. Berharap mahluk itu tidak mengacau di desa.

"White, bisa kau tembak mahluk itu dengan jarum perak mu?"

"Bisa kak, bisa."

White mendongakkan kepalanya, dan menjulurkan lidahnya. Berbeda dengan biasanya, kali ini keluar cairan perak keemasan dari ujung lidah White. Cairan itu segera membentuk jarum, dan melesat.

Cass

Jleb

Anjing itu segera pingsan, lalu Theo segera mendatangi anjing itu dan menusuk kepalanya dengan pisau.

"Heakh, sial! Pergi!"

"Mantap."

klap klap klap

Silas bertepuk tangan atas keberhasilan Theo dalam membunuh anjing itu. Namun, anjing itu langsung menghilang, tidak menyisakan apapun.

"Mari kembali ke desa, lagian hari sudah larut."

Theo dan Silas kemudian duduk di meja di kediaman mereka. Mereka tersadar bahwa mereka barusan melihat hal yang sangat berbahaya.

"Hahh... Ayo minum bir dulu."

Silas segera menuangkan bir kedalam gelas yang ada, lalu mereka mulai minum sampai agak mabuk.

"Jadi, aku dulunya ada di dunia lain. Sebuah tempat yang disebut bumi..." Theo menceritakan bagaimana dia bisa berpindah dari dunia nya ke dunia ini.

Kemudian, Silas mengelus kepala Theo.

"Hahahaha, aku bangga padamu," ucap Silas sambil mengusap jambangnya.

"Ngomong-ngomong, kalian dari ordo cahaya nggak ada niatan bantuin mereka? Oiya, aku mau ambil biji jarak dulu."

"Hmm... Sebenernya beberapa kali kami udah ngirim bantuan, termasuk aku, tapi ya gitu. Nggak ada kemajuan apapun, masalahnya dari kuil pun nggak mengizinkan siapapun mengobati tanpa persetujuan kuil."

Sambil bercakap-cakap, Theo membelah biji jarak dan menyangrainya sampai terlihat agak berminyak. Lalu, ia mengambil sebuah pelat batu dan menggerus biji jarak itu.

Setelah selesai menggerus, ia memeras biji jarak dengan kain lap dan menampung minyaknya dalam sebuah ember kayu.

"Hei, buat apa kau memeras biji beracun yang disangrai ini?"

"Buat diminum," ucap Theo datar.

"Ayolah, kau pasti bercanda. Aku pernah meminum minyak biji ini, dan..."

"Pfft... Hahahahahahaha, balasan kamu udah ngerjain aku beberapa kali sih." Theo segera tertawa lugas.

"Haha... Hahahahaha, awas saja ya." Silas segera mengacak-acak rambut Theo.

Setelah selesai memeras minyak, Theo segera merebus minyak itu.

"Ok... Setelah di rebus, nanti akan kusimpan."

Theo segera keluar dan menyisihkan minyak murni ke sebuah ember, sedang sisa airnya ia buang ke luar.

Setelah selesai membuat minyak jarak, Theo kembali duduk dan bercengkerama dengan Silas.

"Jadi, aku cuma tau anjing itu anjing sialan yang membawa aku ke sini." tanya Theo dengan muka serius.

"Di kuil, kami biasa menyebut mereka hellhound atau anjing neraka. Jujur aku sendiri bukan biarawan yang punya pangkat tinggi sehingga aku tidak tau banyak tentangnya."

"Hei, bunga birunya?"

"Oh ini." Silas mengeluarkan beberapa bunga berwarna biru.

"Sempurna," ucap Theo dengan senyum tipisnya.

Theo segera mencampur kembali air abu dengan abu perapian. Lalu, ia mengambil sebagian air dan menggerusnya dengan bunga biru, lalu memerasnya menghasilkan air yang berwarna biru indah.

"Woah..."

Air itu berubah menjadi kekuningan ketika Theo mencampurnya dengan air abu.

"Kita biarkan semalaman."

Theo dan Silas kembali ke meja dan mereka meminum bir, menghabiskan sisa bir yang ada.

"Hik... Akhu... Tak... Ut," gumam Theo ketika ia sedang mabuk.

"Hahahaha, Kau takut apa? Ayam? Hahahahahaha."

Mereka berdua menghabiskan malam dengan mengobrol santai sambil mabuk.

Keesokan harinya, Theo terbangun dan langsung terjatuh.

Gubrak

"Hei, ada apa?" Silas yang masih setengah tidur bergumam penasaran dengan kondisi Theo.

"Ugh... Tidak apa-apa, aku hanya terjatuh. Ugh..." Theo memegangi kepalanya yang sejak bangun terasa sakit.

"Hahaha, dulu aku juga begitu." Silas terbangun dari tempat tidurnya, lalu ia mengambil obat dari tas nya dan memberinya kepada Theo.

"Ini, minum."

Theo segera mengambil air dan meminum obat yang diberi oleh Silas.

'Pahit'

Tidak lama, sakit kepala dan kepala berat Theo langsung menghilang. Ia langsung pergi mengambil air abu yang sudah bersih, lalu ia menuangkannya ke minyak jarak yang ia buat.

"Bisa bantu aku?"

"Tentu." Silas mendatangi Theo, dan membantunya mengaduk minyak yang diberi air abu.

Setelah proses yang cukup panjang, Theo mengatakan kepada Silas untuk coba menggunakan cairan yang ia buat itu.

"Coba kau pakai di badanmu dan kau bilas begini." Theo menjelaskan cara memakai cairan itu.

Mereka berpisah, sementara Silas sedang mandi, Theo segera pergi dan mengambil stok daging yang ia punya. Lalu, ia pergi ke tempat mayat digantung dan mengambil sedikit potongan sisik hitam.

"Ugh... Sekarang..."

Theo menatap dalam ke arah gumpalan daging yang masih berdenyut di bahu, kaki dan kepala mayat.

Perlahan, Theo menggesekkan mata pisaunya di pangkal daging itu.

Crott!

Crash!

Cairan berwarna kuning kehijauan keluar dengan sangat deras, membuat seluruh tubuh Theo penuh dengan cairan kuning kehijauan.

Tidak lama, Silas datang menghampiri Theo.

"Hei, kemana saja kau?"

"Mengambil sampel."

"Ha? Hahahhahahaha, memang kawanku ini gila."

Theo kemudian meminta cairan yang dia buat, dan dia pergi ke sungai di sekitar situ.

"Akhirnya, aku bisa mandi dengan nyaman."

"Kakak? White mau berenang, mau berenang."

White turun dari leher Theo, lalu ia berenang kesana kemari, memberikan hiburan kecil bagi Theo.

"White, kamu tau kenapa orang bisa kena sakit itu? Mungkin ibumu pernah bilang?"

"Mmm, nggak pernah kak, tapi White tau kalo anjing yang kemaren kita lawan itu mayat orang kak."

"Hah?"

"Jadi, White kemaren cium bau mayat orang di anjing itu kak. Bukan bau hewan yang habis makan, tapi bau mayat yang bergerak."

"Kalo ini?" Theo mengeluarkan daging tumbuh yang ia potong, dan beberapa sisik hitam.

"Ya, itu kak. Jadi setau White, kemaren itu bau mayat orang, dan ada bau benda itu kak." White menunjuk ke arah daging tumbuh.

"Lah terus ini apa?"

"Kayanya ya kak, antara daging tumbuh itu sama sisik hitam itu beda deh kak. Baunya lain."

"Hah?"

Setelah selesai mandi, Theo segera keluar dari daerah sungai itu. White juga sudah selesai berenang, sehingga dia kembali ke leher Theo sekalian menghangatkan diri.

"Hei, kok lama mandinya?" Silas memanggil Theo di depan kediaman mereka.

"Yah, aku tadi ngobrol dulu."

"Sama?" Tanya Silas dengan penuh penasaran.

Theo hanya melirik ularnya yang telah tertidur.

"Hah? Harusnya nggak bisa loh." Mata Silas terbelalak saat mengetahui informasi tersebut.

"Apa? Kan memang gitu kan kalo udah Deket?"

"Hei, kau pikir kita ada di dunia fantasi seperti yang ditulis oleh para penulis bodoh itu? Kita ini ada di dunia nyata. Tentu tidak bisa berbicara dengan hewan, setidaknya begitulah sekarang."

"Ada penulis?"

"Yah... Mungkin di desa ini nggak ada, tapi mereka berkumpul seperti pengemis sambil memuja patung Solina di Kuil kami."

"Oooh..."

Tok tok tok

Tiba-tiba pintu kediaman mereka diketuk.

"Tunggu!'' Silas berteriak sebelum Theo membuka pintu kediaman.

...****************...

End Ch. 10 : Anjing Gila

Makasih semuanya udah baca karya saya.

Jangan lupa like, comment and share.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!