“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28: Labirin Memori dan Jejak Palsu di Perbatasan Utara
Bab 28: Labirin Memori dan Jejak Palsu di Perbatasan Utara
Perjalanan Tim 11 menuju perbatasan utara Negara Api berlangsung tanpa hambatan berarti di sepanjang jalur utama. Uzuki Yugao memimpin di depan, sementara Veil dan Itachi melesat di dahan pohon dengan ritme yang sangat sinkron. Di permukaan, mereka tampak seperti tim elit Konoha yang siap menjalankan tugas negara. Namun di dalam kepala Veil, koordinat misi ini sudah dikuliti hingga ke akar-akarnya.
Lokasi markas transit ilegal yang dimaksud oleh Minato sebenarnya adalah salah satu titik buta logistik yang memori rahasianya baru saja diekstrak Veil dari kepala Kapten Root menggunakan kemampuan Ningendo (Jalan Manusia) tempo hari.
Sisa-sisa Kirigakure? batin Veil sinis di balik wajah datarnya. Minato benar-benar naif. Tempat itu bukan markas Kirigakure, melainkan gudang pasokan sekunder milik Danzo yang disamarkan sebagai markas bajingan luar agar tidak terdeteksi oleh dewan desa.
Minato menerima intelijen yang salah karena Root sengaja menanam dokumen palsu untuk menutupi jejak kehilangan karavan mereka. Kini, sang Hokage Keempat justru mengirim Tim 11 ke dalam perangkap yang didesain untuk membersihkan nama Root.
Beberapa jam kemudian, tepat ketika matahari mulai tenggelam di balik perbukitan batu perbatasan, Tim 11 tiba di perimeter luar target. Di depan mereka, sebuah gua besar yang disamarkan dengan Genjutsu penghalang tingkat rendah terlihat samar di balik rimbunnya semak berduri.
"Berhenti," bisik Yugao, memberikan isyarat tangan. Tubuhnya merapat ke balik batu besar. "Sesuai dokumen misi, area ini dilaporkan memiliki sistem sensorik jebakan. Veil, Itachi, aktifkan mata kalian untuk memetakan jalur."
Sring! Sring!
Dua pasang mata merah darah berputar pekat dalam kegelapan senja. Itachi mengaktifkan Sharingan tiga tomoe-nya, memeriksa aliran chakra di sekitar tanaman merambat. Sementara Veil, menggunakan lapisan ilusi sistem untuk menyamarkan riak Rinnegan-nya, langsung mengunci posisi lima ninja Root berbaju hitam tanpa atribut yang sedang berjaga di dalam gua.
"Ada lima orang di dalam, Yugao-sensei," ucap Itachi dengan nada tenang. "Mereka tidak mengenakan pelindung kepala Kirigakure. Struktur chakra dan posisi berdiri mereka... lebih mirip dengan ninja elit reguler desa kita."
Yugao tertegun, alisnya bertaut rapat. "Ninja desa kita? Jangan membuat kesimpulan terburu-buru, Itachi. Dokumen dari Hokage-sama menyebutkan mereka adalah Nukenin (ninja pelarian)."
Veil melirik Yugao dengan tatapan yang teramat dingin, membuat Jonin wanita itu tanpa sadar menahan napasnya sesaat. "Dokumen bisa dimanipulasi, Sensei. Tapi baja dan darah tidak pernah berbohong. Mari kita selesaikan ini dengan cepat."
Sebelum Yugao sempat menyusun rencana taktis formal, Veil sudah melangkah maju dengan santai, mengabaikan seluruh perimeter jebakan di tanah. Setiap kali kakinya hendak menginjak segel peledak (Kibudauda), Atribut Gravitasi Rinnegan miliknya bekerja secara mikro, menekan picu segel tersebut di bawah tanah hingga gagal meledak.
"Veil, tunggu!" seru Yugao panik, terpaksa melompat menyusul bersama Itachi.
Di dalam gua, lima ninja Root yang sedang mengemasi dokumen rahasia pasca-hilangnya karavan utama mendadak merasakan gelombang udara dingin menusuk punggung mereka.
Sret!
Sesosok bocah berusia enam tahun dengan jubah hitam berlogo kipas Uchiha telah berdiri di mulut gua, menatap mereka dengan sepasang mata yang memancarkan aura kematian murni.
"Penyusup! Bunuh mereka!" bentak salah seorang agen Root.
Dua ninja Root melesat maju, menghunuskan pedang pendek mereka yang telah dialiri chakra elemen angin (Fuuton) hingga berdesis tajam. Serangan itu mengarah tepat ke leher dan jantung Veil.
Veil tidak menghindar. Dia hanya menjentikkan dua jarinya ke depan, memicu kemampuan teknik segel kuno yang baru saja dia beli dari sistem: [Segel Pengikat Jiwa - Vajra Chain].
CLANG! CLANG!
Dari balik telapak tangan dan udara di sekitar Veil, empat rantai energi berwarna keemasan dengan paku-paku runcing melesat keluar dengan kecepatan suara. Rantai-rantai itu melilit pedang dan tubuh kedua ninja Root tersebut dalam fraksi detik, mengunci seluruh aliran chakra mereka hingga menjadi kaku sempurna seperti patung lilin.
"A-Apa jutsu penyegelan ini?! Chakraku... tersumbat total!" teriak mereka histeris.
Sebelum tiga ninja lainnya sempat memberikan bantuan, Itachi sudah muncul di balik bayangan mereka menggunakan kecepatan ekstremnya. Kunai di tangan Itachi menari dengan presisi mematikan, merobek urat nadi di pergelangan tangan dan kaki mereka dalam satu gerakan melingkar yang anggun.
Bruk! Bruk!
Tiga ninja Root tumbang bersimbah darah. Di saat yang sama, Veil berjalan mendekati dua ninja yang masih terlilit oleh Vajra Chain. Tangan mungilnya terangkat, bersiap menggunakan Ningendo (Jalan Manusia) untuk menghapus sisa memori mereka sebelum dieksekusi.
Namun, indra sensorik Veil mendadak menangkap riak chakra yang sangat familiar sedang mendekat dengan kecepatan tinggi dari arah luar gua. Itu adalah chakra milik tim pengawas rahasia yang dikirim oleh Minato Namikaze untuk memantau jalurnya misi ini.
Tikus-tikus pengawas milik Minato sudah tiba, batin Veil kejam.
Dengan kalkulasi taktis secepat kilat, Veil membatalkan Ningendo. Sebagai gantinya, dia memicu gelombang Phantom Mind ke dalam otak kedua ninja Root yang sekarat tersebut. Veil mengubah paksa memori terakhir mereka: di dalam ingatan mereka yang hancur, mereka akan mengingat bahwa mereka diserang oleh sekelompok ninja misterius bertopeng gagak, bukan oleh Tim 11.
Sret!
Veil menarik kembali rantai Vajra Chain-nya ke dalam tubuh, lalu dengan satu jentikan jari, sisa abu Amaterasu: Zero melesat membakar seluruh dokumen logistik di dalam gua hingga menjadi abu dalam sekejap, menyisakan sebuah batu besar yang sengaja dia hancurkan membentuk pola Sayap Gagak—jejak palsu yang sama dengan kejadian di perbatasan barat.
Uzuki Yugao baru saja masuk ke dalam gua dengan napas terengah-engah, tepat ketika seluruh musuh telah tewas dan gua tersebut dipenuhi kepulan asap hitam dari dokumen yang terbakar.
"Semua target telah dieliminasi, Yugao-sensei," ucap Veil datar, berbalik memunggungi kobaran api dengan wajah tanpa ekspresi yang teramat tenang. "Sayangnya, dokumen logistik mereka terbakar sebelum sempat kita amankan."
Yugao menatap sekeliling gua yang hancur dengan rasa syok yang mendalam. Hanya dalam waktu kurang dari tiga menit, lima ninja elit yang diduga Nukenin telah dibantai habis oleh dua bocah ini. Dan ketika matanya menangkap pola sayap gagak yang terukir di dinding gua yang hancur, jantung Yugao berdegup kencang.
Simbol ini... Simbol faksi rahasia yang dicari oleh Hokage-sama! batin Yugao gemetar. Dia segera mengambil gulungan kosong untuk mencatat temuan berharga ini, tanpa pernah menyadari bahwa sang kreator dari simbol maut tersebut sedang berdiri tepat di hadapannya sambil tersenyum kejam di dalam hati.