NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi itu datang dengan kilau matahari yang teramat cerah, menembus celah gorden sutra kelabu dan menyiram ranjang king size dengan kehangatan tiruan.

Di atas kasur yang berantakan, sisa-sisa pergumulan gila malam tadi masih membekas pekat.

Alceena terbangun lebih dulu, bersandar pada bantal bulu angsa sambil menatap sosok pria raksasa yang masih terlelap lelap di sampingnya dengan posisi memeluk pinggangnya dengan teramat protektif.

Kedua sudut bibir Alceena terangkat, membentuk seulas senyuman kemenangan yang teramat puas.

Mata indahnya menyapu pemandangan di depannya. Di bawah pendar cahaya pagi, leher tegap Xander hingga ke batas dada bidangnya kini dipenuhi oleh bercak-bercak kemerahan dan keunguan yang teramat kontras.

Alceena benar-benar menandainya semalaman penuh.

Terbakar oleh rasa cemburu akibat tatapan wanita-wanita di lokasi syuting kemarin, sang diva melampiaskan seluruh insting kepemilikannya dengan menggigit, menyesap, dan mencengkeram kulit Xander tanpa ampun, memastikan tidak ada lagi ruang bersih yang tersisa di leher pria itu.

Xander melenguh rendah, kelopak matanya perlahan terbuka.

Merasakan tatapan intens di atasnya, pria Stone itu melirik lehernya sendiri di cermin kecil nakas, lalu beralih menatap Alceena yang sedang tertawa puas melihat hasil kegilaannya semalam.

"Puas, hm?" tanya Xander dengan suara bariton bangun tidur yang teramat parau dan seksi.

Bukannya marah karena tubuhnya dirusak, dia justru tersenyum lebar, menunjukkan lesung pipit tipisnya.

Xander semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh ramping Alceena, menarik wanita itu hingga dada mereka menempel sempurna, mengunci jubah tidur sutra Alceena di bawah kungkungan lengan kekarnya.

Alceena memukul pelan dada berotot Xander yang kini penuh tanda buatannya. "Lepaskan aku, Xander. Ini sudah pagi dan aku harus bersiap pergi bekerja. Aku ada jadwal pemotretan jam sembilan."

"Beri aku waktu lima menit lagi, Sayang..." bisik Xander dengan mata yang kembali terpejam, menenggelamkan wajah tampannya di ceruk leher Alceena yang harum.

Napas hangatnya menggelitik kulit Alceena. "Aku masih teramat mengantuk karena ulahmu malam tadi."

Mendengar racauan manja dari pria yang bertubuh seperti prajurit itu, jantung Alceena berdesir hangat.

Rasa nyaman kembali mengalir di dalam dadanya. Saat Alceena hampir saja menyerah dan ingin ikut memejamkan matanya kembali di dalam dekapan nyaman itu, sebuah interupsi datang menghancurkan kedamaian mereka.

Drrrt... Drrrt... Drrrt...

Denting ponsel Alceena di atas nakas bergetar berurutan tanpa jeda, memecah keheningan kamar dengan ritme yang teramat mendesak.

Alceena mengernyitkan dahi.

Dia mengulurkan tangannya yang ramping, meraih benda pipih itu dengan malas, sementara Xander masih setia memeluk pinggangnya dari belakang.

Namun, begitu layar ponsel itu menyala, seluruh aliran darah di tubuh Alceena seolah membeku seketika.

Pesan rentetan dari Shireen masuk bersamaan dengan tautan artikel berita utama yang baru saja terbit lima menit lalu di seluruh media gosip Hollywood.

Judul besar berwarna merah menyala menghantam kornea matanya dengan telak: "SKANDAL PANAS: KEKASIH BARU DIVA ALCEENA RICCARDO TERTANGKAP KAMERA BERCIUMAN DENGAN RIVAL FILM-NYA DI LOKASI SYUTING!"

Tangan Alceena mulai gemetar hebat. Dia membuka tautan tersebut dengan napas yang mendadak terasa sesak.

Di dalam artikel itu, terpampang jelas rekaman video amatir berdurasi tiga puluh detik. Di bagian awal, terdapat potongan gambar saat Alceena dan Xander keluar bersama dari apartemen mewahnya, disusul adegan saat pria itu mengantarnya ke tempat kerja menggunakan mobil sport hitam.

Namun, yang membuat dunia Alceena runtuh adalah potongan video berikutnya.

Di dalam lorong temaram yang sepi, siluet tegap tubuh raksasa Xander terlihat jelas sedang mengunci tubuh seorang wanita ke dinding beton.

Alceena menegang, seluruh sendi tubuhnya mendadak kaku laksana es saat mengenali gaun mini ketat berwarna merah menyala yang dikenakan wanita itu—itu adalah Tiffany, aktris yang kemarin dia labrak di dalam hatinya.

Di dalam rekaman dari sudut belakang itu, Xander terlihat sangat intens menundukkan wajahnya, seolah-olah sedang berciuman panas dengan bibir Tiffany, sementara posisi akhir sang aktris tampak terengah-engah ngos-ngosan dengan riasan berantakan.

Deg.

Dunia Alceena mendadak berputar gila. Sisi trauma masa lalunya yang teramat kelam seketika melompat keluar, mencengkeram ulu hatinya dengan cakar yang beracun.

Dia pernah dihancurkan, pernah diselingkuhi oleh Aldridge demi seorang jalang murah, dan luka lama yang belum sembuh itu kini robek kembali dengan rasa sakit yang seribu kali lebih hebat.

Lebih mengerikan lagi, semalaman penuh dia baru saja bercinta dengan pria ini. Dia membiarkan tubuhnya disentuh, menyerahkan batinnya, dan bibir pria itu... bibir pria yang dia kira telah berlutut pasrah padanya, ternyata telah menyentuh wanita lain kemarin siang, dan malamnya datang memuaskan dirinya dengan bualan kata 'sayang'.

"Hueeeekkk..."

Rasa mual yang teramat dahsyat seketika bergolak di dalam perut Alceena.

Bukan karena dia sedang hamil, melainkan karena rasa jijik murni yang meracuni seluruh indra tubuhnya.

Bayangan bibir Xander yang bergantian melumat jalang lain lalu menciumnya membuat lambung Alceena meremas hebat.

Alceena menahan rasa mualnya yang memuncak, menyentak kasar lengan Xander hingga pelukan pria itu terlepas.

Dengan tubuh yang gemetar dan wajah yang memucat laksana mayat, dia berlari kencang menuju kamar mandi utama, mengabaikan panggilan bingung dari Xander.

Brak!

Alceena berlutut di depan kloset porselen, memuntahkan seluruh isi perutnya yang hanya berupa cairan asam.

"Hueeeekkk... Uhuk! Uhuk!" Tubuhnya bergetar hebat, air mata cemburu dan trauma mengalir deras membasahi pipinya yang memucat.

Rasa jijik itu begitu nyata hingga membuatnya merasa kotor dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Xander yang belum tahu apa-apa mengenai berita tersebut, seketika panik melihat reaksi mendadak Alceena.

Dengan hanya mengenakan celana boxer hitam dan bertelanjang dada, pria raksasa itu mengekor cepat masuk ke dalam kamar mandi.

Wajah tampannya dipenuhi rasa khawatir yang amat sangat besar saat melihat Alceena yang sedang muntah hebat dengan tubuh rapuh.

Xander berlutut di samping Alceena, mengulurkan tangan besarnya untuk memijat tengkuk wanita itu dengan lembut.

"Sayang... hey, ada apa? Jangan ditahan, lepaskan saja... K-kau sakit? Kita ke dokter sekarang ya? Kumohon..." ucap Xander dengan suara yang bergetar panik, mengira wanita itu keracunan makanan atau kelelahan karena dirinya semalam.

Mendengar suara bariton Xander dan merasakan sentuhan tangan yang semalam membelai tubuhnya, Alceena mendadak mendapatkan kekuatan dari amarahnya yang meledak gila. Rasa mualnya berganti menjadi histeria murni.

Alceena langsung bangkit berdiri dengan sentakan liar, mendorong tubuh Xander hingga pria itu mundur beberapa langkah. Dengan mata yang memerah penuh kilat kebencian dan air mata yang terus mengalir, Alceena meraih kepala shower genggam yang berada di dekat dinding bathtub, memutar keran air dingin ke tingkat maksimal, dan langsung menyemburkannya tepat ke arah wajah dan tubuh telanjang Xander.

Sreeeettt!

Air dingin bertekanan tinggi langsung menghantam wajah tampan Xander, membasahi rambut hitamnya dan mengalir deras di atas dada bidangnya yang penuh dengan bercak kemerahan buatan Alceena.

Xander tertegun, matanya berkedip di balik terpaan air dingin, menatap Alceena dengan keterkejutan yang teramat sangat besar.

Dia tidak mengerti mengapa wanita yang beberapa menit lalu tersenyum puas menatapnya, kini menatapnya seolah-olah dia adalah monster paling menjijikkan di bumi.

"Alceena! Apa yang kau lakukan?! Hentikan!" seru Xander mencoba maju untuk merebut shower tersebut, namun Alceena justru semakin histeris, menyemburkan air itu semakin keras ke arah dadanya.

"Bagian mana lagi yang ia sentuh, hah?! Bagian mana?! Katakan padaku, Bajingan!" teriak Alceena dengan suara melengking frustrasi, dadanya naik turun dengan napas yang memburu gila.

Air matanya menyatu dengan cipratan air shower.

Dia mengarahkan semburan air dingin itu tepat ke arah dada bidang Xander, seolah ingin mengikis habis kulit pria itu.

"Katakan padaku! Apa dia menyentuh dada ini kemarin di lorong sepi itu?! Apa jalang itu meraba tubuh yang semalam kau serahkan padaku, Xander?! Katakan!!"

Xander membeku di bawah guyuran air dingin, kepalanya berputar cepat mencoba mencerna tuduhan gila yang baru saja dilontarkan Alceena.

"Apa maksudmu, Ceena?! Siapa yang menyentuhku?! Demi Tuhan, aku tidak menyentuh siapa pun kemarin!"

"Bohong!! Kau pria murahan yang menjijikkan!" jerit Alceena, suaranya serak karena emosi yang teramat pekat.

Dia melempar kepala shower itu ke lantai hingga mengeluarkan bunyi dentuman keras, lalu menunjuk wajah Xander dengan jari yang bergetar hebat.

"Beritanya sudah keluar, Xander! Videomu! Videomu sedang berciuman panas dengan Tiffany di belakang set syuting kemarin siang sudah tersebar ke seluruh dunia! Kau... kau menciumnya, kau memeluknya di dinding, dan malamnya... malamnya kau pulang dengan wajah tanpa dosa, berlutut memanggilku sayang, dan tidur di ranjangku setelah bibir kotormu itu menyentuh jalang lain! Kau membuatku merasa sangat kotor, Xander! Aku membencimu!! Aku membenci trauma ini!!"

Alceena merosot jatuh ke atas lantai kamar mandi yang basah, menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya, menangis histeris meratapi pengkhianatan baru yang kembali menghancurkan kepercayaan darurat yang baru saja dia bangun untuk pria bernama Xander Stone itu.

Kehancuran batin sang diva meledak sepenuhnya di pagi yang cerah tersebut.

1
ida wati
semacam gunung batu 🫣
ida wati
dibolak balik macam martabak telor 🤣
ida wati
ombak pun menggulung mendengar suara cempreng Alceena 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati: 😄🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ida wati
langsung kicep 😄🤣
Ros 🌷🦋: wkkwwk🥰
total 1 replies
ida wati
auman singa betina 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ida wati
udah diperingatin sm asisten nyaaa, huhhh jd rempeyek kan luu 😏
Ros 🌷🦋: Digeprek 🤭🤣
total 1 replies
ida wati
ayolooo......kabur sono masuk ke laut 🤣
Ros 🌷🦋: Sampe lupa author bikin dia kecebur dilaut 🤣
total 1 replies
winpar
cerita ini seru bgt kk 🥰
Ros 🌷🦋: Huhuhu Ma'aciww banget ka🫶🥰
total 1 replies
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!