Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.
Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?
Ikuti terus kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanggung Jawab Terakhir
Lenteraku padam
Cahayanya redup tertiup angin
Seekor kunang datang menyapa
Memberikan seberkas cahaya dan setitik harapan
Mc tampil menawan membuka acara. Tutur katanya yang indah dan senyumnya yang ceria seakan membuat penonton terlena.
Susunan acara dan pembahasan mengenai tema hari itu sudah selesai disampaikan olehnya.
Penonton mulai tak sabar untuk menikmati suguhan musiknya. Mereka meneriakkan idolanya berharap idolanya segera muncul dan memanjakannya dengan suguhan musik terbaiknya.
Lagu pembuka di persembahkan oleh kolaborasi Mars,Venus, dan Panti Tersenyum. Sekejap suasana haru menyelimuti aula konser. Tak sedikit dari penonton yang ikut menitikkan air mata.
Setelah itu tarian dari beberapa adik panti mulai di tampilkan. Tampilan mereka mulai mencairkan suasana. Konser kali ini benar-benar mempengaruhi perasaan penonton. Rasa senang,haru,sedih dan bahagia membekas di hati mereka
Konser kali ini bisa di bilang sempurna karena terselip satu kebaikan di setiap melodi yang menggema. Senyum bahagia adik-adik panti menghangatkan suasana. Ada setitik harapan didalam senyum mereka.
Konser berakhir dengan indah.
Senyum,tawa,tangis dan haru membuat konser ini terasa berkesan dihati penonton.
Konser kali ini mengajarkan penonton setia untuk bersyukur dan memaknai arti kebahagiaan.
Setelah acara sudah usai mereka semua pulang ke rumah Alex. Mamah Alex sudah menanti dan memasak banyak makanan untuk mereka semua.
Mamah Alex menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan gembira.
Mereka menyantap hidangan yang sudah disiapkan. Adik-adik panti terlihat bahagia. Dengan sangat mudah mereka terlihat akrab dengan mamah Alex.
Mars dan Venus merasa sangat lega karena mereka sudah melaksanakan tanggung jawab terakhirnya dalam kontrak pertama.
Lima konser sudah dilaksanakan dengan baik. Pihak penyelenggara juga nampak puas. Mungkin akan ada kontrak berikutnya yang akan ditawarkan kepada mereka.
Caca yang sedari tadi menahan pusing mulai tidak bisa menahannya. Saat berjalan menuju Alex dengan segelas minuman di tangannya, matanya berkunang-kunang. Dia merasakan rasa sakit yang sangat hebat dikepalanya.
Caca berhenti sejenak dan memegang kepalanya. Pandangannya mulai kabur dan perlahan kesadarannya mulai hilang.
Pyyyaaarrrr
Suara gelas pecah yang terjatuh dari genggaman Caca itu mengejutkan semua orang yang berada diruangan itu.
Alex segera berlari ke arah Caca yang sudah tergeletak dilantai dengan hidung yang berdarah. Suasana menjadi tegang. Mereka semua sangat khawatir dengan kondisi Caca yang seperti itu.
Alex menggendong Caca dan membawanya kemobil yang mereka rental untuk konser tadi. Sopir dengan sigap segera membukakan pintu lalu bergegas ke kursi kendali.
Alex meminta yang lain untuk tetap dirumah. Dia meminta Mars dan Venus untuk bertanggung jawab mengantar ibu dan adik-adik panti kembali ke panti. Mamah Alex menangis menyaksikan kondisi Caca yang seperti itu. Adik-adik panti juga berteriak memanggil Caca sambil menangis.
Dengan menahan air mata Venus berusaha menenangkan mamah Alex dan adik-adik panti. Mars juga turut menenangkan mereka. Yogi mengirim pesan kepada Alex agar segera mengabarkan perkembangan Caca.
Sementara itu didalam mobil Alex sangat khawatir. Dipandanginya kekasih hati yang terkulai lemas terbaring di pangkuannya. Air mata Alex menggenang di kelopak mata. Tangannya menyeka darah dihidung Caca dengan lembut.
Caca membuka matanya perlahan. Tangannya menyentuh lembut wajah kekasihnya itu. Alex berusaha tersenyum dan menggenggam erat tangan Caca.
"Hey jagoanku,,,bukankah aku sudah menepati janjiku. Aku akan bersedia dibawa kerumah sakit jika aku pingsan sekali lagi. Tidak adakah hadiah piring cantik untukku?" Ucap Caca sambil tertawa.
"Yah,,,sudah ada selusin piring cantik menantimu jika kamu sembuh dan sehat kembali." Jawab Alex mencoba tersenyum.
Caca tersenyum mendengar jawaban kekasihnya. Alex mencium tangan dan kening Caca.
Tak lama kemudian mereka tiba di RS Sehat. Petugas medis segera membawa Caca kedalam ruangan UGD. Alex berlari kecil mengikutinya.
Jhony yang baru datang segera mengikuti mereka. Dia melihat Caca terbaring di bed yang suster dorong. Dia sangat khawatir dan segera meminta suster untuk lebih cepat.
Sesampainya di UGD suster meminta Alex untuk menunggu diluar.
Jhony segera memeriksa kondisi Caca. Dia sangat khawatir dan serius melakukan pemeriksaan. Caca tersenyum melihat sahabatnya yang sedang panik.
"Hey dokter Jhon i am ok!" Ucap Caca tersenyum.
"Udah deh Ca nurut aja napa, bandel banget jadi orang!" Gerutu Jhony.
"Kamu yakin nggak mau coba operasi kedua?" Tanya Jhony penuh harap.
"Bukankah itu hanya mengulur waktuku saja?apa bedanya sekarang besok atau lusa toh aku udah siap." Jawab Caca tersenyum.
Mereka terdiam sejenak, lalu Jhony meminta suster memindahkan Caca ke ruang rawat inap. Jhony menghampiri Alex yang tengah cemas menanti kabar di kursi tunggu.
"Bisakah kamu ikut keruanganku?" ucap Jhony pada Alex.
"Oh oke," jawab Alex mengikuti Jhony.
"Silahkan duduk,oh ya aku Jhony," ucapnya mengulurkan tangan.
"Alex," jawab Alex singkat.
"Jadi ini orang yang dicintai itu bocah?" ujar Jhony tersenyum.
"???" Alek kebingungan.
Jhony menghela nafas panjang. Sementara itu Alex masih terdiam dengan wajah bingungnya.
"Aku yakin Caca merahasiakan ini darimu," tandas Jhony.
"Rahasia apa maksudmu?" jawab Alex tidak tenang.
"Caca menderita penyakit yang cukup parah. Penyakit itu belum ditemukan obat yang efektif. Dia pernah menjalani operasi tapi itu juga tidak bisa menghentikan. Obat dan operasi itu hanya mampu mengulur waktu saja.
"Apa maksudmu?Tolong katakan lebih jelas!" Ucap Alex menahan air mata.
"Aku adalah sahabatnya sejak SMA, dan juga dokter yang menanganinya. Aku sudah meminta Caca untuk melakukan operasi kedua tapi dia menolak." Ucap Jhony tetunduk.
"Tapi kenapa dia menolak?" ucap Alex berusaha tenang.
"Seperti yang sudah kukatakan tadi, operasi itu hanya mampu mengulur waktu dan tidak mampu menghentikan kerusakan sel-sel nya. Beberapa bulan yang lalu menurut hasil pemeriksaan, waktu Caca didunia ini tak sampai setahun lagi. Bukan bermaksud mendahului Tuhan tapi itu hanyalah prediksi." Ucap Jhony sedih.
Alex terdiam dan tubuhnya lemas setelah mendengar tentang keadaan Caca yang sebenarnya. Dia beranjak dari duduknya dan berjalan lemas meninggalkan ruangan itu.
Tangannya bergetar, jantungnya berdebar kencang. Hatinya hancur dan bibirnya tak mampu berucap. Air matanya tak terbendungkan lagi. Setelah Alex tenang dia segera pergi ke kamar Caca.
Sementara itu Caca tampak sedang video call dengan semua yang masih berkumpul di rumah Alex. Namun ibu dan adik-adik panti sudah di antar kembali ke panti. Entah terbuat dari apa hatinya, bahkan tak tampak sedikitpun kesedihan di wajah Caca. Dia tersenyum dan menegaskan berkali-kali bahwa dia baik-baik saja.
Melihat senyum Caca mereka merasa lega. Caca menyadari kedatangan Alex. Lalu dia mengakhiri obrolan dan segera mematikan ponselnya. Alex terlihat lemas dan terus memandangi Caca dengan mata berbinar.
"Sayang sini deketan," pinta Caca tersenyum.
Alex berjalan menghampiri Caca dan mencium keningnya. Kemudian dia duduk di sebelah bed dan menggenggam erat tangan Caca.
"Sayang kenapa kamu merahasiakan ini?" tanya Alex lirih.
"Hmm pasti Jhony deh yang udah bocorin rahasiaku," ucap Caca tertawa.
"Kenapa kamu tidak bersedia melakukan operasi, apa kamu sudah tidak mencintaiku? apa kamu tidak ingin bersamaku lebih lama?" tanya Alex dengan air mata yang tertahan.
"Bukankah operasi itu hanya mampu mengulur waktuku saja,,,,lalu apa bedanya sekarang besok atau lusa?" Ucap Caca menatap Alex dalam.
Alex meletakkan telunjuknya dibibir Caca.
"Sstttt jangan katakan itu, kamu akan baik-baik saja!" Ucap Alex lalu memeluk erat Caca.
"Tak akan lelah aku mengulang kata-kataku. Apapun yang aku lakukan, apapun yang terjadi percayalah itu yang terbaik untukku untukmu dan yang lainnya. Ingatlah selalu kata-kata itu. Sudah berkali-kali kuucapkan itu." Ucap Caca tersenyum sambil menyeka air mata Alex.
"Yaaa,,,aku percaya padamu. Caca aku mencintaimu," ucap Alex mencium tangan Caca.
"Aku juga mencintaimu Alex,sangat mencintaimu," ucap Caca meraih Alex dan menciumnya lembut.
"Sayang bisakah kau tetap tersenyum untukku?" pinta Caca.
"Yaa,,,, tentu," Jawab Alex berusaha untuk tersenyum.
Alex terus berada disisi Caca. Dia mengusap lembut keningnya hingga ia tertidur.
Setelah Caca sudah tertidur lelap Alex segera mengambil ponsel disakunya. Alex mengabarkan keberadaan Caca pada orang tua Caca.
Ayah dan ibu Caca segera bergegas ke rumah sakit. Mereka bertemu Jhony disana. Lalu Jhony mengantar mereka ke kamar Caca.
Caca masih tertidur karena efek obat yang disuntikkan tadi. Terlihat Alex yang larut dalam lamunannya. Dia tampak terus menggenggam tangan gadis itu dan mencium tangannya. Ayah Caca merangkul bahu Alex dan menenangkannya. Ibu Caca mencium kening putrinya dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya.
Jhony meminta ketiganya untuk keluar sejenak dari ruangan. Mereka duduk di kursi depan ruangan Caca. Mereka sepakat untuk tetap tersenyum di hadapan Caca. Dengan begitu mungkin Caca akan bahagia dan kondisinya terus membaik.
Jhony juga memberikan pengertian untuk percaya kepada Tuhan dan meyerahkan urusan ini kepadaNya. Apapun keputusanNya mereka harus belajar ikhlas mulai dari sekarang.
Orang tua Caca berpelukan dalam tangisnya. Begitupun dengan Alex, air matanya terus bercucuran. Jhony merangkul bahu Alex dan menenangkannya.
Setelah beberapa saat, Alex dan orang tua Caca masuk ke dalam ruangan. Jhony meninggalkan mereka untuk kembali bekerja.
Ketiganya tampak sangat sedih dan rapuh. Mereka segera mengusap air mata karena tak ingin Caca sedih melihat mereka menangisinya. Caca membuka perlahan matanya. Dia melihat sekelilingnya lalu tersenyum.
"Ayah,,,ibu,,, kalian sudah disini?" ucap Caca tersenyum dan berusaha bangun.
Alex segera membantu Caca untuk duduk bersandar pada bed yang sudah ia setel.
"Iya sayang kami sudah datang," ucap orang tua Caca berusaha tersenyum.
Lalu mereka memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang.
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget