NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Tok tok tok.

Seorang juru lelang berpakaian jas rapi memukul palu kayunya di atas podium tanda acara dimulai.

"Selamat siang para hadirin sekalian, mari kita mulai acara pelelangan properti hari ini."

"Objek lelang utama kita adalah sebuah rumah mewah seluas seribu meter persegi di kawasan VVIP Bukit Permata."

Juru lelang itu menunjuk layar proyektor raksasa yang menampilkan foto-foto rumah megah bergaya Eropa klasik.

Rumah itu memiliki kolam renang besar di belakang, garasi bawah tanah untuk lima mobil, dan taman yang tertata sangat rapi.

"Harga awal dibuka di angka sepuluh miliar rupiah."

"Setiap kenaikan penawaran minimal bernilai lima ratus juta rupiah."

"Silakan mulai penawaran Anda dari sekarang!"

Ruangan lelang mendadak riuh oleh suara penawaran keras dari para peserta yang haus akan properti bergengsi.

"Sepuluh miliar lima ratus juta!"

Seorang pengusaha dari baris depan mengangkat pelat nomornya tinggi-tinggi.

"Sebelas miliar!"

Pria gendut di sebelah Amir mencoba peruntungannya kembali untuk menutupi rasa takutnya.

"Dua belas miliar!"

Seorang pemuda berjas merah marun di baris paling depan berteriak angkuh tanpa menoleh ke belakang.

Pemuda itu adalah putra dari keluarga konglomerat properti lokal yang terkenal suka menghamburkan uang ayahnya.

"Tiga belas miliar!"

Persaingan semakin memanas dan cepat hingga angka menyentuh lima belas miliar rupiah.

Pada titik ini, banyak peserta yang mulai menyerah dan menurunkan pelat nomor mereka perlahan.

Hanya tersisa pemuda berjas merah marun dan seorang wanita tua pengusaha berlian yang terus beradu harga.

Amir masih duduk bersandar tenang sambil menyilangkan kaki panjangnya.

Uang tunainya di rekening memang hanya tersisa dua miliar rupiah, jelas tidak cukup untuk memenangkan lelang ini.

Tapi ia adalah pemilik sistem magis yang memiliki tabungan ratusan ribu poin tak terbatas.

"Sistem, aku akan menghancurkan kesombongan anak orang kaya di depan sana."

"Tukarkan dua puluh ribu poin lagi menjadi dua puluh miliar rupiah ke rekeningku sekarang juga!"

[Terkonfirmasi]

[Menukarkan 20.000 Poin menjadi 20.000.000.000 Rupiah]

[Dana telah masuk dengan aman. Sisa Saldo Poin Tuan Rumah saat ini adalah 80.350 Poin]

Ting.

Ponsel Amir kembali bergetar pelan di dalam saku celananya.

Kini total uang tunai di rekeningnya langsung membengkak menjadi dua puluh dua miliar rupiah dalam satu tarikan napas.

"Enam belas miliar rupiah, apakah ada yang berani menawar lebih tinggi lagi dariku?"

Pemuda berjas merah marun itu berdiri menantang seluruh ruangan dengan senyum kemenangan yang menjengkelkan.

Wanita tua saingannya hanya bisa menggelengkan kepala lemas tanda menyerah total.

Juru lelang mengangkat palu kayunya bersiap mengetuk untuk mengesahkan pemenang.

"Enam belas miliar rupiah satu kali."

"Enam belas miliar rupiah dua kali."

Srek.

Amir mengangkat pelat nomor 08 miliknya tinggi-tinggi dengan tangan kanannya.

"Dua puluh miliar rupiah."

Suara Amir yang berat dan menggema memecah keheningan ruangan lelang tersebut bagaikan bom waktu yang meledak.

Tidak ada kata-kata panjang, tidak ada yang menaikkan sedikit demi sedikit.

Ia langsung melompat menambahkan empat miliar rupiah sekaligus tanpa berkedip mata.

Seluruh mata di ruangan itu seketika tertuju ke arah tengah pada sosok Amir dengan rahang yang jatuh ke lantai.

Pria gendut di sebelahnya hampir terjatuh dari kursinya karena saking kagetnya jantungnya serasa berhenti.

Pemuda berjas merah marun itu melotot marah menatap Amir dari barisan depan.

"Kau gila ya, dari mana pemuda gembel berpakaian murah sepertimu punya uang dua puluh miliar!"

"Petugas keamanan, tolong periksa latar belakang orang ini, dia pasti cuma mau merusak acara!"

Pemuda itu berteriak tidak terima karena kemenangannya digagalkan begitu saja oleh orang tak dikenal.

Juru lelang juga terlihat sedikit ragu menatap penampilan Amir yang kelewat santai dan tidak mencerminkan miliarder tua.

"Maaf Tuan nomor 08, penawaran lompatan Anda sangat tinggi dan tidak biasa."

"Apakah Anda bersedia membuktikan kemampuan finansial Anda di depan kami sebelum saya mengetuk palu?"

Juru lelang itu bertanya dengan sangat hati-hati agar tidak menyinggung siapa pun.

Amir tersenyum tipis dan berdiri dari kursinya dengan sangat santai.

Ia merogoh saku celana kargonya dan mengeluarkan kartu debit hitam prioritas miliknya.

Syuut.

Ia melempar kartu itu hingga mendarat mulus tepat di atas meja podium sang juru lelang.

Klap.

"Gesek saja kartu itu sekarang juga untuk membayar lunas dua puluh miliar rupiah secara penuh."

"Jika transaksinya ditolak bank, kau boleh memenjarakanku atas tuduhan penipuan hari ini juga."

Amir berbicara dengan nada mutlak dominan yang membuat semua orang di ruangan itu menahan nafas panjang.

Juru lelang itu menelan ludah dan segera memberikan kartu sakti itu pada staf keuangannya yang membawa mesin EDC khusus transaksi besar.

Staf itu memasukkan nominal dua puluh miliar dan meminta Amir mengetikkan PIN dari jarak jauh menggunakan papan ketik nirkabel.

Tit tit tit tit.

Mesin EDC memproses transaksi itu memakan waktu beberapa detik dalam keheningan yang mencekam.

Sreet.

Kertas struk panjang tiba-tiba keluar dari ujung mesin tersebut dengan tulisan huruf kapital APPROVED.

Staf keuangan itu membelalakkan matanya dan mengangguk sangat kuat pada juru lelang.

"Tra... transaksinya berhasil seratus persen tunai tanpa cicilan!"

Staf keuangan itu berteriak dengan suara bergetar menahan rasa takjub yang luar biasa.

Pemuda berjas merah marun itu langsung jatuh terduduk kembali di kursinya dengan wajah sepucat mayat.

Ia sadar bahwa ia baru saja berhadapan dengan monster finansial raksasa yang sesungguhnya yang menganggap uang miliaran seperti recehan.

Tok tok tok!

Juru lelang memukul palunya dengan sangat keras dan bersemangat hingga urat lehernya terlihat.

"Dua puluh miliar rupiah tiga kali, sah tidak bisa diganggu gugat!"

"Selamat kepada Tuan nomor 08, rumah mewah di kawasan Bukit Permata resmi menjadi milik Anda hari ini juga!"

Ruangan lelang seketika pecah oleh tepuk tangan meriah dan sorakan hormat yang ditujukan pada Amir.

Pria gendut di sebelahnya kini menatap Amir bagaikan menatap seorang dewa kekayaan agung yang turun ke bumi.

Amir berjalan ke depan mengambil kembali kartu hitamnya dan sekotak kunci rumah barunya dari tangan staf lelang.

Ia membalikkan badan dan berjalan keluar dari ruangan itu tanpa menoleh sedikit pun pada pemuda congkak yang tadi meremehkannya.

"Apartemen sudah, mobil sport G-Class sudah, dan sekarang rumah mewah terbesar di kota ini sudah di tangan."

"Tinggal selangkah lagi untuk menginjak-injak harga diri keluarga parasit itu sepenuhnya ke dalam lumpur."

Amir tersenyum dingin sambil memutar kunci rumah barunya di jari telunjuknya.

Hidupnya kini benar-benar telah berada di puncak rantai makanan tertinggi di kota ini.

1
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!