Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.
Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Sudah tiga hari Raisa menghilang di kehidupan Adit, Adit mencari Raisa ditempat Raisa bekerja namun sayangnya ia juga tidak menemukan Raisa.
Rangga..
Adit punya satu harapan, yakni Dokter Rangga. Segera Adit pun mengunjungi dokter Rangga, ia harus menemukan Raisa.
" Saya ingin bertemu dengan dokter Rangga " ucap Adit begitu sampai di klinik
" Baik pak, silahkan menuju ruang pendaftaran "
" Saya ingin bertemu segera "
Adit pun langsung masuk begitu saja, perawat mencoba menghalangi namun sayangnya Adit terus melawan.
Saat itu seorang pasien baru saja keluar, segera Adit pun masuk sebelum pasien selanjutnya masuk kedalam.
" Dok maaf " ucap perawat begitu Adit masuk
" Ga apa " kata Rangga dan perawat itu keluar
Adit mendekati Rangga, ia pun memberikan tatapan yang tak bersahabat kepada Rangga.
" Dimana Raisa ? "
" Saya tidak tau, kamu ini kan istri nya kenapa bertanya kepada saya ? "
" Lo ga usah pura pura, pasti lo tau kan dimana Raisa ? "
" Kalau tidak ada hal penting silahkan keluar, karena saya masih ada beberapa pasien "
" Dimana Raisa bajingan ? "
" Anda ini tidak punya sopan santun ya ? Begini cara Anda berkomunikasi? "
" Gue udah tanya baik baik sama lo tapi lo ga jawab pertanyaan gue "
" Keluar dari ruangan saya, saya ga mau punya urusan dengan anda "
Adit pun memilih untuk pergi dari ruangan Rangga, namun bukan Adit kalau tidak memiliki akal busuk.
.....
Selepas praktek Rangga langsung menemui Raisa, ia membawakan makanan kesukaan Raisa.
Begitu sampai Raisa langsung menyambut Rangga, Raisa pun kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
" Tadi Adit ke datang ke klinik "
" Orang gila dia "
" Hmm, oiya gimana kamu sudah menyerahkan surat surat kepada pengacara ? "
" Sudah, aku berharap bisa cepat selesai dan bisa cepat pisah dengan Adit "
" Aku juga berdoa yang sama "
" Kenapa gitu ? "
" Ya karena aku senang liat kamu bebas dari orang seperti dia "
" Oohh "
Rangga meraih tangan Raisa, ia mengusap punggung tangan Raisa dengan lembut.
" Ada ga kesempatan kedua untuk aku Sa ? "
" Rangga, untuk sekarang aku ingin sendiri. Aku ingin nyembuhin hati aku, aku ingin menikmati hari hari aku sendiri"
" Aku akan tunggu kamu Sa, aku akan tunggu sampai kamu siap "
Raisa tersenyum sambil mengangguk.
" Sa, aku ga bisa lama lama. Hari ini ada jadwal operasi, tapi nanti setelah aku selesai aku langsung kesini buat nemuin kamu ya "
" Yaudah Iyah ga apa apa dokter Rangga "
" Kalau ada apa apa hubungin aku ya Sa "
" Iyah dokter Rangga "
Rangga pun langsung berpamitan kepada Raisa, ia pun langsung pergi meninggalkan Raisa
Baru Raisa menutup pintunya, kembali terdengar suara ketukan pintu dari luar.
" Pasti ada yang —"
Senyum Raisa memudar begitu melihat seseorang yang ada di hadapannya.
" Pergi " Raisa mencoba menutup pintu dengan cepat
Kali ini usaha Raisa gagal, Adit berhasil masuk kedalam apartemen Raisa.
" Pergi sana, keluar "
" Engga, aku ga mau "
" Aku udah bilang kalau aku mau cerai sama kamu "
" Aku ga mau cerai sama kamu Raisa..!! "
" Kenapa ga mau ? Bukannya kamu udah punya perempuan lagi ? Yang sekarang sedang hamil itu ? "
" Raisa aku minta maaf Sa, aku khilaf "
" Mas Adit selama ini aku tuh percaya sama kamu Mas, tapi apa ? Kepercayaan aku kamu balas dengan rasa sakit luar biasa "
" Aku minta maaf Raisa, aku akan tinggalin dia Sa "
" Aku ga perduli Mas, aku tetap mau pisah sama kamu "
Adit yang sudah kehilangan kesabarannya pun langsung mencengkram wajah Raisa, ia mendorong tubuh Raisa hingga terbentur dinding.
" Pasti karena dokter sialan itu kan Sa ? "
Raisa menggelengkan kepalanya, ia merasakan sakit pada wajahnya.
" Kamu itu sekarang masih istri aku Raisa, jadi kamu harus melayani suami kamu sayang "
Raisa sekuat tenaga mendorong Adit, namun saat Raisa terlepas Adit pun lebih cepat menarik tubuh Raisa.
" Lepas Mas Adit lepasin "
" Engga akan Sa ga akan aku lepaskan kamu "
Adit mendorong tubuh Raisa hingga terlentang diatas ranjang, Adit melepas ikat pinggangnya dan ia gunakan untuk memukul Raisa.
" Sakit Mas Adit "
" Ini akibat kamu ga nurut sama suami Raisa "
Raisa meringis kesakitan, pahanya terasa perih karena ikat pinggang Adit.
" Layani aku sayang, aku sangat merindukan kamu Raisa "
" Engga, aku ga Sudi Mas "
Raisa mendorong tubuh Adit sekuat tenaga, setelah berhasil ia pun keluar dari apartemen nya mencari bantuan.
" Pak tolong saya Pak, ada orang asing yang masuk kedalam apartemen saya Pak " ucap Raisa kepada salah satu petugas
Adit pun akhirnya mengalah, ia pun pergi daripada nanti ia berurusan dengan pihak berwajib.
....
Rangga langsung kembali menemui Raisa usai tugasnya.
Rangga pun langsung masuk kedalam, ia mencari keberadaan Raisa di apartemennya.
" Sa.. Raisa "
Samar samar Rangga mendengar suara tangisan dari dalam kamar.
" Sa kamu kenapa Sa ? "
Raisa langsung memeluk erat tubuh Rangga, ia pun menangis dalam pelukan Rangga.
" Kenapa ? Bilang sama aku Sa ? "
" Mas Adit.. "
" Kenapa ? Dia kenapa Sa ? "
" Dia kesini tadi Ga, dia maksa aku buat layanin dia Rangga. Aku engga mau Rangga, aku gamau "
Rangga membiarkan Raisa menangis dalam pelukannya, hati Rangga ikut sakit mendengar apa yang Raisa katakan.
" Dia lakuin apa lagi ke kamu Sa ? "
" Dia.. Dia mukul aku Rangga "
" Mukul ? "
" Iyah, sakit Rangga "
" Dimana Sa ? "
Raisa menunjuk pahanya yang masih sangat sakit.
" Biadab emang tuh orang, maafin aku ya karena aku dia tau dimana keberadaan kamu "
" Aku takut Rangga, aku takut "
" Kamu ikut aku pulang ya, tinggal sama aku sampai aman "
Raisa menganggukkan kepalanya, segera ia pun langsung merapikan barang barangnya dan membawa pergi ketempat tinggal Rangga