NovelToon NovelToon
Saat Aku Memilih Pergi

Saat Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia Tujuah tahun menikah dengan Raka
mengurus Ibu mertuanya dengan baik
mengurus anak adopsi dengan baik
selalu bersabar karena dia hanyalah anak yatim piatu
Namun tepat di usia pernikahannya yang ke tujuh
Raka malam menikah lagi Dengan Ratna Sepupunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cerai

 “Ceraikan aku, Mas.”

Suaranya pelan, hampir seperti bisikan tanpa emosi. Tidak berteriak, tidak menangis, seolah perkataan itu sesuatu yang biasa.

“Cerai lagi, cerai lagi. Please, Nad, jangan ucapkan itu lagi.”

Raka menatap Nadia. Masalah terus datang bertubi-tubi dan Nadia tak kunjung mengerti.

Nadia hanya diam. Malam ini dia hanya ingin diceraikan. Kalau tidak diceraikan, dia tetap akan pergi.

“Nad, tolonglah. Nanda sangat membutuhkan kamu.”

Raka kembali membujuk Nadia menggunakan Nanda. Dia tahu itu adalah titik lemah Nadia.

Tapi tampaknya Nadia tidak bergeming. Wajahnya masih tenang.

“Nadia, ke mana Nanda?” tanya Yuni tiba-tiba.

Raka tersentak. Kepalanya langsung menoleh ke segala arah, seolah berharap bocah itu muncul dari salah satu sudut rumah.

“Nadia, ke mana Nanda?” tanya Raka.

Belum sempat Nadia menjawab, Yuni sudah berkata dengan nada tinggi, “Kamu gila, ya, Nadia? Aku sudah tahu kamu merencanakan akan pergi membawa Nanda. Jangan pernah lakukan itu, Nadia!”

“Aku hanya menyelamatkan Nanda,” Nadia berkata dengan tenang.

“Menyelamatkan apanya? Nadia, kamu jangan macam-macam sama Nanda. Kamu boleh pergi, tapi Nanda jangan,” tegas Yuni.

Nadia menarik napas dalam, kemudian berkata dengan tenang, “Aku bukan orang gila yang akan memisahkan Nanda dengan nenek kandung, ayah kandung, dan mama kandungnya.”

Kata “kandung” Nadia tekankan.

Semua terdiam. Pikiran jelek mulai muncul. Akankah rahasia yang selama ini mereka sembunyikan rapat-rapat akan terbuka?

“Apa maksud kamu, Nadia?” tanya Raka.

“Nanda tidak boleh tahu kalau nenek kandung, ayah kandung, dan ibu kandungnya sangat jahat. Tidak mengakui Nanda sebagai anak, mengatakan Nanda anak adopsi, dan membohongi orang yang sudah menyayanginya bertahun-tahun. Aku hanya ingin Nanda tumbuh dengan baik.”

Nadia berkata dengan tenang, padahal dalam hatinya bergemuruh. Demi apa pun, dia merasa berat meninggalkan Nanda. Tapi memang Nanda harus tumbuh dengan keluarga aslinya.

“Apa sih maksud kamu, Nadia?” tanya Yuni.

Tanpa menjawab, Nadia mengeluarkan sebuah flashdisk lalu melemparkannya ke atas meja.

Flashdisk warna putih itu berputar sebentar. Flashdisk model lama dengan tulisan 8 GB.

Ratna terbelalak. Dia merasa heran kenapa flashdisk miliknya ada di tangan Nadia.

“Apa ini, Nadia?” tanya Raka dengan suara pelan.

“Tanyakan pada istrimu, Mas.”

Tatapan Nadia berpindah dari Ratna ke Raka.

“Pokoknya aku sudah tahu kalau kamu dan Ratna sudah berzina sebelum kita menikah, akhirnya punya anak, dan anak itu Nanda. Itu flashdisk milik Ratna. Aku sudah tahu semuanya.”

Nadia berkata tanpa emosi.

Suasana menjadi hening. Hanya detak jam yang terdengar dan helaan napas.

“Sial. Padahal aku belum puas melihat Nadia tersiksa. Kenapa dia jadi tahu rahasia ini?” ucap Ratna dalam hati.

“Nadia, Mas Raka dan kami semua melakukan itu karena menghargai kamu. Aku dan Mas Raka saat itu tidak sengaja, Nad. Kami hanya menjaga perasaan kamu. Kamu sudah begitu baik sama Nanda, anakku.”

Tentu saja Ratna mengatakan itu bukan karena simpati. Dia hanya ingin menegaskan bahwa Nanda memang anak kandungnya dan selama ini Nadia merawat anak hasil perselingkuhan suaminya.

“Benar, Nadia, kata Ratna,” ucap Yuni. “Kami merahasiakan ini karena menjaga perasaan kamu.”

“Maafkan aku, Nad,” ucap Raka dengan suara pelan.

“Bertahun-tahun kalian membohongiku. Setelah Nanda tumbuh dengan baik, kalian malah menikah. Kalau kalian menghargai aku dan kalau itu hanya kecelakaan, kalian tidak usah melanjutkan hubungan kalian. Kalian tidak sedang menghargai perasaanku, tapi menghancurkan perasaanku secara perlahan agar aku merasakan sakit yang lebih lama.”

Semua terdiam.

Raka menganggap Nadia hanya diam. Padahal orang yang sudah membesarkan anaknya dengan begitu baik itu malah dia sakiti secara berulang-ulang.

“Nadia,” ucap Yuni pelan. Dalam hati kecil dia merasa bersalah. “Nasi sudah jadi bubur, Nadia. Kamu membesarkan Nanda dengan baik. Kamu pasti mencintai Nanda, kan? Begitu juga dengan Nanda. Bayangkan perasaan Nanda kalau kamu tidak ada. Jadi aku harap kamu bisa dewasa dan menerima semua ini dengan lapang dada.”

“Saya sangat mencintai Nanda. Bahkan Nanda adalah bagian terpenting dalam hidupku. Dan dia harus tumbuh dengan keluarga yang sempurna. Kalian adalah keluarga kandungnya. Sangat menyakitkan aku menyaksikan kenyataan ini, tapi demi Nanda, tolong ceraikan aku. Demi enam tahunku yang sudah membesarkan Nanda.”

Nadia hampir saja menangis.

Yuni merasa Nadia sulit diatur. Bukankah Nadia hanya tinggal pura-pura tidak tahu saja dan hidup seperti biasa, melayani Nanda dan dirinya?

“Nadia, jadi janda itu tidak mudah. Kamu akan jadi cibiran banyak orang. Belum lagi kamu hanya hidup sebatang kara. Selama ini kamu mengandalkan Raka. Kalau tidak ada Raka, siapa yang akan memberi kamu kehidupan?”

Yuni berkata seolah bijaksana, padahal jelas itu merendahkan Nadia.

“Ibu tidak usah mengurusi hidup saya. Saya hanya ingin cerai.”

“Mah, Nadia mungkin lagi emosional. Bagaimana kalau Mas Raka talak satu saja Nadia, biar saat Nadia mau pulang ke rumah dia tidak malu?” Ratna berkata sok perhatian.

“Benar, Raka. Mungkin Nadia sedang marah, jadi kamu talak satu saja dia,” Yuni menimpali.

Tatapannya ke arah Nadia.

“Nadia, suatu saat kamu akan kembali ke Raka. Aku dengan senang hati akan menerima kamu karena kamu sudah mengurus Nanda dengan baik.”

Mereka terlalu meremehkan Nadia.

Nadia adalah manusia dengan financial freedom. Tanpa bekerja saja dia sudah mendapat uang puluhan juta tiap bulan, lebih dari cukup untuk hidup sederhana.

“Aku tidak akan pernah kembali ke rumah ini.”

“Nadia, jangan bicara sembarangan. Kamu tidak tahu betapa kejamnya hidup di luar.”

“Ibu tidak usah mengurus hidup saya,” Nadia berkata tenang. “Saya hanya ingin cerai.”

Rahang Yuni mengeras. Dia merasa sudah bersikap baik. Memangnya siapa Nadia? Hanya anak yatim piatu yang tidak punya harta. Memangnya bisa apa dia?

“Nad, maafin aku, Nad,” ucap Raka dengan suara serak.

“Aku akan memaafkan kamu kalau kamu menceraikan aku, Mas.”

“Nad...”

“Ceraikan aku, Mas. Semakin lama kita bersama, semakin lama kamu menyakitiku. Demi Nanda yang mencintaiku, tolong ceraikan aku.”

Raka terdiam.

Sangat berat.

Nadia adalah istri yang baik, membesarkan Nanda dengan penuh kasih sayang, dan sekarang dia harus menceraikannya.

Tapi Nadia berkata benar. Semakin lama dia bersama Nadia, Nadia akan semakin sakit.

“Baiklah, Nadia,” ucap Raka. “Hari ini aku, Raka Pratama, menceraikan kamu, Nadia Salsabila.”

Raka berkata dengan berat.

Nadia mengembuskan napas lega.

Akhirnya cerai.

Cerai?

Sebuah hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Keinginan sederhananya dalam rumah tangga sudah runtuh.

Padahal Nadia hanya ingin berumah tangga seperti ibu dan bapaknya, saling mencintai dan menua bersama.

“Terima kasih, Mas,” ucap Nadia pelan.

Suasana hening.

Raka merasa jantungnya berdebar tak menentu. Tangannya dingin. Pikiran buruk datang.

“Bagaimana kehidupan Nanda setelah Nadia tidak ada?” pikirnya.

“Nadia, setelah ini mau ke mana?” tanya Raka.

“Kita sudah tidak ada hubungan apa pun, Mas. Jadi Mas tidak usah tahu. Aku hanya titip Nanda. Tolong jaga dengan baik.”

“Nanda anakku. Tentu aku akan menjaga dengan baik. Bagaimana kalau aku antar kamu, Nadia?” ucap Raka.

“Enggak usah.”

Rahang Ratna mengeras.

“Nadia, aku pesankan taksi online, ya?” Ratna sok peduli.

Bukan, bukan peduli. Ratna hanya ingin Nadia cepat pergi dari rumah ini.

“Tidak usah. Sebentar lagi temanku jemput.”

Tak lama kemudian terdengar deru mobil.

Nadia berdiri. Tidak salaman, tidak pamitan. Nadia melangkah pergi.

Ratna penasaran siapa yang menjemput Nadia. Raka mengikuti Ratna dari belakang.

Mata mereka terbelalak melihat mobil Alphard keluaran terbaru sudah terparkir di depan halaman rumah.

Seorang wanita dengan dandanan elegan membantu Nadia memasukkan koper ke mobilnya.

1
falea sezi
🤣🤣 goblok aja klo. masih sayang anak haram
Anonim
Lanjut up thor seru
Anonim
Tobat lah sama kebegoan si nadia
Anonim
Yeay emang enak di jadikan pengasuh gretongan,jadi cewe ko oon sih gampang di boongin
Listiyawati Rinda
lanjut kak
Suanti
nadia prgi dri rmh tinggal gugat cerai raka
raka tak bakal setuju cerai kan kamu
nadia terlalu bego sdh tau di jdi kan keluarga toxin jdi baby sister gratis tetap mau bertahan di dlm rmh demi nanda ank selingkuh raka/ ratna 🤭
Anonim
Sumpah nadia bloon nya kebangetan thor,jangan buat perempuan jadi bodoh thor buat pinteran dikit gitu🤭
Suanti
mungkin isi flashdisk tentang ratna melahirkan nanda 🤭 ayok nadia nonton flashdisk nya biar tau apa isi nya 🤣
Inarrr Ulfah
KLO benr percuma kamu mati2an bertahan demi Nanda,,jgn bodoh nadia
Inarrr Ulfah
bukti Nanda anak nya Ratna dan Raka...
Adinda
mungkin bukti kalau nanda anaknya ratna
falea sezi
cepet urus cerai😒 jangan bego klo Nanda anak Ratna g usa di bawa ngapain ngurus anak jalang
Suanti
nadia klu mau prgi dari rmh sendri aja klu bawa nanda pasti di cari sama raka karna bawa ank nya 🤭
lLy trililly
udh nadia bruan pergi
falea sezi
🤣🤣 goblok mau pergi ya pergi cerai dlu ngapain ngajak anak angkat goblok nya🤣
Anonim
Ampun deh gemes banget sama si nadia bloon nya belum ilang,biarin aja nanda sama bapak nya biar si nanda tau beda nya ibu sama bapak kek mana kalau ngurusin anak
Adinda
tes DNA Makanya biar tau
Suanti
nadia mau prgi. prgi aja sendri ngapain bawa nanda yg ada nanti kamu di lapor kan sm keluarga toxin menculik ank 🤭
Machmudah: setuju, toh kl Nanda ditinggal sm mereka aman2 saja, mereka sayang Nanda cm caranya didiknya sj yg gak banget.....udah pergi aja Nadia lepasin aja para toxic itu
total 1 replies
siswati etty
tunggu apa lagi Nadia .....polos apa bodoh sih ....keluar rumah gak akan dianggap kalah klo kamu punya rumah sendiri dah cepet pindah dah gak diinginkan jd gk perlu maksa tinggal meski ada alasan krn Nanda
Suanti
segera keluar dri rmh nadia kalau lama2 di rmh raka yg ada kamu lihat ratna bermesraan sm raka pasti kamu sakit hati 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!