NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nobar Drama

Pukul sebelas malam Jay dan Shiva masih berada di teras belakang. Hembusan angin malam kian terasa menusuk pori-pori.

Adegan pada alur cerita drama kian memanas. Drama itu memang tak memperlihatkan adegan intim secara langsung, namun semua orang yang pernah menonton itu pasti lah tau, kelanjutan setelah adegan panas peran tokoh pria dan wanita itu selanjutnya.

Apalagi adegan ciuman yang tak disensor itu terlihat begitu nyata di mata Shiva. Membuat tubuh nya menjadi merinding kala menyaksikan itu di depan mata kepala nya sendiri.

Berbeda dengan Jay. Dia sudah terbiasa melihat adegan seperti itu sebelum nya. Menurut nya itu terlihat wajar, guna menarik perhatian para pecinta drama.

Shiva melirik Jay dengan sudut mata nya. Pandangan pemuda itu terlihat datar kearah layar monitor laptopnya. Kemudian, tanpa sadar melihat bibir Jay yang berwarna merah itu.

"Glek!"

Pelan sekali Shiva berusaha menelan salivanya yang tiba-tiba terasa seret di tenggorokannya itu, kala mengingat adegan ciuman yang baru dilihat nya. Membayangkan jika dia lah yang berperan sebagai salah satu aktris dan Jay yang berperan sebagai tokoh utama nya dalam drama yang tengah berlangsung saat ini.

Di benaknya, bibir Jay terlihat lebih bagus daripada sang pemeran utama. 'Gawat! Kok fikiran gue jadi kacau gini sih?' bathin Shiva merutuki fikiran nya sendiri.

'Shiva uring-uringan liat bibir lu, tuh!' celetuk Milea di pendengaran Jay.

Jay pun melirik kearah Shiva tanpa bergerak. 'Edan!" Umpatnya dalam hati. Jika lirikan Shiva sepenuhnya kearah wajah nya, tentu saja lirikan mereka berdua akan bertabrakan. Namun, kelihatannya Shiva benar-benar fokus pada bibir Jay saja.

'Hahahaha, hahahaha.' Milea tertawa terbahak-bahak. 'Gimana? Pesona yang gue berikan mantap, kan?' lanjut Putri Mahkota Iblis itu mengolok-olok Jay yang tengah merutuki sepupunya itu.

"Ehem kak! Udahan yuk! Cuacanya udah dingin nih." Ucap Jay yang berpura-pura mengusap-usap lengan nya menandakan bahwa dia kedinginan. Walau sebenarnya tubuh nya saat ini jadi panas, karena melirik bibir kakak sepupunya itu tadi terlihat begitu sangat menawan.

"Ehh!" Shiva tersentak. Pura-pura baru menoleh ke arah Jay. "Tanggung nih, tinggal empat epi... " Shiva menutup mulut nya. Tak sempat melanjutkan kan kalimatnya kala pandangan nya sudah kembali kearah Layar laptopnya.

Sudut bibir Jay berkedut mendengar ucapan Shiva yang belum selesai, namun dia tau kelanjutan kata-kata itu.

'Jahilin dikit dong!' ucap Milea, menyuruh Jay untuk menggoda kakak sepupunya itu. 'Gue nggak ikutan kok, pengen liat kemampuan lu, nih.' lanjut nya begitu antusias.

"Lho? Udah selesai?" Gumam Shiva setelah mengetahui drama yang di tonton nya tadi sudah berakhir.

"Udah." Sela Jay cepat. Membenarkan gumaman sepupunya itu. "Makanya, gue ajak lu kedalam, kak." Lanjut nya, seakan telah memberi tahu waktu berakhir nya serial drama yang mereka tonton.

"Gimana endingnya?" Tanya Shiva penasaran.

"Loh? Bukannya tadi lu juga nonton, kak?" Tanya Jay balik. Menampilkan raup wajah yang begitu serius, kalau kakak sepupunya itu terlihat benar-benar begitu menyaksikan ending serial drama itu. Namun dalam hati nya merasa tak kuat menahan gejolak yang akan meledak. Menertawakan gadis itu yang sekarang terlihat begitu menggemaskan.

Dengan raut wajah lugunya Shiva menggeleng pelan menanggapi kalimat yang di lontarkan Jay barusan.

"Hahahaha, hahahaha." Tak kuat lagi Jay menahan, akhirnya dia melepaskan tawanya sambil memegangi perut nya yang terasa digelitik.

Shiva merenggut imut, dia mencubit lengan Jay karena telah menertawakan nya. "Apanya yang lucu, sih?" Tanya Shiva dengan ketus setelah Jay berhenti tertawa.

"Kan emang lucu." Jawab Jay yang masih terkekeh. "Laptopnya didepan mata, masa iya nggak liat dramanya habis.?" Ucap Jay mulai menggoda Shiva.

"Emang nggak liat!" Kilah Shiva cemberut.

"Teruuus? Tadi liat apa, hayoo?" Tanya Jay lagi dengan nada menggoda. Mendekatkan wajah nya pada wajah kakak sepupunya itu.

Deg.

Jantung Shiva kian berdegup kencang dengan jarak wajah mereka sedekat ini. Aroma maskulin Jay dicampur sisa bau nikotin yang dihisap pemuda itu tadi semakin menyeruak di indera penciuman nya.

Mata sipit Jay begitu tajam menatap pada bola mata nya saat ini. Namun, sorot mata itu begitu terlihat indah di pandangan nya.

"Glek."

Shiva dengan keras menelan salivanya ketika lagi-lagi pandangan nya lagi-lagi melihat kearah bibir Jay yang entah mengapa sekarang terlihat begitu menggoda.

Jay jelas tahu akan hal itu. Dari tatapan serta suara telanan salivanya yang dipaksakan, terdengar dan terlihat jelas di indera tubuh nya.

"Yuk masuk! Udah larut banget nih!" Ucap Jay setelah menjauhkan wajahnya. Kemudian dia meraih toples yang sudah kosong itu untuk di gabung kan kembali keatas nampan bersama dua buah gelas kopi yang hanya tersisa ampasnya saja.

Dengan perasaan yang masih malu-malu, Shiva pun menegakkan tubuh nya untuk berdiri, mengikuti Jay yang sudah tegak lebih dulu sambil mengangkat nampan dengan kedua tangan nya.

"Yuk!" Ajak Jay lagi, agar kakak sepupunya itu mengikuti nya masuk kedalam rumah.

Setelah mengunci pintu, Jay mematikan aliran listrik lampu teras belakang. Kemudian dia menyempatkan diri untuk meneguk air putih.

Shiva pun juga ikut menenggak segelas air putih, untuk menetralisir cairan di dalam tubuh nya setelah meminum kopi.

"Jadi lanjut nih, nontonnya?" Tanya Jay pada Shiva untuk memastikan bahwa mereka benar-benar akan nobar sampe pagi.

Shiva adalah gadis yang bertanggung jawab. Dia akan tetap teguh dengan ucapan nya. Walau sempat ada sedikit kejadian absurd sebelum nya, dia tidak akan ingkar janji.

"Jadi lah! Pokoknya, Lu harus temenin gue sampe tiga judul!" Ucapnya kembali mendominasi seperti sebelumnya.

"Oke tuan putri! Hamba siap laksanakan!" Balas Jay dengan sikap tegap, meletakkan satu tangannya di dada, kemudian membungkuk sembilan puluh derajat di hadapan Shiva.

"Apaan sih, lu!" Ucap Shiva segera melangkah menuju pintu kamar pribadi nya dengan membawa Laptop yang masih terbuka. Namun dalam hati nya merasa geli, akan perlakuan Jay yang begitu terhadap nya malam ini.

Setelah berada di depan pintu kamar nya, Shiva merasakan kalau Jay tidak mengikuti nya. "Ayok, buruan!" Bentak nya dengan pelan, seakan berbisik memanggil Jay yang ternyata mengarah ke kamar pemuda itu sendiri.

'Loh? Beneran nobar dikamar nya nih?' fikir Jay. Namun langkah kakinya kini berbalik haluan. Ikut melangkah mengikuti perintah gadis itu.

Setelah berada di dalam kamar Shiva, Jay tak merasa begitu asing lagi dengan aroma feminim yang menguar di dalam kamar seorang gadis. Karena, kamar yang di tempatinya setelah menjadi penghuni rumah ini dulu nya di tempati Shilla. Hanya berbeda warna cat dinding nya saja.

Untung saja, bekas kamar Shilla itu dinding nya di cat dengan warna biru, kalau warna pink seperti kamar Shiva ini kan jadi bahaya! Fikir Jay dalam hati, mengetahui perbedaan warna favorit antara putri sulung dan putri bungsu dari bibi Aida ini.

"Lu pilih-pilih judulnya dulu gih! Tapi, ntar nonton nya bareng ya!" Ucap Shiva dengan tegas. Meletakkan laptopnya pada meja lipat yang sudah tersedia diatas ranjang king sizenya. Kemudian dia pun dengan sedikit tergesa-gesa menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar itu.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!