Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab15
Kay mengusap wajahnya kasar,ia sangat frustasi dengan perasaannya sendiri,disisi lain ia tidak rela Ayla menjadi milik yang lain tapi disatu sisi ia juga tidak ingin berkomitmen dengan yang namanya pernikahan.
Ia takut jika mereka menikah Ayla akan berubah,kata orang masa pacaran akan sangat jauh berbeda jika sudah menikah.
" Sampai kapan kamu akan main main terus seperti ini kay." Suara itu terdengar begitu dingin diiringi suara langkah kaki yang mendekat kearah kay yang sedang duduk disofa mewah diruang keluarga.
" Kamu itu anak papa satu satunya, pewaris aleandra group.jika kamu tidak memulai sekarang kapan kamu bisa menguasainya."
Moodd Kay yang sudah hancur kini tambah hancur dengan tekanan yang diberikan papanya.
" Kay belum siap pa.bahkan rasanya Kay tidak punya bakat kearah bisnis."
Rahang pria itu mengeras,tanganya mengempal lalu melayangkan satu pukulan kearah Kay yang membuat sudut bibir Kay berdarah.
Kay hanya mengusap bibirnya dengan santai,karna pukulan seperti ini sudah biasa didapatkannya dari sang papa.
"Papa apa yang kamu lakukan." Teriak mama Bella yang turun dari lantai atas saat melihat anak laki lakinya dipukul.
Kay yang melihat mama Bella terlihat panik tersenyum kecut.menurutnya keluarga ini penuh dengan drama.
Lucas tidak menghiraukan wanita yang menjadi istrinya itu.ia lebih menatap Kay dengan tatapan yang tegas.
" Kamu harus ingat siapa kamu.kamu itu anak Lucas aleandra.kamu itu pewaris papa satu satunya.jadi kamu harus seperti papa."
Lucas kembali memakai jasnya lalu meninggalkan Kay dengan rasa frustasinya.
" Yaampun nak laki laki sialan itu memukulmu sampai berdarah seperti ini."
Kay menyingkirkan tangan mama Bella yang memegang bibirnya.
"Ini bukan yang pertama kalinya papa melakukan ini padaku."
Bella terdiam, menatap putranya.sedangkan Kay berdiri meninggalkan mama Bella yang selalu saja terlihat pura pura perhatian padanya.
Kay masuk kedalam kamarnya,ia menghempaskan diri kekasur Bing zise miliknya.
Handphonenya berbunyi.lagi lagi pesan dari Ayla. dari kemarin tak satupun pesan dari Ayla yang dibalasnya.
Kali ini bukan pesan teks yang dikirim Ayla untuk Kay,tapi foto foto mereka yAng terlihat lucu.
Kay menatap foto foto itu tersenyum.demi tuhan rasanya hatinya tidak rela jika mylovenya harus dimiliki laki laki lain.
" Aku tahu Kay.kamu laki laki yang baik bukan laki laki berengsek yang ingin mempermainkan hati perempuan."
" Aku tidak pernah tahu apa alasan kamu untuk menolak menikah dengan ku.jika alasan kamu tidak mau menuruti permintaan papi hanya karna belum siap karna kamu masih ingin menikmati masa mudamu akupun sama kay.aku juga belum siap"
" Tapi kita bisa melalui kehidupan rumah tangga dengan cara kita sendiri.kita bisa menikah tapi menikmatinya seperti orang pacaran sama seperti yang kita jalani selama ini kay.tidak menuntut satu sama lain dan saling percayA."
Kay membaca pesan pesan Ayla dengan mata berkaca kaca.segitunya Ayla percaya pada Kay.
" Ayla hanya milik Kay selamanya."
Itu pesan terakhir yang dikirim Ayla untuk kay.hembusan nafas ayla terdengar berat saat Kay hanya membaca pesan pesanya tapi tidak membalasnya.ia meletakkan hendponenya kembali dikasurnya lalu menatap langit langit kamarnya dengan tatapan kosong.
Satu tetes air mata Kay terjatuh,dia begitu rapuh sekarang.ia juga tidak bakalan sanggup kehilangan sosok Ayla yang selalu menjadi pelipur laranya disaat ia sedang hancur karna kedua orang tuanya.
Kay memotret dirinya sendiri dengan sudut bibirnya yang berdarah.lalu ia mengirim gambar dirinya pada Ayla.
Ayla yang mendengar handphonenya berbunyi langsung mengambil handphonenya dan berharap itu dari Kay.
Dan benar saja itu dari kay.kay tidak membalas pesannya tapi mengirimkan fotonya yang terlihat berantakan dengan luka sobek dibibiirnya.
Ini bukan yang pertama kalinya Ayla melihat sudut bibir itu memar.dan setiap kali ayla menanyakan hal tersebut Kay hanya mengatakan itu hanya kecelakaan kecil.
" Are you okay..?"
Kay tidak menjawab ia lagi lagi mengirimkan sebuah Vidio untuk Ayla.
Ayla menonton video yang dikirimkan Kay dengan mata yang tidak berkedip.
Dividio itu terlihat jelas seorang laki laki menampar seorang perempuan lalu pergi dengan perempuan lain.
Ayla sangat tahu sosok laki laki itu laki laki itu Lucas aleandra meskipun Kay belum pernah mempertemukan mereka.tapi sosok Lucas begitu terkenal dan Kay selalu mengakui pada Ayla bahwa itu ayahnya.
Tunggu apa maksud Kay mengirimkan ini padanya fikir Ayla.
Tidak hanya Vidio itu Kay kembali mengirimkan Vidio kepada Ayla didalam Vidio itu terlihat mama Bella terlihat berciuman dengan laki laki lain membuat ayla membekap mulutnya sendiri tidak percaya.
Ternyata keluarga Kay yang selama ini difikir Ayla terlihat harmonis disosial media tidak seperti yang terlihat.
Ayla panik ia ketika melihat video Vidio yang dikirim Kay kepadanya ,foto kay.semua itu menjelaskan Kay sedang tidak baik baik saja .ia merasa khawatir dengan Kay.
Ia segera menelpon Kay dan kali ini Kay mengangkatnya setelah kemarin kemarin Kay tidak pernah mau mengangkat telpon dari nya.
" Hallo kay.kita harus ketemu sekarang!"