NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Malam itu toko Sweet Revenge Patisserie sudah tutup. Aroma vanila masih tertinggal di udara, tapi suasana di ruang belakang terasa jauh lebih serius. Elara duduk di depan Xander dan hanya ditemani cahaya lilin yang remang-remang.

"Jadi... kau mau aku balik ke neraka itu?" tanya Elara sambil memainkan belati pemberian Xander.

Xander menyesap tehnya tenang "Bukan cuma balik Elara. Tapi balik dengan gaya. Duke Alaric sudah membayar DP ke Shadow Guild untuk membawamu pulang dalam keadaan hidup, klau aku tidak mengantarmu dia akan terus mengirim pembunuh lain yang mungkin ngga se tampan dan sehebat aku"

Elara mendengus "Pede banget ya. Tapi serius kalau aku balik si kumis tebal itu pasti langsung ngurung aku lagi atau malah nyeret aku ke Pangeran Mahkota buat cari muka karena pas pesta aku dansa sama dia"

Xander mencondongkan tubuhnya menatap mata Elara lekat-lekat "Itu kalau kau membiarkannya. Elara dengerkan aku. Kau sudah disakitin, ditelantarin di gudang seperti rongsokan bahkan hampir dibunuh secara mental. Masa mau dibiarin begitu saja?"

"Maksudnya?"

"Gunakan kesempatan ini" bisik Xander dengan nada provokatif "Lusa pagi adalah panggungmu. Duke dan keluarganya merasa dia menang karena berhasil menangkapmu lewat guild ku. Bayangkan wajah mereka kalau ternyata yang masuk ke Istana bukan domba penurut tapi bom waktu yang siap meledak"

Elara terdiam sejenak dan otaknya mulai bekerja cepat membayangkan wajah sombong Lilian yang berubah pucat.

"Kamu lagi ngomporin aku ya?" Elara menyeringai miring "Kok kelihatannya semangat banget nyuruh aku balas dendam?"

Xander bersandar kembali dan senyum misterius muncul di wajahnya "Karena aku tau kamu mampu. Dan jujur saja melihat keluarga Astoria hancur lebur itu hiburan yang lebih manis daripada semua kue di toko ini. Aku akan memberimu akses, informasi, dan dukungan dari bayangan. Kamu hancurkan mereka dari dalam dan aku akan pastikan tidak ada yang bisa menyentuhmu, anggap saja balas budi karena kau telah menyelamatkan nyawaku di gua waktu itu"

Elara mengebrak meja pelan dan matanya berapi-api "Oke deal! Aku bakal balik ke mansion itu. Aku pengen lihat muka Duke pas tahu dia udah keluar uang banyak cuma buat nyewa orang yang bakal bantu aku ngeruntuhin rumahnya sendiri"

"Pilihan yang cerdas" puji Xander.

"Tapi satu hal" sela Elara asbun "Nanti pas aku di mansion kirimin donat atau roti gandum ke jendela kamar ya? Makanan di sana ngga enak, hambar kaya aktingnya Lilian"

Xander terkekeh, suara rendahnya menggema di ruangan itu "Apapun untuk " agen" terbaikku. Oliver akan menyiapkan kereta kuda tertutup untuk besok subuh. Kamu akan diantar sebagai tahanan Shadow Guild"

Elara berdiri dan menyempitkan linggisnya ke dalam jubah "Siap-siap aja keluarga Astoria. Bidadari kalian yang paling ngga berguna ini... bakal datang bawa kiamat"

___

Subuh itu kabut tipis masih menyelimuti jalanan menuju kediaman Duke Astoria. Sebuah kereta kuda hitam tanpa lambang berhenti tepat di depan gerbang utama. Penampilannya misterius persis seperti reputasi Shadow Guild yang dingin dan tak tersentuh.

Oliver turun dari kursi kusir dengan wajah kaku andalannya. Di belakangnya dua anggota guild berpakaian serba hitam menyeret Elara yang tangannya diikat dengan ikatan longgar yang bisa dilepas Elara kapan saja dan kepalanya ditutup tudung jubah.

Duke Alaric yang sepertinya tidak tidur semalaman karena panik langsung lari keluar mansion bahkan sebelum pintu kereta terbuka sempurna.

"Sudah ketemu?! Kalian benar-benar membawanya?!" suara Duke terdengar serak dan penuh ambisi.

Oliver hanya mengangguk singkat "Target ditemukan di pinggiran hutan utara. Sesuai kontrak kami membawanya hidup-hidup"

Begitu tudung jubah dibuka Duke langsung menatap Elara dengan pandangan merendahkan sekaligus lega. Elara sengaja memasang muka lesu dan matanya dibuat sayu seolah-olah dia sudah kehilangan harapan hidup.

"Duh akting aku udah cocok banget masuk nominasi aktris terbaik nih. Tinggal nunggu momen aja buat meledak" batin Elara sambil menahan tawa saat melihat muka Duke yang kumisnya agak berantakan.

"Elara... kau benar-benar anak yang merepotkan!" bentak Duke sambil mencengkeram bahu Elara kasar "Kau tau berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk menyewa para pembunuh ini hanya untuk menyeretmu pulang?!"

Elara cuma menunduk tapi mulutnya tetap gatal ingin asbun "Wah makasih Ayah, Elara ngga tau kalau harga diri Elara ternyata semahal biaya sewa ninja. Lain kali kalau mau panggil aku pulang pake surat undangan aja ya biar hemat"

"DIAM KAU!" Duke hampir saja menampar Elara tapi Oliver tiba-tiba berdehem keras mengingatkan kalau misi mereka belum selesai sampai bayaran lunas diberikan.

Duke menarik napas panjang mencoba menahan emosinya "Bawa dia ke kamarnya! Kunci pintunya dan jangan kasih dia kesempatan untuk bernapas di luar kamar sampai lusa pagi! Dan kau Lilian!"

Lilian muncul dari balik pintu besar dengan gaun pagarnya yang heboh. Dia menatap Elara dengan tatapan penuh kebencian sekaligus kemenangan "Akhirnya si hama ini balik juga. Rasain tuh dikurung lagi! Makanya jangan sok-sokan kabur ujung-ujungnya tetep aja jadi pesakitan"

"Iya iya Adikku tersayang yang aktingnya paling juara se kerajaan heist" sahut Elara malas sambil berjalan melewati Lilian "Hati-hati ya, jangan deket-deket meja kue lagi nanti kejatuhan lagi loh"

Lilian membelalak dan mukanya merah padam "AYAH! LIHAT DIA!"

Tapi Duke tidak peduli. Dia sibuk membayar sisa biaya ke Oliver. Setelah para anggota Shadow Guild pergi Elara digiring masuk ke kamarnya, kamar mewah yang sekarang terasa seperti penjara emas.

Cklek! Pintu dikunci dari luar.

Begitu sendirian Elara langsung melepas ikatan tangannya dengan sekali sentak. Dia meregangkan ototnya lalu berjalan ke arah jendela. Benar saja di dahan pohon besar di luar jendelanya, dia melihat sebuah bungkusan kecil yang terikat rapi dengan pita pink khas toko kue Xander.

Elara membukanya dan matanya berbinar. Ada tiga buah donat cokelat premium dan secarik kertas kecil

"Makan yang banyak Kucing Liar. Jangan sampai pingsan saat panggungmu dimulai" -X

Elara menyeringai sambil menggigit donatnya dengan nikmat "Tenang aja. Aku bakal bikin pertunjukan yang ngga akan pernah mereka lupain seumur hidup besok"

Lusa adalah harinya. Hari di mana Elara Mirabel Astoria akan mengubah Istana menjadi tempat pemakaman untuk harga diri keluarga Astoria.

Baru saja Elara selesai menghabiskan donat terakhirnya, pintu kamarnya digedor kasar.

Dua pengawal bertubuh kekar sudah berdiri di sana memberikan isyarat agar Elara segera mengikutinya.

"Duh baru juga mau me time udah dipanggil aja sama si Kumis, kan jarang-jarang me time gini, di dunia asli dulu mana ada, boro-boro me time saldo aja sisa 15 ribu" gumam Elara sambil mengelap sisa cokelat di pinggir bibirnya.

Elara digiring menuju ruang kerja Duke Alaric. Suasana di sana sangat kontras dengan toko kue Xander yang wangi vanila, di sini hanya ada bau buku tua dan aroma ambisi yang memuakkan. Duke duduk di kursi kebesarannya dan menatap Elara dengan tatapan tajam yang seolah-olah sedang menilai barang dagangan.

"Duduk" perintah Duke dingin.

Elara duduk dengan santai bahkan sempat menyandarkan punggungnya seolah kursi itu miliknya sendiri. Hal ini membuat dahi Duke berdenyut kesal.

"Aku yakin orang-orang dari Shadow Guild sudah memberitahumu kenapa kau dibawa kembali ke mansion ini, bukannya dibuang lagi ke gudang belakang" ucap Duke sambil mengetukkan jarinya ke meja kayu ek yang mahal.

Elara mengangguk malas dan memainkan ujung rambutnya yang pendek "Sudah tau kok"

"Kalo tau bakalan dibawa kesini lagi ngapain dulu potong rambut, rugi banget" sambungnya dalam hati.

"Bagus kalau begitu. Setidaknya otakmu masih berfungsi setelah semalam jadi gembel di hutan" sindir Duke.

"Iya sudah tau" lanjut Elara dengan nada asbun yang khas "Aku dibawa ke sini karena aku harus menghadiri undangan Pangeran Mahkota Kaelen kan? Si Pangeran yang seleranya agak unik karena tiba-tiba ngajak cewe gudang kaya aku buat dansa"

Duke Alaric sedikit terkejut melihat Elara yang begitu tenang bahkan cenderung tidak peduli. Dia mengira Elara akan menangis atau memohon agar tidak diajak ke istana.

"Kau harus bersyukur Elara. Ini kesempatan terakhirmu untuk berguna bagi keluarga Astoria" desis Duke "Jangan sampai kau melakukan kebodohan yang memalukan lusa nanti atau aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan pernah melihat matahari lagi"

Elara hanya tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke mata tapi cukup untuk membuat Duke merasa ada yang salah dengan putri "gagalnya" ini......

_______________________________________________

guyssss maaf ya, aku libur dulu 2 atau 3 hari an soalnya lagi ga enak badan, abis itu janji deh up lagi :(

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!