NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Aksa duduk di balik meja besarnya. Matanya menatap laporan di layar monitor.

Ceklek.

Bara masuk tanpa mengetuk pintu. Ia meletakkan sebuah map di meja Aksa dengan santai.

"Ini laporan yang lu minta," ucap Bara.

Aksa hanya melirik sekilas tanpa menyentuh map itu. "Taruh situ. Lu boleh keluar."

Bara tidak beranjak. Ia justru mencondongkan tubuhnya ke arah meja Aksa, menatap sahabatnya itu dengan penuh selidik.

"Yang semalam itu beneran Jasmine, kan? Mantan istri lu?" tanya Bara pelan.

Aksa hanya melirik dingin, rahangnya mengeras. Diamnya Aksa sudah cukup bagi Bara untuk tahu jawabannya.

Bara terkekeh sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia menggeleng tak percaya.

"Wah, hebat lu, Sa. Bisa-bisanya lu tinggal sepetak sama mantan istri. Lu mau balikan atau mau cari masalah lagi?" cetus Bara.

Aksa membanting pulpennya ke meja. Prak!

"Diam, Bara. Jangan ikut campur urusan gue," desis Aksa.

"Gue nggak mau ikut campur, tapi kalau keluarga lu tahu lu nampung mantan istri di penthouse, bisa ribut satu rumah. Inget, status dia di sana cuma pekerja agensi," lanjut Bara mengingatkan.

Aksa terdiam. Ia tahu risikonya besar, tapi egonya jauh lebih besar. Ia tidak peduli apa kata orang, yang ia tahu hanyalah Jasmine tidak boleh pergi lagi dari jangkauannya.

"Sa, gue cuma mau ngingetin," ucap Bara pelan namun tegas.

"Kalau Mami lu sampai tahu lu seatap sama Jasmine, bisa ribut besar tuh rumah. Lu tahu sendiri gimana Mami dulu ke dia."

Aksa terdiam, jemarinya mengetuk meja dengan ritme yang tidak teratur. Tatapannya masih tertuju pada layar monitor, tapi telinganya mendengarkan setiap kata Bara.

"Bukan cuma lu yang bakal kena masalah," lanjut Bara lagi.

"Jasmine juga bakal terancam, Sa. Mami nggak bakal tinggal diam kalau tahu mantan menantu yang dia benci tiba-tiba muncul lagi di depan mata lu, apalagi tinggal di penthouse lu."

Aksa menghentikan ketukan jarinya. Rahangnya mengeras mendengar nama Maminya disebut.

"Gue bisa jaga dia," desis Aksa pendek.

Bara terkekeh hambar, merasa jawaban Aksa terlalu meremehkan keadaan. "Jaga dia? Dengan cara apa? Menindas dia? Lu itu bukannya jaga dia, tapi malah bikin dia makin terjepit, Sa."

Aksa membanting punggungnya ke sandaran kursi eksekutifnya. Ia memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Ucapan Bara benar-benar menghantam logikanya yang sempat hilang karena obsesi.

"Lu pikirin baik-baik, Sa. Jangan sampai ego lu malah bikin Jasmine hancur untuk kedua kalinya," pungkas Bara sebelum akhirnya berbalik menuju pintu keluar.

......................

Jasmine berdiri mematung di depan kulkas yang terbuka lebar. Hawa dingin menerpa wajahnya, namun isi di dalamnya benar-benar menyedihkan. Hanya ada deretan botol soda, air mineral, dan sisa beberapa butir telur di rak pojok.

"Yah... mau masak apa kalau bahannya cuma begini?" gumam Jasmine lesu.

Ia menutup pintu kulkas dengan helaan napas panjang. Pikirannya bimbang. Haruskah ia menelepon Aksa?.

"Apa telepon Aksa saja ya?" Jasmine menimbang-nimbang.

"Tapi... ah, nggak usah deh. Malas bicara sama dia."

Jasmine berbalik hendak meninggalkan dapur, namun langkahnya terhenti. Ia teringat betapa mengerikannya Aksa kalau sedang marah atau lapar. Pria itu pasti akan menjadikannya pelampiasan lagi kalau pulang tidak ada makanan di meja.

"Tapi nanti dia makan apa? Bisa marah-marah lagi nanti kalau perutnya kosong," keluhnya pasrah.

Akhirnya, Jasmine mengambil ponselnya. Jemarinya ragu-ragu menyentuh layar. Ia menimang ponsel itu, menatap nomor Aksa yang sudah ia simpan.

"Telepon nggak ya? Duh, tapi nanti dia malah bahas yang aneh-aneh lagi..."

Setelah bergelut dengan pikirannya sendiri, Jasmine memutuskan untuk tidak menelepon. Ia memilih cara yang paling aman: mengirim pesan teks.

Jasmine:

"Selamat sore, Tuan. Ini saya, Jasmine. Maaf mengganggu waktu Anda di kantor. Saya ingin mengabarkan bahwa bahan makanan di kulkas sudah habis, hanya ada telur dan minuman saja. Apakah Anda ingin saya memesan bahan makanan secara online, atau Anda ingin makan di luar saja malam ini? Terima kasih."

Jasmine menekan tombol kirim dan langsung meletakkan ponselnya di atas meja. Ia duduk menunggu dengan perasaan was-was, berharap Aksa membalasnya.

Ponsel di atas meja makan bergetar hebat, membuat Jasmine tersentak. Alih-alih balasan pesan teks, layar ponselnya justru menampilkan panggilan masuk.

Jasmine menelan ludah. Dengan ragu, ia menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Halo, Tu...."

"Saya sudah di jalan," potong Aksa cepat.

Jasmine mengernyit bingung. "Maksud Anda, Tuan?"

"Turun sekarang. Kita ke supermarket bersama. Saya akan sampai di lobi lima menit lagi," perintah Aksa singkat.

"Tapi Tuan, saya bisa pesan online saja, Anda tidak perlu repot..."

"Jasmine, turun sekarang atau aku yang naik ke atas dan menyeretmu keluar," ancam Aksa.

Klik.

Sambungan telepon diputus sepihak. Jasmine terpaku menatap layar ponselnya yang sudah gelap. Ia menghela napas panjang, merasa tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan pria keras kepala itu.

Dengan terburu-buru, Jasmine merapikan rambutnya dan mengganti pakaian rumahnya dengan kardigan sederhana. Ia segera melangkah menuju lift.

Jasmine tergesa-gesa mengambil sebuah masker medis berwarna hitam dari dalam tasnya sebelum melangkah keluar dari lift. Ia segera memakainya.

Ia tidak ingin ada orang yang mengenalinya, apalagi jika harus berjalan berdampingan dengan pria sepopuler Aksa Mahendra di tempat umum.

Sesampainya di lobi, sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah terparkir manis. Kaca jendela terbuka perlahan, menampilkan sosok Aksa yang masih mengenakan kemeja kantor dengan lengan yang digulung hingga siku, menambah kesan maskulin yang kuat.

"Masuk," ucap Aksa tanpa menoleh, matanya lurus menatap ke depan.

Jasmine membuka pintu mobil dengan ragu dan duduk di kursi penumpang, berusaha menjaga jarak sejauh mungkin dari pria di depan nya.

"Kenapa pakai masker? Kamu sakit?" tanya Aksa.

"Tidak, Tuan. Saya hanya... merasa lebih nyaman begini."

Aksa terkekeh sinis, jemarinya mengetuk kemudi dengan ritme santai. "Takut ada yang mengenali mantan istri seorang Aksa Mahendra sedang berbelanja dengan mantan suaminya?"

Jasmine terdiam. Tebakan Aksa tepat sasaran, tapi ia enggan memberikan jawaban yang akan memicu perdebatan panjang.

"Saya hanya asisten rumah tangga Anda sekarang, Tuan. Saya tidak ingin menimbulkan gosip yang bisa merugikan Anda," jawab Jasmine.

Aksa tidak membalas lagi. Ia hanya mempercepat laju mobilnya menuju supermarket kelas atas yang tak jauh dari sana. Suasana di dalam mobil kembali hening, hanya terdengar suara mesin yang halus yang menemani mereka.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!