NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tim yang Tak Terduga

Sorakan para siswa masih menggema di seluruh lapangan Akademi Arclight setelah kemenangan Ren atas Nyra. Banyak yang tidak menyangka duel itu akan berakhir secepat itu. Bahkan beberapa instruktur terlihat saling berbicara dengan wajah serius. Energi yang Ren keluarkan jelas bukan sesuatu yang biasa terlihat dalam pertandingan pelajar.

Ren berjalan keluar dari arena dengan napas masih sedikit berat. Walaupun ia terlihat tenang, tubuhnya masih terasa hangat oleh sisa energi yang tadi keluar. Ia belum sepenuhnya memahami kekuatan itu, tetapi setiap kali muncul, rasanya seperti ada sesuatu di dalam dirinya yang bangun sedikit demi sedikit.

Begitu Ren sampai di pinggir arena, Mira langsung melompat ke arahnya dengan penuh semangat.

“REN! Itu luar biasa!” teriaknya.

Ren hampir kehilangan keseimbangan karena Mira menepuk bahunya terlalu keras.

“Tenang sedikit,” kata Ren sambil tertawa kecil. “Aku masih hidup.”

Mira menyilangkan tangan dengan senyum puas. “Aku tahu kamu kuat, tapi itu tadi benar-benar gila.”

Lilia berdiri di samping mereka dengan ekspresi lebih tenang, tetapi matanya masih mempelajari Ren dengan serius.

“Kamu mengendalikan energimu lebih baik dibanding kemarin,” katanya.

Ren menghela napas. “Sejujurnya aku hanya mengikuti insting.”

Aria yang berdiri di belakang mereka tersenyum lembut. “Tetap saja itu luar biasa.”

Ren merasa sedikit canggung ketika Aria mengatakan itu. Gadis elf itu selalu berbicara dengan nada lembut yang membuat suasana terasa lebih tenang.

Namun sebelum mereka bisa berbicara lebih lama, suara keras Gareth kembali terdengar dari panggung utama.

“SEMUA PESERTA HARAP PERHATIKAN!”

Kerumunan siswa kembali tenang.

Gareth menunjuk papan kristal besar yang mulai menyala lagi.

“Putaran kedua turnamen akan menggunakan sistem tim.”

Beberapa siswa langsung mulai berbisik.

“Tim?”

“Serius?”

Gareth melanjutkan dengan nada tegas.

“Setiap tim terdiri dari tiga orang.”

Nama-nama mulai muncul lagi di papan kristal.

Ren menatap daftar itu dengan rasa penasaran.

Beberapa detik kemudian, satu tim muncul di layar.

Ren Valen

Mira Ignis

Aria Sylva

Mira langsung tertawa keras. “HA! Kita satu tim!”

Aria terlihat sedikit terkejut, tetapi kemudian tersenyum kecil.

“Sepertinya begitu.”

Ren mengangguk pelan. “Ini akan menarik.”

Namun sebelum mereka sempat merayakan terlalu lama, Lilia tiba-tiba berkata dengan nada datar.

“Kalian melihat tim berikutnya?”

Ren menoleh ke papan kristal lagi.

Di sana tertulis:

Lilia Frost

Nyra Noctis

Selene Virel

Mira langsung berseru, “APA?!”

Ren juga terkejut.

“Selene juga ikut turnamen ini?”

Aria terlihat sedikit khawatir.

“Ini… tidak terasa seperti kebetulan.”

Lilia menatap papan itu dengan ekspresi serius.

“Tidak.”

Di sisi lain lapangan, Nyra terlihat tersenyum santai ketika melihat daftar timnya. Sementara Selene berdiri di dekat menara batu dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Ia menatap Ren dari kejauhan.

Mata merahnya bersinar samar.

Beberapa menit kemudian, arena duel utama disiapkan untuk pertandingan tim pertama.

Gareth berdiri di tengah arena.

“Pertandingan berikutnya adalah duel tim!”

Lingkaran pelindung besar muncul di sekitar arena.

Ren, Mira, dan Aria berjalan masuk dari satu sisi.

Di sisi lain, tiga siswa dari kelas tingkat atas sudah menunggu. Mereka terlihat jauh lebih berpengalaman dan percaya diri.

Salah satu dari mereka tersenyum sinis.

“Jadi kamu Ren.”

Ren mengangkat alisnya. “Ya.”

“Bagus,” kata siswa itu. “Aku ingin melihat apakah rumor tentangmu benar.”

Mira langsung maju satu langkah.

“Kalau mau mencoba, ayo saja.”

Aria berdiri sedikit di belakang mereka dengan tenang, energi penyembuhannya sudah mulai mengalir perlahan di sekeliling tangannya.

Gareth mengangkat tangannya tinggi.

“PERTANDINGAN DIMULAI!”

Begitu kata itu diucapkan, salah satu lawan langsung menyerang.

“Stone Crash!”

Tanah arena tiba-tiba naik membentuk pilar batu besar yang melesat menuju Ren dan timnya.

Mira langsung bereaksi.

“Flame Burst!”

Ledakan api menghancurkan pilar batu itu di udara.

Ren berlari maju dengan cepat sementara lawan mereka masih fokus pada Mira.

Siswa kedua mencoba menyerangnya dengan sihir angin.

“Wind Cutter!”

Namun Ren melompat ke samping dan menghindarinya dengan mudah.

Ia mendekat dalam satu gerakan cepat dan menendang lawannya keluar dari arena.

BOOM.

Penonton langsung bersorak.

“Cepat sekali!”

Namun lawan ketiga sudah bersiap.

Ia mengangkat tangannya dan lingkaran sihir besar muncul di udara.

“Lightning Cage!”

Jaring listrik turun dari langit arena mencoba menjebak Ren.

Aria segera mengangkat tangannya.

“Nature Shield.”

Perisai hijau muncul di sekitar Ren dan memblokir serangan listrik itu.

Ren menoleh sebentar.

“Terima kasih.”

Aria tersenyum kecil.

“Kerja sama tim.”

Sementara itu Mira sudah berhadapan dengan lawan pertama yang masih berdiri.

Api besar muncul di sekelilingnya.

“Blazing Storm!”

Serangan api besar menghantam lawannya dan membuatnya terpental keluar arena.

Gareth langsung mengangkat tangannya.

“PERTANDINGAN SELESAI!”

Kerumunan kembali bersorak.

“Pemenangnya: Tim Ren!”

Mira langsung mengangkat tangannya ke udara dengan penuh kemenangan.

“MUDAH!”

Ren tertawa kecil.

“Jangan terlalu percaya diri.”

Namun di sisi lain lapangan, tiga orang sedang memperhatikan pertandingan itu dengan tenang.

Lilia.

Nyra.

Dan Selene.

Nyra menyeringai kecil.

“Kerja tim mereka tidak buruk.”

Lilia menyilangkan tangan.

“Ren semakin kuat.”

Selene tidak mengatakan apa pun.

Ia hanya terus menatap Ren dengan tatapan dalam.

Kemudian ia berbisik pelan.

“Semakin cepat bangkit… semakin baik.”

Nyra menoleh ke arahnya.

“Jadi kamu benar-benar ingin melawannya?”

Selene tersenyum tipis.

“Bukan melawannya.”

Ia melihat kembali ke arah arena.

“Aku ingin membangunkannya.”

Di bawah sana, Ren masih berbicara dengan Mira dan Aria tanpa menyadari bahwa pertandingan yang sebenarnya…

Belum benar-benar dimulai.

1
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!