Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Pagi sebelum subuh sepeti biasanya Ĺaras sudah bangun begitu juga dengan pelayan yang lainnya. Mereka sudah nampak sibuk melakukan tugas - tugas masing - masing.
"Laras." panggil Ester selaku kepala pelayan di rumah ini.
"Ya, bu." Laras segera mendekati wanita itu.
"Kamu di suruh keruang kerja nyonya, sekarang.!"
"Jam segini, bu?" tanya Laras memastikan pendengaranya tidak salah.
"Iya, buruan. Asisten nyonya sudah menungu kamu di sana."
Luna meninggalkan pekerjanya dan bergegas menuju ruang kerja majikanya.
"Tok...."
"Tok....."
"Tok...."
"Permisi."
"Masuk. Silahkan duduk." perintah seorang lelaki berpakain rapi dengan stelan jasnya. Lelaki itu menyodorkan sebuah map kehadapan Luna.
"Ini apa, pak." tanya Laras.
"Tanda tangani saja." Baru saja Luna hendak membaca poin - poin yang tertera asisten Veronica menyuruhnya segera menandatangani kertas itu.
"Nanti sore kamu harus bersiap - siap. Nyonya sudah mengatur semuanya." perintah asisten Veronica dengan wajah dingin.
"Baik pak." tadinya Laras mau bertanya lagi tapi urung karna takut melihat wajah asisten Veronuca yang datar.
Laras kembali melanjutkan pekerjaan seperti biasa hingga tiba waktu makan siang.
"Laras di panggil nyonya." ujar salah seorang teman sesama pelayan. Laras segera menemui majikanya. Rupanya di sana sudah ada beberpa orang yang di tugaskan untuk merias dirinya. Meski hanya jadi istri siri tapi nyonya Veronika tetap memberikan kebaya terbaik untuk gadis itu.
"Cantik." ucap salah satu perias setelah memoles wajah Laras dengan make up tipis.
Laras di bawa ke sebuah ruanga di mana semua orang sudah berkumpul. Ada nyonya Veronica beserta asistennya, tuan muda dan istrinya dan beberapa pelayan rumah termasuk Ester, kepala pelayan.
"Said bisa di mulai." ucap seorang lelaki yang berkopiah hitam.
"Lanjut."
"Saudara Dafa Satrio bin Satrio , saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Larasati binti Wijaya dengan mas kawin berupa sebuah rumah, dibayar tunai" ucap penghulu sambil menjabat tangan Dafa. Laras sengaja mewakilkan pernwaliannya pada penghulu karna ia sudah tak punya ayah. Ayah sudah lama meninggal saat dirinya berumur sepuluh tahun.
""Saya terima nikahnya dan kawinnya Larasati binti Wijaya dengan mas kawin tersebut, di bayar tunai". Dengan satu tarikan nafas Dafa lancar melakukannya.
"Bagaimana saksi, Sah." tanya penghulu.
"Sah."
"Sah."
Laras menghela nafas berat, statusnya mulai sekarang berubah menjadi seorang istri meski hanya istri siri. "Ya Allah moga kedepannya baik - baik saja." bathin Laras. Tidak ada pesta seperti pernikahan di luar sana dan impian setiap wanita termasuk Laras.
"Ingat mulai saat ini tugas kamu layani putra saya dengan baik dan cepat beri saya cucu." bisik nyonya Veronica.
"Baik, nyonya." Laras tidak menyangkal memang itu perjanjian di antar mereka. Ia di bayar hanya untuk melahirkan seorang cucu untuk putra majikanya.
Laras di bawa kesebuah kamar oleh Ester. Di sana sudah di sediakan baju ganti untuk gadis itu. Ada rasa tak nyaman saat ia memakai baju yang sudah di atur nyonya Veronica. Baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Saat Laras tengah termenung pintu terbuka dan memperlihatkan seorang lelaki yang berwajah tampan masuk dengan wajah memerah.
"Tuan." gumam Laras.
"Rupanya kamu sudah siap." seringai di sudut bibir lelaki itu terlihat mengerikan.
"Siap apa, tuan?" tanya Laras Polos.
Tuan muda yang setengah mabuk mendorong tubuh Laras hingga terjatuh di ranjang. Paha mulus Laras terpampang membuat jakun lelaki itu naik turun.
"Kamu mau menggoda saya, baiklah. Dasar jalang." Dafa mulai membuka pakainya dan memperlihatkan tubuhnya yang kekar. Sesaat Laras di buat kagum dengan tubuh majikanya itu tapi selanjutnya ia di buat kaget dengan ulah Dafa.
Baju yang ia pakai sudah robek dan di buang oleh Dafa sembarangan hingga memperlihatkan tubuh Laras yang toples. Tanpa banyak kata Dafa juga menanggalkan pakainya dan naik keatas tubuh Laras.
Tanpa rasa iba sma sekali, lelaki itu langsung saja menghajar Laras. Teriakan kesakitan Laras tak di gubris Dafa. Lelaki itu terus mengorak arik pertahana Laras hingga jebol.
Dafa bermain agak kasar mebuat Laras meneteskan air mata karna rasa sakit.
"Sakit tuan." teriak Laras.
Bukanya berhenti Dafa malah mempercepat geraknya memaju dan memundurkan senjatanya keluar masuk gia hangat milik Laras hingga gelombang itu datang. Semburan lahar membanjiri rahim Laras dan saking banyaknya sebagian luber keluar.
Dafa menjatuhkan tubuhnya di samping Laras dan langsung tertidur. Laras merasakan bagian intinya perih. Air mata masih saja menetes membasahi pipinya. Apa yang selama ini ia jaga malam ini hilang dalam sekejap mata, di ambil paksa oleh lelaki yang berstatus suami. Mungkin karna lelah Laras tertidur di samping Dafa hingga pagi datang kembali.
...****************...
Assalamualaikum kk
Hallo thor jl lagi ya, moga ceritanya menarik dan berkenan
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak 👍😘🙏