NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Mahiya hampir terlambat, untungnya lift yang di kejarnya masih menunggu, wajah gaby nyengir menunggunya.

"buruan.." lambai gadis tinggi langsing itu.

Mahiya dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, berlari dengan kekuatan penuh. Nafasnya memburu, begitu mahiya masuk, lift langsung menutup.

"tarik nafas dulu.." gaby dengan sok bijak, memberikan instruksi sekaligus dengan tutorialnya. Mahiya dengan lugunya melakukan perintah gaby, untungnya di lift cuman ada mereka berdua.

"udah mendingan?"

Mahiya ngangguk, tapi belum menjawab, masih sesak nafas rasanya.

"kamu kemarin habis ngedate ama pak kael yah, asistennya minta ijin ke nurse station, untungnya hanya perawat di ruang vvip yang tahu kamu pacar pak kael"

Mahiya nggak menjawab apapun, sorot matanya masih merasa bersalah pada gaby.

"untungnya hari ini, hari terakhir kita praktek, jadi kamu nggak bakalan jadi bahan gosip"

Mahiya mengangguk setuju,

"gab, nanti aku mau cerita semuanya ama kamu"

Gaby memicingkan matanya, tapi gadis itu tetap mengangguk. Gaby menjawil lengan mahiya, begitu lift terbuka di lantai ranap vvip.

"dek..."

Panggilan dari perawat senior yang berdiri di ambang pintu, mengagetkan mahiya dan gaby yang baru saja mau sarapan. Mungkin karena ranap vvip saat ini sedang sepi pasien, dua orang gadis manis ini bisa barengan sarapan.

"iya kak"

Mahiya langsung berdiri, dengan reaksinya yang selalu siap. Ada senyum di bibir perawat senior itu,kagum. Walau mahiya pacar dari direktur dan cucu pemilik rumah sakit, tapi gadis itu tetap sadar posisinya sebagai perawat praktek.

"kalian berdua tolong ke kamar dahlia yah, di situ ada pasien yang baru masuk dari ruang ugd tadi"

Mahiya mengangguk cepat, dia udah bergerak mengambil keperluan untuk dibawa ke kamar itu. Gaby, gadis itu masih sempat-sempatnya mengunyah sepotong risol yang di kunyahnya sambil jalan duluan.

"kak.." panggil mahiya, perawat senior yang berjalan di sampingnya menoleh.

"boleh aku tahu, pasiennya sakit apa?"

Perempuan semok itu mencondongkan tubuhnya, mengarahkan mulut ke telinga mahiya.

"gagal bunuh diri dek!"

"astaghfirullah.." mahiya sampai beristighfar sangking kagetnya, tapi dia tak bicara lagi, berjalan cepat mengejar gaby yang sudah masuk ke kamar.

"kamu yang sabar cla.."

Rifki, asisten kael duduk di bangku samping ranjang, membujuk perempuan yang membuang mukanya ke sisi lainnya.

Mahiya dan gaby yang baru saja masuk, mencoba untuk mendekat, tapi ujung mata pria itu seperti melarang.

Gaby tersinggung, mata rifki yang jutek, membuat gaby menggerutu kesal.

"nggak sopan banget, nggak tahu apa kalau dia berhadapan dengan pacar bossnya"

Mahiya menoleh cepat, meletakkan telunjuknya di bibir, meminta gaby diam. Mahiya malu, karena rifki tahu dia dan kael cuman bohongan.

"kalian sedang apa di situ?"

Terkejut mahiya dan gaby menoleh ke belakang, kael menatap mereka heran.

"kael..." seru tiga orang bersamaan, rifki, pasien perempuan itu, dan mahiya.

"kamu ngapain di sini?"

Kael menyentak tangan mahiya, gadis itu masih belum menjawab, tangannya di tarik kael.

Mahiya terseret-seret, wajahnya kebingungan. Kael mendorongnya terjajar ke dinding di balik pintu menuju tangga darurat.

Mata kael menatap tajam, rahangnya mengeras.

Mahiya menatap heran, kenapa pria ini kelihatan marah padanya, padahal mahiya nggak merasa punya salah.

"ngapain kamu ke kamar itu?"

Mahiya masih menatap keheranan, melihat kael yang menatapnya dingin.

"jawab aku mahi...!" bentak kael dengan wajah merah dan rahang yang menegang.

Mahiya kaget, seumur-umur belum ada yang pernah membentaknya dengan suara menggelegar dan wajah marah seperti ini.

"kamu mau menyelidiki clarissa?"

Mahiya semakin mengerutkan keningnya, matanya menatap nggak percaya, melihat reaksi kael yang menurutnya aneh.

"kamu belum lupa kalau aku perawat praktekkan?, aku di tugaskan ke kamar itu tadi"

Kael tersentak kaget, wajahnya berubah, pria itu memalingkan wajahnya jengah, ia malu.

Tatapan mata mahiya yang penuh selidik, membuatnya berulangkali memalingkan wajah.

"emangnya siapa sih wanita itu, sampai kamu segitu hebohnya?"

Kael menelan salivanya susah payah, mau nggak mau dia harus jawab. Kalau di pikir-pikir, iya sih. Rasanya tadi dia sedikit lebay menanggapi, mahiya juga nggak kenal dengan clarissa, kenapa dia tadi bisa segitu hebohnya.

"bukan siapa-siapa" geleng kepala kael pelan, wajah tampannya kembali normal.

"besok malam beneran kan aku boleh ke rumah?"

Mahiya mengangguk, tapi anggukan kepalanya sedikit ragu, matanya juga masih mengamati kael yang kelihatan salah tingkah.

Mahiya melepaskan cekalan tangan kael di tangannya, dia kepengen pergi dari situ, tapi kael kembali menahannya dan kini tatapan matanya kembali tajam.

"apa lagi?"

Mahiya masih kesal, hatinya rada sakit mengingat perlakuan kael tadi.

"aku mau balik ke station"

Kael melepaskan cekalannya, tapi pria itu mengikutinya. Mahiya menoleh heran, mata gadis itu memicing.

"aku mau bicara denganmu, sayang!"

Mahiya bergidik geli, panggilan kael membuatnya merasa aneh.

"tapi orang akan heboh kalau kamu mengikutiku kek gini"

"orang-orang juga udah pada tahu, ayo keruanganku"

Mahiya menghentikan langkah kakinya, kembali kening gadis itu berkerut heran.

"bukannya tadi kamu mau ke kamar perempuan tadi yah?"

"nggak.." geleng kael dingin,

"aku tadi cari rifki, pas aku lihat kamu masuk kamar itu, aku emang sengaja memanggil kamu tadi"

Mahiya cemberut tiba-tiba, hatinya kesal lagi, ingat perlakuan kael tadi. Mahiya kembali melangkah, dengan sedikit menghentakkan kakinya.

Siapa sih perempuan tadi, sampai kael tega membentaknya, sungguh mahiya masih sakit hati. Tiba-tiba mata gadis itu membola, berhenti dan membalikkan tubuh.

"perempuan di kamar tadi, pacar kamu yah?"

Kael tersentak, pria itu terbatuk karena tersedak air ludahnya sendiri. Matanya menatap mahiya heran, bisa-bisanya nih gadis mikirnya lambat banget.

"lah kalau ada gadis itu, kenapa kamu malah ngajak aku nikah?"

Kael tiba-tiba membekap mulut mahiya, spontan gadis itu gelagapan, tapi gerakan kael yang menariknya ke dalam pelukan, malah membuat mahiya terdiam seribu bahasa.

Seumur hidup mahiya nggak pernah di dekap pria, dengan posisi di peluk dari depan pula. Mahiya langsung kehilangan akal, diam mematung.

"waduh pak kael, romantis amat.."

Terdengar beberapa seruan, dan suara berdecak kagum. Mahiya tersadar, saat dia ingin mendorong tubuh itu supaya melepaskannya, kael malah memeluk semakin erat.

"lepas.." perintah mahiya dengan suara bergetar.

Kael tahu gadis yang dipeluknya ini tadi membeku, dia juga merasakan tubuh mahiya bergetar, berarti gadis ini tidak berbohong, kalau dia memang belum pernah pacaran.

Mahiya mendelik sewot, saat tubuhnya terlepas sempurna. Kael, pria itu tidak merasa bersalah sedikitpun, malah dia semakin berani meraih jemari mahiya dan mengenggamnya.

"ayo keruanganku!"

Mahiya hampir menggeleng, tapi bisikan kael membuatnya meremang seketika.

"kalau kamu nggak mau ke ruanganku, aku cium kamu di sini"

Sontak mahiya menutupi bibirnya dengan kedua tangannya, mahiya semakin melotot, walau jujur tubuhnya meremang dan juga sedikit gugup.

Kael terbahak, lucu melihat reaksi mahiya. Pria itu kembali meraih jemari mahiya yang terlepas tadi, melangkah mengajak gadis itu berjalan.

Tangan kael masih mengenggam, walau mahiya berulangkali berusaha melepaskannya, mereka melewati nurse station.

Kael berhenti, tepat di depan para perawat yang berbisik-bisik.

"mana kepala perawat?"

Mahiya sudah merah padam wajahnya, jengah. Tapi kael tidak perduli, dengan sok mesra dia malah mencium tangan mahiya yang di genggamnya di depan para perawat yang semakin kasak kusuk

"saya pak!"

Sahut kepala perawat yang sedikit semok itu, kepalanya mengangguk hormat.

"saya ijinkan mahiya yah!"

Mahiya nyengir, saat kepala perawat itu meliriknya, wajahnya jangan tanya, merah padam menahan malu, kalau saja mahiya bisa menyembunyikan wajahnya seperti kura-kura, rasanya sudah sedari tadi disembunyikannya ke dalam cangkang.

"boleh pak" sahut kepala perawat itu kembali dengan senyum hormatnya.

Bersambung...

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!