NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di bebas tugaskan

"Kamu benar-benar akan pergi?" Ikhram berdiri di ambang pintu, memperhatikan koper Rinjani yang siap untuk dibawa.

Dia sendiri tadi pulang ke rumah orang tuanya bersiap-siap untuk ke sekolah mengajar seperti biasa. Menyempatkan diri ke rumah hj Ira, berniat pamitan pada Rinjani yang telah menjadi istrinya.

Namun, yang dia lihat wanita itu telah rapi benar-benar akan meninggalkan desa dan dirinya.

Apa yang ikhram harapkan? Rinjani tidak mengingatnya.

"Tentu saja."

Ikhram menghela napas panjang. "Saya akan mengantarmu ke bandara."

"Nggak perlu."

"Perlu karena saya suamimu." Mengambil alih pegangan koper di tangan Rinjani.

Membawanya keluar kamar meski hatinya berat untuk membiarkan Rinjani pergi begitu saja. Ini adalah hari pertama mereka menjadi suami istri walau terpaksa.

"Mau pindah ke rumah nak Ikhram?" Nenek Ira bertanya.

"Mau pulang ke kota," ucap Rinjani dengan wajah cemberutnya.

"Tapi ayah dan ibumu sudah di jalan."

"Di jalan?" Kening Rinjani mengerut, baru akan berucap-mobil berhenti di depan pagar dan tidak lama turun wanita yang melahirkannya di susul oleh sang suami.

"Nah itu menantu nenek sudah datang." Hj Ira berjalan tergopoh dan langsung memeluk ibu Rinjani.

Pupuslah sudah harapan Rinjani kabur dari pernikahan dadakannya dengan Ikhram. Ia berdiri mematung, memperhatikan yang lain saling bertukar rindu baik Ikhram sekalipun. Dia bagai orang tidak dianggap.

"Loh-loh mau kemana putri ibu?"

"Jangan berharap kamu bisa kabur setelah membuat nenek malu!"

Hembusan napas Rinjani semakin panjang mendengar ucapan ayahnya yang tersirat seperti ancaman. Apalagi kemarin dia mendapatkan omelan panjang sebelum ayahnya setuju untuk menikahkannya dengan Ikhram.

"Maaf Bu-pak saya harus berangkat sekarang." Ikhram berpamitan lebih awal menyadari waktu terus berjalan.

Pria manis idaman para gadis di desa itu melajukan motornya di antara bebatuan menuju sekolah dasar tempatnya mengajar.

Jam pertama semuanya tampak baik-baik saja sampai akhirnya seseorang datang menyampaikan panggilan dari kepala sekolah.

Ikhram menemui kepala sekolah dengan tenang, pergi pun masih tenang meski di tangannya terdapat kertas pemberitahuan bebas tugas sampai masalah foto yang menyebar di selesaikan oleh pemerintah yang bersangkutan.

"Nggak apa-apa, sudah konsekuensi mencintai seorang perempuan," gumamnya.

Padahal karirnya berada di ujung tanduk. Usahanya selama bertahun-tahun bisa saja lenyap karena berita perzi*naannya di hotel telah menyebar ke kampung tetangga.

Kepala sekolah menyayangkan, terlebih Ikhram adalah kandidat wakil kepala sekolah selanjutnya. Namun, petisi para warga juga tidak bisa diabaikan apalagi Ikhram adalah guru SD yang harus menjadi teladan.

"Kok pulangnya cepat banget?"

Pertanyaan itu Ikhram dapatkan saat tiba di toko grosir ibunya yang dekat dengan sekolah dan jauh dari rumah.

"Dibebas tugaskan." Ikhram tersenyum. "Pulang maki dulu, ada orang tuanya Jani di rumahnya hj Ira. Biar toko Ikhram yang jaga."

"Oh adami orang tuanya Jani? Tutupmi dulu toko Ikhram. Masa ada mertuamu dan kau di sini ko." Bu Tika tampak antusias mendengar besan dadakannya datang.

Memang sebelumnya ada rasa sedih sebab nama baik mereka hancur akibat foto di hotel menyebar, tetapi beruntungnya Ikhram menikah dengan wanita latar belakang keluarga baik-baik. Dan tentu saja berpikiran terbuka.

"Di sinima dulu deh Bu, nantipi saya menyusul."

"Iyo pale, tapi jangan lama-lama."

Ikhram mengangguk, dia menyibukkan diri dengan merapikan uang laci hasil belanjaan pelanggang. Sesekali mengecek barang kosong dan bertanya pada karyawan.

"Pak Ikhram."

"Hm."

"Sudah maki bede menikah pak Ikhram?"

"Hm." Masih sibuk, ralat pura-pura sibuk.

"Tidak mauki itu cari tau siapa yang sebarkan foto ta? Ada saya tau orang kerja di makassar."

"Bantu dulu itu ibu-ibu, siapa tau ada barang na cari." Ikhram mengalihkan, beruntung ada pelanggang yang masuk.

Memang dasarnya Ikhram tidak begitu ramah pada perempuan yang hampir sebaya atau lebih muda darinya. Itu semua demi menghindari gosip tetangga. Dan ya bahkan setelah menghindar petaka itu menghampirinya lewat wanita yang dia cintai.

Sibuknya Ikhram demi meredam amarah dalam dirinya, tetapi sibuknya Rinjani di rumah nenek tidak lain menghindari pembicaraan sang ayah.

Dia yang tidak terbiasa di dapur, mengendap di sana berkelahi dengan bahan-bahan untuk makan siang nanti.

"Pergi maki duduk-duduk na, biar saya yang kerja semua."

"Nggak apa-apa Bu." Rinjani tersenyum meski mulai tersiksa dengan aroma bawang. Dia yang terbiasa bekerja di depan laptop sungguh menemukan hal baru.

"Jani."

"Apa?"

"Tadi sama bu Ija lembut banget giliran sama saya ketus bawaannya," protes Ikhram yang baru tiba dan diperintahkan memanggil Rinjani.

"Sana nggak usah ganggu."

Naasnya Ikhram tidak mengidahkan perintah Rinjani, pria itu merebut pisau pelan dan menariknya ke hadapan orang tua yang berkumpul di ruang tamu. Padahal tadi Rinjani berusaha keras menghindar.

"Saya makin benci sama kamu."

"Iya saya tahu, nanti lama-lama juga bilang cinta," bisik Ikhram membuatnya mendapatkan cubitan di paha.

.

.

.

Kasian banget Ikhram😰

1
sryharty
Aisssss janiiii
sryharty
ya Allah yg sabar ya ka,,padahal ceritanya bagus
jangan end di tengah jalan ya ka,,,

noh Jani dengerin,,makanya cek dulu
untung bang iklan langsung datang
Rohmi Yatun
semangat thor.. ceritanya bagus kok..
lanjut sampe end ya thor🙏
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: demi kalian bakal di lanjut kok. Apalagi kalau banyak komen dan like, bisa menghibur baca komen-komen kalian hehehe
total 1 replies
Maria Kibtiyah
akhirnya si jani sadar juga
sryharty
ayo iklan tanyakan dulu Jani hamil berapa Minggu
buat mastiin apakah itu anak kamu atau anak Agus,,
Teh Yen
ikram.pasti datang terlepas dari perkataan Jani kemarin padanya ,,,.kamu Tidka sendiri Jani andai kamuu cerita kegelisahan mu pada ikram suamimu semuanya pasti akan baik baik saja
Teh Yen
Jani kenapaki.jahat.kali.sama Ikram hmmm???
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Cie udah mulai ngerti bahasa makassar😅
total 1 replies
Arsyad Algifari.
ga mau komen karena Jani dan iklan berpisah 😪😪😪
sryharty
pasti datang wong iklan wes kecintaan banget sama jani🤭🤣
sryharty
coba cek darah hamilnya udah berapa Minggu,,
siapa tau itu bukan anak Agus tapi anak iklan,,
Maria Kibtiyah
hadehhh ruwet bgt hidup si jani mangkanya jngn dp duluan
Rista Awwalina
brati bukan cinta sejati, ikhlaskan saja.
sryharty
udah ikram biarkan Jani sama keputisannya
Rohmi Yatun
semangat ikram💪👍
Teh Yen
ah gila banget tuh c Ardian ,,Jani engg.berpikir logis kah ,, seandainya itu ank Ardian klu kamu blng ke ikram dia pasti mau tetap bersamamu jani bertanggung jawab d membesarkan ank bersama sama Jani jadi jangan jd bodoh Karena ancaman Adrian dong
Teh Yen
apa benar Jani hamil tp kan Jani d ikram.jg pernah berhubungan apa mungkin itu anknya ikram bukan c Ardian
Arsyad Algifari.
itu pasti bukan anak Ardian .tapi anak Ikhram ..kenapa Jani ga berpikir dulu sih itu udah 4 bln berlalu
Arsyad Algifari.
benda apa sih yang di berikan Ardian ke Jani apa Jani hamil .tapi udah 4 bln berlalu kan dan sete menikah jadi 6 bln berlalu .apa video panas mereka ya . mungkin Ardian memberikan flashdisk
sryharty
semoga itu bukan anak kamu Agus tapi anak iklan,,
Rohmi Yatun
😭😭kasihan banget bang ikram..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!