seorang siswi perempuan yang tiba-tiba mendapat keajaiban bisa melihat dunia tak kasat mata hingga dia bisa membantu para arwah penasaran bisa meninggalkan dunia dengan tenang berkat bantuannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Ke esokan harinya Glen menyuruh asistennya untuk datang menemui Karina yang ternyata sedang di rawat di rumah sakit.
Rio pergi sangat pagi-pagi sekali ke rumah sakit karena Glen tidak mau jika adiknya tau kalau dirinya juga sedang mendekatinya.
" Siapa ?" Tanya Wiwik saat membuka pintu karena Mario yang pulang ke rumah mengambil sesuatu.
" Saya Rio,saya ingin menjenguk nona Karina dan ingin meminta bantuannya" Ucap Rio menunduk memperkenalkan diri.
" Oh, silahkan" Ucap Wiwik yang merasa sungkan melihat pakaian Rio yang sangat rapi dan sepertinya bukan orang biasa.
Rio mengikuti Wiwik masuk ke dalam membuat Karina yang sedang menyisir rambutnya mengerutkan keningnya.
" Selamat pagi nona" Sapa Rio.
" Pagi" Jawab Karina yang melirik ibunya bertanya siapa namun ibunya hanya menggelengkan kepalanya.
" Saya Rio. Saya di utus bos saya untuk mengantarkan surat ini dan menjenguk nona" Ucap Roy memberikan sebuah surat dan sebuah bingkisan.
" Terimakasih,saya sudah sembuh seharusnya nggak usah repot-repot" Ucap Karina merasa tidak enak.
" Tidak nona. Jika anda berkenan nanti anda hubungi nomer yang tertera di sana. Kalau begitu saya permisi" Ucap Rio yang langsung menunduk pamit.
" I-iya, terimakasih" Ucap Karina menatap kepergian Rio.
Wiwik penasaran dan menyuruh anaknya untuk membukanya. " Buka,aku penasaran nak. Sepertinya bukan orang biasa" Ucap Wiwik.
" Iya,tapi surat dulu apa bingkisannya dulu ?" Tanya Karina.
" Surat aja" Ucap Wiwik yang di angguki Karina.
Mereka berdua membacanya bersama namun membuat keduanya merasa bingung dengan isi surat itu.
" Apa ? Hanya seperti ini ?" Tanya Karina menatap ibunya ingin tertawa.
Ya bagaimana tidak karena isinya hanya. " Tolong datang ke rumahku. Bantu aku !!" . Lalu di bawah tertera nomer telpon.
" Iya,kalau hanya seperti itu asistennya kan juga bisa" Ucap Wiwik.
Lalu mereka beralih pada bingkisan. Di mana sebuah paperbag cukup besar. Karina mengambil sesuatu yaitu sebuah Hoodie over size berwarna Sage.
" Lucu juga,eh tapi ada lagi Bu" Ucap Karina yang melihat ada sebuah kotak kecil di dalam paperbag tadi
Mengambilnya lalu membukanya dengan perlahan.
" Berlian !!" Ucap keduanya terkejut melihat di mana isinya yaitu cincin berlian.
" Gila sepertinya memang orang kaya,masak jenguk orang sakit bawain berlian. Aneh bin ajaib" Ucap Karina.
" Sebaiknya kamu kembalikan saja nak,ibu takut dia nggak mau minta tolong tapi mau membelimu dan menukarmu dengan itu" Ucap Wiwik khawatir.
" Astaga !! Iya bisa jadi karena isi suratnya saja juga cuma seperti itu. Suruh datang ke rumahnya dan menolongnya. Kalau menolong dalam arti lain gimana ?" Ucap Karina yang menggelengkan kepalanya bergidik ngeri membayangkan dirinya yang bisa saja di nodai.
" Aku kembalikan lah" Ucap Karina yang menaruh semuanya dalam paperbag lagi.
Dia pun mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada nomer yang ada di dalam surat itu.
Tak lama pintu terbuka memperlihatkan Tito yang datang dengan membawa buah juga paperbag.
" Pagi Bu, Karina. Gimana keadaan kamu ?" Tanya Tito mendekati brangkar.
" Aku sudah baikan kok kak" Jawab Karina.
" Ini,aku bawakan buah-buahan dan sarapan untuk ibu juga kamu" Ucap Tito menaruh buah dan paper bag yang dia bawa.
" Hais repot-repot segala nak,Karina sudah dapat jatah dari rumah sakit. Ibu juga bisa beli ke kantin" Ucap Wiwik merasa tidak enak.
" Nggak repot kok Bu,lagi pula biasanya Karina tidak suka makanan hambar" Ucap Tito tersenyum menatap Karina.
" Itu apa ?" Tanya Tito melihat paperbag yang di pangku Karina.
" Bukan apa-apa kok" Ucap Karina yang menyuruh ibunya untuk menyimpannya.
Tito hanya mengangguk lalu membukakan makanan untuk Karina. Dan memberikan ke satunya ke Wiwik.
---------
Di parkiran ternyata Glen menunggu di dalam mobil. " Gimana ?" Tanya Glen.
" Beres bos" Jawab Rio tersenyum membuat Glen ikut tersenyum.
" Ayo jalan" Ajak Glen yang mana Rio pun langsung menghidupkan mobilnya dan menjalankan.
Tak lama ponsel Glen ada notifikasi pesan yang membuat Glen terkejut. " Apa !!" Rio sendiri ikut terkejut dan mengerem mobilnya mendadak.
" Ada apa bos ?" Tanya Rio.
" Dia mau mengembalikan hadiah yang aku berikan. Apa kurang bagus ? Atau kurang mahal ? Kenapa dia nggak mau bantu aku ?" Tanya Glen yang membuat Rio pun merasa heran.
" Sepertinya bukan itu masalahnya bos. Isi pesan surat bos bagaimana ?" Tanya Rio menatap Glen.
" Datanglah ke rumahku. Tolong aku " Jawab Glen yang membuat Rio menepuk keningnya.
" Kenapa ? Apa aku salah ?" Tanya Glen.
Hufftttt
Rio menghembuskan nafasnya. " Ya jelas salah dong bos astaga !! Pasti dia mengira bos menyuruhnya datang itu dengan maksud lain. Astaga !!! Aku kira bos itu pintar, ternyata oon juga masalah seperti ini" Ucap Rio benar-benar tak habis fikir dengan bosnya.
" Lalu ? Aku harus gimana sekarang ?" Tanya Glen bingung.
" Entahlah bos,kalau gini kan aku juga bingung" Ucap Rio meremas stir mobilnya yang ikut bingung memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini.
" Jalan dulu saja lah ke kantor" Suruh Glen. Rio langsung menjalankan mobilnya kembali sambil menatap bosnya dan lagi-lagi menggelengkan kepalanya karena ternyata bosnya begitu bodoh jika berhubungan dengan perempuan.
Siapa sangka jika seseorang yang sejak tadi terus memantaunya menghubungi nomer telpon seseorang.
" Ya,dia sudah pergi" Ucapnya lalu tersenyum dan menutup sambungan teleponnya.
Baru keluar dari rumah sakit ada sebuah mobil truck yang tiba-tiba melaju kencang dan seperti melaju ke arah mobil Rio yang baru mau keluar menyebrang.
" Bos !! Cepat keluar !!" Teriak Rio yang langsung melepas sabuk pengamannya.
Brakkkkkkk
Tinnnnmn
Tabrakan tak bisa di hindarkan, Rio yang baru membuka pintu mobil sedangkan Glen yang baru sadar saat mobil sudah berjarak tinggal beberapa meter saja.
" A-apa aku benar-benar tak bisa membalaskan dendammu ibu" Ucap Glen sebelum akhirnya hilang kesadaran.
Dari lantai atas Karina yang bosan pun tak sengaja melihat kecelakaan itu dan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
" Akh" Keluh Karina yang hampir saja terjatuh membuat Wiwik langsung mendekati anaknya.
" Ada apa Karina ?" Tanya Wiwik yang langsung mendekati anaknya.
" Dadaku sakit Bu" Jawab Karina yang mana di bantu Wiwik untuk kembali lagi menuju brangkarnya.
Sedangkan di luar sana Glen, Rio dan supir truck itu di bawa masuk ke dalam rumah sakit. Seseorang yang sejak tadi berada di dalam mobil tersenyum melihat itu.
Setalah itu dia pun pergi dari rumah sakit di mana dia yang menaiki taxi agar tak terlihat jejaknya.
" Sebentar lagi aku akan mendengar namamu di umumkan di televisi" Ucap Ulfa lirih tersenyum senang melihat Glen yang di bawa masuk dengan berlumuran darah.
------------
" Apa !!!!" Teriak George hingga menjatuhkan ponselnya karena terkejut mendapat telepon.
------------>>>>>
semoga jd penyemangat utk up yg banyak.
pikirnya goerge bisa di bodohi😤
Yg blm baca, ayo baca dech...
jd penasaran dech..