NovelToon NovelToon
Mengubah Takdirku Sendiri

Mengubah Takdirku Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Time Travel / Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

--Lebih baik menyinggung Raja Neraka, daripada menyinggung Feng Yaorao--

Dunia mengenal Feng Yaorao, putri sulung keluarga Feng, sebagai gadis yang pemalu, lemah dan tidak berpendidikan. Mereka menganggapnya sampah tak berguna yang bisa ditindas sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa setelah sebuah kemalangan merenggut nyawanya, jiwa gadis lemah itu telah digantikan oleh seorang Top Assassin berdarah dingin dari Abad ke -24.

Licik, kejam, dan pendendam. Feng Yaorao yang baru tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya lolos begitu saja. Siapapun yang berhutang padanya, harus membayar dengan darah. Siapapun yang menghalanginya, akan berakhir di kuburan massal.

Mengandalkan insting membunuh yang tajam serta Ular Darah-- makhluk spiritual mistis di dalam tubuhnya yang bisa bertransformasi menjadi cambuk mematikan, dia siap membalikkan dunia kuno ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 - Terpesona

"Mengapa bisa terjadi seperti itu?" tanya Feng Yaorao penasaran.

Pemilik penginapan tahu kedua orang ini tidak akan pergi atau berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban yang jelas. Dia menghela nafas panjang, lalu berbicara dengan nada tak berdaya, "Semua kejadian aneh ini dimulai sejak lima tahun yang lalu. Saat itu, putra walikota kota kami akan menikah. Namun, tepat pada hari pernikahan, pengantin pria dan wanita ditemukan terbunuh. Mereka meninggal dengan cara yang sangat mengerikan, masing-masing ditusuk puluhan kali dengan pisau."

"Sejak saat itu, siapapun yang mengenakan pakaian berwarna merah akan meninggal secara misterius. Setelah kejadian-kejadian itu, tidak ada yang berani mengenakan pakaian berwarna merah lagi. Semua orang percaya, karena putra walikota dan istrinya meninggal secara tragis, mereka menjadi hantu pendendam yang mencari pembalasan. Jadi, sebaiknya kalian segera pergi dari sini! Jangan sampai kalian mengalami kemalangan yang sama!"

Setelah mendengar cerita itu, Feng Yaorao dan Xia Wushang sama-sama terkejut, namun mereka tahu kebenarannya pasti tidak seperti yang diceritakan pemilik penginapan itu.

Mereka tidak percaya semua kejadian pembunuhan itu disebabkan oleh hantu atau roh pendendam dari putra walikota dan istrinya. Bagi mereka ini adalah kasus pembunuhan misterius, atau mungkin merupakan tindakan balas dendam yang dilakukan dengan cara yang kejam.

Terlebih lagi, pelakunya kemungkinan besar adalah seseorang yang memiliki gangguan jiwa yang akan terangsang setiap kali melihat warna merah.

Siapakah sebenarnya orang yang melakukan semua itu?

Mereka tidak tahu sekarang, namun mereka yakin akan segera mengetahuinya.

Feng Yaorao dan Xia Wushang saling bertukar pandang, diam-diam mencapai semacam kesepakatan.

Setelah selesai berbicara, pemilik penginapan hendak menutup pintu lagi, sikapnya masih menunjukkan bahwa dia tidak ingin Feng Yaorao dan Xia Wushang menginap di penginapannya.

Namun sebelum pintu tertutup rapat, Feng Yaorao mendorongnya hingga terbuka dan langsung masuk ke dalam. "Malam ini aku akan menginap di sini. Siapkan pakaian berwarna merah terang untukku, aku akan memakainya setelah mandi. Selain itu, siapkan makanan yang enak. Juga, carikan tabib untuk memeriksa kondisinya."

"Apa yang baru saja kau katakan?" Pemilik penginapan begitu terkejut hingga tersandung dan hampir jatuh. Wanita ini benar-benar ingin menginap di sini, abaikan permintaannya yang terakhir, dia bahkan menginginkan pakaian berwarna merah?

Memikirkan apa yang mungkin terjadi sebentar lagi, pemilik penginapan semakin ketakutan. Tindakan wanita itu sama saja mencari masalah, mengundang bahaya ke tempat yang sebenarnya aman!

"Para tamu yang hebat, saya mohon, tolong jangan mempersulit saya!" Pinta pemilik penginapan itu dengan putus asa, hampir berlutut.

Feng Yaorao menatapnya dengan tajam, membuat pemilik penginapan itu gemetaran.

"Jika kau mengatakan sepatah katapun lagi, aku akan membunuhmu." Ucapnya dingin.

Feng Yaorao benar-benar sudah kehilangan kesabarannya. Dia sudah terlalu lama memakai pakaian yang kotor, berdarah, dan berbau menyengat ini. Dia ingin sekali mandi dan berganti pakaian bersih!

Mendengar ancaman yang begitu terang-terangan, pemilik penginapan itu tak berani berkata apa-apa lagi, tetapi dalam hatinya dia sangat marah hingga rasanya ingin menendang kedua tamu keras kepala ini dari penginapannya, tapi sayangnya dia tak punya keberanian sebesar itu dan hanya bisa mengeluh dalam diam.

Beberapa saat kemudian...

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Feng Yaorao terkejut saat melihat bayangan dirinya yang terpantul di cermin perunggu. Kulitnya tampak sehalus dan seputih batu giok yang paling berharga, tatanan alisnya rapi serta hitam pekat alami. Wajahnya sungguh sangat indah dan menakjubkan!

Ternyata di kehidupan ini, dia memiliki rupa yang secantik ini bahkan tanpa memakai riasan sedikitpun. Dia sangat penasaran, seberapa cantik dan mempesona dirinya jika berdandan lengkap dengan riasan yang indah?

Wanita mana yang tidak menyukai dan menginginkan kecantikan yang sempurna? Tentu saja Feng Yaorao tidak terkecuali. Bahkan dirinya, yang dikenal sebagai wanita tercantik dan paling memikat di kehidupan sebelumnya, ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan wajah ini!

Di ruangan lain, Xia Wushang sudah selesai diperiksa oleh tabib yang dipanggil. Meskipun tubuhnya dipenuhi banyak luka, namun untungnya semuanya hanya luka luar yang tidak membahayakan organ penting. Tabib mengatakan dia akan segera pulih selama rutin meminum obat dan beristirahat dengan cukup selama beberapa waktu.

Sementara itu, semua hidangan lezat yang dipesan oleh Feng Yaorao sudah disajikan dengan rapi di atas meja. Kini, Xia Wushang sudah duduk di sana menunggu kedatangannya.

Karena Xia Wushang telah memesan seluruh penginapan, hanya dia, pemilik penginapan dan beberapa pelayan yang berada di aula utama.

Sambil menunggu Feng Yaorao turun, Xia Wushang terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah rupa Feng Yaorao akan secantik yang dia bayangkan setelah membersihkan diri dan berganti pakaian?

Dilihat dari sikapnya yang keras, serta tidak takut pada apapun, latar belakangnya pasti tidak biasa.

Saat tenggelam dalam pikirannya, Xia Wushang menyadari satu hal yang penting, yaitu, aku bahkan tidak tahu nama wanita yang telah menyelamatkanku itu!

Tiba-tiba, terdengar suara derit halus dari pintu kamar yang terbuka di lantai dua, tanpa sadar Xia Wushang mendongak untuk melihat ke atas.

Saat melihat seorang wanita yang muncul mengenakan gaun berwarna merah terang itu, dia sangat terkejut, terpesona, takjub, hingga jantungnya berdebar sangat kencang seolah hendak melompat keluar dari dadanya.

Sebagai seorang penguasa suatu negara, Xia Wushang sudah melihat dan bertemu dengan berbagai macam wanita cantik. Bahkan di dalam haremnya dipenuhi dengan wanita-wanita cantik. Namun, tidak ada satu pun di antara mereka yang mampu menarik perhatiannya dan membuatnya terpesona sedemikian rupa seperti melihat Feng Yaorao sekarang. Bukan karena dia berasal dari zaman lain, melainkan karena pesonanya yang begitu memikat, serta terlebih lagi temperamennya yang tegas.

Di mata Xia Wushang, wajah Feng Yaorao yang sangat cantik itu memancarkan sedikit ketajaman, ketidakpedulian, kesombongan dan kekejaman. Kepribadian yang mustahil ditemukan dalam satu orang, begitu jelas terpancar darinya.

Meskipun penampilannya tampak tidak berbahaya, dia memancarkan aura kuat yang tak bisa diremehkan.

Wanita dengan tipe dan karakter seperti dia justru membuat para pria merasa tertantang dan memiliki keinginan kuat untuk memilikinya sepenuhnya.

Saat Feng Yaorao berjalan turun, pemilik penginapan serta para pelayan yang ada disekitarnya semuanya tertegun melihat penampilannya.

Ya Tuhan! Bagaimana mungkin ada wanita yang memiliki kecantikan setingkat Dewi di dunia ini?

Suasana berlangsung hening selama beberapa saat, seolah semua orang telah kehilangan kemampuan berbicara mereka.

"Kenapa kau menatapku dengan pandangan seperti itu? Jangan bilang kau tiba-tiba jatuh cinta padaku?" tanya Feng Yaorao sambil mendekat ke arah Xia Wushang, lalu tersenyum tipis. Senyumannya tampak sangat indah dan memikat, namun di saat bersamaan juga terasa dingin dan tajam.

Xia Wushang tentu saja mengerti makna tersirat di balik ucapan dan senyuman wanita itu. Namun, alih-alih merasa malu atau tersinggung, dia justru tersenyum dan bertanya balik, "Kenapa? Apakah jatuh cinta kepada wanita cantik dianggap salah?"

Meskipun kata-katanya terdengar seperti candaan biasa, namun hanya Xia Wushang sendiri yang tahu bahwa ucapannya sama sekali bukan sekedar candaan.

"Tentu saja tidak salah. Jika ada orang yang menyukaiku, itu karena aku memiliki pesona yang luar biasa. Tidak aneh jika pria dengan kedudukan tinggi sepertimu menyukaiku," jawab Feng Yaorao sambil menatap Xia Wushang dengan sikap percaya diri.

Apakah Xia Wushang menyukainya atau tidak, itu tidak ada hubungannya dengan dirinya. Lagi pula, kata-kata yang diucapkan Xia Wushang hanyalah candaan biasa, tidak perlu menganggapnya serius.

Setelah berkata demikian, dia duduk di kursi dengan sikap yang sama sekali tidak memperdulikan aturan kesopanan atau tata krama, seolah Xia Wushang yang duduk di hadapannya tidak ada. Dia kemudian mulai memakan hidangan yang telah disajikan.

"Xiao Bai, kau pasti sangat kelaparan, kan? Ayo makanlah sebanyak yang kau mau," ucapnya lembut sambil menaruh sepotong besar daging panggang yang lezat ke dalam piring Xiao Bai di sampingnya.

Sikap dan nada bicaranya yang hangat bukan hanya membuat Xia Wushang merasa iri, tapi juga Ular Darah yang ada dalam dirinya.

"Tuan, sepertinya kau benar-benar sudah melupakanku," sebuah suara yang terdengar kecewa dan kesal bergema di pikiran Feng Yaorao.

"Bukankah kau sudah meminum darah sangat banyak tadi? Apakah kau masih lapar?" balas Feng Yaorao mencibir. Dia sangat tahu Ular Darah sebenarnya tidak lapar, melainkan hanya cemburu melihat perlakuan manisnya terhadap Xiao Bai.

"...." Ular Darah terdiam, rencananya untuk mencari perhatian tuannya telah gagal bahkan sebelum dimulai.

1
marlaina marliana
terimakasih kk otor, semangat , sehat, dan lancar dalam rezeki ❤❤💪💪💪.
ditunggu updatenya 💪💪💪salam sukses
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
marlaina marliana
double up ya kaka otor, masih kuyang anyakkkk 🙂🙂🙂💪💪❤❤🙊
Rubiyata Gimba
baru tau rasa tukang gosip tidak tau diri
marlaina marliana
lanjut lagi dong ❤❤
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Rubiyata Gimba
tapi jangan marah thor, tapi perpindik kan bunga2nya
Rubiyata Gimba
kenapa banyak bertele tele ya langsung saja lah ceritnya apa yang di mahu panjang sekali bunga-bunganya🤭
Rubiyata Gimba
bertahan lah kau disana
marlaina marliana
terlalu ribet dgn kata kata🙄🙄
Author Nita_001: bagian mananya yang ribet kak, nanti aku perbaiki
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut lagi thor
Siti Hawa
lanjut lagi thoor.. up yg banyak ya.. 1 vote untuk mu💪💪🙏
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
lin sya
klo baca ini sllu penasaran alur brkutnya, plus greget sm pemeran cwok yg sok brkuasa. tp sayangnya bab alurnya trllu pndek dan update tan nya lama, sorry ya thor msukan aj💪
lin sya: ok author
total 2 replies
Siti Hawa
ok thoor 2 tangkai mawar untuk mu
semangat selalu up nya🙏💪💪🥰
Siti Hawa
ok lanjut thoor 1 vote untuk mu, biar tambah semangat up nya💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!