Leticia Hanggono, merupakan perempuan dewasa yang terjebak di dalam situasi rumit yang membuat dirinya harus melakukan hubungan terlarang antara dia dan calon suami adiknya.
Semua keluarga merasa kecewa akibat kelakuan fatal yang dilakukan oleh keduanya, bahkan kedua orang tuanya pun sangat membenci Leticia akibat kejadian ini.
"Kau puas Letti sudah membuat adikmu menderita, aku membesarkan mu dengan penuh kasih sayang tapi apa yang kami dapatkan, kami mendapatkan malu akibat ulah yang kau lakukan," ucap Sandra dengan penuh kekecewaan.
"Mam, tolong percaya padaku, kalau ini semua bukan keinginan kami berdua, kami berdua dijebak meminum obat sialan itu Ma," jelas Letti yang tidak dihiraukan oleh mamanya.
Saat ini hidup Letti benar-benar hancur bahkan tidak ada satu orang pun yang mempercayainya, semua orang beranggapan kalau kejadian ini merupakan keinginan Letti.
akankah Letti sanggup menerima takdir pahit yang menimpanya ini. saksikan selanjutnya hanya di Manga Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkuaknya Sebuah Fakta
Ali mulai terdiam dan membeku, tubuhnya terasa kaku untuk di gerakkan, tangannya gemetar, jantungnya bergetar hebat mendengar ucapan dari wanita yang akan menemani malamnya ini, ucapan Leti benar-benar seperti kilatan petir yang menyambar ditengah malam serta ditambahi hujan yang mengguyur deras di relung hati pria paruh baya ini.
"Kau jangan ngada-ngada Leti mana mungkin kau anak dari perempuan itu," ucap Ali dengan nada yang sedikit bergetar.
"Kau bilang perempuan itu, hah perempuan itu, ingat Tuan, perempuan itu yang mengandung dan membesarkan benih mu yang tertinggal di dalam rahimnya," sahut Leti yang merasa tidak terima ketika ibunya di sebut seperti itu, meskipun dia tidak pernah dianggap ada.
"Stop Leti stop jangan mengarang cerita hanya karena kau ingin menolak tidur denganku," cetus Ali.
"Aku tidak menolak ayo tiduri aku kalau kau berani ayo tiduri aku, apa perlu aku bertelanjang dihadapan mu, ayo tiduri aku biar sekalian hancur hidupku ini. Kau tahu Tuan Ali anak haram mu ini sekarang tengah mengandung, dan kau tahu pria yang menghamilinya siapa? Pria itu merupakan adik iparku sendiri, dan sekarang ayah biologis ku menginginkan tidur denganku, ayo aku layani kamu, biar sekalian hancur hidupku Tuan Ali biar sekalian hancur!" teriak Leti menggema di seluruh ruangan ini.
Duarrr!!!
Sejenak Ali mulai terdiam, hatinya begitu sakit melihat kehancuran gadis yang sekarang ini ada dihadapannya, di dalam hati mulai bertanya-tanya apa benar Leti merupakan anak kandungnya sendiri, jika memang benar, sungguh kejinya dunia mempertemukan anak dan ayahnya dengan cara yang terhina seperti ini.
"Leti kau sudah menggagalkan rencanaku dengan cara yang seperti ini kalau memang kau tidak mau kenapa kau harus membuat drama seperti ini," ungkap Ali yang masih menghalau rasa kepercayaannya itu.
"Plaaaak," sebuah tamparan melesat ke pipi pria itu.
"Kau masih belum percaya, memang benar kau pria yang begitu menjijikkan, tidak menutup kemungkinan ibukku begitu membenci diriku, karena memang aku merupakan anak dari seorang durjana seperti anda!" cetus Leti.
"Apa ibumu membenci dirimu hanya gara-gara kamu anakku."
Ali benar-benar tidak habis pikir jika memang yang dikatakan Leti itu sebuah kebenaran berapa ribu maaf yang harus dia ucapkan terhadap Leti.
"Bukan hanya membenci, tapi dia tidak pernah menginginkan ku hadir ke dunia ini, aku selalu di perlakukan tidak adil, dia lebih sayang dengan adikku yang lahir dengan suaminya yang baru, bahkan suaminya itu selalu memukuli aku jika aku nakal dan ibuku tidak pernah membelaku sama sekali, masa kecilku begitu diwarnai dengan cacian dan siksaan yang tercipta dari ibu kandungku sendiri, jadi jika anda seseorang yang membuatku lahir di dunia ini, ingin juga merusak ku, ayo lakukanlah aku sudah hancur dan aku juga sudah kotor, biar sekalian kita tenggelam di dalam dosa bersama," tantang Leti.
"Sudah cukup stop .... Leti stop ...." Ali pun tidak sanggup mendengar perkataan yang menyakitkan dari mulut anaknya itu.
Ali masih terdiam, sungguh kenyataan ini benar-benar sulit di cerna oleh akal dan pikiran, sehingga membuatnya sulit untuk mempercayai ini semua.
"Ini buktinya jika anda masih ragu." Leti mulai menyodorkan handphone yang di situ berada foto-foto mulai dia kecil sampai besar dengan ibu dan keluarganya.
Pria paruh baya ini mulai membuka layar kunci handphone Leti yang kebetulan di situ ada foto Leti berdua ketika waktu kecil bersama ibunya, dan ada satu bukti lagi yang benar-benar membuatnya percaya yaitu visual Leti yang dari kecil sampai sekarang begitu mirip dengan ibunya.
Runtuh sudah harapan Ali untuk bersenang-senang dengan seorang Leti malam ini, apakah ini sebuah teguran, dengan kelakuannya selama ini yang sudah bermain gila dengan perempuan yang menurutnya begitu menggoda tanpa berpikir bagaimana hari para istrinya di rumah.
"Leti keluarlah dari kamar ini keluar!" Ali pun mulai mengusir Leti dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Leti tanpa membuang waktu langsung keluar dari kamar hotel berbintang itu, saat ini di dalam kamar Ali teriak sekencang-kencangnya, menangisi kebodohannya yang hampir saja berbuat hal senonoh dengan gadis yang merupakan darah dagingnya sendiri.
"Aaaaah bodoh, kenapa bisa sebodoh ini!" teriak Ali dengan sesalnya.
Sebejat-bejatnya seorang ayah pasti dia akan berupaya menjadi baik dihadapan putrinya, akan tetapi Ali malah bersikap yang begitu menjijikkan dihadapan putrinya dan hal ini yang membuat dirinya benar-benar malu.
******
Sedangkan saat ini dengan rasa kecewa Leti mulai pulang ke rumahnya dengan menaiki taksi. Di sepanjang perjalanan Leti benar-benar menikmati kesedihannya ini, dia begitu pasrah seolah ini sudah terbiasa terjadi di dalam hidupnya.
"Ya Allah aku terima takdir ini, kesakitan ini luka ini semuanya aku nikmati satu persatu, bagaimana sakitnya bagaimana hancurnya semua aku nikmati dan jalani, jika memang ini merupakan upayamu untuk menaikan garis takdir wanita hina ini," ungkap Leti sambil bersandar di jok mobil belakang.
Leti menatap ke arah jalanan dengan tatapan yang penuh arti, jalanan yang dipenuhi dengan kendaraan yang hilir mudik kesana kemari, pada nantinya akan berhenti ke tujuannya masing-masing, begitu juga dengan kehidupan pasti akan ada ujungnya, tidak mungkin kita akan dibuat sehancur hancurnya tanpa ada ujungnya, pasti semua ini akan ada akhirnya dan Sang Kuasa sudah menyiapkan kado indah itu.
"Allah aku percaya, semua ini pasti akan ditutup dengan sebuah keindahan," gumam Leti.
Bersambung .....
ngene di tinggal di Bali sendiri Suami pulang sendiri ke jakarta Arkan nikmati aja penyesalanmu dan hancurnya hatimu yg km lihat buruk ternyata dua wanita baik sayang nya km perkosa paksa.dan yg km lihat baik ternyata buruk tu 5 th di bodohi Latu.
Yee Tuan Ali sdh merestui Leti dan Asraf menikah semoga kalian hidup bahagia krn Asraf dan Leti berhak bahagia setelah kesakitannya.Tuan Ali sendiri yg akan pisahkan Leti Dante dg Arkan.