NovelToon NovelToon
Asmara Jajar Genjang

Asmara Jajar Genjang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rha Setia

Kisah cinta rumit terjalin di antara empat bersaudara, seorang wanita hadir menjadi rebutan.

Dialah Art Tara Biancasandra, seorang wanita cantik yang memiliki nasib buruk semenjak memiliki ibu tiri. Nasibnya berubah setelah mengenal seorang pria kaya yang memanfaatkan dirinya. Dari sanalah ia mendapatkan kisah asmaranya yang rumit, segala keluh kesah kehidupan di dapatinya mulai dari hal baik hingga hal buruk.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah ia mampu menghadapi asmara jajar genjang itu?

Tidak ada permasalahan yang tidak mendapatkan jalan keluarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rha Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AJG 09

Getaran alat media sang pria dari dalam saku celananya membuatnya melepas jepitan jemarinya pada dagu lancip itu menggantikannya untuk meraih benda tersebut.

Dilihatnya pesan masuk dari baliknya, lantas tanpa berpamitan ia berlalu begitu saja dari hadapan wanita --yang masih terpaku meresapi rasa takutnya-- itu.

Langkah sang pria menepi di dalam sebuah ruang bernomorkan 202, kehadirannya terabaikan ke dua kakak prianya yang sudah duduk gagah di atas sofa yang tersedia. Mereka sibuk memperbincangkan sesuatu hingga terlupa menyapa adiknya yang --masih mengayunkan kakinya menuju-- bagian sofa yang agak menjauh dari mereka.

"Hans gue rasa lo harus selidiki kasus kematian cewe lo deh," kata pertama dari Jackson yang terdengar oleh Sammuel saat ia baru saja mendaratkan bokongnya pada sofa yang tersedia.

"Gue ga berani liat hasilnya kalo aja bokap lo ada kaitannya," balas Hanson merancu. Embusan asap rokok dari mulutnya itu terasa begitu menyimpan kepedihan di dalamnya, seolah ia ingin mengempasnya bersama dengan asap itu membuat kedua saudara kandungnya merasakan kekhawatiran yang mendalam.

Pasalnya baru pertama kali ini mereka melihat lirihan nada bicara saudaranya yang sebiasanya bersikap tegas itu.

"Bisa ga sih lo ga usah mikirin bokap lo dulu? Toh dia juga udah bikin hidup lo tersisih," pinta Jackson dengan pancingannya, agar adik pertamanya yang selalu tertutup itu sudi mencurahkan keluh-kesah hidupnya kepada dirinya.

"Mau gimana juga dia bokap gue Jack, malah gara-gara kalian hidup gue selalu tersisih, bukan karena bokap gue." Hanson masih menyiratkan lirihannya, dari nada bicaranya membuat kedua saudara prianya menatap dia dengan penuh iba.

"Oke kita minta maaf, tapi buat kasus cewe lo bukan kita yang ngerebut 'kan?" Jackson menjelaskan seraya meraih gelas yang berisikan Hennesy miliknya, segera diseruput isinya, menenangkan hatinya yang sudah terasa pilu akibat melihat wajah adik pertamanya yang telah menatapnya penuh picingan.

"Itu dia, gue rasa Tuhan udah atur semuanya, bukan kalian yang ngerebut, malah bokap yang ga nyetujuin," sahut Hanson yang kecewa pada nasib diri, takdir yang sama sekali tidak dapat dimungkirinya. Namun, ia menepis perasaan itu dengan menghisap batang rokok --yang masih setia-- berada dalam jepitan dua jari tangan kanannya, itu membuat Jackson meneguk Hennesynya dalam sekali tegukan, berharap seteguk minuman itu lekas mengempas kepiluannya.

"Hans, lo tau ga ini kesempatan lo buat ngelawan dia?" Sikap arogan yang kekanak-kanakan Jackson inilah yang membuat seluruh adiknya menganggap bahwa dirinya bukan kakaknya, seperti kini kedua adiknya menatapnya penuh murka.

"Udahlah Jack, mau gimana juga guenya yang ogah," tolak Hanson si anak paling dewasa di antara saudara lelakinya itu, kini ia mengumbar sikapnya hingga mendapat balasan anggukan keras dari Sammuel.

"Ya bener Jack, dia yang tau keadaannya, kita ga bisa maksa juga." Sammuel yang terkenal dengan sifat bengis dan arogannya kini menyerukan nada wibawanya, itu membuat kedua kakaknya menatap tajam wajah tampannya. “Liat apaan? Gue salah?" balasnya dengan memekik, sorot tajam itu membalas tatapan kedua kakaknya dengan tak kalah bengis.

"Tumben otak lo lurus Sam?" ledek Jackson disertai tawa di akhir kalimatnya, ia menyerukan kekagumannya pada adik keduanya yang telah menatapnya malu-malu.

Tidak pernah sekalipun Sammuel mendapat pujian yang dipertegas dengan tatapan dari kakaknya, hingga ia kesulitan menerimanya.

"Bangke lo! Lo pikir otak lo bener apa?" balas Sammuel untuk kakak keduanya --yang masih menatapnya penuh kagum-- itu.

"Udahlah, kita ke sini mau ngilangin stress bukan mau bahas masalah kita," ketus Jackson tak acuh, dibalas tatapan sengit oleh kedua adiknya.

"Lo yang mulai kadal!" Gemasnya Sammuel melihat tingkah kakaknya hingga ia melemparnya dengan bungkusan rokoknya.

Kala itu. Di depan pintu ruang yang disinggahi oleh mereka, sebuah percakapan dari wanita terdengar samar-samar hingga menyenggal kegiatan berbincang mereka untuk mendengar apa yang terjadi di luar sana.

"Suara itu. Vira!" Tanpa menunggu waktu, setelah mendengar beberapa menit suara yang nampak tidak asing baginya itu, Hanson segera beranjak dari tempatnya, membuka pintu ruang dengan tergesa.

Kelopak matanya terbuka lebar ketika melihat tubuh semampai yang berdiri membelakanginya itu. Rambut hitam sepinggangnya membuatnya yakin bahwa sang kekasih hati yang telah membuat hidupnya tak berarti atas kepergiannya kini telah kembali.

Saat seorang wanita yang menghadapnya ingin menyakitinya dengan mengulurkan tangannya pada wanita yang di sebut Vira olehnya itu, dengan sigap Hanson menangkis tangan itu hingga larut dalam dekapannya. "Ra, kamu ga apa-apa?" tanyanya dengan nada cemas tanpa mau tahu benar atau tidak wanita itu adalah orang yang dimaksudkannya.

Rupanya suara berat Hanson membuat sang wanita yang membelakanginya mengarahkan pandangannya ke padanya. "Kamu … " sahutnya terpenggal saat ia menilik wajah tampan yang telah membelalakan kelopak matanya itu. "Kamu siapa?" Herannya saat menilik wajah itu tidak pernah sama sekali ditemuinya, hingga ia berpikir dan mengira jika pria itu salah mengenali dirinya.

Hanson mendengus, melunglai hingga melepas tangan itu dari genggaman tangannya. Ia meruntuk setelah mengingat kelakuan konyolnya. Bagaimana orang mati bisa hidup kembali?

Salahkan saja pada pikirannya yang dipertegas setelah melihat postur tubuh serta rambut sang wanita tadi, postur itu begitu mirip dengan mantan kekasihnya yang telah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.

"Kakak, bapak, tuan." Sang wanita melambaikan tangannya di hadapan wajah yang sudah tertunduk, membuat sang empunya terpecah dari lamunannya.

"Ya." Hanson menyahut tanpa dosa, meski batinnya masih menggundam rasa malu atas tingkahnya saat lalu.

"Maaf anda siapa?"

"A … aku … Hanson." Bukan perkenalan diri yang dilakukannya, melainkan ia tidak tahu harus berbuat apa lagi setelah salah mengenali orang yang membuat wajahnya memerah menahan rasa kikuknya.

"Ah kakak Hanson, makasih udah bantu tadi!" seru sang wanita berucap manis hingga tersenyum penuh pesona membuat pria di hadapannya kembali melirih, masih saja senyuman itu terlihat serupa dengan mantan kekasihnya yang masih menjadi pujaan hatinya.

"Sama-sama." Hanson menyahut singkat. Tanpa pamit, saat kerancuan mulai menguasainya, ia berlalu begitu saja dari hadapan wanita --yang dikiranya adalah mantan kekasih yang telah hidup kembali-- itu.

Rupanya Hanson kembali memasuki ruangan yang sebelumnya terdapat sofa penopang tubuhnya di sana. Kembali ia menumpukan tubuhnya di samping kanan kakaknya yang sudah menertawai tingkah gelisahnya.

Jackson jelas mengetahui jika anggapan adiknya saat lalu tidak pernah mendapat kebenarannya.

Begitu pun dengan Sammuel, ia tersenyum meledek kakak ketiganya yang sudah menutup wajahnya dengan sebelah telapak tangannya.

"Bukan ya kan?" tanya Sammuel memastikan, yang mendapat balasan gelengan kepala dari kakak ke tiganya.

"Bisa gila gue!" Lagi dan lagi Hanson menggelengkan kepalanya. Ia frustasi hingga meraih gelas berisikan Hennesy itu, lantas meneguk isinya untuk sekadar melemaskan urat-urat yang meregang di dalam otaknya, akibat terlalu keras memikirkan mantan kekasihnya yang terbersit dalam ingatannya, itu dikarenakan ia tersulut oleh kehadiran wanita saat lalu.

"Emang lo udah sinting, mana ada orang mati hidup lagi?" cibir Jackson, menyela gelengan kepala yang tak kunjung berhenti itu hingga terhenti seketika.

Sejenak Hanson terdiam menggumam dalam benaknya. Ia tidak mengira akan ada orang yang berpostur tubuh serupa serta suara yang begitu mirip jika tidak ada kaitan darah sama sekali.

Hingga terpikirkan untuknya menyelidiki siapa wanita yang baru saja dibantunya itu. Barangkali ia menemukan fakta yang diinginkannya, bahwa sang wanita adalah adik atau kakak yang terpisah jauh dari mantan kekasihnya.

"Eh kalian ga mau manggil cewe apa?" tanya Jackson melerai keheningan suasana yang terbentuk dari bungkaman mulut kedua adiknya.

"Gue ogah! Kalo lo mau ya tinggal ambil," sahut Sammuel menolak tegas.

"Oke! Jangan meriang aja kalo liat dia entar." Jackson tak lantas meraih alat medianya yang telah tersimpan di dalam saku celananya untuk mengirim sebuah pesan kepada seorang wanita pekerja penghibur di sana.

"Meriang apaan sih? Emang tuh cewe bidadari apa?" Sammuel hanya untuk leluconnya semata namun berhasil membuat Jackson tersenyum riang di sana.

"Yup! Bidadarinya gue." Jackson membalas sambil terkekeh di akhir kalimatnya, hal itu segera dibalas gelengan kepala oleh kedua adiknya.

Beberapa saat kemudian, pintu ruang tersebut terbuka menampakkan sosok Vara di baliknya yang didampingi pemimpinnya berjalan beriringan dengannya.

"Hai, Jack." Vara menyapa lantas mendaratkan bokongnya di samping kiri Jackson yang di sambut Jackson dengan merangkul pinggangnya.

Sedang Alina sang pemimpin Vara, ia mengulurkan tangannya, memberikan secarik kertas untuk mendapat goresan tanda tangan di atasnya sebagai tanda persetujuan administrasi untuk wanita yang kini telah tersenyum membalas tatapan pria di sampingnya.

Jacksonlah yang bertugas untuk memberikan apa yang dipinta Alina. Seusainya, Alina pun mengedarkan pandangannya pada dua pria lainnya yang tengah menatap kejut wajah wanita yang masih meresapi tatapannya.

"Tuan-tuan ganteng, apa kalian ga butuh cewe?" tawar Alina segan.

Hanson melambaikan tangannya tanpa mengalihkan arah pandangnya --yang masih menilik tajam-- pada wajah wanita yang duduk di samping kirinya.

"Ga usah!" tolak dingin Sammuel tanpa melirik barang sedikitpun pada tubuh Alina.

"Baiklah kalau begitu saya pamit." Alina pun berlalu dari hadapan mereka setelah merengkuhkan tubuhnya.

"Kamu cewe tadi 'kan?"

"Kamu yang udah bantu aku tadi 'kan?" Suara Vara serta Hanson terlontar bersamaan membuat Jackson terperangah hingga membelalakkan kelopak matanya.

"Jadi kamu yang tadi berantem di depan itu?" tanya Jackson dengan nada cemas membuat rangkulan pada pinggang wanitanya terlepas begitu saja.

"Hmmm." Vara mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya pada Hanson yang masih menilik tajam wajahnya.

Sedang di sana, Sammuel menggelengkan kepalanya dalam tawa gelinya, menjanggal dengan apa yang terjadi kepadanya.

Bukan suatu kebetulan jika ia harus bertemu dengan wanita lebih dari satu kali pada hari yang sama. Ia pun mencoba menggoda wanita itu.

Bukan mencoba untuk pertama kalinya, memang sudah menjadi kebiasaannya untuk menggoda wanita yang menarik perhatiannya.

"Jack ciuman cewe lo itu ngeri banget tau," ucap Sammuel melerai pandangan Vara serta Hanson yang masih saling bertatapan, mengalihkannya kepadanya, namun berhasil membuat batin Jackson berkedut seolah petir telah menyambar di dalam asanya.

Tbc

1
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
selamat atas tamatnya novel nya kakak, moga novel selanjutnya tamat dengan bagus seperti ini
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
moga kandungan Tara baik baik aja dan untuk mama Tara semoga cepat insyaf
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
jangan minta maaf kalau itu bukan dari hati, karena itu gak akan berguna
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
hadeh disuruh punya anak Mulu nih, yang susah nya pihak perempuan.pihak laki laki cuma ingin enak buat aja
☠ᵏᵋᶜᶟℛᵉˣ🍾⃝ ͩ ʏᷞᴜͧɴᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰
aku baca dulu nya kakak, semangat kakak
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
aahh berbuah jua akhirnya ,tumbuh seorang putra yg sangat tampan.

hmm...apakah jackson tahu bahwasanya dia telah jadi seorang ayah??
semoga segera dipertemukan oleh takdir.
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
waah ...kejadian lalu itu ,rupanya sangat membekas dihati jackson hingga kini....
dan perasaan mendalam antara kasihan sesal dan tumbuhnya cinta ...
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
tak mengerti sepenuhnya sikap ibu kandung tara,kenapa seolah dia keberatan mengasuh anak2 nya??
mengapa pula sikap nya sungguh terlihat kejam ke tara,mungkinkah tara anak yg tdk di inginkan kelahirannya??

selamat berjuang tara,menata masa depan dengan peluh halalmu.
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
puitis
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎𝖓 𝐖ᵍᵇ𝐙⃝🦜
semoga tara gk kena napa yah
Qia'badR⃟i 💤
mampir moms😊
ujian terberat tara akan segera dimulai,kenapa kebablasan?kenapa tdk dengerin sahabat kamu tara
ᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝⏤͟͟͞R. ALICE off
ishhh keren keren
saya langsung cus ngingip visualnya mom😁
VIDAYA
Buat anak sama jack tapi nikahnya sama samuel🙄
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
berharat Tara sm Jackson 😭😭
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
si Jack jd kaget kan
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
pokok ny lanjut baca aja
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
sadarkanlah Tara thor 🤣🤣
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
oh jd Tara sama Jack udh ktmu ?
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
Tara jd kupu2 malamkah ???
ᵃⓂᵉⓁ☪️𝐙𝐨ͤ𝐍ᷤ𝐞ͣ🌏
kasian anaknya cm bs memandang sang ayah dr kejauhan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!