WARNING!!
HARAP BIJAK MEMBACANYA.
JIKA TIDAK SUKA,JANGAN DI LANJUTKAN.JIKA SUKA LANJUTKAN SAMPAI HABIS😉😉
Sylvia Dawn Ashford seorang wanita berusia 20 tahun,ia bukanlah wanita biasa yang bukan hanya mempunyai kecantikan bak Dewi namun,wanita ia juga wanita yang tangguh ia merupakan CEO dari perusahaan terbesar di dunia, kekayaannya melimpah ruah.di samping itu ia adalah Queen mafia yang di takuti oleh seluruh orang di dunia.
namun,ia malah meninggal karena penghianatan adik yang di angkat olehnya.adik angkatnya iri dengan apa yang di miliki oleh Sylvia dan Sylvia tidak menyangka bahwa hidupnya berakhir di tangan orang yang ia sayang.
namun sepertinya Tuhan tidak membiarkan perjalanan Sylvia berakhir,kini Alexa malah memasuki tubuh seorang siswi berusia 16 tahun yang tidak di inginkan oleh keluarganya.gadis yang culun dan penakut,Sylvia bertekad menjalani hidup nya di kehidupan ke dua itu dengan membalas orang yang menyakiti pemilik tubuh yang ia tempati dan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R3C2YMYFMYME, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
prat 10
"Jadi langkah apa yang kamu ambil setelah aku mati??"ucap Clara.
"tentu saja membalas dendam"ucap Dave.
"Queen maafkan aku,aku tidak sempat menolong mu waktu itu"ucap Dave.
"tidak apa-apa Dave dengan ini aku rasa permainannya akan semakin menarik"ucap Clara menyeringai.
"aku sudah mengirim orang-orang kita masuk kedalam perusahaan,Jack dia menjadi orang yang akan membeli semua saham sehingga membuat perusahaan itu kembali ke dalam kekuasaan Queen"ucap Dave.
"bagus,kembali lah ke Rusia dengan rencana itu.aku akan menyusul jika sudah waktunya"ucap Clara.
"kenapa tidak sekarang kita pergi Queen?"ucap Dave.
"aku memiliki mainan di sini"ucapnya menyeringai.
"aku rasa seringai Queen menandakan ada pertumpahan darah deh,meskipun sudah pernah mati tapi tidak ada tobatnya"gumam Dave.
"aku masih mendengarnya Dave"ucap Clara.
"maaf Queen.ah ya,Queen ini kartu milik mu"ucap Dave yang mengeluarkan beberapa kartu bertahta berlian.
"hum, terimakasih Dave"ucap Clara.
"sama-sama Queen"ucap Dave tersenyum.
Clara tersenyum dan dengan gesit pisau buah yang ada di atas meja ia ambil dan ia lemparkan ke arah Dave.
Beruntung Dave sempat menghindar meski ada goresan di pipinya.
Bruk
Dave terjatuh di lantai.
dan dengan cepat Clara sudah berada di atas perut Dave dan duduk di sana.
"huh ternyata insting mu masih bagus,ingat Dave jangan pernah kamu lengah atau aku akan membunuh mu.satu lagi jangan permainkan aku"ucap Clara sambil mengelus rahang Dave.
"baik Queen"ucap Dave dengan serius.
"bagus,ingat untuk menggunakan salep luka yang ku berikan jangan tidak di obati,kalau tidak ingin keluar belatung dari luka mu"ucap Clara sambil bangkit dari tubuh Dave seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"kamu bisa kembali Dave,nikmati lah waktu di indonesia.pergunakan kemampuan mu berbahasa Indonesia untuk mencari jodoh orang Indonesia jangan jadi bujang peyot"ucap Clara terkekeh.
"ck,aku belum setua itu Queen"ucap Dave menghela napas pasrah dengan kelakuan Queennya itu.
******
keesokan harinya Clara pergi ke sekolah dengan di antar oleh Lucas.
"kalau kamu pusing atau apa,telpon Abang yah nanti Abang jemput"ucap Lucas sambil mengusap lembut puncak kepala Clara.
"hum,aku mengerti"ucap Clara.
"Bang Lukas!!"panggil seseorang.
Lucas dan Clara menatap ke arah tiga orang yang baru keluar dari mobil milik Daniel.
Seorang gadis berlari ke arah Lucas dan memeluk Lucas erat sedangkan sang empu menunjukan wajah tak senang.
"Abang lucas ke mana sih kok gak pulang,Lidia kangen loh huhuhu"ucap gadis itu yang tak lain adalah Lidia.
"bang Lucas kemana aja Abang,kasihan loh bang Lidia nangis terus tiap malam nyariin Lo bang"ucap Daniel.
Sedangkan David hanya terdiam saja.
Lukas menatap ke arah Daniel.
"matanya keluar gak pas nangis??"ucap Lucas datar.
Clara yang mendengar itu hanya bisa tertawa di dalam hati.
"yah,yah gak gitu juga kali bang,mana ada orang nangis biji matanya keluar"ucap Daniel.
"huh,kalo nyariin aku sambil nangis-nangis lebih baik keluarin dulu dua bola matanya baru aku datang"ucap Lucas sambil melepas pelukan Lidia yang menempel di tubuhnya.
"ck,kenapa aku tidak bisa mengambil hati nya supaya berpihak pada ku" batin Lidia merasa sangat kesal karena tidak dapat menghasut ataupun mendekati Lucas.
"kok Lo gitu sih bang,sama Lidia??Lidia kan adik perempuan kita.lagian Abang ngapain dekat-dekat sama dia,dia itu pembunuh bang"ucap Daniel.
"huh,dia adik kau bukan adek perempuan ku"ucap Lucas.
"dan satu lagi jangan pernah kamu mengatai Caca pembunuh jika tidak ingin semua kartu mu ku block"ucap Lucas dingin yang membuat Daniel terdiam.
"bang aku mau masuk ke kelas"ucap Clara.
"ah ya sayang,belajar yang rajin.abang akan menjemput mu nanti.ah iya ini uang jajan mu"ucap Lucas sambil menyerahkan uang segepok sebanyak 10 juta kepada Clara.
Sedangkan Lidia hanya bisa membelalakkan matanya melihat bagaimana murah hati nya Lucas kepada Clara, kebenciannya semakin dalam.
"ini terlalu banyak bang,tapi aku akan menyimpan sisanya untuk menjadi tabungan ku"ucap Clara.
"hum,besok Abang akan mengurus kartu untuk mu"ucap Lucas sambil mengusap puncak kepala Clara.
Clara menyalim Lucas dan kemudian pergi dari sana melewati lidia.
"yang di bawah tetaplah di bawah,jangan berharap menjadi bintang sayang"bisik Clara.
"Clara sialan!!" batin Lidia sambil menatap tajam punggung Clara yang berjalan semakin jauh dari jarak pandangnya.
-
-
-
Sesampainya di kelas Clara langsung duduk di bangku miliknya dan mengerjakan beberapa PR yang di kirim oleh Amara selama ia libur.
Bruk
Hosh
Hosh
Dua orang gadis masuk ke kelas sehingga jatuh terduduk di lantai dengan napas ngos-ngosan.
Sedangkan Clara menghela napasnya.tanpa mengalihkan tatapannya dari buku miliknya,ia sudah tau siapa dua gadis itu.
Tak sampai di situ keduanya berdiri lalu berlari sampai di meja Clara.
"Clara hosh hosh akhirnya Lo sekolah juga hosh"ucap Amara.
"hosh hosh Lo kemana aja Clar??pesan kami kagak Lo balas cuman di read doang,kayak di khianati bubub ayang beb deh hosh"ucap Mira.
"Clara mengeluarkan botol minumnya dan menaruhnya di atas meja,ia bersedekap dada lalu mengisyaratkan kepada keduanya dengan dagunya.
Namun tetaplah namanya Amara dan Mira yang kapasitas otaknya cuman 1,5 GB.
"minumlah,aku tuli jika mendengar kalian berbicara sambil ngos-ngosan"ucap Clara datar.
keduanya langsung meminum air yang ada di dalam botol Clara.
"ahh leganya"ucap Mira.
"jadi Lo kemana aja Clar??"ucap Amara.
"sakit"ucap Clara singkat.
"what??kenapa Lo gak ngabarin kita??Lo sakit apa??"ucap Mira.
"biasa doang,tulang tengkorak retak dikit"ucap Clara santai.
"APA??!!"kali ini bukan hanya Mira dan Amara yang berteriak namun semua orang di dalam kelas terkejut saat Clara mengatakan retak dikit tulang tengkorak hanyalah hal sepele.
Clara menatap mereka dengan datar sehingga mereka menjadi salah tingkah dan mencari cara dan pekerjaan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"kenapa bisa Clar??"ucap Mira.
"berhenti memanggil ku Clar,aku bukan saklar lampu"ucap Clara sedikit kesal.
"yahh terus kita panggil siapa dong??"ucap Amara.
"Caca"ucap Clara.
"wihh gila,bagus nama nya kalo gitu"ucap Mira.
Tak berselang lama guru bahasa inggris masuk,Mira dan Amara langsung menuju ke bangku masing-masing dan pelajaran pagi itu pun di mulai.
TBC
semangat juga ka buat nulis cerita nya😁😁💪🏻💪🏻