NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Majikan

Terjebak Cinta Sang Majikan

Status: tamat
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Enemy to Lovers / Kriminal dan Bidadari / Tamat
Popularitas:84.8k
Nilai: 5
Nama Author: penyuka ungu

Nur Ratih, gadis kampung yang nekat pergi ke ibukota demi melunasi hutang alm. Ayahnya agar ia tidak dijadikan istri kesekian oleh juragan di kampungnya. Melalui sebuah agen PRT, Ratih berhasil mendapat pekerjaan untuk menjadi pembantu di salah satu keluarga kaya disana.

Awal bekerja disana, Ratih merasa nyaman dengan lingkungan barunya, namun hal itu tidak berjalan lama. Kepulangan sang majikan muda dari perjalanan bisnisnya, membuat hari-hari Ratih terasa sesak. Dialah, Nathaniel Ryker, sang majikan yang terobsesi padanya sejak pertemuan pertama mereka.

Ratih merasa tidak kuat dalam melakukan pekerjaannya, sang majikan terus saja menganggu dirinya. Ia ingin pulang, namun kala teringat hutang-hutangnya ia merasa harus bertahan.

Bagaimanakah kehidupan Ratih di rumah itu? Apakah ia bisa menghentikan obsesi majikannya? Ataukah ia malah terjerumus di dalamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penyuka ungu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Semakin Dekat

Ratih menelusuri lorong yang menghubungkan kamar Nathan dengan ruangan lain di lantai tiga istana utama. Sambil membawa kotak P3K, ia masuk ke dalam kamar Nathan dan mendapati pria itu sedang menelfon seseorang.

Ratih meletakkan kotak P3K yang ia bawa di atas ranjang milik Nathan. Ia berdiri dalam diam tidak ingin mengganggu pembicaraan Nathan dengan seseorang yang Ratih tidak tahu siapa itu.

"Aku tidak ingin dia bebas!" Pungkas Nathan yang berdiri menghadap jendela di samping ranjang tidurnya.

"Perbuatannya terhadapku hari ini tidak akan aku maafkan!"

Ratih menatap punggung lebar itu, "Sebenarnya dengan siapa dia bicara," lirih Ratih.

"Persetan dengan hubungan darah! Aku tidak peduli!"

Nathan menutup telfonnya sepihak lalu membantingnya asal. Ratih yang melihat kejadian itu hanya mengelus dadanya pelan. Ia menyayangkan ponsel mahal milik pria itu harus menjadi korban.

Nathan membalikkan tubuhnya dan baru menyadari bahwa Ratih sudah berada di dalam kamarnya. Dengan langkah tergesa ia mendekati Ratih.

"Tuan saya membawa—"

Nathan meraih tengkuk Ratih dan menempelkan bibir mereka. Ratih memelototkan matanya saat merasakan sebuah benda kenyal yang mengecup bibirnya. Ratih memberontak dan Nathan menjauhkan wajahnya.

Tidak lebih dari tiga detik, Nathan kembali meraih bibir Ratih dan melumat bibir pink itu dengan brutal. Ratih memberontak namun tidak direspon oleh Nathan. Pria itu masih fokus terhadap hidangan didepannya dan merengkuh pinggang gadis itu agar lebih menempel di tubuhnya.

Ratih sama sekali tidak ada niatan untuk membalas lumatan Nathan. Dengan cepat ia menekan lengan Nathan yang terluka sampai Nathan melepaskan tubuh Ratih.

Plak

"DASAR BAJINGAN!"

Ratih menatap nyalang ke arah Nathan lalu mengelap bibirnya yang telah pucat. Perlakuan majikannya kali ini sangat diluar batas.

Nathan terkekeh sambil memegangi pipinya yang sama sekali tidak merasakan apapun, "Bibir itu akan menjadi favoritku," ucapnya dengan senyuman bak seorang devil.

Ratih menahan air matanya yang siap tumpah kapan saja. Ini pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria. Sebelumnya tidak ada seorang pria pun yang menyentuh Ratih, namun majikannya sendiri berani melakukan hal menjijikkan seperti itu. Ratih ingin mengeluarkan segala emosinya namun kedatangan Adhisti membuyarkan segalanya.

Tok tok tok

"Tuan," panggil Adhisti.

"Masuk."

Adhisti mendorong pintu yang hanya tertutup setengah. Ia melirik Ratih sekilas kemudian memfokuskan pandangannya kepada Nathan, "Apa Tuan membutuhkan hal yang lain?"

"Tidak, pergilah," ucap Nathan lalu duduk di ranjangnya.

"Baik, Tuan," angguk Adhisti dengan penuh hormat.

"Tunggu Nyonya," ucap Ratih yang menghentikan pergerakan Adhisti, "Bisakah Nyonya menyuruh orang lain untuk mengobati Tuan?"

Adhisti nampak bingung lalu menatap Nathan.

"Kubilang pergilah, apa kau tuli!" Nathan menatap tajam Adhisti.

Adhisti langsung menundukkan pandangannya dan meninggalkan kamar itu. Ratih menatap pintu yang tertutup itu dengan perasaan kecewa. Ternyata tidak ada seorang pun di rumah ini yang akan membantunya.

"Kenapa diam? Cepat kemari!"

Ratih membalikkan tubuhnya dan menatap Nathan, ia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri.

"Apa kau takut? Tenanglah, malam ini aku tidak akan melakukan apapun."

Perkataan Nathan ternyata tidak mendapat respon dari Ratih. Alhasil, kesabaran pria itu menguap seketika. Nathan berdiri dan berjalan mendekati Ratih.

"Lepaskan! Lepaskan aku!"

Ratih memberontak agar Nathan melepaskan cengkraman pada lengannya. Namun Nathan tidak peduli, ia menarik tubuh Ratih sampai gadis itu terlempar ke atas ranjang.

Ratih berusaha bangkit namun Nathan merangkak naik dan mengungkung tubuh Ratih yang jatuh tidak berdaya di atas ranjang.

"Sudah kubilang malam ini aku tidak akan melakukan apapun, apa kau tidak mengerti ucapanku? Tubuhku sudah lelah jadi bisakah kau bersikap patuh? Aku bisa saja mengatakan hal buruk tentangmu kepada Adhisti sampai kau di pecat olehnya. Apa itu maumu?"

"Kau hanya bisa mengancam dan memanfaatkan ketidakberdayaan orang lain!" Ratih menatap wajah Nathan yang hanya berjarak beberapa senti itu dengan tatapan penuh amarah.

"Lalu apa aku harus peduli? Turuti saja perintahku atau kau kehilangan pekerjaan ini, bukankah hutangmu sedang menunggu untuk dilunasi?"

"Bagaimana kau bisa tahu?" Ratih menatap Nathan dengan tidak percaya.

Nathan melepaskan kancing kemejanya.

"Apa yang akan kau lakukan?!" Ratih dibuat panik hanya karena pergerakan Nathan.

Nathan bangkit melepaskan tubuh Ratih lalu membuka kemeja putih penuh darah yang membalut tubuhnya, "Mengobati lukaku," jawab Nathan lalu duduk di samping kotak P3K yang sebelumnya dibawa Ratih.

Ratih bangkit lalu berdiri di samping pria yang tengah sibuk menuangkan alkohol pada luka sayatan di lengan atasnya. Gadis itu merasa nyeri dengan apa yang dilakukan Nathan, tapi pria itu hanya berekspresi datar, seolah-olah ia tidak merasakan sakit apapun.

"Kau bisa mengobati lukamu sendiri, tapi kenapa kau menyuruhku," ucap Ratih namun dengan nada yang sama sekali tidak enak didengar.

Nathan melirik sekilas gadis itu, "Apa aku tidak boleh menyuruh pelayanku sendiri?"

"Tapi kenapa harus aku? Kau tidak tahu bagaimana pandangan mereka saat aku menuju kemari, aku hanya tidak ingin dimusuhi."

"Kau tidak melakukan kesalahan apapun," ucap Nathan lalu mengambil perban untuk membalut lukanya, "Jadi untuk apa kau dimusuhi."

"Mereka pasti berpikir—"

"Kalau kau mendapat perlakuan istimewa dariku, itu yang kau pikirkan?" Nathan menatap Ratih.

Mereka saling berpandangan, "Itu hanya pendapatmu, aku tidak—"

"Kau mau perlakuan istimewa dariku?"

Ratih kembali menatap tajam ke arah Nathan, "Dasar—"

"Bajingan?" Nathan tertawa, "Kenapa kalimat itu terasa manis saat keluar dari mulutmu?"

"Sudahlah obati sendiri lukamu, aku pergi."

"Tunggu," cegah Nathan, "Bawa kotak obat ini bersamamu," ucap Nathan yang masih berusaha membalut lukanya dengan satu tangan.

Ratih yang melihat adegan itu akhirnya mendekat dan duduk disamping Nathan. Ia meraih perban di tangan Nathan dan membalut luka pria itu.

Pria yang tengah shirtless itu tersenyum simpul dan memandangi wajah Ratih yang tengah fokus pada kegiatannya.

"Ini hanya luka sayatan, lalu bagaimana bisa kemejamu penuh darah?"

Nathan memalingkan wajahnya, "Hari ini di hadapanku, seseorang telah berani menembak beberapa orang kepercayaanku, dan ini adalah darah sisa dari tubuh mereka," jawab Nathan sambil memandangi kemeja putih yang sebelumnya ia pakai.

"Lalu luka ini? Apa seseorang itu juga yang melakukannya?" Tanya Ratih setelah ia menyelesaikan kegiatannya.

"Benar, dia memanfaatkan sikap lengahku karena penembakan beruntun itu."

"Sebenarnya apa pekerjaanmu, apa kau seorang mafia?"

Nathan menatap Ratih yang sedang membereskan kotak P3K itu dengan kekehan.

Ratih berdiri, "Aku pergi."

Nathan tidak menghentikan Ratih, ia membiarkan gadis itu keluar dari kamarnya.

Sesampainya di lantai bawah, Ratih mengembalikan kotak yang ia bawa ke tempat asalnya.

"Ratih."

Ratih menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Sofia dan Hania berjalan ke arahnya.

"Sudah selesai?" Tanya Hania.

Ratih mengangguk.

"Lalu bagaimana bajumu juga ikut terkena darah?" Tanya Sofia sambil memegangi seragam pelayan yang dipakai Ratih.

Ratih pun menunduk dan baru menyadari bahwa ada banyak bercak darah yang menempel di bajunya. Ia jadi teringat apa yang telah dilakukan Nathan sampai keadaannya menjadi sekacau ini.

"Apa Tuan melakukan sesuatu padamu?" Tanya Sofia khawatir.

Ratih tersenyum canggung, "Tidak terjadi apapun, aku tadi tidak sengaja menyentuh kemeja Tuan yang penuh darah, jadi bisakah kalian melupakan hal ini."

Sofia dan Hania saling berpandangan.

"Aku mohon, sungguh Tuan tidak melakukan apapun."

Sofia membuang nafasnya kasar, "Kami hanya takut kamu diperlakukan tidak adil oleh Tuan."

"Aku baik-baik saja," ucap Ratih sambil tersenyum.

"Kalau begitu, bersihkan dulu tubuhmu Ratih, pasti tidak nyaman memakai pakaian yang dipenuhi darah orang lain," ucap Hania.

Ratih pun mengangguk dan mereka bertiga berjalan menjauhi istana utama.

1
ayu cantik
suka
Lina Budiarti
kl si alena sm ank nya ratih d bkn berjodoh kyaknya seru thor🤭
Lina Budiarti
entah kudu komen gimana kalo dah ujung gini🥺..🙈
Lina Budiarti
mudah2n mualnya ratih bertanda ada nathan junior🤭gk sekedar mual liat darah uuuh ngarep bngt aku thor
Mariyam Iyam
lanjut
Lina Budiarti
ttp smngt menulis thor aku setia mnunggu kok 😘
Nia Vanilly
hood
Lina Budiarti
ujian mnjadikan cinta Nathan dan ratih jd semakin kuat😘
Martina Metu
lama dulu baru di update
Lina Budiarti
gk di lanjut lg kah thor .?
Martina Metu
kisahnya sangat menegangkan
Martina Metu
seminggu baru di up lagi
Lina Budiarti
aku setia menunggu thor...
Martina Metu
belum up
Lina Budiarti
lnjut thor...💪💪💪
Martina Metu
terimakasih thor telah up lagi lanjut ya thor, n jangan tamat dulu biarkan kisah Natan dan pacarnya berjalan
Lina Budiarti
baru kali ini baca novel tp hanyut kaya ikut ke dalam cerita dag dig dug 😌semangat up truss thor💪
Martina Metu
kalau yang ini ceritanya masih gantung tapi sudah tidak mau di up.... padahal hari hari kita buka
Martina Metu
thor sudah dua hari belum di up episodenya,apa sudah tamat cerita nya?
Martina Metu
Thor bpa belum di up episode selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!