hanya lantunan lagu melow yang menemani setiap malamku,mengingat kisah cintaku yang menyakitkan setiap aku mengingatnya...
dan hampir setiap malam aku meneteskan air mata ketika aku kembali mengingat semuanya.
apa yang dia lakukan padaku selama ini,padahal aku pikir dia benar-benar setia.tapi kenyataan nya..tidakkk...!!!
kesetiaan ku di balas dengan penghianatan..
Tak ku sangka semua ini terjadi padaku,mungkin ini yang selalu ku pikirkan.setiap malam aku selalu mengingat kembali ketika pertama kali kita bertemu..
Awal mula kita bertemu di sebuah perusahaan tempat kita bekerja.aku adalah karyawan lama di perusahaan,sedangkan dia adalah karyawan baru yang menggantikan seorang staf yang resign karna menikah.
sekedar informasi,suasana di kantor kami itu sangat nyaman,jangan heran kalau kami mengangap seperti di rumah sendiri.bahkan saking nyamanya banyak cinta lokasi di kantor dan itu wajar.toh mayoritas karyawan disini masih berusia 20-29 tahun dan rata-rata belum menikah..
"cinta tumbuh karna terbiasa,"mungkin karna tuntutan pekerjaan juga yang membuat kami akhirnya menjadi dekat..
Karya ini di terbitkan atas izin NOVELTOON Meysa,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili NOVELTOON sendiri..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meysaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
Setelah sampai di kafe Nathan memarkirkan mobilnya. lalu mereka turun dari mobil.
mereka masuk ke dalam kafe mencari tempat di pojokan dekat kaca. setelah mereka duduk seorang pelayan menghampiri nya. setelah mencatat yang di pesan Nathan dan Mely pelayan pun pergi.
" Mel maafin sikap mamih aku kemarin ya.."ucap Nathan memulai pembicaraan sambil memegang tangan Mely..
" Sudah lah Nat ngga ada yang perlu di maafin. aku ngerti ko.." jawab mely
" Aku ngga mau di jodohin Mel, aku tuh cinta nya sama kamu. tadi ada ka Cyntia, dia mendukung hubungan kita Mel..kita berjuang sama-sama ya. untuk membuktikan sama Mamih aku.." ucap Nathan panjang lebar
" Tapi Nat aku takut, hubungan tanpa restu orang tua tuh ga bakalan bertahan lama.."jawab Mely
pembicaraan mereka berhenti ketika pelayan mengantarkan pesanan yang mereka pesan. setelah mengucapkan terima kasih mereka pun melanjutkan pembicaraan nya
" Iya makanya kita berjuang sama-sama biar mendapat restu Mamih aku. aku serius Mel sama kamu" kata Nathan lagi
" Entahlah, aku harus bilang apa, aku nggak tahu harus bagaimana? Aku bingung Nathan”
“Mely sayang, percayalah aku sangat sayang sama kamu.” Nathan menatap Mely dan mengenggam tangannya.
“Nathan, iya aku juga sayang sama kamu, aku ingin selalu percaya sama kamu.”
“Jangan ragukan aku Mel, aku akan selalu berjuang untuk kamu.” Nathan masih menggenggam tangan Mely.
" Tapi..bagaimana dengan mamih kamu.?bahkan dia tidak suka sama aku Nath.."ucap Mely sambil tertunduk
" Makanya kita berjuang sama-sama ya.."
" Baik lah ayo kita berjuang sama-sama.."ucap Mely
" Terimakasih sayang.."
Nathan mencium kedua tangan Mely sangat lama. Mereka berdua akan memperjuang kan cinta nya. meskipun orang tua Nathan melarangnya. mereka akan berjuang sama-sama.
" Sayang setelah ini kamu mau pergi ke mana lagi ??"tanya Nathan
" Ngga tau Nath, kemana ya kira-kira..?mumpung hari libur."Mely balik nanya
" Bagai mana kalo kita ke pantai, udah lama juga kan kita ga ke pantai.."ajak Nathan
" Boleh-boleh " jawab Mely antusias
" Yaudah yu kita brangkat.."
Mereka keluar dari kafe karna ingin pergi ke pantai. setelah itu mereka menaiki mobil, dan Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, mereka langsung turun dari mobil..
Mereka menyusuri bibir pantai sambil bergandeng tangan. Nathan sudah menggulung celana nya. sudah memakai sandal yang di belinya di warung dekat pantai.
" Terima kasih sayang, terimakasih untuk semua pengertian kamu." Nathan mengangkat tangan mereka yang tergenggam, lalu mencium bagian tangan Mely
Mereka menghentikan langakah kakinya, Mely menghadap Nathan dan memeluknya sangat erat. membenamkan wajah nya dalam pelukan Nathan
" Terimakasih juga karna kamu sudah mau berusaha untuk meyakin kan aku." Mely mendongakan wajahnya. pandangan mereka bertemu
" Aku mencintaimu sayang.."untuk pertama kalinya Mely memanggil Nathan dengan sebutan sayang
Wajah bahagia Nathan tidak bisa di tutupi, dia langsung mencium bibir mungil Mely. mereka berciuman sangat lama. Mely menjinjitkan kedua kakinya untuk mengimbangi tubuh tinggi Nathan.
Nathan tersenyum, menatap matanya. Mata yang indah. Begitu indah malah. Sampai sulit Ia menilai mana yang lebih indah, antara matanya dia atau matahari senja di kaki langit sebelah barat sana.
Ia membantunya, menyingkirkan rambut dari wajah Mely. Rambutnya yang lurus hitam bagus dan lembut itu memang mudah dikibarkan angin.
Sore itu merupakan Sore yang indah bagi Mely dan Nathan. dengan langit berbintang menjadi saksi. Desiran-desiran santai ombak seolah ingin mengungkapkan kebahagiaan mereka.
****
Pagi menjelang, hari mulai terang. Hawa dingin masih terasa menggigil. Mely menarik selimut sambil menggeliat. Sempat Mely melirik jam di dinding tengah menunjukkan pukul 6:00 lewat. Ia bangun dari tidurnya dan bergegas masuk ke kamar mandi. beberapa menit berlalu, Mely selesai mandi. ia langsung menuju lemari dan memakai pakaian kerjanya. mengingat ini hari senin. ia takut terlambat masuk kantor.
Setelah selesai semuanya Mely langsung turun ke bawah menuju meja makan.
" Pagi mah.." sapa Mely sambil mencium pipi mamahnya
" Pagi juga sayang..Nahh gitu dong anak mamah harus ceria ga boleh murung" ucap mamahnya
" Hheee iya mah.."
" Papa belum pulang juga mah ..?" tanya mely
" Besok katanya sayang..soalnya masih banyak pekerjaan nya."jawab mamahnya
" Oohh gitu.."ucap Mely
Mely menyelesaikan sarapan nya ia bergegas berangkat ke kantor..
Begitu sampai di kantor, ia mendapati tiga karangan bunga mawar masing- masing berwarna merah, pink, dan putih. Hanya ada ucapan cinta dari seseorang. Namun ia sangat tahu siapa pengirim bunga itu. Pengirimnya tak lain adalah Nathan pacarnya sendiri. Ia senyum-senyum sendiri ketika menerima bunganya. hatinya berbunga bunga. ia tak menyangka jika Nathan bisa seromantis ini.
Setelah menerima bunga ia langsung menuju ruangan nya. Mely menyimpan bunganya dengan sangat hati-hati, takut rusak maklumlah soalnya dari pujaan hati..hihihiii
Mely terlonjat kaget ketika mendengar suara Nathan yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya..
" Pagiii sayanggg, suka banget ya sama bunga nya..?sampe senyum-senyum sendiri gitu.." tanya Nathan mengagetkan Mely
" Ehh..pagi juga..eemmm makasih banyak ya. iya suka banget, malah sama orang nya juga suka banget.."jawab Mely ngegombal
" Masaaa" goda Nathan sambil memeluk Mely dari belakang
" Iyaaa..Udahh ihh maluu, nanti ada orang."ucap mely malu-malu
" Emang kenapa kalo ada orang..?kantor aku ini "jawab Nathan
" Nanti siang makan bareng lagi ya..kamu ke ruangan aku." ucap Nathan sambil melepas kan pelukan nya
" Ok.."jawab Mely
Mereka pun melanjutkan kembali pekerjaan nya.
tak terasa jam pun menunjukan pukul 12 siang, Mely segera bangun dari duduknya, Ia akan makan siang bersama Nathan. Mely mengetuk pintu setelah ada jawaban ia langsung membuka pintu nya. sambil menunggu Nathan membereskan pekerjaan nya ia duduk di sofa yang ada di ruangan Nathan.
" Kamu sudah selesai sayang ??"Nathan menghampiri Mely dan duduk di sebelahnya sambil melingkarkan tangan nya ke pinggang Mely
" Iya sudah sayang, kita mau makan di mana?"tanya Mely
" Terserah kamu aja aku ngikutin.."jawab Nathan
" Yasudah yu kita berangkat" ajak Mely
Mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan. mereka tidak perduli pada pandangan para karyawan lain yang melihat nya..