NovelToon NovelToon
Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga
Popularitas:991.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: JBlack

Bagaimana jika tiba-tiba pernikahan yang bahagia dan suami yang sangat mencintainya membawa seorang perempuan yang dikenalkan padanya sebagai calon istri kedua?

Dayana, seorang perempuan yang memiliki dua orang ayah itu harus menjalani kehidupan gila ini. Pernikahan yang ia anggap akan berakhir bahagia ternyata berujung duka.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Apakah Dayana menerima pernikahan kedua itu atau memilih bercerai?

Update setiap hari pukul 09.00 dan 20.00
Follow instagram @myname_jblack

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JBlack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaisar?

"Masukkan semuanya ke dalam mobil dengan hati-hati," Kata Dayana dengan mengatur semua perlengkapan persiapan mereka ke mobil yang akan mengangkutnya.

Ya hari ini mereka akan berangkat ke perusahaan dimana Alkairo bekerja. Acara yang akan diadakan besok membuat Dayana harus datang hari ini untuk menata semuanya.

Dia akan begadang semalaman. Dirinya akan mengatur dan mengecek semuanya sendiri. Bertanggung jawab untuk mengatur semuanya agar berjalan dengan lancar.

"Kak Day istirahat dulu. Biarkan kami yang mengurus semua," Ucap salah satu staf saat melihat Dayana berkeringat.

Jujur baru kali ini memang Dayana terjun langsung ke restoran. Biasanya perempuan cantik itu akan berada di dapur untuk memasak menu prasmanan yang dipesan. Namun, kali ini semuanya berbeda.

Dayana tersenyum. Dia tahu semua karyawan miliknya khawatir kepadanya. Namun, mau bagaimana, dirinya harus mengecek semuanya agar benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh klien barunya.

"Aku baik-baik saja. Lebih baik, kita cepat selesaikan ini agar segera istirahat!"

Akhirnya semua barang telah diangkut. Dayana mengikuti mobil pengangkut barangnya dari belakang. Dia mengemudi sendiri dengan keadaan badan yang memang sudah letih.

Hingga sampai di perusahaan. Seorang satpam tentu langsung menunjukkan lokasi dan tempat dimana barang-barang itu akan ditata dan digunakan.

"Sebelumnya, apa anda sudah memiliki izin Tuan Kairo?" Tanya seorang satpam yang membuat Dayana hampir melupakan itu.

Dia terdiam cukup lama yang membuat satpam itu mulai curiga.

"Nona!"

"Saya belum menghubungi Tuan Kairo tapi beliau sudah tahu jika saya akan datang kesini hari ini!"

"Tapi maaf, Nona. Anda harus menghubungi Tuan Kairo dulu."

Dayana mengepalkan kedua tangannya. Dia benar-benar berusaha untuk tak terlalu berhubungan dengan klien barunya ini. Namun, sepertinya takdir benar-benar membuatnya mau tak mau harus selalu berhubungan.

Akhirnya dengan setengah terpaksa. Dayana lekas mengambil ponselnya. Dia mencari nomor kontak yang ditinggalkan oleh tangan kanan Kairo waktu memesan pada mereka.

Sampai dering ketiga. Tak ada jawaban. Dayana berusaha tetap tenang sambil melirik ke arah satpam yang menatapnya juga.

"Tak diangkat, Pak," Ujar Dayana memberitahu.

"Lebih baik anda menunggu Tuan Kairo saja!" Ucap satpam itu dengan wajahnya yang cuek.

"Tapi saya tak bisa berlama-lama disini, Pak. Saya mohon biarkan tim kami menatapnya dulu!"

"Tidak bisa, Nona. Anda harus mendapatkan perintah dari Tuan Kairo!"

Perdebatan itu tentu membuat keributan sedikit. Semua orang yang ada disana tentu melihat ke arah mereka. Begitupun dengan seorang pria yang baru saja turun dari sebuah mobil mewah.

Perhatiannya tentu langsung tertuju dengan perdebatan itu.

"Ada apa ini!" Seru suara pria yang begitu tegas dan membuat perdebatan itu akhirnya berakhir.

Keduanya spontan menoleh ke sumber suara.

"Tuan Kaisar!" Kata satpam itu dengan menunduk.

Dayana melirik dan dia tentunya ikut menundukkan kepalanya.

"Ada apa ini?" Ulang Kaisar dengan suaranya yang benar-benar dingin.

"Begini, Tuan. Nona ini mengatakan dia adalah partner untuk bagian makanan acara besok. Tapi dia belum memberitahu Tuan Kairo untuk menatapnya hari ini. Jadi kami tak berani untuk mengizinkan dia masuk!" Kata Satpam menjelaskan dengan sopan.

Dayana menelan ludahnya paksa. Dia benar-benar merasa aura pria pria yang ia temui di perusahaan ini semuanya begitu dominan.

"Biarkan dia masuk!"

"Tapi, Tuan… "

"Aku yang akan bertanggung jawab!" Kata Kaisar tak mau dibantah yang membuat Dayana tersenyum.

Tentu kepala gadis itu mendongak. Hingga tatapan keduanya akhirnya bertemu.

"Terima kasih, Tuan. Anda benar-benar membantu saya," Ucap Dayana dengan tulus tapi tak mendapatkan jawaban baik dari Kaisar.

Pria itu pergi dari sana tanpa membalas perkataan Dayana. Namun, hal itu tak membuat Dayana sakit hati. Yang terpenting sekarang, dia dan timnya segera menata tempat prasmanan itu sebelum pulang.

***

Semua perlengkapan akhirnya selesai. Dayana tersenyum dengan bahagia. Dia benar-benar tak percaya semua karyawan dan tim yang ia bawa bekerja dengan baik.

"Baiklah. Besok kita kumpul disini jam 3 sore Oke. Dan untuk bagian belakang! Datang ke restoran pagi-pagi sekali. Aku akan tidur di restoran malam ini!" Kata Dayana yang membuat semua timnya mengangguk paham.

Akhirnya gadis itu segera mengambil tas yang ia letakkan di pojok ruangan. Setelah itu dia segera berjalan keluar menyusul rekan timnya yang keluar lebih dulu.

Namun, baru saja beberapa langkah dia keluar dari ruangan. Tiba-tiba seorang pria datang menghentikan dirinya dengan berdiri tepat di depannya membuat Dayana berhenti.

"Kenapa… " Dayana tak melanjutkan perkataan dirinya.

Saat matanya melihat siapa sosok yang berdiri di depannya.

"Tuan Kaisar!" Ucap Dayana dengan terkejut.

Dayana tentu masih ingat betul bagaimana wajah sosok yang membantunya tadi. Jika bukan karena Kaisar. Dia yakin pekerjaan untuk menata semuanya akan sampai malam dan dia tak akan beristirahat.

"Sudah selesai?" Tanya Kaisar dengan cuek.

"Sudah, Tuan. Semuanya sudah kami siapkan sesuai dengan permintaan Tuan Kairo," Jawab Dayana dengan detail.

Kaisar mengangguk. Dia menatap ke arah jam tangannya dan membuat Dayana bingung.

"Tuan, saya pamit untuk pulang. Saya harus… "

"Kamu sudah makan?" Sela Kaisar dengan wajah tanpa ekspresi.

Dayana terkejut. Dia menatap Kaisar yang bertanya dengan begitu tenangnya.

"Apa, Tuan?" Tanya Dayana yang benar-benar dibuat terkejut dengan tingkah Kaisar.

"Kamu sudah makan?"

"Belum," sahut Dayana dengan jujur.

Ya mau bagaimana lagi. Dirinya memang belum makan. Pekerjaan ini membuat dirinya hampir melupakan waktu makan. Terlalu fokus dan bekerja keras memang seringkali membuat Dayana tak makan dengan teratur.

"Temani saya makan!" Ajak Kaisar dengan wajahnya yang tetap cuek.

"Anda mengajak saya?" Tanya Dayana mengulang.

Kaisar berdecak. "Jangan membuatku ingin mengacak acak hasil kerja keras teammu!"

Dayana mulai paham. Ahh maksudnya dia mulai yakin jika ajakan makan itu benar-benar ditujukan padanya. Namun, entah kenapa dia merasa takut.

Perkenalan mereka sangat singkat dan itu pun terjadi karena sebuah insiden.

"Tuan, tapi… "

"Aku tak menerima penolakan! Anggap ini sebagai hutang budimu karena aku membantumu tadi?" Ucap Kaisar tanpa mau ditolak dan membuat Dayana pasrah.

Akhirnya dia segera mengikuti langkah kaki Kaisar menuju lantai bawah. Sampai di depan pintu perusahaan, seorang satpam membukakan pintu mobil untuknya dan membuat Dayana menurut dengan pasrah.

"Jika Kak Kairo bertanya tentang saya. Katakan saya sedang makan bersamanya!" Ucap Kaisar sambil melirik ke arah dalam mobil menunjuk Dayana yang duduk dengan tenang.

"Baik, Tuan!"

Akhirnya Kaisar lekas memasuki mobilnya. Menghidupkan kendaraan itu dan meninggalkan halaman perusahaan. Namun, baru saja mobil Kaisar keluar. Sebuah mobil masuk dan berhenti tepat di depan perusahaan.

"Selamat datang, Tuan Kairo!" Sapa satpam saat dia membukakan pintu mobil dan Kairo keluar.

Kairo tak menjawab. Dia hanya mengangguk dan hendak masuk. Namun, tiba-tiba dia ingat akan sesuatu.

"Oh iya, Pak. Kaisar sudah datang?" Tanya Kairo dengan wajahnya yang tegas.

"Maaf, Tuan. Tuan Kaisar baru saja keluar untuk makan bersama wanita yang bertanggung jawab soal prasmanan besok!"

"Apa!" Seru Kairo dengan wajahnya yang berubah dan tangannya mulai terkepal kuat.

~bersambung

huaa do'ain besok bisa crazy update yah. Aku udah masuk kerja mulai h+2 lebaran guys. jadi benar-benar masih sibuk banget. maaf update nya masih satu bab. do'ain besok bisa crazy udpate ya

1
falea sezi
uda end kah
Wati Anja
jodoh ni kynya
Kamiem sag
akhirnya terbuka juga cerita lama
Kamiem sag
Jimmy - Zea mantan jadi besan
Kamiem sag
Jimmy - Frans yg mungkin akan bertemu tapi malah jantungku yg gak jelas
Kamiem sag
kenapa gak pakai meja dorong Day
Kamiem sag
rubak sikapmu Frans sebelum kau menyesal
Kamiem sag
😭😭😭😭
Kamiem sag
Tessa-Rio pasangan serasi sama sama botol(bodoh n tolol)
Kamiem sag
ya ampun Kai.... gak nyangka mulutmu bisa berkhotbah sepanjang itu menceramahi Tessa
Kamiem sag
sabar ya Kai orang tampan... eh.. orang baik (maksudku) akan disayang Tuhan
Kamiem sag
ya elah Rio... kanudah tau Tessa tak baik kau aja yg buta dan botol(bodoh n tolol)
Kamiem sag
wah mama Ze dan papa Jimmy akan menjadi besan
Kamiem sag
astaga.. Frans... sebodoh itu kau memahami hasil tes DNA?? benar benar picik otakmu !! jadi menurutmu yg benar itu cuma dirimu Frans!?? wouwww anda naif sekali tuan
Kamiem sag
sebenarnya sejahat apa sih ibunya Kai hingga sebenci itu Frans
Kamiem sag
jadi bang tampan ini jatuh cinta pd pandangan pertama toh
Kamiem sag
ya... Rio bisa diajukan sebagai pelaku pemerasan juga dgn tuduhan berlapis setidaknya ancaman, prilaku tdk menyenangkan,
wah cocok itu dipenjarakan
Kamiem sag
Kai anak haram Frans??
ya .... Tuhan
Kamiem sag
ternyata seangkuh itu hati papa Frans
Kamiem sag
selamat ya Day selamat pengantin baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!