NovelToon NovelToon
Sakitnya Menikah Denganmu

Sakitnya Menikah Denganmu

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Selingkuh / Romansa / Penyesalan Suami / Pelakor / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:315.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss 'R'

Kirana Adara Caroline gadis berusia 23 tahun, akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang sudah lama ia cintai, yaitu Hendrik Arsenio.

Meskipun Hendrik tak pernah mencintai Kirana, tapi ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah membuat Kirana hamil.

Sedangkan di lain sisi Hendrik ternyata masih mencintai mantan kekasihnya yang tak lain juga merupakan sahabat Kirana.

Akankah Hendrik akhirnya bisa mencintai Kirana? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss 'R', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Merubah Penampilan.

Hendrik berjalan ke arah Sitnya, lalu memegang kedua pipi Sintya dengan lembut. "Maafkan aku, kita nggak bisa bersama lagi. Semua yang pernah terjadi di antara kita anggap semua sudah selesai. Mulai sekarang kita jalanin takdir kita masing-masing," ucap Hendrik lembut.

"Dia nggak cocok buat kamu! Lihatlah penampilan dia," Sintya menunjuk ke arah Kirana dengan tatapan benci. "Akulah satu-satunya perempuan yang cocok untuk jadi istrimu," Sintya mulai terisak dan memeluk erat pinggang Hendrik. Seakan-akan nggak mau di pisahkan.

Kirana membuang muka agar tak melihat hal yang membuatnya sakit. Meskipun itu Hendrik lakukan untuk terakhir kalinya dengan Sintya. Tapi rasa cintanya yang terlalu dalam pada Hendrik tak bisa membuatnya menerima hal itu dengan mudah.

"Aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku pada Kirana sekarang. Meskipun sebenarnya aku juga masih cinta dan mau memberimu kesempatan. Tapi semua itu sepertinya sudah terlambat." Hendrik berusaha melepaskan tangan Sintya yang masih melingkar di pinggangnya.

"Belum ada yang terlambat, Mas. Kita bisa memulainya dari awal jika kamu mau," Sintya mengenggam tangan Hendrik.

"Apakah kamu mencintainya seperti kamu mencintaiku, Mas?" kali ini Sintya sengaja ingin membuat Kirana sakit hati.

"Nggak, aku hanya cinta sama kamu. Kalau dengan Kirana, aku hanya kasihan padanya."

Degh.

Ucapan itu bagai pisau belati yang kini menghujam Kirana berulang kali. Sakit tapi tak berdarah. Satu kenyataan pahit yang harus Kirana dengar, bahwa Hendrik mau menikah dengan Kirana hanya karena rasa kasihan dan tanggung jawab saja. Rasa cintanya masih sepenuhnya pada Sintya.

Kirana segera menghapus air mata yang kini mulai berjatuhan dengan jari lentiknya. Lagi-lagi dia tak mau terlihat lemah di hadapan Sintya.

"Hei, kamu dengar kan barusan? Mas Hendrik nggak cinta sama kamu! Dia cintanya sama aku saja! Jadi aku harap lebih baik kamu mundur aja dari sekarang. Dari pada pernikahanmu nanti nggak bahagia sama sekali." Sintya berucap dengan bangganya.

"Itukah jawabanmu, Mas?" Kirana menatap Hendrik dengan mata berkaca.

"Kamu ngapain masih tanya lagi sih? Apa kamu sekarang sudah tuli?" sinis Sintya sembari berkacak pinggang.

"Aku mau dengar jawaban langsung dari Mas Hendrik. Kalau memang Mas Hendrik mau kembali lagi denganmu, silahkan. Aku yang akan pergi." Kirana berkata dengan tegas.

"Aku tunggu jawabanmu paling lambat nanti malam, Mas. Jika lewat dari itu kamu masih belum kasih aku jawaban, aku anggap kamu lebih pilih Sintya."

Lalu Kirana berjalan keluar dari ruangan Hendrik dengan perasaan yang amat sangat terluka. Bahkan saat Kirana pergi tadi, Hendrik sama sekali tak berusaha menahan Kirana.

Semua karyawan di lantai bawah yang melihat Kirana turun dengan tergesa-gesa apalagi di tambah dengan mata yang sembab, membuat mereka berbisik-bisik lagi.

"Jelas pilih Mbak Sintya lah, kan lebih cantik," celetuk salah satu dari mereka.

Hal itu semakin membuat hati Kirana terluka.

"Mungkin sebaiknya, mulai sekarang aku memang harus mulai bisa merawat dan mempercantik diri. Agar mereka juga bisa menghargai aku. Karena cantik dari hati saja ternyata itu nggak cukup. Meskipun Mas Hendrik pada akhirnya nanti tetap memilih Sintya, setidaknya aku sudah bisa menghargai diriku sendiri." tekad Kirana sambil mengotak-atik ponselnya.

Sambil duduk di bawah pohon dekat rumah makan milik Hendrik, Kirana sibuk mencari klinik kecantikan yang terbaik di kota Surabaya melalui aplikasi IG. Setelah puas mengscroll dari atas sampai bawah, akhirnya Kirana menemukan satu klinik kecantikan yang lumayan terkenal. Meskipun harga perawatannya lumayan mahal, itu bukan masalah bagi Kirana. "Bukankah untuk bisa tampil cantik secara jasmani itu memang mahal biayanya?" batin Kirana sembari tersenyum getir.

Beberapa menit kemudian dengan memesan taksi online, Kirana telah sampai di klinik yang dia inginkan.

Disana Kirana benar-benar minta tolong pada dokter kecantikkan itu untuk bisa membuat Kirana tampil glow up.

Setelah beberapa treatmet yang di lakukan selama 4 jam, akhirnya Kirana mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Bahkan semua karyawan di klinik itu menatap kagum pada Kirana.

Tepat pukul 18.30, Kirana keluar dari klinik itu. Namun tiba-tiba ponselnya berdering. Saat di lihat, ternyata itu panggilan dari Hendrik. Kirana segera menerima panggilan itu.

"Halo," sapa Kirana datar.

"Kamu dimana? Kenapa nggak ada di kos? Sekarang aku ada di depan kamar kos-mu."

"Aku lagi keluar. Ada apa malam-malam datang ke kos ku?" selidik Kirana masih dengan nada jutek.

"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu. Bisa kita bertemu sekarang?"

"Bicara di telpon aja kan bisa?"

"Nggak bisa, Ran. Kita harus bicara secara langsung. Biar nggak ada salah paham lagi nantinya," Hendrik terus memohon agar Kirana sudi menemuinya malam ini.

"Okeh, kita ketemu di rumah makan dekat kos ku aja. Tunggu aku tiga puluh menit lagi."

"Kamu di mana sekarang? Biar aku jemput kamu aja ya," pinta Hendrik.

Namun panggilan itu segera di putus oleh Kirana tanpa menjawab dulu pertanyaam dari Hendrik.

Cukup lama bagi Hendrik menunggu Kirana datang. Dia terus saja mondar-mandir di sepanjang jalanan trotoar depan rumah makan sembari memperhatikan kalau-kalau ada mobil taksi online yang berhenti.

Kejadian tadi siang cukup membuat Hendrik kembali merasa bersalah pada Kirana. Tidak seharusnya Hendrik berbicara seperti itu pada Sintya di depan Kirana. Apalagi Kirana sedang hamil muda, pasti perasaannya lebih sensitif. Hal itu baru ia ketahui setelah ia sempat bertemu dengan sahabatnya sore tadi.

Tiba-tiba ada mobil bertuliskan satu nama taksi online yang berhenti tepat di depan Hendrik berdiri. Tapi, tak kunjung ada yang keluar dari dalam mobil itu. Akhirnya Hendrik kembali melanjutkan jalannya lagi menuju ke parkiran mobilnya.

"Mas!"

Hendrik segera menoleh ke sumber suara yang sangat ia kenal. "Kirana?" Hendrik berlari kecil ke arah Kirana berdiri.

"Ini betul Kirana kan?" tanyanya sekali lagi sembari memegang bahu Kirana dan memperhatikan penampilan Kirana dari atas kepala sampai ujung kaki.

"Kok, kamu jadi ...."

"Jadi cantik maksudmu?" potong Kirana dengan wajah datarnya.

"Bukan gitu, Ran. Maksud aku kamu malam ini kelihatan lebih cantik lagi."

"Dasar laki-laki. Apa semu laki-laki seperti ini ya?" gumam Kirana merasa jengkel.

"Ayok kita ngobrol sambil makan di dalam," Hendrik mengandeng tangan Kirana.

"Aku bisa jalan sendiri," Kirana menjauhkan tangannyaa dari Hendrik.

"Lagian nanti kalau Sintya lihat kamu dekat sama aku, apa dia nggak marah? Bukankah tadi siang kamu lebih pilih dia daripada aku?"

"Ini yang mau aku bahas sama kamu di dalam nanti, Ran."

1
Dewi Retno purbasari Purbasari
Ngak asyik kok ceritanya udah tamat aja blm sampai Kirana cerai dan bahagia. Klau bisa tolong di lanjut ceritanya kak. SEMANGAT 💪💪💪
keyJoe: nanti akan di lanjut di season 2 ya kak...🤗

sambil nunggu bisa baca novel yang satunya... ❤

trimakasih sudah membaca..🙏
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor..
Rere Behelshop: kenapa tamat
total 2 replies
Hasim Nely
lama up ny thor..... mogaja slanjutny bisa rutin upny 😁😁😁😍😘
Hanisah Nisa
һᥱᥒძrіk... ᥣᥱᥣᥲkі ⍴ᥣіᥒ ⍴ᥣᥲᥒ.....
elin herlina
mending cerai aja, drpd di tengah2 klrg toxic yakin gk bs hidup tenang,lagian punya suami yg gampang di bodohi itu yakin hidup km gak bkln bahagia.
Suci Dava
Modelan suami sprti Hendrik enaknya disleding aja
Tipa Ghorky
bagus ran jgn mau balikan ma Hendrik suami yg ga bisa melindungi istri ,, semoga Hendrik , mama nya Hendrik juga Handoko segera dapat karma nya
Ester dj
cerita sangat menarik,saya suka
elin herlina
q bnr2 gak setuju kalo kirana harus kembali lg sm hendrik,laki2 lembek yg gak punya pendirian jg mudah di hasut,masa seumur hidup kirana hrs menderita d tengah2 klrg toxic, mending pasngin aja dia sm richart.
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Tipa Ghorky
jgn tolol RAN mau balikan ma Hendrik mendingan jadi single parent drpd bertahan sama suami ga tau diri kayak Hendrik ,, ditunggu karma buat Hendrik , apalagi mama nya Hendrik juga Handoko sama istri nya
Tipa Ghorky
semoga richar dah bener2 berubah dan tulus membantu Kirana ,, semoga Hendrik dan keluarga toxic nya mendapatkan karma Krn dah menyakiti Kirana dan segera masuk penjara atas kasus kekerasan ke Kirana ,, Thor lama banget baru up semoga bisa lebih rajin up ya
keyJoe: hehehe...
iya maaf ya, Kak. Di usahakan mulai sekarang sudah bisa up rutin...😊🙏

terima kasih sudah setia menunggu..
sehat selalu, Kakak.❤
total 1 replies
Putri Chaniago
jgn sampai Hendrik menemukan Kirana biarkan saja surat panggilan dari pengadilan agama diterima Hendrik gugatan cerai dari Kirana
hasimnely
dasar gk ad akhlag,....... uh jgn sampai papany hendry kenapa2,.....
Hanisah Nisa
ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 𝗍һ᥆r ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Suci Dava
up nya jngn lama2 yaa thor
hasimnely
next....
visi Sembiring
semoga papa mertuanya cpt sadar dan mengungkapkan kebenarannya biar ibu merry dan anak2nya dituntut atas kasus penganiayaan tidak ada ampun lg buat bu merry kebenaran hrs ditegakkan biar suaminya kirana menyesal membela ibu dan saudara2 nya yg membuat rmh tangganya hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!