NovelToon NovelToon
Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Keluarga / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:352.4k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Sepuluh tahun Solehudin 35 tahun membina rumah tangga dengan Amelia 30 tahun, namun tak kunjung diberi kepercayaan seorang anak oleh Allah SWT.

Mariana dan Anta, kedua orang tua Soleh yang memang tidak menyukai Amelia karena menantunya itu adalah orang susah, menjodohkan putra sulungnya itu dengan anak juragan kaya raya di kampung sebelah yang masih gadis tetapi sudah melahirkan. Siti Juriah namanya, usia 22 tahun.

Niatan mereka memang kurang baik dari awal. Semua karena harta dan tahta.

Dengan penuh drama, perdebatan panjang serta berbagai kisah, akhirnya Soleh kembali menikah dengan Juriah atas persetujuan Amelia.

Inilah kisah poligami yang menguras emosi, antara Solehudin, Amelia dan Siti Juriah dalam novel "Istri Muda Untuk Suamiku"

Please please 🙏🙏🙏yok bantu dukung dengan like, subscribe dan komentarnya para reader sejati yang baik hati 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 Di Kampung Soleh

Malam ini Amelia terpaksa tidur sendiri. Suaminya sedang pulang kampung untuk beberapa hari.

Meski sedikit was-was karena tadi sempat ada ular masuk rumah, tetapi hatinya sudah lebih tenang karena ularnya sudah dikeluarkan warga.

Sebenarnya ini bukanlah tidur sendiri yang pertama kali. Kadang Soleh tidur di pabrik tempatnya bekerja kalau ia kebagian shift tiga. Namun itu agak jarang karena Soleh yang pekerja senior lebih sering kebagian waktu kerja shift satu atau shift dua setiap bulannya.

Kini hal itu tidak akan lagi terjadi. Karena Soleh sudah di PHK. Tinggal bagaimana nanti dia akan cari lagi pekerjaan baru.

Sebenarnya daerah tempat mereka mengontrak adalah daerah perindustrian.

Banyak pabrik dan perusahaan bertebaran di dekat tempatnya tinggal.

Tapi sekarang perusahaan-perusahaan itu lebih memilih para karyawan muda terutama baru lulus SMA atau kuliah.

Usia Soleh sudah 35 tahun. Sudah terlalu tua untuk jadi karyawan baru lagi. Dan pastinya perusahaan lebih mengutamakan pelamar kerja yang masih muda ketimbang dirinya yang sudah lewat masanya dan tak punya skill serta kemampuan istimewa.

Paling mentok, Soleh hanya akan mangkal di pengkolan ojek. Mencari penumpang para karyawan pabrik yang tidak memiliki kendaraan. Itu yang kini ada difikiran Soleh yang sedang melamun sendirian di teras rumah orangtuanya.

"Mas! Aplusan jaga Ibu di rumah sakit! Mas Tito mau pulang!" kata adik bungsunya yang bernama Lani memberitahukan Soleh karena suaminya barusan telpon.

"Iya."

Soleh bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit yang hanya berjarak dua kilometer saja dari rumah bapaknya.

Anta masih di masjid. Sedang sholat Isya karena ada tetangga yang kendurian, jadi kemungkinan langsung pergi ke rumah yang punya haulan.

"Bilang Bapak, Aku ke rumah sakit!" pesan Soleh setelah mengganti sarungnya dengan celana panjang yang tadi siang ia pakai.

Lani mengangguk.

Ia memberikan kunci motor bebek Bapaknya yang sudah butut dan bersejarah namun masih bisa dibawa ngebut.

Perjalanan menuju rumah sakit dilewatinya tanpa hambatan. Tidak seperti di Ibukota tempatnya tinggal. Jalanan penuh kendaraan lalu lalang bahkan sampai tak bisa bergerak saking padatnya. Macet sudah jadi makanan sehari-hari. Apalagi di jam pulang kerja seperti sekarang ini.

Tapi di kampung berbeda. Sudah jalan aspalnya bagus, lebar, kendaraannya pun tidak banyak.

Rumah sakit di kampung tidak semegah di kota besar. Tapi peralatannya tak kalah canggih juga pelayanannya. Malah lebih ramah dan lebih manusiawi dibanding di kota.

Kreeek

Soleh membuka pintu kamar opname Mariana. Ia memang sudah tahu karena tadi Lani yang memberitahu ruangannya.

"Mas Soleh!"

Tito adik iparnya melambaikan tangan. Soleh langsung berjalan menuju ranjang besi paling pojok yang ditempati Ibunya.

Masih jam besuk, jadi masih ramai orang berkunjung sehingga suasana agak ramai.

"Soleh, anakku!"

Soleh mempercepat langkahnya.

Mariana sudah melihatnya dari atas ranjang tempat tidur.

Putra pertamanya itu mencium punggung tangan Mariana sambil mengucapkan salam.

"Waalaikum salam... Akhirnya kamu pulang. Ibu kira kamu ditahan si Amel ga boleh jenguk ibunya sendiri yang sedang sakit!" cibir Mariana dihadapan banyak orang.

Soleh tersenyum.

"Amel gak sekejam itu, Bu! Gimana keadaan Ibu sekarang?"

"Alhamdulillah, Leh! Oh, iya... Bu Samsiah, kenalkan ini putraku Solehudin. Soleh, ini Bu Samsiah, itu Pak Ojan, dan ini putrinya, Siti Juriah."

Sontak Soleh merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia menyalami satu persatu.

Soleh mulai menyadari kalau calon istri yang pernah Ibu dan Bapaknya tawarkan ternyata ada di depan mata.

Gadis berhijab yang bertubuh imut, mungil dan berwajah mungil.

Memang tidak sedewasa Amelia, karena umurnya yang baru 22 tahun. Wajahnya baby face membuat Soleh sesekali mencuri pandang karena rasa penasaran.

Kenapa anak semanis ini susah dapat jodoh hanya karena kasus buruk yang menimpanya beberapa tahun lalu? Bukankah itu bukan salahnya? Tetapi kenapa orang kampung justru seolah mengasingkan perempuan yang seharusnya dirangkul dan diberi penghiburan karena telah jadi korban kebiadaban pria hidung belang? Betapa dunia sangat kejamnya!

Mariana tampak begitu akrab mengobrol dengan Ojan dan Samsiah. Sementara Soleh, Siti dan Tito hanya jadi pendengar saja. Sesekali turut memberi senyum tetapi tidak ikut nimbrung obrolan.

Tito memberi kode pada Soleh. Lalu memotong pembicaraan para orangtua karena ingin izin pulang.

"Oo, Nak Tito aplusan jaga sama Nak Soleh!" respon Samsiah menimpali ucapan Tito yang pamit pulang lebih dahulu.

"Iya, Bu. Kasihan Lani sama Cia di rumah. Mereka takut tidur berduaan. Jadi yang jaga Ibu malam ini ya Mas Soleh. Saya pulang. Hehehe ..."

"Ya ga papa, to Le! Sesekali Mas mu jagain Ibu. Jangan jaga istri gabugnya terus padahal istrinya itu perempuan yang pemarah!"

Deg. Jantung Soleh serasa dipukul palu besar. Ibunya mengatai istrinya dengan kalimat kasar dan juga tidak sesuai fakta.

"Bu..., Amel bukan perempuan pemarah!" sela Soleh berusaha meluruskan perkataan ibunya.

"Iya. Terus saja kamu bela dia. Terus! Padahal aku tau seperti apa itu si Amel. Seperti artis Nikita Mirzani yang mulutnya nyerocos kalau dikasih tahu!"

Hah? Mirip Nikita Mirzani? Hadeuh Bu! Amel justru kebalikannya! Ck.

"Suami yang baik, ya? Tetap menerima kekurangan istri dalam kondisi apapun. Kamu hebat Soleh!"

Soleh terperangah. Ojan menepuk bahunya dengan cukup kuat.

"Bapak, jangan pukul keras-keras!" Rupanya Siti Juriah bersuara memberi teguran pada bapaknya. Spontan suasana jadi gaduh kembali.

"Ya Allah, Siti memang perempuan yang baik. Kamu berhati lembut ya?" Kali ini Mariana yang memuji Siti Juriah. Seketika keduanya mulai dikait-kaitkan.

"Dari wajah, kalian ada kemiripan. Dari sifat, kalian sama-sama orang yang lembut. Cocok deh kayaknya!" goda Samsiah.

"Sangat cocok. Soleh lahir hari Sabtu. Juriah hari Rabu kan ya?"

"Iya betul."

"Cocok. Pas banget. Soleh 35 tahun, Juriah 22 tahun. Yang satu dewasa, satunya muda belia. Bisa membimbing dan satunya lagi menjadikannya panutan. Hm...!" Kali ini Ojan yang bicara dan Soleh hanya bisa tersenyum saja.

Kedua orang yang sedang dijodohkan itu tak bergeming. Tiada respon baik dari Soleh maupun Juriah. Bahkan Juriah sama sekali tak bereaksi meski sekedar senyum tipis. Sepertinya gadis itu malu bercampur kesal karena acara jenguk orang sakit jadi ajang perjodohan. Dengan pria beristri pula.

"Cobalah kalian saling berkenalan dahulu. Mengobrol lah di luar. Biar kalian bisa saling tukar pendapat!"

Entah bagaimana ceritanya, Ojan mendorong tubuh Soleh dan Juriah keluar ruangan inap Mariana.

Entah bercanda atau serius, Soleh tidak tahu dan jadi bingung dibuatnya.

Begitu pun dengan Juriah yang menampakkan wajah kesalnya.

"Jangan dibawa serius. Mereka memang sudah gila! Menjodoh-jodohkan anaknya dengan suami orang! Itu perbuatan tidak waras, bukan?"

Soleh terperangah.

Juriah mengatakan hal yang membuatnya jadi terpana.

Soleh kira Juriah adalah anak kampung yang ndeso. Yang akan manut perintah orang tua meskipun tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Ternyata...

BERSAMBUNG

1
Yuni Ngsih
Thooooor ceritramu greget sekali ....cuma sayang kebahagian Inayah dlm ceritramu hanya sebentar......tapi ngga pa" trskan Thor dengan ceritra yg lain yg lebih seru...ok👍👍👍💪💪💪
Yuni Ngsih
sholeh"udah dapat karma dari Allah masih emosi aja sadaaaaaar dong......
Yuni Ngsih
betul inayah belajarlah dengan tekun ,spy kamu bisa berhasil dengan nilai yg sempurna ,klw jodoh Tuhan sudah memberikan pasangan masing ,Thooooor novel kamu memang yg terbaik bikin greget ....ok semangat
Yuni Ngsih
baguuuuus Inayah....itulah anak sholehah ...🤲🤲🤲
Vira Playstore
hm,,, semakin seru lanjut thor
Hastia Tia
lanjutkan
Baek chanhun
thanks mbak, sudah menghibur
kami selama ini.
semoga mbak selalu mendapatkan
keberkahan dari Allah SWT.
kami tunggu karya selanjutnya.
💪🥰🙏🏻😭
Embun Kesiangan: huaaaa terharu kak doanya🙏🤧 doa yg sama buat kakak. moga kita selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berkah berlimpah. aamiin ya Allah ya robbal'alamiin 🤲😇🥰
total 1 replies
Hana Roichati
Makasih thor, bagus ceritanya 👍👍
Embun Kesiangan: terima kasih banyak Kaka 🙏 mendukung novel picisan ini sampai akhir 😊🫰🥰
total 1 replies
Baek chanhun
Thor, thanks banyak2, hari ini
banyak banget up untuk menghibur kami kaum rebahan ini.
Embun Kesiangan: sehat2 selalu semangat Kak 💪
total 1 replies
Baek chanhun
Alfatihah, untuk almarhumah
O'connor, semoga surga yang
kau tempati.
Embun Kesiangan: aamiin Allahumma aamiin. walaupun sempat ada kontroversi ketika putranya meninggal dunia gandir dan Shuhada sempat menanggalkan jilbabnya menguburkan secara Budha 🤧 dia salah satu penyanyi legendaris yang InshaAllah husnul khotimah wafatnya
total 1 replies
Baek chanhun
💪🫰
Embun Kesiangan: tararengkyu syayank 🫰😘
total 1 replies
Baek chanhun
semangat mbak, tidak ada
usaha menghianati hasi.🥰💪
Baek chanhun
next Mbak 💪😘
Embun Kesiangan: berangkaat 🤭🫰🥰
total 1 replies
Baek chanhun
lanjutkan mbak 💪
Baek chanhun
lanjutkan mbak AMY💪😍👍
Embun Kesiangan: sehat2 selalu kita semuanya kak🤲😇🥰
total 1 replies
Baek chanhun
mbak AMY, aku minta maaf, karena
komentar aku waktu itu begitu
pedas, tapi mbak Ng marah mbak is the best, jalan ceritan novel begitu
bagus jadi aku sebagai pembaca
ikut emosi. kembali ke komenan
banyak pengarang marah, emosi,
akhirnya kami Ng apa2 hanya baca doang, Ada yang ngasih bintang satu,ada yang stop baca novel tersebut. tapi mbak ini pengecualian
berlapang dada menerima kritikan.
thanks mbak 💪😍👍🙏🏻
Embun Kesiangan: novelku sepi kak😅berkat kakak yg selalu update cerita novel ini, lope2 banget kakak🙏🙏🙏
total 2 replies
Baek chanhun
Amelia, begitu ceroboh, Ng dewasa
padahal begitu banyak ujian dalam
hidupnya, apa ng belajar kepahitan hidup yang pernah dia jalani.
selidiki dulu apa benar Arthur macam2, sekarang rasain adek Lo yg menderita, apa yang Lo lakuin.
Embun Kesiangan: 🤧 terkadang kesenangan masa kini melupakan kepahitan di masa lalu 😥
total 1 replies
Baek chanhun
senang gue visualnya artis Indonesia, kebanyakan visualnya orang Korea
Embun Kesiangan: lope2 Mbak, makasih 😍🥰
total 1 replies
Sumi afiz
selamat belah duren arthur
Embun Kesiangan: wkwkwk 👍🥰 makasih kakak dukungannya 😍🫰💜
total 1 replies
Baek chanhun
bagus inaya, biarlah Arthur berpikir,
dia harus belajar dewasa, dan mengambil keputusannya.
thanks mbak 💪👍🙏🏻
Embun Kesiangan: lope2 Kakak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!