NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Bersama-sama

Pagi itu Alika tidak benar-benar berlari seperti apa yang dia ucapkan kepada Erlan.

Bagaimana mau berlari jika berjalan saja dia merasa sangat kesulitan.

Hanya saja sesekali ketika dia berjalan mengelilingi kompleks tersebut, Alika meminta genggaman tangannya dilepas. Dia ingin jalan sendiri.

Sampai akhirnya dia nyaris jatuh dan Ryan dengan cepat memeluknya hingga tidak jadi terjerembab.

"Tante, apa Tante tidak melihat ada lubang di sana, kenapa jalan terus, untung tidak jatuh," ucap seorang bocah yang pagi itu bermain sepeda.

Alika terdiam, jadi Ryan yang menjawab.

"Iya sayang, Tante memang tidak lihat."

"Kenapa?"

"Mata Tante sakit," jelas Ryan.

"Maafkan aku Om, semoga mata Tante cepat sembuh ya," mohon bocah itu.

"Aamiin, terima kasih doanya," balas Ryan. Bicaranya lembut sekali, hingga mengalihkan perhatian Alika atas sedihnya dengan pertanyaan anak tersebut.

Ryan tidak menjawab matanya buta, menjawab sakit dan kemungkinan sembuh.

Bocah itu kembali mengayuh sepedanya menjauh dari mereka berdua. Sementara Ryan segera mengajak Alika untuk duduk di pinggiran trotoar khusus pejalan kaki.

Ryan memeriksa kaki Alika apakah ada yang terluka, dan benar saja, ibu jari Alika terkena batu dan mengeluarkan darrah, tadi kakinya tersandung juga.

"Sebaiknya kita pulang, mataharinya juga semakin tinggi," ucap Ryan.

"Tapi aku masih ingin disini."

"Kita pulang sambil jalan pelan-pelan, ya?" tawar Ryan pula.

Namun belum sempat Alika menjawab, Ryan sudah lebih dulu memposisikan dirinya berjongkok di hadapan gadis itu.

"Aku ada di depan mu, naiklah ke punggung ku, pulang ini kamu akan aku gendong," terang Ryan.

Alika terpaku mendengar kalimat tersebut, semakin lama baginya Erlan terlalu beelebihan, dia selalu melakukan apapun untuknya.

Dan makin lama itu membuat Alika terenyuh.

"Arahkan tangan mu ke depan, sampai menyentuh punggung ku," ucap Ryan lagi, memberi perintah karena Alika hanya diam.

"Ayo Alikaaa."

"Tapi aku berat," balas Alika Akhirnya, Mencari-cari alasan untuk menolak, dan hanya berat badan itu yang terpikir olehnya.

"Hem, sangat berat sepertinya."

Plak! Alika yang geram mendengar kalimat itu pun langsung Mengayunkan tangannya ke depan dan saat itu juga tepat mengenai punggung Erlan.

"Awh, cepatlah naik," ucap Ryan lagi.

Alika yang sudah terlanjur kesal langsung naik dengan kasar ke punggung itu. Sampai membuat Ryan nyaris jatuh terhuyung ke depan.

Tapi pria itu tidak mengeluh, malah tertawa.

"Jangan banyak tertawa, cepat gendong aku!" kesal Alika.

Susah payah Ryan menghentikan tawanya sendiri, lalu bangkit dengan dia yang menggendong Alika.

"Ternyata memang berat," ucap Ryan.

Plak! satu pukulan lagi Ryan dapatkan di pundaknya.

Tapi lagi-lagi Ryan malah tertawa.

Alika lantas perlahan berpegangan pada kedua pundak Ryan, dan dia merasakan tubuhnya mulai terayun dengan perlahan.

Erlan mulai melangkah dengan hati-hati.

"Sesuai perintah, kita akan pulang dengan pelan-pelan," ucap Ryan.

"Kamu pelayan yang patuh."

"Karena itu bayaran ku mahal."

"Aku harus berterima kasih pada Pak Ryan."

"Tentu saja, lebih bagus saat kamu menemui dia kamu sudah sembuh."

"Apa benar aku bisa sembuh Er?"

"Bukannya aku pernah menjawab, Insya Allah, asalkan kamu mau berusaha untuk sembuh, Allah pasti akan memberimu jalan."

Alika terdiam.

"Apa benar Allah akan adil seperti itu padaku?"

"Tentu saja, bahkan karena kuasanya juga aku ada disini sekarang."

Alika terdiam, merasakan daddanya yang sesak, kedua matanya pun kembali berkaca-kaca. Semua ucapan Erlan membuatnya memiliki harapan.

Namun Alika sungguh takut akan dikecewakan pula oleh harapan itu.

"Percaya padaku Al, selama kamu belum pulih aku akan selalu menemani kamu seperti ini, jadi ayo kita berjuang bersama-sama."

1
Alfia Amira
dag deg dag deg, yg baca iku dag deg , hehehehe
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
mety
wkwkwkwk hati hati ntar jatuh tuh mata yang baru aja di operasi 🤣🤣
mardiana sari
yg perkosa lili atasanya bukan sich yg atasanya dksh obat perasang trus dia pekorsa lili kynya aq pernah baca tp agak2 lupa
mardiana sari
aq ud baca semua thor
Susanti Susanti
Luar biasa
EKA Herlina
Aq ketawa trs baca nya
EKA Herlina
Lucu banget
EKA Herlina
Aq baca nyengir sendiri deh.... Bnr2 hidup cerita nya. Salut sm author nya
EKA Herlina
Senang banget baca nya
Sitywasitah Sity123
terlalu lebay qm klu memang celaka sudah takdirnya siapa yg mau celaka dan buta mbk tapi memang ini kehendak allah
Nur Aqilah
Luar biasa
Audah Fitriani
Padahal Rilly malah lebih parah. 🤣🤣
rara ayu
Luar biasa
Payung Rejo
very good
galaxi
ini juga udah
galaxi
udh kubaca,sean udah
galaxi
astaga thor....maapken daku ya yg pelupa ini...ampe aq berusaha mengingat siapa ryan ini,pas ajeng dikeluarin aq berusaha mengingat2 ealah...iya se....ryan kakak rilly yg dpt mantan gangster 😂😂😂cm aq g inget klu ryan pernah suka sama ajeng....soalnya aq baca koah ajengnya udh lama bgt.....
Nur Syamsi
orang sederhana ma selalu polos dan jujur
Nur Syamsi
akhirnya ngaku jga om Ryannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!