NovelToon NovelToon
Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: HeniNurr

Kisah Asmara Arini, seorang gadis muda sederhana dengan kekasihnya Aditya yang harus kandas ditengah jalan. Status sosial menjadi tembok penghalang hubungan mereka.

Dengan terpaksa Aditya melakukan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.Tanpa Aditya sadari, Arini melahirkan seorang anak dari hubungan mereka selama ini.

Dengan menelan kekecewaan dan sakit hati, Arini membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan dan air mata. Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Radit yang begitu bersimpatik dan mengagumi kehidupan Arini. Bersamaan dengan itu pula Aditya datang kembali dalam kehidupannya.

Akankah Arini kembali menerima cinta Aditya?

Atau....

Akankah Arini menerima cinta tulus Radit yang begitu mencintai dan menerima semua masa lalunya?

Penasaran.....? pantengin terus cerita di setiap partnya...❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pandangan Pertama

Rumah Sakit Pelita Medika

Lampu Emergency di ruangan operasi yang berwarna merah menyala telah padam, pintu ruang operasi terbuka menampakan seorang Dokter dengan baju hijau tua dan topi dengan warna senada keluar bersama seorang perawat membawa berkas administrasi ditangannya.

"Bagaimana Dokter?" Tanya keluarga pasien dengan nada khawatir.

"Operasi berjalan lancar, namun sekarang pasien masih belum sadar. Ibu boleh menemuinya setelah dipindahkan keruangan perawatan." Jawabnya ramah.

"Terima kasih Dokter."

"Mari ikut saya keruangan administrasi Bu, ada berkas yang harus Ibu tanda tangani." Sela suster yang mendampingi Dokter tadi.

Menuju ruangan yang pintunya bertuliskan Directur Room. Membuka handle pintu, sehingga nampak ruangan yang berwarna putih bersih bergaris panjang wallpaper bermotif batik, mempermanis ruangan. Dimeja sebuah nama tertulis Dr. Radit Pratama, Sp.BM. (Spesialis Bedah).

Meraih botol mineral yang sudah habis setengahnya, meneguknya hingga tandas. Duduk menyandarkan punggung, hingga suara kursi terdengar berderik. Tersenyum sendiri dia mengingat kejadian yang tadi pagi dilaluinya dibus kota.

Mengingat wanita cantik dengan penampilan sederhana....

Menatap bola matanya yang bulat sempurna, berbulu panjang lentik. Diperhatikan dengan seksama, aku yakin itu bulu mata asli bukan bulu mata palsu. Bentuk alis yang masih natural terlihat belum pernah dicukur. Bibir tipis yang tidak mencolok berpoles lipstik warna soft pink, menambah kelembutan wajahnya persis dengan lembut suara yang keluar saat dia meminta maaf, menunduk malu. Rambut panjang sebahu yang terlihat basah terkena air hujan masih tercium wangi saat tak sengaja bersandar di dadanya, *sexy....

*Eh... apa yang aku pikirkan, malah berpikir kemana-mana**.. Menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang gadis cantik di bus kota, selalu berputar-putar dikepalanya. Ada hikmah saat mobilnya mogok ditengah jalan. Mau menelpon taxi online, ponselnya malah lowbat. Terpaksa dia harus menggunakan bus kota agar segera cepat sampai di Rumah Sakit karena ada jadwal operasi pagi ini.

Memandang langit-langit ruangan dimana tergantung lampu hias yang tak terlalu besar, dikelilingi bola-bola kristal. Menerawang jauh...

Dia datang mendekat dan tersenyum

Menggelitik hati yang tlah lama sepi tak terisi

Romansa penuh cinta

Bertabur....bersemayam di relung jiwa

Karena hanya kamu....

Kini hanya kamu....

Hati ini berkobar menyala

Mungkinkah telah dahaga?

Sebait puisi Radit tuliskan dalam buku agenda kerjanya. Melihat guratan tinta dikertas putih, mentertawakan diri sendiri yang seperti seorang Roman Picisan.

Selesai mengadakan pemeriksaan ke semua ruangan, Radit menyampirkan jas putih dikursi kerjanya. Menggulung kemeja berwarna biru langit hingga setengah lengan. Ketukan pintu terdengar, masuk suster Maria membawa berkas yang dimintanya tadi.

"Ini berkasnya Dok."

"Terima kasih..Bila ada seseorang yang menanyakan saya bilang saja saya sudah pulang. Hari ini saya akan pulang lebih awal, saya ada janji bertemu dengan seseorang."

"Baik Dokter." Suster Maria keluar setelah mendapat tanda tangan dari Radit.

Radit memesan taxi online karena mobil yang dikendarainya masih berada dibengkel setelah tadi dia menelepon kurir untuk membawanya. Bergegas dia keluar meninggalkan jas putihnya dikursi berjalan menuju luar Rumah Sakit menunggu beberapa saat sampai akhirnya Taxi online yang dipesannya datang.

Memasuki sebuah mall besar berjalan munuju Restoran Italy yang terletak di lantai lima gedung Mall. Dia akan bertemu dengan kawan lamanya yang baru datang dari Jakarta untuk mengurus bisnis baru di Surabaya bersama Radit.

Baru saja keluar dari lift tiba-tiba Bruuuggghh... Seseorang menubruknya dari arah belakang. Radit menoleh, melihat orang yang sudah menubruknya sedang mengelus-elus hidung mancungnya yang terkena benturan punggung lumayan keras.

Diperhatikan... emmmhh...seperti pernah lihat. Menerka-nerka siapa orang yang ada didepannya ini karena Radit belum melihat jelas keseluruhan wajah yang tertutup sebagian tangan dihidungnya.

"Kamu nggak papa Rin?" Tanya Dewi

"Nggap papa..cuma sedikit ngilu. Kamu sih ah, nubruk orang kan jadinya." Melotor tajam kearah Dewi.

"Maaf ya Mas..." Melepaskan tangan dihidungnya menghadap orang yang ditubruknya.

*Eh....wanita ini....

Eh....laki-laki ini...

Matilah*... menambah daftar panjang rasa malunya yang masih berlanjut. Bagaimana ini, memalingkan wajahnya ke samping, memejamkan mata sekejap dan menunduk.

"Maaf ya Mas teman saya benar-benar nggak sengaja." Tambah Dewi.

Bukannya menjawab Radit malah fokus memperhatikan Arini. Wanita yang tadi dia lihat di bus kota. Dewi yang tidak tahu asal muasal kejadian sebenarnya hanya menatap laki-laki dihadapannya dengan tatapan curiga. Ada apa dengan cowok ini, pikir Dewi.

Baru saja Radit akan berbicara, terdengar deringan suara ponsel disaku celananya.

"Ya hallo...Oke aku sebentar lagi sampai."

Saat Radit menerima telepon Arini dan Dewi secepat kilat pergi, kabur dari pandangan Radit. Belum sampai Radit menyelesaikan panggilannya.

"Hey...hey....tunggu....A...A..." Siapa tadi ya..Mengingat-ingat nama yang ada dibaju wanita itu yang sekilas dia eja sambil menjawab telepon.

Aduh siapa tadi....Aini...Aira...A...A...Rin... Oh ya ARINI...Ya Arini.

Mengepalkan tangan, seolah yakin kalau itu lah nama wanita tadi. Tapi sayangnya wanita tadi sudah tak terlihat dari pandangannya. Ah ya sudah lah... dia cepat-cepat kembali berjalan karena temannya sudah menunggu. Seakan Dewi Cinta sedang berpihak kepadanya, Radit berjalan penuh semangat berharap semoga ada kata maaf, maaf dan maaf selanjutnya....Semoga, semoga, semoga saja.

"Kamu kenapa sih Rin, ko tadi malah ngajak kabur. Kan lumayan bisa basa-basi dulu sama cowol tadi. Ajak kenalan atau apa kek gitu...Cakep banget loh." Kata Dewi setelah sampai dilocker kerja mereka.

"Inget Mas Tomo mu Wi."

"Bukan buat aku, tapi buat kamu. Aku hanya menemani kamu saja. Menyelam sambil minum air nggak ada salahnya toh?"

"Ah alesan kamu aja itu mah, padahal kamu sendiri yang kesemsem."

"Sedikit cuci mata ya nggak papa kali Rin, itung-itung dapat bonus kerja nih mata ngeliatin kain pel lan mulu. Eh tapi ngomong-ngomong kamu pernah ketemu ya sama cowok yang tadi?"

"Pernah...di bus tadi pagi. Nggak sengaja tadi aku mau jatuh dipegangi sama dia trus aku nginjek kaki dia, ya gitulah pokonya.."

"Wah pucuk di cinta ulampun tiba. Benar-benar kayak cerita sinetron. Trus-trus gimana lagi, kalian kenalan?"

"Trus trus apanya, udah cuma segitu doank."

"Aduh Rin itu kesempatan kamu buat dapetin cowok ganteng tadi,udah dapet kesempatan kedua eh malah kamu sia-siain."

"Apaan sih ah, nggak banget deh."

"Rin memang kamu nggak berniat buat nyari ayah baru buat Nuno?"

Arini hanya menghela nafasnya dalam. Tak mengubris omongan Dewi.

"Kamu masih muda Rin, masa depan kamu masih panjang. Kamu butuh pendamping yang bisa mencintai dan menjaga kamu dan Nuno. Kamu nggak bisa sendiri terus kayak gini. Cobalah buka hati kamu buat orang lain."

"Aku sudah bahagia dengan kehidupan aku sekarang Wi.." Menerawang jauh kedepan.

"Tapi Rin..."

"Udahlah Wi..jangan bahas lagi. Mendingan kita pulang." Sergah Arini yang langsung berdiri dan keluar.

Dewi tak bisa bicara banyak lagi. binggung menghadapi sikap keras kepala Arini kalau sudah membicarakan soal laki-laki. Sudah banyak laki-laki yang ditolak Arini selama Dewi berteman dengannya. Arini seolah menutup diri dari makhluk yang bernama laki-laki.

Mungkin kamu bisa menutupi kesedihan dengan sikap mu Rin, tapi tidak dengan mata dan hati mu. Walau kamu terlihat ceria tapi aku tahu hati kamu sepi. Aku hanya ingin yang terbaik buat kamu. Aku ingin melihat kamu bahagia. Mudah-mudahan suatu saat nanti akan datang seorang pangeran yang akan benar-benar mencintai segala kekuranganmu bukan kelebihanmu... Doa Dewi dalam hati.

1
Ririn Santi
udah lama jg, jd gak usah drama gitu dit. kembalilah ke pelukan istri mu sana gih
Ririn Santi
makanya neng gak usah pacaran yah. ntar semua semua udah dikasi ,kamu malah ditinggal lari sama cowokmu, trus dia nya nikahnya sama orang lain. kamu dapat susahnya, dia dapat enaknya. ..☹️☹️☹️☹️
Ranie
iseng2 ngetik nama kak Heni eeh tainya ketemu dong ceritanya di NT 🤭🤭 sambil nunggu indah dan Alvin honeymoon aku baca ini deh 😅
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭nyesek Thor
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭
💞my heart💞
bodoh kamu Aditya
💞my heart💞
semoga Arini jodoh ngan Radit thor
💞my heart💞
ada bawang merah nya Thor 😭😭😭😭
Poernama 💜💜💝💝
Teteh aku selalu rindu sm karya mu yg pertama ini sangattt bagus
Arin
Halah pnysln BPK udh telat...Sono hdup aj dngn pnysln yg udh ngg ada guna biar tau rsa
Arin
nah dsni ada obtny,knpa kbnykan novel klo udh Kya gtu ktnya ngga ada obat selain gtuan...
marta💎: katax sih klo dosisnya terlalu tinggi solusinya hrs berhubungan bdn kak, krn klo d kasih obat bs bahaya ke syarafx, dan itupun tdk menjamin reda pengaruh obat perangsangnya.
total 1 replies
Arin
sy suka bngt sm visualny Thor...☺️
Arin
dasar si tua Bangka,sy sumphin anda ngga bkl punya cucu lain selain Nuno biar mampus tuh si tua
Arin
kpn si pak tua ini kena karma,dan menantu ksyngny juga
Arin
hemm Arini sama Adit itu SM aja....mentlny krupuk,sebel sy SM arini
Arin
udhlh Arini kmu ngga ush ngrsin tentang Adit,kmu fokus aja sama orng yg bner"tlus dan tegas ngga kaya Adit yg mentlny Kya krupuk
Arin
lagian kmu Arini,terllu gmpng maafin Adit,ydh makan tuh cinta
Arin
aduh Aditya...kmu jngn gtu dong,urusin dlu noh bpkmu sm istrimu
Arin
Gea kta"mu mwkli htiku...
Arin
semoga pak tua bangkrut trs dia lumpuh biar tau rsa,coba aja mntu ksyngn mau ngga ngrwt dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!