NovelToon NovelToon
Secretary & Secret Baby

Secretary & Secret Baby

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Habis manis sepah dibuang, begitulah kiranya Alex memperlakukan Lilyana setelah merenggut kesuciannya.

Lantas hal mengejutkan terjadi, sebab setelah melahirkan bayi perempuan, Lilyana justru menjadi sekretaris pribadi Axel yang notabenenya saudara kembar Alex sendiri.

"Dari semua pria, kenapa harus Axel yang menyukai Lilyana?" Alex.

"Dari semua orang, kenapa harus Alex yang meniduri Lilyana ku?" Axel.

"Aku tidak pernah menyesal mengenal Alex, karena Livia berasal darinya. Dan aku tidak pernah menyesal bertemu dengan Axel, sebab karena dirinya lah aku menjadi kuat." Lilyana.

Terjebak diantara dua pemuda tampan yang masih satu darah. Pada siapakah hati Lily berlabuh? Dengan siapa Lily mengakhiri status single mom nya?

Simak kisahnya di sini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Glow up

Rapi dengan pakaian kantornya, Lily keluar dari villa lalu menyusul masuk ke dalam mobil hitam sang Tuan.

Sebelumnya semua barang bawaan sudah di letakkan ke dalam bagasi mobil.

Seperti biasanya, Lily duduk di jok penumpang bagian depan, Rudolf yang menyetir lalu Axel di belakang.

"Ekm ekm." Seraya melajukan mobil Rudolf berdehem kecil sedang matanya melirik kepada sepatu baru Lily.

Rudolf sendiri saksinya. Tengah malam buta Axel memesan sepatu itu, khusus untuk Lily. Bukankah ada kemajuan signifikan dari kang es itu?

Lily menyengir. "Siapa pun yang kasih sepatu ini, makasih yah. Semoga rezekinya makin lancar." Ucapnya.

"Kamu hebat loh, selamat Lily, ekslusif, kamu menjadi wanita pertama yang di kasih sesuatu sama Bos!"

Seolah meledek, Rudolf melirik ke arah Axel lewat kaca spion, sementara Axel setia menatap jendela dengan wajah datarnya.

"Benarkah?" Lagi, Lily menyengir menatap Axel.

"Ini demi efisiensi waktu. Kalau nggak bisa pake sepatu heels, nggak usah sok sokan. Lelet kan jalannya." Menatap Lily, Axel merutuk.

Lily tergelak kecil. "Ya maaf. Itu Mitha yang pilih sepatunya Pak." Ujarnya.

"Besok-besok, cari sepatu yang kamu nyaman saja. Jangan jadi lelet karena heels repot mu!"

"Iya, baik." Lily memberi hormat. Setidaknya Lily lega, sebab setelah ini dia tidak harus berpikir macam-macam. Lihat lah, alasan Axel membelikannya sepatu hanya karena efisiensi waktu.

...🎬🎬🎬🎬🎬...

Tentang waktu yang terus berlalu, tanpa mau pandang bulu. Jika sudah ingin gugur mengabu, waktu takkan bicara ba bi bu.

Dua bulan sudah Lily bekerja di perusahaan Millers-Corpora. Hampir setiap saat Lily bersama sang Tuan. Keluar kota, keluar negeri, Lily ikut ke mana pun Axel dan Rudolf pergi.

Di balik itu, ada persahabatan, kebiasaan, kenyamanan yang tercipta ketika mereka bersama.

Namun untuk siang ini Lily duduk seorang diri di kursi kantin. Bahkan sampai sekarang, Lily tak memiliki teman selain Rudolf dan Axel.

Hari ini kedua laki-laki yang biasanya ada di sisinya, sedang tidak berada di tempat, Lily terpaksa harus makan sendiri saja.

Padahal, semua tahu jika Lily sendiri, dia akan menjadi bulan-bulanan karyawan perempuan lainnya. Sebab sampai saat ini, Lily masih setia dengan tampilan pabriknya.

Orang-orang mengira, Lily tidak cukup pantas untuk dijadikan seorang teman.

"Eh, kalian tahu nggak, ada gosip nih." Seketika suasana kantin menjadi terkondisi setelah wanita bernama Luna menyerukan suara.

"Apa Lun?" Orang sahut menyahut penasaran, ini seru karena sudah pasti Lily incarannya.

Luna berdiri di sisi Lily, gadis itu diciptakan cantik, ramping, tapi sayangnya perilakunya tidak secantik rupanya.

"Ternyata di sini. Ada yang diem-diem suka jadi simpanan Om Om loh!" Kata Luna, lirikan matanya mengarah pada Lily.

Seperti hari-hari sebelumnya ketika Axel dan Rudolf tidak ada, Lily tahu Luna ingin menguliti dirinya.

"Simpanan?" Pancing cewek berbaju putih.

Luna antusias. "Iya, ada cewek jelek yang tinggal di apartemen dari sebelum kerja di sini, kalian tahu kenapa bisa tinggal di apartemen padahal selama ini nggak kerja?"

"Wah. Perlu di contoh itu Lun, kasih tahu tips nggak kerja tapi tinggal di tempat mewah dong!" Sahut wanita lainnya.

"Aku kasih tahu tipsnya, ... Tapi resikonya, kalian harus punya bayi tanpa Bapak!" Luna tergelak renyah bersamaan dengan karyawan yang lain.

Lily hanya diam tanpa mau peduli apa kata Luna dan temannya. Toh selama ini pun Lily terbiasa dengan pandangan buruk orang lain.

Tapi ia sempat berpikir kenapa ada yang tahu, Lily punya bayi tanpa ayah? Selama ini ia tidak cukup terkenal bukan?

"Itu sih jual diri namanya!" Hardik teman lainnya.

Luna mengangguk antusias. "Tapi ini nyata loh, dia hidup enak selama ini! Dia juga bisa menggaet para pria tajir supaya nempel terus sama dia."

"Masa jelek bisa jadi simpanan sih? Gimana caranya pria tajir mau sama dia coba?"

"Ya bisa lah, kan pake guna-guna. Diem-diem dia penyihir!" Luna berujar dengan segala ekspresi menghardik.

"Ekm Ekm." Seketika ruangan menjadi senyap, suara berat itu membuat Luna dan Lily menoleh ke arah sumbernya.

Axel berdiri dengan kedua tangan yang tersimpan di dalam saku celana. Luna kikuk, berapa kali saja ia terpergok sedang membully sekretaris kesayangan sang CEO.

"Pak." Sapa Luna.

"Pak Axel." Sambung Lily seraya berdiri menyambut.

"Sudah makan siangnya?" Axel menatap hangat wajah sekretaris pribadinya.

"Sudah."

"Kita pergi." Axel berseru seraya melangkah pergi, lalu Lily berlari menyusul di belakang.

"Baik." Dah yah semua orang mengecumik bibir tak suka.

...🎬🎬🎬🎬🎬...

Lily duduk di jok penumpang bagian depan, dan anehnya kali ini Axel menyetir sendiri mobilnya.

"Rudolf ke mana Pak?" Lily bertanya ketika mobil mulai melaju secara perlahan.

"Ke Bali."

"Oh."

Tak ada lagi percakapan karena seperti biasanya Axel irit kata, mereka berhasil melintasi jalan tanpa kemacetan.

Dua puluh menit kemudian, Lily dan Axel sudah berdiri bersisian di sebuah mall terkenal, berlogo Millers-Corpora.

Lily kebingungan, jika Axel yang mau belanja, kenapa harus berada di outlet skincare dan makeup? "Bapak mau belanja?"

"Hmm." Axel terus memimpin rute. Menyusuri jalan granit tersebut.

"Silahkan Tuan Axel." Sambutan manis dari beauty advisor (BA). Hampir semua orang tahu, Axel putra pewaris dari pengembang gedung megah ini.

Lily menyengir. "Bapak mau beli kado buat Nona Cheryl yah?" Tanyanya.

"Tidak."

"Lalu?"

"Untuk sendiri." Axel mulai membawa tangannya, menyentuh produk-produk di outlet tersebut.

Lily mengernyit. "Bapak pake lipstik?"

Belum sempat dijawab, perhatian Lily sudah teralihkan oleh satu lipstik yang biasanya Mitha pakai, "Wah, warnanya cantik-cantik."

Melihat ekspresi kagum Lily, sang BA tersenyum. "Bisa di coba Kakak, silahkan, untuk tahu warna itu cocok atau tidak."

"Boleh di coba, beneran?" Lily meringis kecil.

BA mengangguk. "Boleh. Mau saya bantu kasih tutorialnya?"

"Boleh-boleh." Antus Lily.

Baru saja mbak BA meraih pipi Lily, Axel sudah lebih dulu mencegah. "Wait, ... Ini tester, sudah di coba banyak orang kan?"

"Emmh." Mbak BA kikuk.

Lily menyeletuk. "Namanya juga tester Pak, ya pasti sudah di pegang sama pembeli lainnya juga dong."

"Kamu beli saja semua warnanya, cobain sendiri di rumah! Lebih steril!" Kata Axel.

Lily menarik lengan Axel agar bisa berbisik di telinganya. "Saya nggak niat beli semua Pak. Lagian saya mau beli satu juga buat Mitha."

Seperti tak peduli apa kata Lily, Axel menatap Mbak BA. "Ambil semua warna lipstik ini, lipstik ini juga, dan yang ini juga, sekalian skincare, and make up yang terbaik di sini."

"Pak!" Lily mendelik. Apa-apaan ini? Mau prank?

Mbak BA menyengir. "Baik Tuan." Segera ia menyatroni karyawan lainnya untuk membantunya berkemas.

"Pak, ..." Lily menarik-narik lengan kemeja atasannya. "Hmm."

"Saya nggak niat beli semuanya, lagian kenapa harus sebanyak itu? Saya nggak biasa pake pake begituan."

"Makanya biasakan!"

1
Masita Masita
/Facepalm/
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Ika Alif
waduhh siapa lagi inii
Ika Alif
gengsinya Axel menyakiti lili bang
Ika Alif
semoga Lily jodohnya axel
Mivie
owh angel yg kakaknya mafia itu ya,, lupa namana
Sulis Tiyeas
😍😍😍😍
Oryza Orva Wijaya
top top top
SNN 💠
bagus
chamay (ig: _riiimaa11)
suka ceritanya 👍👍👍
Mama lilik Lilik
ceritanya selalu menarik dan bagus, terimakasih kasih bunda author semoga tatap selalu sehat ttp semangat berkarya 🙏
Dini Mulyati
cerita Alex apa judul ny
Woman explorer🌿
kisah Alex caroline di judul mana? 🙏
Woman explorer🌿: aku udah baca tpi kisahnya gk lngkap disini🙏 pengen sih cerita lngkap nya🙏
total 2 replies
Nur Koni
lily salah org dlm mencintai... yg dia yg dia liat dan dia suka dr pertama adl axel... tp sayngnya di kampis yg dia temui setiap hr adl alex... jd riweh salah krn ga tau klu mereka kembar
Nur Koni: ok kak
total 1 replies
sweet love
luar biasa
aliya
bagus,,,
Giandra
seru ceritanya...suka...🥰🥰🥰🥰
Muhammad Alfan
setuju denganmu mba author alur ceritanya beda dari yg lain ,cerita begitu mah banyak jd cerita alex bisa bikin dgn judul yg lain ,akhirnya heppy ending ya buat semua keluarga miller dan rain .
beloved unyu unyu
ok
Linda Febri
okeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!