NovelToon NovelToon
I LOVE MY SENIOR

I LOVE MY SENIOR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ippiiieee

Novel ini adalah sequel dari Terjebak Gairah Monster Tampan

Jeremy Suryawijaya adalah adik kandung dari Cintyara Alona Suryawijaya dengan bersuamikan Pria hebat yaitu kakak ipar Jeremy yang memberi Jeremy fasilitas penuh untuk memulai bisnisnya di usia yang begitu muda setelah kakaknya Alona menikah dan membina biduk Rumah tangga dengan Johan Rahadiningrat.

Pertemuan pertamanya dengan Kimberly Tejakusuma gadis cantik di Dreamy Internasional Highschool yakni adalah junior di sekolah yang sama dengannya. Gadis cantik itu seringkali mencuri pandang dan melihatnya dari kejauhan tingkah lucunya yang akhirnya membuat Jeremy juga jatuh hati padanya. Namun sayang seribu sayang ternyata Kimberly sudah di jodohkan dengan Arsen yang notabene berasal dari keluarga konglomerat yang orang tuanya bersahabat baik dengan Kimberly dan menjodohkan keduanya sedari bayi. Bagaimana cara Kimberly lepas dari belenggu perjodohan itu saat cintanya dengan Jeremy akhirnya bersambut?

Yuk mampir zeyeng ditunggu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ippiiieee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba Bertemu!

“Omaaa… Ily kangen Oma.”

Ily memeluk tubuh neneknya dengan erat seolah sudah lama sekali tidak bertemu.

Sang nenek tersenyum lembut sambil menepuk punggung cucunya.

“Hm… cucu Oma yang paling cantik datang juga.”

Nenek Uman memperhatikan wajah Ily beberapa detik.

“Kamu sudah bilang ke mommy kamu kalau mau menginap di sini?”

Ily langsung menggeleng pelan.

“Oma malas adu mulut lagi dengan mommy kamu, Ily.”

Ily menundukkan kepala sebentar lalu berkata pelan.

“Oma… Ily nggak mau dijodohin. Oma tolong Ily.”

Ucapan itu keluar dengan nada memohon.

Saat mengatakan itu Ily sempat melirik ke arah Jeremy yang masih berdiri di dekat kran air dengan wajah datar.

Jeremy terlihat tidak bereaksi apa pun.

Ia bahkan memalingkan wajahnya seolah tidak ingin ikut campur.

“Oh Ily…” nenek Uman menghela napas panjang.

“Oma juga tidak bisa menasihati mommy dan papi kamu.”

Beliau menggeleng pelan.

“Padahal orang tua kamu itu orang modern, tapi kadang pemikirannya masih saja seperti orang zaman dulu.”

Ily menatap neneknya dengan harapan.

“Mana ada perjodohan di dunia modern seperti sekarang ini,” lanjut nenek Uman.

Beliau kemudian tersenyum lembut.

“Sudahlah. Menginaplah di sini selama kamu mau.”

Mata Ily langsung berbinar.

“Bener Oma?”

“Iya.”

Beliau menepuk tangan cucunya pelan.

“Kamu cucu satu-satunya yang perempuan di keluarga ini. Masa Oma tidak melindungi kamu.”

Sepupu-sepupu Ily yang lain masih kecil dan semuanya laki-laki.

Jadi kehadiran Ily selalu membawa warna berbeda di rumah itu.

Nenek Uman lalu memperhatikan arah pandangan cucunya.

Ily ternyata sedang menatap Jeremy tanpa berkedip.

Nenek Uman tersenyum kecil.

“Sudah… sekarang kamu temani Jerry di luar dulu.”

Beliau mengambil tas Ily.

“Oma mau masuk sebentar. Punggung Oma pegal sekali.”

“Sini baju-bajumu. Biar Oma taruh di kamar.”

“Hm… makasih Oma,” jawab Ily.

Nenek Uman pun berjalan masuk ke dalam rumah.

Tinggallah Jeremy dan Ily di halaman depan yang diterangi lampu teras sederhana.

Ily menatap Jeremy beberapa detik.

“Jadi kakak tetanggaan sama Oma ya?”

Jeremy hanya mengangguk singkat.

“Kurang lebih begitu.”

Ily menunduk sambil memutar-mutar jarinya dengan canggung.

Dalam hatinya ia bergumam.

Kenapa dari dulu gue jarang main ke rumah Oma ya… kalau tahu begini kan…

Ia menghentikan pikirannya sendiri karena merasa wajahnya mulai memanas.

Jeremy kemudian berkata datar.

“Kalau begitu gue pamit pulang dulu. Kerjaan gue juga sudah selesai.”

Ia melangkah hendak pergi.

Namun Ily langsung bersuara.

“Kok buru-buru amat sih?”

Jeremy berhenti.

“Lo nggak suka ya kalau gue ngobrol sama lo?”

Jeremy tidak langsung menjawab.

Ia tetap berdiri membelakangi Ily beberapa detik.

Ily yang kesal akhirnya berkata.

“Ya sudah pergi saja sana. Nggak usah muncul lagi di depan gue.”

Ia berbalik hendak masuk ke rumah.

Namun sebelum ia melangkah jauh, Jeremy memanggilnya.

“Ily.”

Ily berhenti.

Jeremy berjalan mendekat beberapa langkah.

“Lo sebenarnya mau ngomong apa?”

Ily masih membelakanginya.

Pipinya terlihat memerah.

“Kalau mau pulang ya pulang saja,” katanya pelan.

Jeremy menghela napas kecil.

“Lo maunya gue pulang atau gue tetap di sini?”

Ily menjawab dengan suara hampir tidak terdengar.

“Stay di sini.”

Jeremy mengerutkan dahi.

“Apa?”

Ily menghela napas kesal.

“Males. Nggak ada siaran ulang.”

Jeremy akhirnya tertawa kecil.

“Oke oke. Gue duduk.”

Mereka berdua kemudian duduk di kursi panjang yang ada di halaman depan rumah nenek Uman.

Beberapa detik suasana menjadi hening.

Jeremy kemudian bertanya.

“Lo nggak dicari sama cowok lo?”

Ily langsung menggeleng.

“Justru gue kabur dari acara makan malam sama dia.”

Jeremy mengangguk pelan.

“Jadi begitu.”

Dalam pikirannya Jeremy masih merasa heran.

Bagaimana mungkin seorang gadis seperti Ily berani melawan perjodohan yang sudah direncanakan keluarganya sejak lama.

Namun ia tidak bertanya lebih jauh.

Ily kemudian bertanya dengan nada penasaran.

“Rumah kakak di mana?”

“Sepuluh blok dari sini.”

Jeremy menunjuk arah jalan di ujung gang.

“Ibu gue sering menjahit seragam sekolah ke Oma Uman.”

“Oh gitu?”

“Jadi gue sering disuruh ambil jahitan ke sini.”

Jeremy menoleh ke arah rumah.

“Karena sering datang, Oma kadang minta tolong kalau ada barang rusak.”

Ily tersenyum.

“Nah begitu dong. Dari tadi ngobrol dulu kek.”

Jeremy hanya menggeleng kecil.

“Terus bagaimana kalau nanti cowok lo datang ke sini?”

Ily langsung mengerutkan hidung.

“Ogah.”

Jeremy mengangkat alis.

“Kenapa?”

“Gue nggak mau hidup gue diatur.”

Ily menghela napas panjang.

“Baru umur segini sudah dijodoh-jodohin.”

Jeremy memperhatikan wajahnya sebentar.

“Terus rencana lo setelah ini apa?”

Ily mengangkat bahu.

“Tau ah.”

Ia memalingkan wajah.

“Males ngomongin hidup gue.”

Jeremy berpikir sebentar.

“Lo lapar nggak?”

Ily menoleh.

“Hm?”

“Mau makan jagung bakar?”

Jeremy menunjuk ke arah jalan besar.

“Tapi tempatnya di pinggir jalan.”

Ily langsung menjawab cepat.

“Mau.”

Jeremy menyipitkan mata.

“Serius?”

“Serius.”

Ily menyilangkan tangan.

“Gue juga suka makan di tempat sederhana.”

Jeremy tertawa kecil.

“Seorang Se Mok makan di pinggir jalan? Gue agak susah percaya.”

“Ya sudah kita buktikan saja,” kata Ily menantang.

Ia berdiri dari kursi.

“Gue pamit ke Oma dulu.”

Jeremy ikut berdiri.

“Oke. Kita pamit bareng.”

Mereka masuk ke dalam rumah.

Nenek Uman yang melihat mereka hanya tersenyum.

“Pergilah sebentar. Biar tidak bosan di rumah.”

Ily langsung memeluk neneknya lagi sebelum keluar.

Beberapa menit kemudian mereka kembali ke halaman.

Jeremy melihat pakaian Ily dari atas sampai bawah.

“Lo ganti celana dulu.”

“Hah?”

“Masa naik motor pakai dress pesta begitu.”

Ily melihat pakaiannya sendiri lalu tertawa kecil.

“Iya juga.”

Ia segera masuk kembali ke dalam rumah untuk berganti pakaian yang lebih santai.

Jeremy menunggu di ruang tamu sederhana rumah itu.

Beberapa menit kemudian Ily keluar lagi.

“Oke. Siap.”

Jeremy mengangguk.

Mereka berjalan ke halaman tempat motor sport Jeremy diparkir.

Ily naik ke jok belakang.

Jeremy masih belum menyalakan motor.

Ily bingung.

“Kenapa?”

Jeremy menoleh sedikit.

“Lo pernah naik motor?”

Ily menggeleng.

“Nggak pernah.”

Jeremy mengangguk.

“Baik.”

Ia langsung menyalakan mesin.

…BRUM… BRUM…

Motor melaju sedikit lebih cepat dari biasanya.

Ily langsung refleks memegang jaket Jeremy agar tidak kehilangan keseimbangan.

“Aw! Kak! Pelan sedikit!”

Jeremy menjawab singkat.

“Pegangan saja yang benar.”

Motor itu pun melaju menuju jalan kota.

Angin malam terasa cukup dingin.

Perjalanan sekitar tiga puluh menit membawa mereka ke area pinggiran kota yang lebih ramai oleh pedagang kaki lima.

Jeremy akhirnya menghentikan motornya.

“Nah. Kita sudah sampai.”

Ily turun dari motor.

Di depan mereka terlihat deretan pedagang jagung bakar.

Lampu-lampu kecil menggantung di sepanjang warung.

Ily menatap tempat itu dengan penasaran.

“Lucu juga tempatnya.”

Jeremy berjalan beberapa langkah ke depan.

Ily mengikuti.

Namun sebelum mereka berjalan lebih jauh, Ily tiba-tiba berkata.

“Kak.”

Jeremy menoleh.

“Apa?”

Ily tersenyum kecil.

“Kita jalan bareng saja ya.”

Jeremy mengerutkan dahi.

“Maksudnya?”

Ily mengangkat tangannya sedikit.

“Biar nggak terpisah di keramaian.”

Jeremy menatapnya beberapa detik.

Jantung Ily tiba-tiba berdetak lebih cepat.

DEG.

Suasana malam di tempat itu terasa mendadak berbeda.

To be continued…

1
Lies Atikah
masih setia thor saking asik baca jadi lupa ngomen . lanjt
Lies Atikah
hayo atuh mi2 loh si kebanyakan uget praktek nya O
Lies Atikah
sampai melayang euy wkwk
Kinan Rosa
wah siapa yang datang tu
Kinan Rosa
hahaha datang bulan yae
𝓓𝓮𝓪
visualnya cantik
𝓓𝓮𝓪
bangun uy sekolah"
Anita_Kim
Semangat, Mak.
🦋 Pika 🦋
modus banget ill, bilangnya mw minta guru les tapi yg dipilih jeremy, klo mami kamu mungkin masih belum tau tp klo pas ada arden gmna? kok gk mikir jauh sih ill
🦋 Pika 🦋
bener tuh nasehat nya, harusnya selesaikan dulu dg yg satu baru juga jalin hubungan dg yg lain
🦋 Pika 🦋
eeeeeeehhhh kok gitu sih bang, ya gk gitu juga dong bang, illy dah pilih kamu dan mau aja disosor habis, kok sekarang mw dibuang aja
🦋 Pika 🦋
nah kan hayolooo... siapa tuh yg nguping di luar, awas pengen loh ntar 🤣🤣, bang jeremy ternyata ganas juga ya thor 😳
🦋 Pika 🦋
ayok beb ikutan praktek, biar gk kepingin 🤣🤣 akhirnya jeremy jd suka beneran sama illy, liat aja pasti bakal dicium lagi tuh semok
ɴᴏᴠɪ
Nah loh ketauan kan km semok, gimana ya reaksi Jeremy semoga seh gak marah doi..
ɴᴏᴠɪ
Mang ujang knp ngaku udh nikah seh,lah itu Alina aja masih blm move on loh.kalian itu saling cinta tp gak bisa bersatu krn salah paham aja..
ɴᴏᴠɪ
ternyata mang Ujang setia maaf ya mang udh salah angka 😆 jadi kepala maid nya yg tukang ngadu ya 🤔🤔
𝓓𝓮𝓪
dih itu cewe org di apain
𝓓𝓮𝓪
waw hebat bisa ngetik sepanjang itu bagus lagi ceritanya
𝓓𝓮𝓪
bagus ceritanya
𝓓𝓮𝓪
visualnya waw banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!