Nama nya Nadia biasa di panggil Diah
Hari ini Nadia berangkat kekota bersama Abang Sugi, saudara jauh dari Almarhum Ayah.
Abang Sugi mengajak Nadia bekerja di rumah majikan nya di kota, sebagai perawat yang mengurus orangtua majikan nya yang sudah lansia dan memiliki riwayat penyakit stroke.
Demi Mak, Nadia putus kan tidak melanjutkan Sekolahnya dan Ikut Abang Sugi bekerja di kota.
Mak sakit-sakitan dan butuh obat setiap bulan nya agar bisa bertahan melawan penyakitnya.
Datuk Iskandar, Nama Tuan Besar yang akan di rawat oleh Nadia.
Datuk Iskandar memiliki anak bernama Encik Rafiq yang merupakan seorang pewaris tunggal Belibis group.
Encik Rafiq merupakan sosok yang kharismatik dan baik namun pendiam. umurnya kurang lebih 30 tahun.
Nadia memanggilnya Pakcik.
Sesuai permintaan Datuk Iskandar.
karna masih dalam satu rumpun melayu.
Keadaan akhirnya memaksa Encik Rafiq menikahi Nadia secara Siri.
karna sebenarnya beliau telah memiliki seorang istri yang sedang melanjutkan kuliahnya di Sidney Australia.
Pernikahan siri antara Nadi dan Encik Rafiq menimbulkan banyak konflik diantaranya.
Akankah pernikahan Nadia dan Encik Rafiq mampu bertahan?
Bagaimana akhir pernikahan Nadia?
Akankah harapan Nadia untuk menjadikan pernikahan mereka sah di mata hukum dan pemerintah dapat terwujud?
Yuk simak ceritanya dalam novel terbaru author berjudul 'Menikah Siri'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10. Datuk Iskandar Sakit
Setelah selesai makan malam, Datuk Iskandar di antar Nadia kembali ke kamar nya untuk beristirahat.
Terlihat jelas kalau Datuk sedang tidak sehat.
Bahkan makan malam nya pun tidak habis di makan.
Sementara itu, Encik Rafiq menuju ruang kerja nya yang terdapat tidak jauh dari ruangan home theater di bagian depan dekat ruang tamu.
Nadia sendiri asik berbincang santai bersama Abang Sugi, Pak Rital, Bik Sari dan Mak Tua.
Nadia begitu antusias menceritakan tentang kampus dan jurusan Akutansi yang akan iya ambil.
Nadia juga kemudian menceritakan tentang megah nya perusahaan Belibis Group milik keluarga Datuk Iskandar.
"Ruang kerja Tuan Muda sangat luas.. Ada sofa panjang berwarna hitam yang sangat empuk. Diah sampai tertidur disana menunggu Tuan Muda selesai rapat. Dan ternyata Tuan Muda sangat baik, Dia menyelimuti Diah dengan Jas kerja nya dan membiarkan Diah tidur sampai puas barulah kami pulang kerumah. Tuan Muda memang jantan sangat..!!" Puji Nadia tanpa malu sama sekali.
"Hati-hati loh.. Nanti kamu jadi suka sama Tuan Muda.." olok Bik Sari kemudian pada Nadia.
Semua tertawa melihat kearah Nadia yang salah tingkah karena olokan Bik Sari.
"Umur panjang.. Baru saja di ceritakan Tuan Muda malah menelepon saya.. Jangan-jangan mau tanya tentang Diah ini.." ujar Bang Sugi pula ikut mengolok.
Semua kembali tertawa lalu diam hening mendengarkan percakapan Sugi dan Tuan Muda.
"Astsgfirullah... Baik Tuan.. Kami segera naik ke atas.." jawab Sugi menutup telepon nya.
"Tuan Besar pingsan.. Ayo keatas..!!" Ujar nya lagi sambil berdiri dan berlari menuju tangga.
Semua kemudian ikut menyusul Sugi ke atas menuju kamar Tuan Besar.
Tuan Besar segera di larikan kerumah sakit oleh Tuan Muda, Sugi dan Nadia.
Tiba di rumah sakit, Tuan Muda dan Nadia berjalan mengikuti perawat yang membawa Tuan Besar menuju ruangan ICCU (Intensive Cardiologi Care Unit), sebuah ruangan yang melayani perawatan pasien kritis dewasa yang mengalami gangguan pada jantung.
Sementara itu, Sugi sendiri menuju parkiran untuk memarkiran mobil.
Tuan Muda yang terlihat sangat cemas kemudian duduk di samping Nadia yang menangis karena khawatir terhadap kondisi Datuk Iskandar yang sudah di anggap seperti ayah nya sendiri.
"Tenanglah.. Berhentilah menangis... Insyaallah Papa akan baik-baik saja.." ujar Tuan Muda mencoba menenangkan Nadia.
"Aamiin.." jawab Nadia masih dalam tangisnya.
Bang Sugi yang baru selesai memarkirkan mobil, ikut duduk di sisi Nadia dan membantu Tuan Muda untuk menenangkan Nadia yang terus saja menangis.
Dokter Danu yang merawat Tuan Iskandar akhir nya keluar dari ruangan ICCU setelah hampir dua jam lamanya.
Beliau kemudian segera memberi kabar pada Tuan Muda dan Nadia tentang kondisi Tuan Besar.
"Masa kritis Datuk Iskandar alhamdulillah sudah lewat.. Hanya saja beliau belum sadarkan diri dan masih harus kami rawat secara intensive. Jadi sebaiknya Encik Rafiq pulang saja dulu.. Nanti jika Tuan Besar sadar maka Kami akan segera menghubungi Encik Rafiq" Ujar sang dokter menjelaskan pada Tuan Muda.
Rafiq pun mengangguk tanda mengerti lalu mengajak Nadia dan Sugi untuk kembali pulang kerumah.
Sepanjang perjalanan pulang suasana mobil hening sekali tanpa suara.
Nadia tertidur karena kelelahan.
Rafiq yang duduk di sisi kiri Sugi melamun jauh menatap arah luar mobil yang melaju diantara gerimis malam.
Sugi pun hanya fokus mengemudi saja tanpa bicara sepatah pun.
Rafiq kemudian meninggalkan Sugi yang sedang berusaha membsngunkan Nadia ketika mereka telah tiba di rumah.
Nadia pun kemudian berjalan pelan menuju kamarnya dan membaringkan tubuh nya yang terasa begitu lelah sekali.
'Semoga besok Dstuk sudah sadarkan diri.. Sembuhkan Datuk ya ALLAH.. Aamiin' ucap Nadia dalam hati sebelum kembali tidur.
mksh ya thor🙏