'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.
'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.
'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.
Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa
Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh
😍😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Lagi-lagi Rani pulang dengan menangis dan perasaan kacau. Hal itu membuatnya tidak menyadari sama sekali jika hanphone nya sudah berbunyi dari tadi.
" ma..ma.. jaa..ngan menangis.. nanti aku se..dih" kata Nindhy dengan wajah imutnya dan memasang expresi cemberut sambil menatap sang ibu.
" haa...haaa maaf sayang. Mama itu nangis karena tadi ada debu dimata mama" bohongnya.
Nindhy yang masih polos itu pun mempercayainya dan mendekatan mulutnya ke mata ibunya untuk meniup debu. Dengan begitu ibunya tidak akan menangis lagi. Pikirnya.
Sekitar 500 meter sebelum sampai dirumahnya, Rani berhenti dengan perasaan heran dan bertanya-tanya. Bagaimana tidak! Dia melihat ada banyak orang sedang berada dirumahnya.
Perasaannya langsung tertuju pada kakek Sonny. Dengan mempercepat langkahnya, dia masuk kedalam rumah dan melihat ada mayat yang sedang diletakkan diatas tempat tidur.
Rani menangis lagi!
Dia sangat yakin jika mayat yang sedang berada di depannya itu adalah mayat sang kakek.
" Apa... a...a.. apaa yang terjadi ?"
Hening.
Tidak ada yang ingin bicara karena merasa sangat kasihan dengan Rani. Mereka juga tahu bahwa kakek Sonny yang menolong Rani, dan Rani sendiri membalas kebaikan sang kakek dengan mengurus kebutuhannya. Mereka tahu Rani pasti akan sangat terpukul dengan keadaan ini.
Meskipun bukan saudara kandung! Tapi biasanya orang lain akan menjadi saudara/tempat sandaran kita jika keluarga tidak ada.
Entah itu tua maupun muda.
" Innii siapaaaa? teriak Rani dan sontak membuat Nindhy, dan kedua saudara kembarnya kaget dan akhirnya menangis.
Rani yang melihat itupun merasa bersalah.
Pak RT yang sedang duduk tidak jauh dari Rani, memberitahukan bahwa
" itu kakekmu, tadi kata pembantumu setelah kau keluar bersama anakmu yang satu. Kakek masuk kedalam kamar dan mencium kedua putramu yang baru saja selesai mandi. Kemudian beliau masuk kekamarnya dan ketika salah satu pembantumu akan mengantarkan air minum ke kamarnya. Ternyata badan beliau sudah kaku dan dingin" jelas pak RT.
Rani yang mendengar hal itu hanya bisa menangis. Dia memeluk ketiga anaknya dan mencium puncak kepala mereka.
' ***kakek, terima kasih sudah menjaga Rani selama ini. Kakek meskipun sudah tua tapi kakek sangat baik kepada Rani. Kakek selalu menasehati Rani. Kakek seperti keluarga kandungku.
Rani tidak tahu, jika malam itu kakek tidak menyelamatkan Rani dan membawa Rani kerumah kakek. Mungkin saat ini, Rani sudah tiada.
Terima kasih kakek karena telah menjadi kakek yang baik buat kami. Rani berjanji akan selalu mengingat semua nasehat kakek.
Rani akan menjaga ketiga anak Rani. Rani akan membuat mereka menjadi anak yang baik dan sukses.
Selamat jalan kakek. Kami mencintai kakek. Semoga kakek tenang disana*** '.
Rani menangis sesenggukan saat jenazah kakek dimakamkan dia memeluk putrinya yang saat itu berada di gendongannya.
Sedangkan ke 2 putranya bersama pembantunya.
***
Setelah acara pemakaman selesai. Orang-orang yang ada sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Begitu juga dengan Rani.
Setelah sampai dirumah. Rani segera memandikan anak-anaknya.
Dia tidak boleh terlalu lama bersedih. Pasti kakeknya tidak senang jika melihatnya terus mengeluarka air mata.
" nona, makan malam sudah siap." kata bi Ines.
" terima kasih bi."
Rani menyuapi ketiga anaknya yang sedang duduk di stroler. Dia ingin memberikan kasih sayang dan perhatian penuh kepada anak-anaknya.