NovelToon NovelToon
OBSESSION

OBSESSION

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: My. dark

Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemenangan.

Hari ini adalah hari H Arina duduk di bangku perlombaan antar sekolah. Wajahnya terlihat sedikit tegang, dia terus meremas bolpoin yang ada di tangannya untuk menyalurkan rasa cemasnya.

“Ar, tenang dan fokus, gue yakin kita pasti bisa.” ucap Risky dengan yakin kepada Arina.

Arina menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkan dengan perlahan, dia tersenyum ke arah Risky “thanks ya,”

“Masama.” Balas Risky yang kembali tersenyum ke arah Arina.

Saat ini acara segera di mulai, para Juri sudah duduk di kursinya siap memberikan nilai dan host sudah berdiri di atas mimbar melakukan penyambutan, lalu memperkenalkan nama setiap peserta yang hadir. Lampu mulai terfokus ke arah tengah panggung dan siap menyorot setiap peserta yang ikut dalam perlombaan saat ini.

Para suporter mulai ikut tegang dengan berjalannya setiap pertanyaan yang terus bergulir waktu setiap detiknya.

Waktu terus berlalu, babak penyisihan sudah di mulai.

“POINT TERTINGGI DI PEROLEH ANGKASA NUSA.”

“Aaaaaaaa….” Jerit Arina bersama Risky beriringan sebagai bentuk kebanggaan mereka. Mereka saling tos dan saling berpegangan tangan satu sama lainnya. Mereka maju bersama dengan tangan yang masih saling menggenggam dan memberikan penghormatan di mimbar bersama.

“SELAMAT KEPADA ARINA MASAYU DAN RISKY PRATAMA.”

Saat ini para juri berdiri memberikan sertifikat penghargaan, serta piala kemenangan. Semua guru perwakilan dari ANGKASA NUSA juga ikut naik ke atas mimbar merayakan kemenangan para murid yang membanggakan.

“Selamat ya Ar, kami bangga kepada mu.” ucapan langsung dari pemilik yayasan yang kali ini ikut menonton perlombaan tersebut.

“Om Wijaya.” sapa Arina dengan wajah tengangnya. “Om ada di sini?”

“Iya kami sekeluarga mendukung mu dan sekolah kita.”

“Se-ke-luarga.”

Arina langsung menoleh ke arah bangku pendukung milik ANGKASA NUSA. Di sana ada Jagat dengan senyum masamnya. Aura dinginnya langsung menusuk di jantung Arina.

Saat ini Wijaya, di berikan penghormatan tersendiri untuk melakukan pidato singkat, sambil terus mempromosikan sekolah miliknya. Riuh tepuk tangan penuh kebanggaan itu membuat Arina tuli, seolah dirinya ingin segera menghilang dari spotlights yang terus menyorot wajahnya, seperti mata Jagat yang penuh dengan ancaman terus menatapnya tanpa pengalihan sedetikpun.

Acara telah selesai, semuanya saling berjabat tangan, dan kenalan antara peserta satu dengan lainnya.

“Hai Ar, selamat ya, kenalin Gue Argan dari sekolah Darmawangsa.”

“Makasih, Arina.” Arina tersenyum lembut.

“Hai gue, Erik partnernya Argan.”

“Arina.” Arina mulai melirik bangku keluarga besar PANGESTU, ternyata bangku tersebut sudah kosong. “Huh, syukurlah.” Arina mengelus dadanya lega.

“Ada apa Ar.”

“Nggak papa, gue duluan ya.” Pamitnya dengan ramah.

“Ar boleh tukar nomor nggak?” kali ini Argan menyodorkan ponsel miliknya. “Siapa tau kita bisa belajar bareng.”

Arina dengan ragu menerimanya, dia terlalu sungkan untuk menolaknya.

“Ar, ayok?” ajak Risky tiba tiba.

“Bentar bro, gue masih ada urusan sama Arina.”

Arina mulai mengetik nomornya ke layar ponsel milik Argan, tetapi belum selesai ponsel tersebut langsung di saut oleh Jagat.

“Ar, gue udah sabar sejak tadi.” ucapnya dengan aura yang saat ini seperti serigala yang siap menerkam mangsanya.

“Hai, bro santai dong.” sela Argan yang mencoba menepis tangan Jagat dari lengan Arina.

“Nih ponsel Lu, nggak usah berharap dapat nomor Arina, dia milik gue.” ucapnya tegas dengan rahang yang mengeras.

Risky kali ini paham, kemarahan Jagat yang membabi buta kemarin karena rasa cemburu yang besar kepada Arina. Dia langsung menghindari tempat tersebut daripada kembali bonyok.

Jagat langsung menarik lengan Arina dengan keras, “Jagat sa-kit” rengeknya yang kini mulai berkaca kaca.

“Udah berapa kali sih Ar, Aku kasih tau.” Kini Jagat nggak mampu meneruskan ucapannya, hatinya terlalu sakit. Gemuruh dalam hatinya ingin sekali meledak saat ini juga, tapi dia tahan agar tidak teriak dan memaki Arina. Dia hanya hanya mampu menatap Arina, matanya terlihat frustrasi di hadapan Arina.

“Ma-af.” Ketakutan di wajah Arina terlihat jelas.

“Ayo pulang.”

...----------------...

...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...

1
Anggye syahab
ssdapnyaaa..lanjut dund kak🥱🤭
My.Dark: Mohon ditunggu kak, dan jangan lupa like dan Votenya ya🙏😍
total 1 replies
Anggye syahab
Kak..buat smpe nikah yaa😭😭
My.Dark: Nikah ngak ya🤭
total 1 replies
Anggye syahab
kerennn
Anggye syahab
Sukaa ceritanya..ttp lanjut ceritaa ya kak🤗
My.Dark: 😍😍😍 terimakasih kak🙏
total 1 replies
Anggye syahab
lanjut ceritanya kak
My.Dark: Hai kak Anggye, Mohon di tunggu ya 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!