NovelToon NovelToon
SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:521.4k
Nilai: 5
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Hai, ini adalah karya emak yang keempat. Semoga kalian pada suka, bahkan lebih dari novel emak yg ketiga.

Adzilla Rahma harus menelan pil pahit setiap hari karena memiliki suami yang pelit dan perhitungan.

Suara bentakan dari suaminya adalah makanan Adzilla setiap hari.

Hingga di pernikahan nya yang ke 7 tahun, dengan mata dan telinganya sendiri menyaksikan mertua dan suaminya menghina ayahnya membuat ia murka.

Sakit hati dan emosi yang sudah lama di pendam ia ungkapkan dan tak memberi ampun bagi siapa saja yang telah menghina ayah nya.

Perpisahan tak terelakkan lagi, ia memulai menata hati dan hidupnya yang terbuang sia-sia selama ini.

Sampai ia bertemu dengan seseorang yang beberapa kali membantu nya di masa pernikahan nya dahulu.

Dia, pria muda penjual Kebab yang ternyata ada hati padanya sedari menjadi istri orang mampu mengobati luka, mampu mengembalikan dirinya yang dahulu.

Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ikuti terus kisah cinta Adzilla di SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Narsis)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Askar Berondong

Siapa sangka pria yang selama ini menunjukkan rasa suka padanya adalah pria muda. Bahkan sangat muda.

Adzilla menggeleng tak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui beberapa waktu lalu. Semakin ragu untuk mempertimbangkan, kini.

Beberapa waktu lalu, ketika Askar mengantarkan Adzilla pulang belanja. Seperti biasa, pria itu akan mencari cara agar bisa berlama-lama dengan nya.

"Kok berhenti?" tanya Adzilla ketika motor matic Askar berhenti di depan warung Nasi Padang.

"Makan siang dulu, kak."

Satu hal yang disadari Adzilla adalah, ia sering sekali tak bisa menolak apa yang dikatakan Askar. Seperti ada magnet yang mengharuskan diam saja.

Keduanya masuk ke dalam warung memilih tempat duduk yang kosong. Setelah melihat satu meja kosong langsung saja duduk tetapi Askar memesan makanan mereka berdua.

Askar memerhatikan Adzilla yang menunduk. "Uang kakak jatuh?" tanya Askar mampu membuat Adzilla menatap ke arahnya.

"Uang apa?" bukan jawaban melainkan balik tanya dengan wajah bingung membuat Askar tertawa.

"Bukan uang apa-apa, kakak kenapa tunduk terus?"

"Oh, gak kenapa-kenapa."

Askar manggut-manggut. Obrolan merem terhenti kala pesanan mereka baru saja datang. Askar dan Adzilla mencuci tangan di mangkuk kecil berisi air yang telah tersaji di meja mereka.

"Berapa umur, abang?"

Askar langsung melihat ke arah Adzilla. Cukup lama ia terdiam memperkirakan apa yang akan terjadi setelah wanita di depan nya ini mengetahui bahwa umurnya lebih muda.

"20 tahun."

Sesaat Adzilla diam mematung karena terkejut dengan kenyataan pria di depan nya jauh lebih muda darinya.

Lima tahun?

Sedetik kemudia Adzilla memaksakan tersenyum lalu melanjutkan makan nya lagi.

"Usia boleh lebih muda, tapi insya Allah aku bisa lebih baik dari mantan suami kakak." celetuk Askar sepertinya mengetahui apa yang ada dipikiran Adzilla.

"Jangan bahas dia." ujar Adzilla.

"Kenapa? apa kau masih cinta sama dia?"

Adzilla kembali menatap Askar, untuk beberapa saat mereka hanya saling pandang kemudia pandangan itu diputus lebih dahulu olehnya.

"Kalau kamu berpikir yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan hanya cinta saja, maka kamu salah. Membangun sebuah bahtera rumah tangga tidak hanya didasari hanya karena rasa cinta."

"Tapi, ada hari dimana pasti akan kamu lalui dengan pertengkaran. Dan apabila itu terjadi, maka kalian harus berjuang bersama-sama untuk menyelesaikan semua persoalan yang sedang dihadapi supaya pernikahan kalian tidak berujung pada perceraian." imbuh Adzillah lagi supaya Askar mempertimbangkan keingingan untuk mendekatinya.

"Ya, kakak benar dan atas jawaban kakak itu membuat aku semakin belajar untuk memantaskan diri agar kelak ketika kita menikah, aku bisa seperti yang kakak inginkan."

Adzillah menghela nafas panjang merasa sia-sia berbicara dengan Askar agar mempertimbangkan perasaan untuknya bukan membuat semakin semangat seperti ini.

Tidak adalagi pembicaraan penting dan makan mereka telah selesai. Adzilla menyerahkan uang pecahan sepuluh ribu kepada Askar.

Dahi Askar mengernyit heran melihat Adzilla menyodorkan uang sepuluh ribu padanya. "Untuk apa, kak?"

"Bayar makanan ku."

Askar melongo atas jawaban Adzilla. Tidak menyangka, jika ia terima bisa jatuh harga dirinya sebagai pria.

"Simpan saja, kak. Uang ku lebih dari cukup untuk mahar pernikahan kita nanti." Askar menahan tawa karena melihat wajah Adzilla yang memerah tersipu malu karena ucapan nya.

Sangat menggemaskan.

Askar sendiri tidak pernah tersinggung dengan sikap Adzilla masih sering dingin dan berbicara ketus padanya.

Itu adalah bentuk perlawanan dan menjaga hatinya yang masih terluka parah. Dan ia sungguh-sungguh ingin menjadi pengobat luka dan pelindung hatinya.

Usai membayar, Askar benar-benar mengantar Adzilla pulang kerumah Ayah Yusuf. Pria itu tidak mau kedua anak Adzilla menunggu ibunya terlalu lama.

...****...

Semilir angin malam menerpa wajah ayu Adzilla. Tetesan air hujan masih tampak di dedaunan. Siapa yang bisa memyangkal ketika Sang Pemilik Semesta telah membolak-balikkan hati umat-Nya.

Tetapi untuk menyambut cinta masih enggan karena ketakutan dan luka dari masa lalu masih menganga dan begitu perih.

Mengingat usia Askar, ia semakin ragu untuk melangkah mendekat. Biarlah, untuk sementara ia berdiam di tempat hingga takdir membawanya mendekat ke Askar atau semakin menjauh.

"Zilla, kenapa nggak di tutup jendela nya?" ayah Yusuf masuk ke dalam kamar Adzilla.

Adzilla menoleh ke arah sumber suara lalu tersenyum. "Maaf, ayah. Zilla hanya suntuk saja jadi buka jendela." Ia menjatuhkan pandangan keluar jendela lagi.

Ayah Yusuf mengusap punggu Adzilla. "Apa kau masih memikirkan persidangan minggu depan?"

"Enggak, yah. Zilla enggak pikirin persidangan."

"Mikiri, Askar?"

Adzilla menoleh ke arah ayah Yusuf lagi lalu menunduk. "Entahlah. Satu sisi Zilla enggak ingin berdekatan dengan pria lain dulu, yah. Tapi Zilla enggak bisa pungkiri kalau pesona Askar mulai mengganggu hati dan pikiran Zilla."

"Apalagi dia dekat sama anak-anak Zilla." lanjut Adzilla lagi.

Ayah Yusuf ikut memandang keluar jendela. Sebagai seorang ayah tentu ia ingin melihat putri semata wayangnya selalu bahagia. Apalagi perpisahan putrinya membuat ia lebih memilah kepada siapa Adzilla berteman atau berhubungan lebih.

Bohong jika ayah Yusuf tidak mengetahui niat dari Askar. Ia juga pernah muda.

"Dia baik."

"Zilla tahu, ayah. Sebelum Zilla berpisah sama bang Bari, Zilla sering beli kebab nya Askar. Dia juga ramah."

"Kenapa kau memanggil Askar dengan nama saja?"

"Ayah, umur dia itu masih dua puluh tahun. Jauh banget sama Zilla." Entah mengapa Adzilla mengucapkan hal ini seperti nada tak terima.

Ayah Yusuf tertawa melihat putrinya cemberut setelah mengucapkan hal itu. "Jangan terlalu membenci, nanti jadi terlalu cinta."

"Ayolah, yah. Dia masih terlalu muda, lajang, dan banyak uang nya. Pasti dia hanya ingin main-main saja pada Zilla."

Hening. Kemudian Ayah Yusuf berujar kembali. "Nak, cinta dan benci itu beda nya sangat tipis. Seperti dahulu kamu dan Bari, awal cinta tetapi perlakuan dia semakin membuatmu berakhir benci kan? begitu juga sekarang, bisa jadi kau bilang tidak suka sama yang lebih muda tetapi rasa tidak suka mu itu berakhir dengan cinta yang mendalam karena perhatian Askar padamu juga kedua anakmu."

Mendengar itu membuat Adzilla menghela nafas panjang. "Cinta saja nggak cukup untuk sebuah pernikahan, yah. Zilla juga ingin keluarga dia menerima kedua anak Zilla. Kenapa harus bicarain dia sih?"

"Karena cuma dia yang ayah lihat begitu tulus mendekati mu, bahkan sebelum persidangan pertama dia sudah menemanimu. Dan satu lagi, dia sudah bisa jadi imam sholat." sindir ayah Yusuf karena tahu putrinya menginginkan jodohnya bisa imamin sholat, dahulu.

"Ayah, jangan sindir Zilla begitu."

Ayah Yusuf tertawa lalu membelai surai hitam milik Adzilla. Di kecup pucuk kepala putrinya itu.

Anak yang di nanti sedari dahulu dengan almarhumah istrinya, setelah tiga tahun pernikahan akhirnya hamil dan saat melahirkan, istrinya mengalami pendarahan hebat hingga meninggal dunia.

"Tidurlah, ini sudah malam." ujar ayah Yusuf lalu menutup jendela. Melihat Adzilla sudah berbaring di ranjang, ayah Yusuf mengambil selimut laku menyelimuti Adzilla.

"Biasakan baca do'a."

"Iya, yah."

TBC

1
Siti Masitah
dasar reza mokondo
Rizky Rahma Aulia Akbar
Lumayan
Rizky Rahma Aulia Akbar
Luar biasa
Jade Meamoure
bagus banget Thor
Qta Aini
sy ada mak, punya kenalan kl sm orang lain duh ringan tangan membantu, apapun itu mau uang atau tenaga tp sm anak istri pelitnya minta ampun sampai utk nambah pemasukan sang istri rela jd ojek, tukang urut, buruh cuci dan gosok baju tetangga...
Nadja 🎀
btw suka bgt ceritanya suami brondong gk bertele-tele mantap!
Kalsum
kasihan mentari ..berikan jodoh buat mentari yg bisa menerima ap adanya thooor
Kalsum
alhamdulillah selamat
Kalsum
lama amat hr h nya thoor
Kalsum
yg nyesal ma emaknya bari
Kalsum
💪💪💪💪💪
Kalsum
semangat bang azka kejar janda💪💪💪
Kalsum
7thn bertahan.alhamdulillah udh di talak
Kalsum
semangat azka kejar jodoh mu
Ocanya gava
Luar biasa
Siti Romlah
gimana ya kalo di dunia nyata apa ada yg seperti di dunia novel. Tabrak lelaki tuk nikahi dirinya, padahal cinta ma lelaki lain danasih berlanjut.
kerbau saja tidak begitu to
Asngadah Baruharjo
terhura 😭😭😭
Asngadah Baruharjo
waduuuuhhhhhhhhhh
Asngadah Baruharjo
siap 2 ke kondangan 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
ibu mertua kaya gitu di sambal goreng sajo🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!