JUDUL LANJUTAN “SAMUEL”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10-TAKDIR YANG BEGITU KEJAM
Sementara itu Lenka yang sedang mengadakan acara wisudawan party bersama teman-teman angkatan nya di salah satu di tempat restoran mewah khusus yang menyediakan berbagai fasilitas pribadi seperti karaoke dan hal lain nya, gadis itu hanya tampak termenung duduk sendiri tanpa menikmati pesta seperti kebanyakan teman nya yang lain sedang berjoget ria dengan happy.
Pikiran nya bercabang, Dia merasa bersalah karena sikap nya kepada Samuel meninggalkan pria itu begitu saja tanpa pamit dan seolah olah diri nya sangat takut dengan pria itu.
"Apa Aku terlalu berlebihan,"gumam Lenka memikirkan sikap nya.
Saat gadis itu asik melamun salah satu teman nya menepuk bahu Lenka membuat gadis itu menatap nya.
"Diam aja Len, ayo sini ikut nyanyi dong,"ucap gadis itu kepada Lenka.
"Aku kurang mood,"gumam Lenka mengeleng menolak dengan halus undangan teman nya itu.
"Hmm apa gara-gara pria tadi? Aku berpikir Dia orang yang baik kepada mu, tapi caranya saja salah sehingga membuat mu takut, jangan terus bertengkar dengan kakak tampan itu Len, berbaikan lah,"ucap teman Lenka tersenyum lalu berlalu pergi bergabung dengan teman-teman nya yang lain.
"Dia tidak patut di panggil kakak umur nya sudah 32 tahun,"gumam Lenka memegang kepala nya mengingat wajah Samuel yang tidak cocok dengan umur nya.
Gadis itu memang merasa tidak mood Dia juga merasa aneh dengan diri nya, kenapa Dia harus memikirkan kesalahan nya kepada Samuel secara pria itu bukan siapa-siapa keluarga nya bukan, Dia itu cuman bawahan Daddy nya.
"First kiss ku,"gumam Lenka memegang bibir merah muda nya mengingat ciuman sekilas nya dengan Samuel.
Deg.. deg..
Ketika debaran jantung nya mengema, lagi-lagi Dia merasakan ini, betapa bod0h nya iantung Lenka harus berdetak pada orang yang salah.
"Sudahlah lama-lama Aku di sini semakin memperburuk mood ku! Teman-teman Aku pergi,"teriak Lenka melambaikan tangan nya keluar restoran itu dan pergi menuju lantai bawah.
Di tangga itu terlihat sepi karena memang gedung ini sudah di sewa teman-teman seangkatan Lenka, para pelayan sedang mengurus tamu mereka, saat Lenka ingin turun tidak sengaja Dia menjatuhkan topi wisuda nya sehingga Dia harus menunduk.
Bruk..
"Aish,"ucap Lenka berjongkok sekilas dan langsung berdiri.
Tanpa Dia sadari ada seseorang yang mendekat kepada nya, Lenka menatap ujung sepatu pria itu saat Dia menunduk, seketika wajah nya mendongkak, merasa heran dengan pria yang tersenyum sinis kepada nya.
"Siapa kau?"tanya Lenka.
Bruk..
Belum selesai Lenka berbicara punggung nya sudah di pukul dari belakang sehingga membuat gadis itu pingsan oleh seseorang yang berdiri di belakang nya.
"Kau tidak perlu tahu siapa Aku, sebaiknya kau bermanfaat untuk memancing kekasih mu itu,"gumam pria itu dengan senyum licik nya.
Sementara itu karena hari masih pukul 19.02 Samuel masih betah di markas, Dia sudah menyelesaikan urusan nya dan membersihkan diri dari bau amis darah manusia, pria itu tampak duduk di ruangan nya.
Sambil melihat sesekali foto Lenka yang cuman ada satu-satu nya Dia miliki, yaitu saat gadis itu sedang termenung duduk menonton di ruangan keluarga Alferoz, senyum Samuel tercetak tipis melihat wajah cantik Lenka.
"My girl,"gumam Samuel.
Drap.. drap
Derap langkah kaki terdengar jelas melewati pintu ruangan Samuel, pintu itu di buka oleh Kevin dengan wajah panik nya.
Bruk...
"Kevin Aku sedang tidak ingin di ganggu, sebaiknya pergi,"ketus Samuel yang mengetahui siapa yang masuk itu tanpa perlu melihat nya.
"Tapi Bos kalau ini berkaitan dengan keselamatan Nona Lenka, apa kau masih mau tidak di ganggu,"ujar Kevin dengan nafas yang berusaha di buat senormal mungkin.
Wajah Samuel seketika menegang Dia kaget, tanpa banyak bicara Dia langsung masuk ke ruangan informasi yang terdapat Sadam di sana.
"Big bos,"ucap Sadam menatap pria itu yang baru masuk dengan wajah datar nya.
Bruk..
Samuel tanpa pandang bulu mendorong badan Sadam dengan kuat untuk menyingkir di depan komputer itu, mata nya membelalak kaget melihat seorang gadis cantik sedang terikat di atas kursi tunggal dengan keadaan pingsan.
"Mereka dengan b0doh nya mengirim foto ini, dan setelah Saya analisis mereka seperti nya tidak mengetahui latar belakang Nona Lenka, mereka mengira Nona adalah kekasih Anda, dan memilih untuk menyekap nya, mereka meminta untuk melepaskan ketua mereka Bos Sam,"ucap Sadam menjelaskan secara singkat padat dan jelas.
Pria itu seketika perut nya meras mual dan ingin muntah mengingat Lenka terlibat karena sikap nya kepada Lenka, pria itu merasa cemas dengan khawatir terus menerus wajah pucat dan merasa ketakutan, pria itu merasa sangat cemas hingga akhirnya.
Bruk..
Tubuh Samuel terjatuh pingsan di ruangan itu, Kevin dan yang lain nya langsung kaget.
"Si@l seperti nya anxiety Bos Sam kambuh,"ucap Kevin membantu pria itu berbaring di sofa.
Semua orang tampak panik, tidak ada yang memerintah kecuali Kevin sekarang Samuel memang memiliki riwayat anxiety semenjak kejadian umur nya masih berumur 7 tahun, ketika melihat sang Daddy harus meninggal di depan mata nya.
Anxiety atau gangguan kecemasan adalah Gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat untuk mengganggu aktivitas sehari-hari.
Contoh gangguan kecemasan yaitu serangan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan stres pascatrauma.
"Kev, ini obat Bos,"ucap Arbian menyerahkan kepada Kevin.
Pria itu tampak terdiam, jika Dia tidak bertindak Nona Lenka bisa saja dalam bahaya, tapi kalau mereka menukar tawanan bagaimana bisa? Pria itu sudah di bunuh oleh Samuel.
"Ck, Arbian kirim Black Tim untuk mengepung lokasi tanpa ketahuan dan jangan gegabah dalam bertindak, jika sudah kita lumpuhkan dan kepung area, Sadam tetap informasikan pergerakan musuh kepada Black Tim, Dan yang terakhir yang paling penting tetap buat seolah-olah Nona Lenka masih ada di pesta, jika tidak, keluarga William akan sangat khawatir dan tidak bisa tenang,"ucap Kevin memerintahkan itu dengan satu tarikan nafas kepada semua orang yang ada di sana.
"Sadam suruh beri info kepada Black tim di titik C, ambil persenjataan dan perlengkapan lain nya,"ucap Arbian keluar di ikuti beberapa orang lain nya.
"Serahkan kepada ku,"ucap Sadam sebagai tim informasi fokus kepada komputer nya.
Sementara itu Kevin duduk di sofa seberang Samuel yang tampak masih pingsan, Kevin adalah salah satu orang yang menemani kisah hidup Samuel, pria itu sudah menganggap Sam adiknya sendiri.
'Mengapa takdir begitu kejam kepada mu Sam, kenapa orang yang kau cintai di rengut satu persatu,'
aku akan setia nunggu cerita barunya☕☕☕☕☕☕☕☕☕