NovelToon NovelToon
Pelakor Cantik Itu, Aku

Pelakor Cantik Itu, Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:674.2k
Nilai: 5
Nama Author: ritasilvia

Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!

Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.

Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Membangkang

Lani mencoba untuk berjalan secara normal, meskipun dia berusaha untuk menahan rasa perih di bagian area pribadinya. Lani mengetahui jika tatapan mata Bu Sinta, saat ini penuh selidik, meskipun dia melirik melalui sudut matanya yang tajam.

"Aku harus cepat-cepat berlalu dari hadapan Bu Sinta, tapi ini perih banget. sepertinya punya ku ini lecet oleh punya mas Dani yang besar dan aaagghh...." selesai memasukkan sepray kemesin cuci, dan memutar nya dengan deterjen, Lani langsung masuk ke kamar mandi lalu menguncinya rapat dari dalam.

Lani membuka ****** ***** nya, karena sedari tadi, dia merasa seperti ada cairan yang keluar dari mis v nya, benar saja saat membuka ****** ***** nya, Lani melihat cairan bercampur sedikit darah dengan warna yang memudar menempel di celana nya tersebut.

"Punyaku lecet, dan sangat perih." Lani segera mencuci celana nya dan menggantinya dengan yang baru. tubuh Lani terasa remuk dan sangat capek, sehingga dia melupakan cucian nya dan memilih berbaring di kamarnya, tidak butuh lama Lani pun sudah tertidur pulas, mengingat semalaman dia hampir tidak tidur sama sekali, meladeni gairah Dani yang memuncak.

Tidak ada penyesalan, ataupun air mata yang keluar dari mata Lani, karena dia merasa bahagia telah menyerahkan sesuatu yang dijaganya selama ini pada laki-laki tampan dan kaya raya seperti Dani, apalagi ini pertama kali nya Lani jatuh cinta, meskipun itu pada lak-laki yang sudah beristri.

***

"Sikap Lani benar-benar membuat ku curiga?"

Sinta masih lanjut mengaduk bubur ayam untuk Dani, setelah siap dia semula ingin membawanya langsung kekamar. tapi tiba-tiba niatnya diurungkan. sambil memegang nampan berisi mangkok bubur dan minuman, Sinta mengayunkan langkah kearah kamar Lani.

 "Bi jah dini dulu."

"Apa Bu?"

"Pegang dulu nampan ini." menyerahkan nampan yang semula dipegangnya.

Sinta berjalan kebelakang, melihat cucian Lani yang belum juga beres. bahkan untuk bersih-bersih rumahnya, yang merupakan pekerjaan bagian Lani, sama sekali belum dikerjakan oleh oleh gadis itu.

Dengan perasaan mulai kesal, Sinta berjalan menuju kamar Lani dan mengetuk nya, tapi tidak ada sahutan dari dalam.

"Ceklek..... Sinta mencoba membuka, ternyata dikunci. diapun mencoba mengintip dari celah-celah, nampak gadis itu tertidur begitu pulas nya.

"Astaga, malah tidur jam segini, bahkan pekerjaan nya pun tidak beres sama sekali." Sinta yang kesal kembali menggedor-gedor pintu. sambil mengintip Lani.

Bukan nya bagun, Lani malah menutup kuping nya dengan bantal dan lanjut tidur, dia mengabaikan panggilan Sinta.

"Lani...bangun kamu, jam segini waktunya kerja. kamu ngapain tidur?"

"Apaan sih Bu, ribut-ribut, aku lagi sakit dan ngak bisa kerja hari ini." Lani akhirnya bersuara, dan lanjut tidur.

"Astaghfirullah," Sinta mengusap-usap dadanya dari balik pintu.

"Dasar pelayan ganjen kamu ya, sudah mulai membangkang. awas kamu Lani, berani-beraninya tidak sopan seperti ini terhadap ku." teriak Sinta kencang, dan mengambil kembali nampan berisi bubur yang mulai dingin ke kamarnya.

“Mas bubur ayamnya sudah siap, mas.”

“ Iya sayang, terimakasih ya.”

 "Ya."

Mas Dani yang baru selesai mandi, duduk disebelah ku sambil menyapa bubur buatan ku.

“Gimana kabar bapak?”

“Udah agak mendingan mas,  mungkin bapak cuma kangen, makanya memintaku untuk pulang menjenguknya mas.”

“Bagus itu, bahkan sebaiknya kamu sering-sering pulang dan nginap beberapa hari, kasihan bapak dan ibu  sangat merindukan dan menyayangi mu, dek.”

Aku tercekat Mendengar ucapan mas Dani, tidak biasa dia seperti ini.  Karena seingat ku, dia akan ngeyel dan meminta ku untuk jangan lama-lama jika pulang, rindu dan tidak bisa tidur jika jauh dariku, sekarang dia malah meminta ku untuk sering-sering pulang dan nginap.

1
ayu cantik
bagus
Dwisur
thank author, ceritanya bagus, bisa unt mengingatkan pada hal2 yg TDK boleh di lakukan, semangat sehat sll
Dwisur
air mata buaya
Dwisur
jadikan sabar dan sholat sbg penolong mu sin
Dwisur
semua pembantu sudah tak punya hati
Dwisur
request yg lebih detail dunk Thor
Dwisur
mencoba ....haahhh...??
Dwisur
sesuai dengan judulnya.. ini cerita dari sudut pandang seorang pelakor
kaname senpai
murahan bgt melani,
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Atiah arini
bagus
Annie Soe..
Endingnya di paksa jadi gantung gitu tor,,
apa nti ada season 2 kah ??
Annie Soe..
Bagus Sinta mm mertua mendukung, pasti krn senasib suami selingkuh juga..
Lanjuut tor,, semangaatt..
Ayu Arta
MENARIK
Dyah Oktina
akhirnya sinta jd juga sama gilang 👍
Dyah Oktina
keren thor.... menghadirkan gilang 👍👍👍👏👏👏👏 seru nih
Dyah Oktina
wah....wah.... dasar pelakor licik sdh pasti
Dyah Oktina
huuuu... gemes ceritanya.... lanjut
Dyah Oktina
ish.... panas bener bacanya... gemes... emang sesuai dgn judulnya... pelakor 😡😠😡
Dyah Oktina
ya Allah .... baru d uji 2,5thn blm d kasih anak.... dah selingkuh... 🤦‍♀️🤷‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!