NovelToon NovelToon
Ustadz Idaman

Ustadz Idaman

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: babydollll

seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 10

Setelah terbangun dari tidurnya fiah langsung melirik jam yang berada di atas nakas samping kasurnya.

" Hmmmmm ternyata masih pagi, tidur lagi deh siapa tau mimpi ketemu cogan " gumam fiah dan langsung memejamkan matanya kembali.

Sementara di ruang makan hamdan sudah duduk menunggu kedua anak kesayanganya turun dan sarapan bersama, namun setelah menunggu lima menit kedua anaknya belum turun-turun juga.

" Bi sita, tolong panggilkan fahmi dan fifi sarapan " kata hamdan pada asisten rumah tangganya.

" Baik tuan " kata bi sita sopan, sambil berjalan menunu kamar fahmi dan fiah.

Bi Sita pun langsung menuju kamar anak majikanya untuk membangunkan fahmi terlebih dahulu.

" Den Fahmi, bangun den tuan sudah menunggu aden untuk sarapan " teriak bi sita sambil mengetuk pintu kamar fahmi.

" Iyya bi, Fahmi udah bangun bentar lagi turun " teriak fahmi di dalam kamar yang baru selesai mandi.

Setelah mendengar teriakan fahmi bi sita beralih menuju kamar fiah.

" Non fifi, bangun non tuan sudah menunggu non untuk sarapan " teriak bi sita sambil mengetuk pintu kamar fiah.

Fahmi yang baru keluar dari kamarnya, melihat bi sita mrngetuk pintu kamar fiah berkali-kali namun tidak mendapatkan respon dari pemilik kamar, fahmi pun menghampiri bi sita.

" Udah bi, bibi turun aja biar fahmi yang bangunin fifi " kata fahmi pada bi sita.

" baik den " kata bi sita sambil berjalan turun menuju daur.

Setelah bi sita turun, fahmi pun langsung mengetuk pintu kamar fiah, tapi tidak juga mendapat jawaban dari sang pemilik kamar, fahmi pun memutuskan untuk mengambil kunci cadangan kamar fiah, namun belum sempat membalikkan tubuhnya pintu tiba-tiba terbuka menampilkan wajah fiah yang baru bangun tidur.

" Berisik abang " kata fiah yang baru saja membuka pintu kamarnya.

" Buset kebo banget lo dek baru bangun jam segini " kata fahmi yang melhat penampilan adiknya yang masih berantakan.

" Ihhh biar aja sih bang fifi masih ngantuk " kata fiah sambil berjalan menuju kasur kesayanganya.

Fahmi yang melihat adiknya yang hendak merebahkan tubuhnya kembali segera mencegahnya.

" Ehh mandi gih bukanya mau ke bogor, ayah udah nunggu di bawah sarapan " kata fahmi sambil mencegah fiah merebahkan tubuhnya.

" Oiyyyaa fifi lupa bang " sambil segera mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.

" jangan tidur lagi lo di dalam " teriak fahmi melihat fiah berlari masuk ke kamar mandi.

" Berisik " kata fiah di dalam kamar mandi berteriak.

Setelah drama bangun tidur yang di perankan fiah, fahmi hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan adiknya sambil turun menghampiri hamdan yang sudah sejak tadi menunggu anak-anaknya.

" Fifi mana mi ? " tanya hamdan pada fahmi karena, tidak melihat keberadaan anak perempuanya.

" Baru mandi yah " kata fahmi sambil memakan buah yang ada di meja makan, sambil menunggu adik kesayanganya.

Hamdan pun hanya menganggukkan kepalanya, karena sudah mengerti kebiasaan anaknya yang selalu bangun kesiangan.

Sementara di kamar, fiah yang sudah selesai bersiap memperhatikan penampilanya dirinya di pantulan cermin dengan setelan hijabnya dan tersenyum.

" Perfect " gumam fiah saat melihat penampilan barunya untuk ke pesantren.

Fiah pun bergegas keluar menghampiri ayah dan abangnya yang sudah menunggunya sejak tadi.

" Good morning ayah dan abang " kata fiah yang baru turun tangga.

Hamdan dan fahmi pun langsung beralih ke sumber suara dan terpesona melihat penampilan fiah lengkap dengan hijabnya yang melekat pada kepalanya.

" Hello, ayah kok bengong sih, abang juga emang fifi jelek ya pakai ini ?" tanya fiah melihat ayah dan abangnya sambil memperbaiki jilbabnya.

" Ehh siapa bilang jelek putri ayah sangat cantik apalagi pakai hijab cantiknya nambah " kata hamdan kagum melihat penampilan baru anaknya.

" Iyya dek lo cantik, gue aja sampai pangling " kata fahmi menimpali perkataan hamdan.

Fiah yang mendengar perkataan ayah dan abangnya pun langsung tersenyum manis.

" Semoga aja banyak cogan di pesantren " gumam fiah pelan namun masih bisa di dengar oleh fahmi.

" Gue kira udah tobat lo dek pakai hijab, ternyata masih geser " kata fahmi mendengar perkataan adiknya.

" Sudah-sudah sekarang sarapan udah jam 8 loh nanti telat ketinggalan pesawat " kata hamdan pada kedua anaknya yang jika di biarkan perdebatan mereka bisa panjang.

" Baik yah " kata fahmi dan fiah kompak.

setelah selesai sarapan mereka pun langsung menuju bandara yang di sopiri oleh pak karto.

" Yah airin sama della gimana ? " tanya fiah pada hamdan.

" Mereka sudah di bandara tadi setelah selesai sarapan wijaya sudah menghubungi ayah, katanya mereka sudah di sampai di bandara " kata hamdan menjelaskan pada anaknya.

Fiah pun hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan ayahnya sambil membaringkan kepalanya ke bahu fahmi, dan fahmi langsung mengelus kepala adiknya yang di tutupi hijab.

Sesampainya di bandara hamdan beserta anaknya langsung masuk untuk menunggu jadwal penerbangan mereka, sementara fiah pun langsung menghampiri kedua sahabatnya yang juga berpenampilan seperti dirinya.

" Hallloooo ukhti-ukhti sayang " sapa fiah pada kedua sahabatny sambil duduk di tengah-tengah airin dan della "

" Tempat banyak kali fi, ngapain dempet-dempetan ke gue sih " kata airin menggerutu kesal dengan fiah.

" Ehh dek bukanya salam dulu " kata fahmi yang langsung duduk di samping airin

Sementara fiah hanya cengengesan mendengar perkataan fahmi.

" Tau ni bang emang telmi si fiah " kata della yang masih kesal dengan fiah.

" Ehhh bukanya lo yang telmi dell, malah nudu gue yang cantik dan imut ini " kata fiah sambil membannggakan dirinya.

Fahmi yang mendengar perdebatan dua curut itu hanya memutar kedua bola matanya malas sambil melirik ke arah airin heran karena, tidak biasanya curut satu ini diam.

" Tumben lo diem ?" tanya fahmi pada airin penasaran, karena tidak seperti biasanya airin diam jika sudah bertemu dengan ke dua personil curut ini.

Airin yang di tanya fahmi pun hanya menoleh ke arah fahmi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sedangkan, fiah dan della malah semakin asik berdebat sampai membawa-bawa nama pangeran mateen dalam perdebatanya.

Setelah mendengar pengunguman bahwa pesawat yang dari makassar ke bogor akan segera berangkat, hamdan dan wijaya langsung menghampiri anak-anak mereka.

" Kalian dari tadi debat mulu gak dengar pesawatnya akn berangkat " kata wijaya sambil melerai perdebatan fiah dan della.

Mereka pun langsung menaiki pesawat, fiah yang duduk bersama hamdan, dan della duduk bersama wujaya, sedangkan fahmi duduk bersama airin.

Fahmi pun terus melirik airin pasalnya dari tadi airin hanya diam.

" Lo kenapa rin ?" tanya fahmi dengan nada dinginya.

" Gak papa bang " jawab airin sambil tersenyum namun matanya terlihat berkaca-kaca.

" Gak papa gimana, lo dari tadi diam " kata fahmi tetap dengan nada dinginnya.

Mendengar perkataan fahmi air mata airin yang dari tadi di tahanya langsung lolos begitu saja, membuat fahmi panik seketika.

" Lo sakit rin ?" tanya fahmi khawatir.

" Gue cuman iri aja bang sama fiah dan della yang diantar sama keluarganya, sementara gue hanya sendiri bang, mamah sibuk sama keluarga barunya sedangkan papah sibuk sama kerjaanya " kata airin yang menceritakan kepada fahmi apa yang dia pendam sejak tadi.

" Rin, papah lo kan kerja buat lo juga " kata fahmi bermaksud menenangkan airin.

Airin yang mendengar cara bicara fahmi yang berubah hanya tersenyum ke arah fahmi sambil menghapus air matanya.

" Nih cewek kalau kalem gini cantik juga yah " kata fahmi dalam hati sambil melirik ke arah airin.

Airin yang melihat seorang pramugara yang berjalan dari depan pun langsung heboh kembali, bahkan semua orng yang mendengar teriakan airin langsung menoleh ke arah fahmi dan airin.

"Omgggg bang ganteng banget tuh cowok " kata airin heboh.

fahmi pun mendengus kesal dengan kelakuan airin yang langsung heboh melihat seorang pramugara yang menurutnya lebih gantengan dirinya kemana-mana.

" Baru juga gue puji nih anak gilanya udah kumat lagi " kata fahmi dalam hati sambil memutar kedua bola matanya malas.

Sementara di kursi depan airin dan fiah nampak tertidur di pelukan orang tuanya, berbeda dengan airin yang terus saja membuat fahmi kesal karena selalu heboh ketika melihat seorang pramugara yang lewat di sampingnya.

Setelah perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya mereka sampai dan langsung di jemput oleh mayendra, airin yang melihat ke arah papahnya pun langsung berlari memeluk papahnya yang sudah satu minggu tidak bertemu.

" Papaaaahh " teriak airin sambil berlari memeluk mayendra.

" Masya Allah cantiknya anak papah " kata mayendra sambil melihat penampilan airin yang menggunakan hijab.

" Kok papah bisa di sini " kata airin sambil menatap kearah wajah mayendra.

" Papah kan ingin menjemput tuan putri kesayangan papah ini " kata mayendra sambil mencubit hidung airin.

Sementara hamdan dan lainya langsung menghampiri mayendra dan menghentikan drama ayah dan anak yang di ciptakan airin dan mayendra.

" Ya sudah yuk langsung berangkat sekarang " kata hamdan menghampiri mayendra.

" Yaudah ayooo " kata mayendra berjalan keluar bandara.

" Eh bentar lo cuman bawa mobil satu yen ?" kata wijaya sambil bertanya pada sahabatnya.

" Tenang sebagian dari kalian ikut sama mobil yang di bawah oleh sopir perusahaan dan sebagian lagi ikut gue " kata yendra menjelaskan.

Mereka pun bergegas meninggalkan bandara dan menuju ke tempat makan terlebih dahulu, karena sejak tadi, trio curut sudah heboh karena kelaparan.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ceritanya 😃
Dewi Sulistiyani
biasanya di pesantren siswa putri dan putra di pisah la ini kok satu kls
Hazel Luvena arabella Putri
cemburu ya ustadz hahahaha
Muhammad Hasan
tanya shiren tor? bukan alisa
Muhammad Hasan
kata afkar tor.. bukan fahmi
Muhammad Hasan
what.. 70 JT.. sultan mah bebas
Muhammad Hasan
kyai Mansur tor 😴
Risma Farna
Bukannya acaranya sore yah kok takut kesorean jalan2nya???
Risma Farna
Kirain Fiah emang pake hijab.. kn diawal bab pas baru plg ngampus diblg Fifi bangun dri tidur dan buka hijab trus masuk kamar mandi.. atau Z yg salah ingat ya...🙏🙏🙏🙏🙏🤔🤔🤔🤔
Risma Farna
Wijaya thor.. Hamdan kan ayahnya Fiah...
Septiana Tri Rahayu
boleh ketawa Thor??🤣🤣🤣🤣g kuat tahan tawa
Alvika cahyawati
iya benar gantengan hendra itu cocok nya jd ustadz fauzan itu mah
Alvika cahyawati
aduh salsabilah ada2 sj km ini tingkah nya
Alvika cahyawati
benar nich mlm pertamanya d cut ngk seru ah....
Fitrah Fitrah: gila ajj lok
total 1 replies
Alvika cahyawati
waah kurang seru cerita nya saat mlm pertama nya ngk d ceritain.
Alvika cahyawati
wiih ternyata masih seru aja nich ceritanya pdhl aku udah baca nich novel buat y kesekian kali nya
Alvika cahyawati
wah jodoh nya fifi udah lg mau Otw nich pdhl aku nich baca novel udah tuk kesekian kali nya tp ngk bosen2
Ulum Udin
😊😊😊😊
Zian Alia
kocakkkk abis
Titin H.
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!