NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:12.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sun_flower95

Fatma adalah gadis biasa yang hidup sederhana bersama dua adiknya, ia terpaksa menerima perjodohan yang bibinya siapkan untuk bisa membantu membiayai kedua adiknya bersekolah.

setelah menikah Ia pun harus menerima jika pernikahan mereka hanyalah kedok untuk menutupi suaminya yang ingin menikahi kekasih hatinya.
Dan sebagai seorang istri pertama Fatma pun tidak diperlakukan layaknya sebagai istri, dia hanya istri di depan orang tua dan keluarga besarnya saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sun_flower95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Ayah, Ibu, aku rindu pada kalian..." ucap Fatma sambil memeluk kedua orang tuanya.

"Bagaimana kabar mu, nak? Apa kamu baik-baik saja? Bagaimana ke adaan Tio dan Tantri, apa mereka berdua sehat?" tanya ibu Fatma.

"Mereka baik-baik saja ibu, sekarang mereka tinggal bersama bibi dan paman di rumahnya. Ibu, ayah, maaf aku tidak bisa menjaga mereka dengan baik" ucap Fatma menundukkan kepala dan memainkan jari-jarinya.

"Fatma, bagaimana bisa kamu sampai ke tempat ini?" tanya ayah Fatma.

"Apa maksud ayah? Aku hanya sedang merindukan kalian" jawab Fatma sambil menatap mata ayahnya.

"Sayang, kamu harus tahu. Tidak seharusnya kamu berada ditempat seperti ini sekarang" ucap Ibu Fatma sambil mengusap pelan kepala Fatma.

"Memangnya kenapa ibu? Aku ingin bersama dengan kalian lagi" jawab Fatma dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Tidak nak, harusnya kamu tidak berada di sini sekarang. Kamu harus kembali ke tempat di mana kamu seharusnya berada" ucap Ibu Fatma lagi.

"Ibu aku mohon izinkan aku untuk tinggal lagi bersama kalian" ucap Fatma sambil terus memegangi tangan ibunya.

"Tidak sekarang nak, akan ada saatnya nanti kita berkumpul kembali, sekarang kamu harus bangun karena adik-adikmu masih membutuhkanmu untuk tetap berada di sampingnya" ucap Ayah Fatma sambil melepas genggaman tangan pada putrinya.

"Kuatlah nak, kamu adalah gadis yang kuat" ucap kedua orang tua Fatma yang perlahan menghilang ditelan cahaya yang sangat menyilaukan.

***

"Ayah, Ibu. Tunggu aku" seru Fatma bertahan dengan suara yang lemas.

"Kakak, buka mata mu dan sadarlah" ucap seseorang yang ada di sampingnya.

Sayup-sayup Fatma mendengar seseorang yang mengatakan untuk membuka matanya agar sadar.

Fatma pun menuruti perkataan seseorang itu, perlahan-lahan dia membuka matanya dan menyipitkannya karena terlalu silau.

Ruangan asing yang tidak ketahui olehnya, dengan nuansa serba putih dan juga bau khas obat-obatan menyeruak tercium oleh indera penciuman nya.

"Di mana aku?" tanya Fatma saat ia sudah berhasil membuka matanya.

"Kakak kau sudah sadar?" tanya Tio yang tidak jauh dari tempat tidur Fatma.

"Apa yang sudah terjadi, Yo? Kenapa Kakak berada di sini?" tanya Fatma dalam keadaan bingung.

"Kakak tidak sadarkan diri sudah sehari semalam, dan saat siang tadi kakak juga mengalami masa kritis, keluarga kakak ipar membawa kakak ke rumah sakit ini tadi malam" jawab Tio.

"Benarkah? kakak tidak ingat apa-apa. Maaf karena sudah membuat mu khawatir" ucap Fatma sambil mengelus kepala Tio.

"Kakak tidak boleh tiba-tiba meninggalkan kami lagi, kami akan sangat kehilangan kakak jika seperti itu" ucap Tio sambil menundukkan kepalanya.

"Kakak tidak akan pergi kemana-mana, Yo" ucap Fatma tersenyum lembut.

"Kakak belum minum, mau aku ambilkan?" tanya Tio dengan penuh perhatian.

"Terima kasih" ucap Fatma sambil menerima gelas yang Tio berikan. Fatma pun meminum minumannya hingga air itu tandas .

"Bagaimana kamu bisa tahu kakak dirawat?" tanya Fatma pada Tio.

Hanya ada mereka saja berdua di ruangan itu.

"Sebenarnya...." Tio pun mulai menceritakan pertama kali ia mengetahui jika Fatma sedang dirawat.

Flashback on.

Para anggota keluarga sudah menunggu tiga jam setelah Fatma di temukan pingsan oleh Leandro, tapi tidak ada tanda-tanda ia akan siuman. Semua orang yang ada di sana sudah sangat khawatir dan bimbang.

Dengan berani Leandro pun mengangkat tubuh Fatma dan membawanya dari kamar itu.

"Lean, apa yang kamu lakukan nak?" tanya mommy Celine yang melihat keponakannya mengangkat tubuh istri sepupunya itu.

"Aunty, mau sampai kapan kita akan menunggunya siuman? Bahkan Rey yang suaminya saja malah pergi entah kemana dan meninggalkan istrinya yang sedang sakit seperti ini?" tanya Leandro dengan menggebu, ia sudah sangat khawatir pada ke adaan Fatma yang mulai kejang-kejang.

Ya, Rey malah tidak ada di samping istrinya, ia pergi dengan alasan sibuk pekerjaan dan harus menemui klien. Hal itu semakin memperburuk keadaan.

"Tapi bagaimana jika Rey pulang dan Ayunda sedang tidak ada?" tanya lagi mommy Celine lagi.

"Katakan saja aku yang membawa istrinya ke rumah sakit, Aunty. Siapa suruh istri lagi sakit bahkan tidak sadarkan diri tapi malah ditinggal pergi begitu saja, laki-laki macam apa dia? Bahkan aku ragu jika gadis ini menikah bukan karena keterpaksaan" ucap Leandro dengan nada yang sinis.

"Lean, kau harus belajar menahan emosi agar tidak berbicara seperti itu. Kau tahu kan ucapan seperti itu tidak pantas diucapkan apa lagi di depan tante mu?" tegur mama Camila.

Leandro menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan, ia mencoba untuk menguasai emosi yang meluap-luap di dalam hatinya.

"Maafkan aku, aunty. Tidak seharusnya aku berkata seperti itu" ucap Leandro ada mommy Celine.

Mama Camila tersenyum saat mendengar perkataan Leandro yang meminta maaf pada kakaknya.

"Ya Lean, aunty juga mengerti dengan pemikiran mu. benar yang kau katakan tidak seharusnya Rey meninggalkan Ayunda seperti ini, lebih baik kita bawa Ayunda ke rumah sakit sekarang" ucap mommy Celine.

Akhirnya semua orang yang ada di ruangan itu setuju untuk membawa Fatma ke rumah sakit sesegera mungkin.

***

Di lain tempat masih di kawasan itu, tepatnya di Villa yang ada di sebelah danau mension itu, Rey dan Nadira tengah menikmati suasana romantis mereka.

Rey benar-benar tidak peduli dengan kondisi istri pertamanya itu, sehingga dia pergi dan meninggalkan Fatma yang sedang tidak sadarkan diri dalam kondisi tubuh yang demam.

"Sayang, apa malam ini kau akan kembali ke Mansion?" tanya Nadira yang saat ini tengah berada di pelukan suami siri-nya itu.

"Entahlah Nad, sebenarnya aku tidak peduli dengan Fatma, tapi aku tidak bisa berbuat seperti itu saat keluarga ku masih ada disini, walau bagaimanapun aku harus tetap pura-pura menjadi suami yang baik hati dan bertanggung jawab. Apalagi di sana ada Leandro yang merupakan rival ku" jawab Rey sambil mengusap kepala Nadira dengan sayang.

"Apa malam ini kau akan meninggalkan ku sendiri disini?" tanya Nadira sambil memasang wajah kesal. Meskipun sebenarnya dia juga tidak peduli jika Rey ada bersamanya ataupun tidak.

"Kau harus sabar ya sayang, setelah orang tuaku kembali lagi ke negara B hanya kau yang akan menjadi ratu di mension maupun di hatiku" jawab Rey sambil mengecup kening Nadira.

Mendengar kata-kata seperti itu membuat Nadira semakin besar kepala dan angkuh, Iya sudah yakin jika Rey hanya mencintainya seorang.

"Baiklah, apapun demi kamu aku akan selalu bersabar" ucap Nadira dengan manjanya.

Saat Rey dan Nadira masih menikmati waktu kebersamaan mereka tiba-tiba ponsel Rey berbunyi nyaring, nama mommy Celine tertera di layar pemanggil, meskipun sedikit malas Rey akhirnya mengangkat telepon dari mommy-nya itu.

"Halo mom, ada apa? Aku masih sibuk" tanya Rey begitu ia mengangkat teleponnya.

"Rey, kamu di mana? Ayunda badannya semakin panas ditambah sekarang kejang-kejang. kalau bisa sebaiknya kau cepat kembali pulang dan bawa Ayunda ke rumah sakit" ucap mommy Celine.

"Aku tidak bisa pulang sekarang Mom, aku masih sibuk. Tolong Leandro atau Dean saja yang membawanya ke rumah sakit. Jika pekerjaan ku sudah selesai, aku akan menyusul ke sana" tolak Rey begitu saja.

"Tapi Rey-"

"Maaf Mom, akan aku hubungi lagi nanti" ucap Rey sebelum mommy Celine sempat berkata apa-apa lagi ia segera mematikan ponselnya.

Rey pun kembali ke tempat tidurnya tanpa mengatakan apa pun, dan hanya memeluk Nadira dengan posesif.

Sementara mommy Celine dan anggota keluarga yang lain sedang bersiap membawa Fatma ke rumah sakit.

Bahkan Leandro pun menghubungi Zio dan memintanya untuk memberitahukan keadaan Fatma pada keluarganya, hingga disinilah Tio berada saat ini.

Flashback off.

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

TERIMAKASIH 🤗🤗🤗

1
ayu cantik
bagus
iren thezer
suka ceritanya
Magda lena
Luar biasa
Sativa Kyu
👍👍👍
Heriyani Lawi
katanya Leandro melindungi tp ketika Fatma difitnah kok TDK ditolong
Heriyani Lawi
panggil dokter kek, masa pingsan berjam2 dibiarkan, orang kaya yg aneh
Wagiyem Ibune Wilda
aq kurang suka karakter pemeran utamaya
Safa Almira
yey
Herta Siahaan
duh mommy Celine kok bisa punya anak segoblok itu. masih jg bisa dibohongi Wanita yg masih bersama suaminya dan mommy fau siapa Nadira dibiarkan aja berkembang biak. Dan kau Fatma masih jg mikirin Suami g ada otak itu.
inos✅
mantap lanjut thor
Qorie Izraini
rasain lo jalang..
terima lah karma atas perbuatan mu.
yg begitu sering menyakiti orang lain,..
Qorie Izraini
rasain lo jalang..
terima lah karma atas perbuatan mu.
yg begitu sering menyakiti orang lain,..
Habibah Hamid
bagus ceritanya
JerukNipis
ceritanya bagus
Hayde Irma P
so sweet
Hayde Irma P
terus terang sajalah kenapa hrs takut kl ingin memperbaiki hubungan dgn Fatma
Hayde Irma P
modus Reymond
Hayde Irma P
kurang ajar bener ya si Reymond,tdk punya ahlak
Hayde Irma P
karyanya baik,cobadibuat berbunga dikit jangan sekitar situ2 saja
Hayde Irma P
dasar keluarga toxik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!