cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.
kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia
Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.
akan kah mereka bisa damai.
Baca Kisahnya...
WARNING...!
JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.
SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Di pagi hari yang ceria. Seceria induk ayam yang keluar dari kandang bersama anak anaknya untuk mencari makan.
Putra dan Putri Bodong tengah sibuk untuk mempersiapkan diri berangkat pindah rumah. Kedua kakak beradik itu tengah duduk di ruangan tamu menunggu kedua orang tua mereka.
"Bang..! Ayah ama Ibu apa udah bangun, Dari tadi kok belum muncul muncul?" Tanya Putri.
"Nggak tau.. Dari tadi sih abang belum liat kalau ayah sama ibu keluar dari kamar mereka.!" Jawab Putra.
"Gimana sih... Kita jadi nggak pindah rumahnya. Sana deh abang liatin dulu Ibu ama Ayah.!" Pinta Putri pada abangnya.
Putra beranjak dari tempat duduknya menuju kamar orang tua mereka.
tok... tok... tok... tok...
"pak, Bu!" Panggil Putra setelah mengetuk pintu kamar.
"Iya. 10 menit lagi. Tungguin aja di ruang tamu.!" Pak Bodong berteriak dari dalam kamar.
"Mah. Pah. Kita jadi nggak pindahannya?" Tanya Putra lagi.
"Mobil pengangkut barangnya Uda datang apa belum?" Paka Bodong balik bertanya dengan berteriak
"Belum!"
"Ya, udah. Tungguin aja dulu di luar. Kalau sudah datang, panggil papa!"
"Mobilnya warna apa?
"Nggak tau"
"Jam berapa katanya datang?"
"Bentar lagi!"
"Supirnya muda atau tua?"
"tua!"
Putra terkekeh di depan pintu kamar, ia mulai berbuat usil terhadap orang tuanya.
"Nama supirnya siapa Pah?" Putra berusaha mati matian menahan tawanya.
"Nggak tau!
"Kalau umurnya, kisaran berapa?"
"LAKNAT!"
BRAAAAKKKKK...! Traaanng... Traaaang...!
Bersamaan teriakan makian pak Bodong, pintu kamar juga bergetar hebat karena benturan suatu benda. Putra langsung menghilang dari depan kamar pak Bodong.
Dengan ngos-ngosan ia duduk di samping adiknya dan Putri menatapnya heran.
"Abang kenapa.? Pasti jahilin mama dan papa lagi ya?"Tanya Putri dengan wajah tidak senang.
"dikit doang kok!" Jawab Putra datar.
"Abang durhaka banget dah jadi anak.!" Putri sewot, dia tidak terima dengan kebiasaan Putra yang sering jahilin kedua orang tua mereka.
"dah ah! jangan berisik!"
mereka berdua sejenak diam.
"Bang. Rumah baru kita nanti besar nggak ya kayak gini? Tanya Putri sambil memutar pandangannya ke seluruh ruangan dengan wajah sedih.
"kagak tau dek. Tapi, menurut kabar angin yang beredar tadi malam di rumah ini. sepertinya rumah kita kecil.!"
"nggak apa apa kecil. yang penting cukup untuk kita berempat!" Kata Pak Bodong tiba tiba sudah muncul di belakang mereka dan langsung menjitak kepala Putra.
"AUUU, Pah. sakit!" Putra meringis sambil memegangi kepalanya.
"walah. anak papa kan laki laki kuat, kok di jitak gitu aja udah kesakitan!" Ujar Pak Bodong setelah duduk di samping Putra dan merangkul lehernya layaknya seorang sahabat.
Putra hanya cemberut. Bagaimana pun, Putra tetaplah seorang anak, rasa takutnya terhadap papanya sangatlah besar jika langsung berhadapan dengan Pak Bodong. Tapi lain halnya jika ada pembatas seperti pintu, didalam telpon atau jarak mereka 5 meter lebih. Putra pasti akan membalas papanya dengan sebuah kata kata. Tapi pembalasan Putra bukan dalam artian Pembangkang, melainkan sebuah kejahilan.
Putri tertawa cekikikan melihat Putra yang mati kutu dalam rangkulan Pak Bodong, dia menutup mulutnya dan membuang wajahnya saat Putra menatapnya dengan mata melotot. Putri paham apa yang ingin di katakan oleh kakaknya itu.
"Awas kau ya! Bakalan aku gangguin kau kalau pacar kau datang kerumah."
Putra pasti akan selalu mengancamnya dengan kata kata sepeti itu.
""kenapa kau jadi marah dengan adikmu, hmmm!" Ujar Pak Bodong sambil menggoyang goyang tubuh putra yang ada dalam rangkulannya.
"udah Pah. kasihan Putra digituin, lehernya nanti bisa sakit.!" Ucap Bu Bodong.
"anakmu ini bikin kesal aja sih. Suka kali usilin orang tua. Semalam gangguin, pagi ini gangguin." Pak Bodong melepaskan rangkulannya di leher Putra. "Apa kau nggak suka punya adik lagi, Hah!" Kata pak Bodong lagi. dia mengsikut dengan pelan lengan Putra.
"Pah. ngomong apaan sih!" Bu Bodong protes dengan ucapan Pak Bodong.
Pak Bodong hanya menarik sudut bibir kanannya, kemudian dia mengambil ponselnya yang berdering dari saku celana.
"halo... iya iya iya, pas itu alamatnya itu... ok ok ok.!" Stelah berbicara melalui telpon, pak Bodong berdiri. "Mobilnya sudah mau sampai"
®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®
Disuatu hari tanpa sengaja kita bertemu.
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta.
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang.
Semua itu karena dia.
Oh Tuhan ku cinta dia.
Ku sayang dia, rindu dia, inginkan dia.
Utuhkanlah rasa cintaku di hatiku.
Hanya padanya, untuk dia.
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama.
Betapa di setiap hari ku jatuh cinta padanya.
Di cintai oleh dia ku merasa sempurna
Semua itu karena dia.
Hari sangat begitu cerah. Kuntilanak duduk diatas atap rumah sambil bersenandung. Sekalian cuci mata melihat mamang mamang yang jualan bakso yang sedang mangkal tidak jauh dari rumah mereka. Tapi dia terlihat sendu dan gusar.
Pocong datang menghampiri Kuntilanak.
"Kamu kenapa Kun, kasmaran kelihatan banget dari lagunya.?"
"Ehhh kau Cong. Duduk..!
Pocong lalu duduk di samping kunti.
" KKREEEKKKK..!"
"Suara apaan tuh..??
"Hehehehe... Maaf.! Kain kafan aku dibagian bokong robek.Maklum, uda lapuk.!" Pocong tersipu malu tanpa rona wajah. "Kamu kenapa Kun?" Tanya Pocong lagi setelah menyadari raut wajah Kuntilanak yang sendu.
"Nggak apa - apa.. Hanya khawatir aja kalau manusia yang menempati rumah ini mengusir kita.!"
"Hahahahahah...." Pocong berdiri seraya tertawa lebar. "Nggak usah khawatir... Masih ada aku. Kemarin sudah aku bilang, kan. Kalau mereka berani mengusir kita, Aku yang akan duluan mengusir mereka. Itu pasti dan itu janjiku padamu...!"
Dengan penuh percaya diri dan sedikit membusungkan dadanya, Pocong mencoba meyakinkan Kuntilanak kalau mereka akan baik baik saja. Dan mereka tidak akan keluar dari rumah itu.
Mendengar kata kata Pocong, Kuntilanak terharu dan menangis dengan ciri khasnya.
"Huhuhuhu...... Huhuhuhuhu.... Makasih Cong. Walupun kamu bego, tapi kau pria bertanggung jawab dan bisa diandalkan!!"
Pocong Tersenyum kecut mendengar perkataan Kuntilanak yang mengandung kata Bego. Dia kembali duduk.
"Kkrreeeeekkkkk....!"
"Suara apa itu..? Kain kafan kamu robek lagi.??"
Pocong tidak menjawab. dia hanya menarik sudut bibirnya dengan alis terangkat, kemudian Pocong menekuk lututnya hingga dempet dengan perutnya untuk menyembunyikan wajahnya.
"Anjrrriiit... Bisa gawat nih Dunia per Pocongan kalau ada yang tau kain kafan ku robek."
Kuntilanak hanya tersenyum geli melihat pocong yang malu.
"Udah, nggak usah malu. Nanti aku jahit ya!"
"HAh...! Jahit. Bagaimana ini, Kunti bakalan lihat belahan mesin ATm ku.!
Pocong langsung mengangkat kepalanya dan menatap Kuntilanak.
"Kenapa?" Tanya Kuntilanak merasa heran dengan tatapan Pocong.
Pocong hanya geleng kepala dan kemudian menyembunyikan wajahnya lagi di balik lututnya. Kuntilanak Tertawa dan memeluk pocong.
Tiba Tiba ada dua mobil yang berhenti tepat di depan rumah mereka. Kuntilanak langsung melepaskan pelukannya dan berdiri. Sedangkan Pocong hanya duduk gelisah tak terarah. Bingung tak berujung.
"Cong, Gimana sekarang ? Mereka sudah datang."
"Sudahlah...! Biarkan aja mereka dulu masuk, nanti baru kita kasih perkenalan. Nggak usah berlebihan gitu gelisahnya.!" Ujar Pocong semakin gelisah membayangkan kalau kuntilanak akan menjahit kain kafannya yang robek dibagian Bok Ong.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
Semoga terhibur teman teman.
jangan lupa ya like, comen, dan juga vote seta givenya
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
mampir thor
yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗