menceritakan tentang perjodohan seorang ceo dingin dengan gadis cantik anak tunggal di keluarga kaya raya, yaitu sahabat papanya sendiri. mampukah mereka menyatuhkan cinta mereka meskipun memiliki sifat yang sangat berbeda dari keduanya??
ini karya pertama ku,, 😊😊
maaf typo bertebaran guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajra Ichi Ocha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Selesai berganti baju Rya pun keluar dari kamar mandi dan mendapati Mahendra telah berada dalam kamar hotel mereka yang tengah duduk di atas sofa, Rya masih takut terhadap Mahendra, maka dari itu ia tak membuka suara sama sekali dan langsung mendudukan dirinya di tepian ranjang.
Melihat Rya yang telah keluar dari kamar mandi, Mahendra pun berdiri dan mengambil sesuatu di nakas, sebuah amplop coklat yang telah ia siapkan berisi tentang perjanjian dan peraturan yang harus mereka jalani selama kelangsungan pernikahan mereka berdua.
Mahendra lalu menghampiri Rya yang tengah duduk di tepian ranjang.
"Ini bacalah, ini adalah surat kontrak perjanjian pernikahan kita, beserta apa-apa saja yang harus kamu lakukan selama menjadi istri ku." ucap Mahendra seraya menyodorkan amplop coklat tersebut di depan Rya
Rya mengambil amplop tersebut tanpa membuka suaranya.
"Tentu kamu tidak mau terjebak terlalu lama dalam pernikahan ini, aku tak berniat menjadikan mu istri seumur hidup ku dan aku yakin kau pun sama." sambung Mahendra lagi
Rya yang baru mengerti tentang apa yang di inginkan Mahendra pun langsung saja membuka amplop tersebut dan membaca setiap poin yang terdapat dalam surat perjanjian tersebut.
"jadi kita hanya akan menjalankan pernikahan ini selama 2 tahun?" tanya Rya setelah membaca salah satu poin perjanjian tersebut.
Di surat perjanjian tersebut tertulis bahwa Mahendra adalah pihak A dan Rya adalah pihak B yang hanya akan menjalin ikatan pernihakahan selama 2 tahun.
"Yah,,, kita hanya akan menikah selama 2 Tahun." jawab Mahendra atas pertanyaan Rya.
Lalu Rya melanjutkan lagi setelah mendapat jawaban dari Mahendra atas pertanyaannya.
Poin-Poin dalam surat perjanjian kontrak nikah tersebut antara lain:
Pihak A dan pihak B hanya akan menjalankan pernikahan selama 2 Tahun.
Pihak B tidak boleh mencampuri urusan Pihak A
Pihak B tidak boleh menjalin hubungan dengan siapa pun selama pernikahan ini terjalin.
dan masih banyak lagi poin-poin yang menguntungkan pihak A yaitu Mahendra. termaksud poin terakhir adalah, pihak B akan mendapatkan hukuman jika melanggar poin pada kontrak pernikahan tersebut.
"Bagaimana mungkin semua poin-poin ini hanya menguntungkan mu, lalu di mana letak keuntungan ku dalam surat perjanjian ini?" ucap Rya setelah membaca isi dari surat perjanjian yang menurutnya tidak adil untuknya itu.
"Tentu saja kau juga boleh mengajukan poin untuk keuntungan mu, aku mana tau apa yang kamu inginkan." jawab enteng Mahendra.
"Aku ingin semua poin ini juga berlaku untuk mu beserta hukuman bila kau melanggarnya, dan aku ingin menambahkan 1 poin yaitu kau tidak boleh menyentuhku." revisi Rya pada poin-poin yang di ajukan Mahendra.
"Mana boleh begitu, aku tidak mungkin tidak menyentuh wanita selama 2 tahun, dan juga untuk poin menyentuh mu, aku tidak akan pernah melakukannya selama kau mematuhi segala perintah ku." jawab Mahendra setelah mendengar pergantian dan penambahan poin kontrak pernikahan dari Rya .
"Baiklah kamu boleh melakukan poin yang itu, namun kau hanya akan melakukannya di hotel atau di tempat di mana orang tua kita tidak mengetahuinya, aku hanya tak ingin orang tua ku kecewa dan sedih atas apa yang kau perbuat, dan untuk poin tidak menyentuh ku akan tetap berlaku, karena aku tak akan pernah melanggar semua poin yang telah kita sepakati." ucap Rya dengan yakin lalu segerah menandatangani surat perjanjian tersebut yang di mana dirinya adalah pihak B, la lalu menyerahkannya pada Mahendra untuk Mahendra tanda tangani juga sebagai pihak A
Mahendra lalu mengambil surat perjanjian itu dan langsung membumbui tanda tangan di atas namanya yang telah tertulis dalam surat perjanjian kontrak pernikahan tersebut.
"Aku minta maaf untuk kejadian tadi dan itu tak akan terulang selama kau menjadi gadis yang baik dan penurut." ucap Mahendra setelah selesai menyimpan surat kontrak tersebut.
" Yahh, aku memafakan mu." jawab singkat Rya.
setelah mendapatkan maaf dari Rya, Mahendra pun mengambil bantal dan langsung menuju ke sofa untuk beristirahat di sana, ia yakin bahwa Rya tak mungkin merasa nyaman jika ia juga tidur di atas ranjang kamar hotel yang mereka tempati, dan sebagai rasa penyesalannya juga terhadap perbuatan tidak bermoralnya tadi walaupun memang Rya adalah istri sahnya di mata hukum dan agama, namun ia sangat sadar bahwa pernikahan mereka bukanlah pernikahan seperti orang2 pada umumnya yang di dasari dengan rasa cinta, namun pernikahan mereka hanyalah keinginan dari orang tuanya.
Rya yang memperhatikan gerak-gerik Mahendra merasa bersyukur dan legah karena Mahendra tidak tidur di atas ranjang melainkan tidur di atas sofa, tadinya ia ingin langsung beristirahat namun ia masih tidak merasa nyaman bila Mahendra harus tidur di sampingnya.
Ia langsung tidur dengan nyaman sambil menggunakan selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
karena sangat lelah mereka pun lansung saja tertidur dan sejenak melupakan semua masalah yang memenuhi otak mereka, yang di mulai dengan perjodohan, pernikahan dan sekarang rumah tangga yang tidak sehat yang harus mereka jalani.
***
Tidak terasa waktu sudah semakin sore, dan Mahendra adalah orang yang pertama bangun dari tidurnya.
Ia melihat ke arah ranjang yang di mana di isi oleh gadis cantik yang telah sah menjadi istrinya, seorang istri dadakan yang tidak boleh ia sentuh, dan terikat surat pernikahan kontrak dengannya.
Ia langsung tersenyum dan beranjak berdiri dan berjalan untuk mebersihkan dirinya di kamar mandi.
tak berselang lama kemudian, Rya juga telah terbangun dari tidurnya dan mendapati Mahendra tak lagi berada di sofa tempat Mahendra tidur tadi.
Ia mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi dan menyimpulkan Mahendra berada di dalam kamar mandi sana untuk membersihkan diri karena yang ia tahu bahwa hanya dirinya dan Mahendra lah yang menempati kamar tersebut.
Tak lama kemudian Mahendra pun keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya.
Rya yang melihat keadaan Mahendra yang seperti itu langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
"hei apa yang kau lakukan?" ucap Rya sambil menutup matanya
"Tentu saja sehabis mandi aku ingin menganti baju, apa lagi?" jawab Mahendra
"kenapa kau keluar dengan hanya memakai handuk?" tanya Rya lagi dengan gugup
"Ohh maaf tadi aku lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi." jawab enteng Mahendra
"Ambil cepat baju mu, dan gantilah di dalam kamar mandi sana." suruh Rya pada Mahendra
"Iya bawel." jawab Mahendra dengan ketus
setelah mendengar pintu kamar mandi terbuka lalu tertutup kembali, Rya langsung saja membuka matanya
dan tak berapa lama kemudian pintu kamar mandi kembali terbuka dengan menampilkan Mahendra yang telah mengganti bajunya dengan kameja dan terlihat rambutnya masih berantakan dan terkesan sangat maskulin.
"Sudah sana sekarang giliran mu, bersihkan air liur yang menempel di sudut bibir mu itu." ejek Mahendra pada Rya
Rya yang mendengar ejekan Mahendra langsung tersadar dengan lamunannya yang memuji ketampanan Mahendra sambil melap di sudut bibirnya yang kata Mahendra terdapat air liur di sana.
Merasa tak ada air liur yang menempel Rya langsung tersadar bahwa Mahendra sedang membohonginya.
Mahendra yang melihat apa di yang di lakukan Rya langsung saja tertawa tebahak-bahak karena dia berhasil membohongi Rya.
Rya langsung saja berdiri dan berjalan ke kamar mandi dan meninggalkan Mahendra yang sedang tertawa mengejeknya.
selesai mandi, rya pun berganti pakaian dengan gaun yang telah ia siapkan lalu keluar dari kamar mandi dan mendapati Mahendra yang tengah duduk di sofa.
"Cepatlah berdandan, tadi ayah telah menghubungi ku dan menyuruh kita segera turun ke bawah untuk makan malam." ucap Mahendra
"Iyah, aku tidak akan lama." jawab Rya dan langsung menyiapkan alat makeupnya yang tidak banyak, ia hanya memoleskan bedak tipis serta blush dan sedikit sentuhan eyeshadow untuk menambah kecerahan pada wajahnya dan terakhir lipstik yang hanya ia aplikasikan sedikit sekali.
Rya tak lupa memakai syal untuk menutupi lehernya yang telah di beri tanda kepemilikan oleh Mahendra
setelah Rya selesai merias diri, mereka berdua pun segerah turun ke bawah dan langsung menuju ke restoran hotel untuk makan malam bersama keluarga mereka.
**sekian untuk bab ini...
jangan lupa tinggalkan likenya readers 😊😊**