NovelToon NovelToon
Pudarnya Cinta

Pudarnya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:167.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.

Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.

Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.

Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???

Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...

Chek it out yuk...!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....

Selamat membaca...happy Reading...

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

Felisya telah sampai di perusahaan milik Gery, dia sampai ke lokasi perusahaan dengan petunjuk yang di berikan Gery lewat sms. Perusahaan yang di miliki Gery tak terlalu besar, tampak gedung dengan 6 lantai namun tak terlalu besar seperti perusahaan-perusahaan besar di kota. Namun bagi penduduk desa, perusahaan Gery merupakan perusahaan besar.

Felisya memarkirkan sepeda motor bututnya di parkiran, lalu menghampiri satpam yang berdiri di depan pintu masuk.

“ Maaf ada yang bisa saya bantu...?” tanya Satpam ramah.

“Maaf pak...saya mau bertemu dengan Pak Gery...apa benar ini perusahaan miliknya...?” tanya Felisya.

“ Iya benar...kalau boleh tau ibu siapa?” tanya Satpam lagi.

“ Saya Felisya...” jawab Felisya sopan.

“ oh ...nona Felisya...maaf saya tak mengenal nona...silahkan masuk...” ucap Satpam ramah.

Satpam pun mengajak Felisya masuk ke dalam perusahaan. Di depan pintu masuk terdapat dua orang resepsionis, yang stanby di meja resepsionis.

“ Rita...” panggil satpam pada salah satu Resepsionis.

“ Iya pak Lung...” jawab resepsionis itu dengan ramah.

“ Rita...tolong antarkan nona Felisya ini ke ruangan pak Gery ya...tadi pak Gery sudah berpesan sama saya kalau nona Felisya datang suruh kamu untuk antarkan dia ke ruangannya...” perintah Satpam yang di panggil pak Lung itu dengan ramah.

“ oh...iya pak...tadi juga pak Gery pesan sama aku seperti itu...” ucap Rita dengan ramah.

“ Ya udah...kamu antarkan ya...saya kembali keluar...” ujar pak Lung lalu dia pun kembali ke tempatnya di depan pintu perusahaan.

“ Baik pak...mari nona...” ajak Rita. Lalu mereka pun melangkah menuju lift.

“ Panggil Feli aja...” ujar Felisya merasa tak enak hati di panggil nona

“ Itu nggak sopan Nona...nona adalah tamu pak Gery...” ujar Rita segan.

“ biasa aja kali...lagian aku juga akan bekerja di sini...” ujar Felisya pada Rita.

“ Iya sih...tapi...” Rita tak lagi melanjutkan ucapannya karena mereka telah berada di lantai 7 tepatnya lantai para petinggi di perusahaan ini.

“ Yuk...” ajak Rita saat keluar dari lift.

Felisya pun mengikuti langkah Rita, di depan pintu yang bertuliskan Direktu Utama Rita berhenti, lalu mengetuk pintunya.

Tok...Tok...Tok....

“Siapa..? “ terdengar suara seorang pria.

“ Saya Rita pak...” Jawab Rita.

“ silahkan masuk...” perintahnya lalu Rita pun membuka pintu ruangan Direktur utama.

Da dalam ruangan itu tampak Gery yang sedang duduk di kursi kebesarannya, Felisya tak menyangka pria yang beberapa bulan terakhir yang dia kenal biasa-biasa saja merupakan seorang Direktur utama.

“ Feli...? kamu udah datang...silahkan duduk...” ucap Gery ramah pada Felisya.

Felisya tersenyum lalu dia pun masuk ke dalam ruangan Gery, dan duduk di shofa yang terdapat di ruangan itu.

“ Terima kasih Rita...” ucap Gery pada resepsionas yang telah mengantarkan Felisya.

Setelah Rita pergi, Gery pun ikut duduk di shofa tepan di depan Felisya.

“ Apa kabar Feli??” tanya Gery mengawali pembicaraan.

“ Baik...tu...an...” Felisya yang merasa canggung berhadapan dengan Gery yang mana posisinya di perusahaan ini sebagai direktur utama.

“ jangan panggil aku tuan...kalau di kantor bolehlah kamu panggil saya bapak...sama dengan karyawan yang lainnya namun jika di luar kamu cukup panggil aku Gery...” ujar Gery ramah pada Felisya.

“ Baik pak...” ucap Felisya.

“ Hari ini kamu akan mulai bekerja sebagai sekretarisku...ayo..aku antarkan ke meja kerjamu...” Ajak Gery sopan.

Gery yang sebelumnya sengaja di pecat Gery karena sekretarisnya yang lama itu tak tahu sopan santun, dan selalu berusaha menggoda Gery hingga Gery merasa tak nyaman bekerja dengan sekretaris seperti itu.

Mereka pun berdiri ke luar dari ruangan Gery, lalu Gery menunjukkan sebuah meja yang terdapat tepat di depan ruangan Gery. Gery pun mengajari Felisya tentang berbagai pekerjaan yang harus di lakukan oleh Felisya.

“ Teerima kasih pak...saya akan coba melakukan pekerjaan ini dengan sebaik mungkin...” ucap Felisya senang dengan pekerjaan yang di dapatnya.

“ Ya udah...kamu lanjut bekerja...apa bila ada yang tidak kamu mengerti kamu bisa tanyakan padaku...” ujar Gery pada Felisya.

“ siap pak...” jawab felisya dengan senyum manisnya.

Felisya pun mulai mempelajari pekerjaan yang harus di lakukannya, karena Felisya merupakan wanita yang pintar, cekatan dan jenius dengan mudah dia pun dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik mungkin.

Pada istirahat makan siang, Gery keluar dari ruangannya lalu menghampiri meja Felisya.

“ Bagaimana Feli..? apa ada kesulitan??” tanya Gery pada sekretaris barunya.

“ Mhm...boleh bapak periksa...” ujar Felisya menyodorkan beberapa berkas yang telah di susun dan di rapikan oleh Felisya.

Gery melihat beberapa berkas yang di minta untuk di sususn sesuai dengan abjad serta menghubungi beberapa klien yang hendak bekerja sama. Di dalam berkas itu juga terdapat waktu-waktu meeting yang telah di jadwalkan oleh klien-klien yang telah di hubungi Felisya tadi.

“ Kerja bagus Feli...semoga kamu betah kerja disini...” puji Gery pada Felisya yang dapat dengan mudah memahami pekerjaannya.

“ Aamiin..” ucap Felisya.

“Ini udah istirahat.. Kamu udah makan siang??.” ujar Gery pada Felisya.

“ mhm...sebentar lagi pak...” jawab felisya.

“ kalau belum makan yuk makan bareng di kantin kantor..” ajak Felisya.

“ Maaf pak...saya bawa bekal dari rumah...” ucap Felisya menolak dengan sopan.

“ owh...baiklah kalau begitu... besok kamu tak perlu repot-repot bawa bekal karena di perusahaan ini menyediakan makan siang gratis untuk karyawan...” ujar Gery.

“ Baiklah pak...” ucap Felisya.

Gery sengaja menyediakan makan siang gratis untuk seluruh karyawan agar sesama karyawan salin mengenal dan menjalin silaturrahmi yang baik. Gery merupakan seorang pemimpin yang ramah, dia sangat peduli pada karyawannya.

Karena kebaikannya dia pun di manfaat kan oleh calon istrinya. Bersyukur sebelum pernikahan terjadi Gery menyadari tingkah ular wanita itu dan Gery langsung memutuskan hubungannya dengan wanita itu.

“ Ya udah...saya ke kantin dulu ya...” ujar Gery pada Felisya lalu berlalu meninggalkan Felisya yang dia pun mulai membuka bekalnya.

Felisya sengaja membawa bekal dari rumah agar dia tak harus mengeluarkan uang di kantor untuk makan siangnya, karena keuangan Felisya yang masih sulit maka Felisya harus pandai berhemat.

Setelah selesai makan, Felisya pun menghubungi Rangga yang kini berada di luar kota.

“ Hallo...assalamu’alaikum..” ucap Rangga saat mengangkat panggilan dari Felisya.

“ Wa’alaikumsalam...” ucap Felisya.

“ Udah makan bang?” tanya Felisya.

“ Belum sayang...ini sebentar lagi mau istirahat...kamu udah makan?” tanya Felisya.

“Udah bang...aku udah mulai kerja hari ini...tadi aku makan pake bekal yang aku bawa dari rumah...” cerita Felisya.

“ Owh,....syukurlah...bagaimana pekerjaannya?” tanya Rangga penasaran

“ Aku di sini bekerja sebagai sekretaris direktur utama bang... ternyata teman aku itu direktur utamanya...terus karyawan disini juga ramah-ramah bang...semoga aja aku betah di sini dan penghasilanku bekerja di sini berkah untuk keluarga kita...” ujar Felisya bahagia.

“ Syukurlah kalau begitu...” ucap Rangga.

“ Ya udah aku mau makan dulu ya...” ujar Rangga lalu mulai menutup panggilannya.

Bersambung...

Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...

**Rate...

Favorite...

Like...

Koment...

Hadiah...

serta Vote...

di tunggu ya...biar semakin semangat...

Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**

1
Nurul
betul banget
Paulina
kisah sejuta rumah tangga...🤭🤭
Nurul
hadir kembali untuk bersemangat 👏🏻👏🏻✨✨💪🏻💪🏻💪🏻
Nurul
sudah like + favorit kaa.. 👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sulati Cus
akibat mudah mengeluarkan kata cerai
Sulati Cus
he klu itu emang jas selingkuhan istri mu ngapain jg di bawa plg kt guru tp kok..
Sulati Cus
bohong
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️
mampir..
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
ini udh smw aku like
Dhiro Muna
pingin bgt y di sayang mertua dg tulus...tp kbnyakn mertua pd cari muka..giliran di blkng kita aj kejelekan kita di buka semua ke org2😔
Dhiro Muna
aku kasih 1 vote y kak😊...awal cerita yg bgs dan menarik😀
Endang Purwati
Ranggaaaaaaaa,.......... Ranggaaaaaaaa,..........
Ranggaaaaaaaa...........


loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
Endang Purwati
klo sdh jauh, gkk ada dekat....

bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
Dhina ♑
"Terimakasih Rita..." ucap Gery pada resepsionas

itu ☝️☝️ resepsionis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!