NovelToon NovelToon
Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Kata orang cinta itu buta? Memang, karena kita tidak pernah tahu pada siapa cinta itu akan berlabuh.

Disini adalah kumpulan cerbung tentang pasangan beda usia dengan berbagai lika likunya.

Follow Ig @ rii.ena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Sekalian nanti malam

Alfian melangkah pelan tapi pasti menaiki anak tangga, rumah sepi, hanya ada mbak Nana dan suaminya dikamar mereka, tengah hari semua pekerjaan sudah beres

Nana dan suaminya sama sama bekerja mengurus rumah Alfian sejak lima tahun yang lalu.

Alfian tersenyum miring, membayangkan apa yang akan dilakukannya.

Rezeki suami Sholeh, gumamnya, eh.

Alfian tidak pernah mengetuk pintu jika masuk ke kamar Dinda, kamar istrinya sendiri, ngapain pakai permisi. Itu yang ada dalam pikirannya.

Dinda sedang menelungkupkan badannya sembari bermain ponsel hanya melirik sekilas ketika melihat Alfian masuk ke dalam kamarnya lalu cepat duduk bersila, Dinda lebih banyak menunduk dan sangat jarang melihat wajah Alfian langsung.

Alfian ikut duduk diatas kasur, menatap lekat lekat kearah Dinda.

" Nanti malam saya tidur disini "

Dinda terkejut, sesaat melihat Alfian lalu tertunduk Kembali.

" Kenapa ? Saya sudah memberikan kamu waktu hampir sepuluh hari, masih belum cukup ? Atau ada yang kamu sembunyikan ! "

Alfian sedikit bergeser semakin mendekat ke arah Dinda.

" Enggak ada, Dinda gak ada menyembunyikan apa pun "

Dinda bergeser pelan, seberapa Jauh Alfian mendekat, segitu juga Dinda bergeser.

Alfian jadi gemas sendiri.

" Lantas, kenapa masih menolak saya ? Apakah kamu tahu jika setelah kamu sah menjadi istri saya, dan kamu menolak saya, sepanjang malam kamu dilaknat oleh malaikat "

Serem benar

" Dinda bukan menolak paman, Dinda hanya belum siap "

Jari jemari tangan Dinda saling meremas.Jantumg Dinda sudah berdebar kencang membayangkan bagaimana dan apa yang terjadi jika Alfian benar benar tidur di kamarnya malam nanti.

" Kamu tidak berharap akan kembali ke mantan pacarmu 'kan ? Sehingga kamu menunda nunda ? "

Alfian menyembunyikan tangannya yang mengepal. Alfian sendiri membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi di belakangnya.

Seperti yang di katakan Robert.

Dinda mengangkat wajahnya pelan, memberanikan diri menatap wajah Alfian langsung, tidak curi curi seperti biasa.

Dinda menggelengkan kepalanya,

walaupun hatinya sedikit ragu. Saka memang tampan dan tentu saja dari segi usia lebih cocok dengan Dinda, tetapi apakah kelak Dewi dengan Alfian akan menyetujui hubungan Saka dengan Dinda yang notabenenya Dinda sudah menikah dengan Alfian, jika keduanya memutuskan kembali.

Alfian perlahan mengambil Jemari tangan Dinda yang sudah berkeringat, padahal pendingin udara di kamar Dinda selalu menyala.

Dinda tidak berani menarik tangannya, takut Alfian marah.

" Saya cuma tidur, tetapi sebelum tidur....Saya gak tahu yang terjadi bagaimana "

Bibir Alfian membentuk senyuman menggoda

" Kamu tidak bosan berada di rumah terus "

" Tentu saja bosan, Dinda bisa cepat tua di rumah saja, Paman "

Alfian melotot, Dinda membekap mulutnya.

Alfian kurang senang jika Dinda mengucapkan kata tua, seperti menampar Alfian untuk mengingatkan usianya.

" Maaf ! "

Cicit Dinda pelan.

" Besok ikut saya ke kantor, jadi sekretaris pribadi saya "

Alfian berdiri, dia tidak bisa berlama lama duduk di dekat Dinda, bisa bisa ia akan menerkam Dinda siang itu juga.

" Dinda cuma tamatan SMU, kan sudah ada Ibu Sandra "

" Sandra sudah cukup sibuk, kamu bisa membantunya "

" Sekretaris pribadi itu, apa tugasnya Paman ? Jadi Dinda bisa mempersiapkan diri malam ini "

Alfian nyengir.

" Besok Sandra yang akan memberitahukan apa yang harus kamu kerjakan, yang lebih utama persiapkan saja dirimu malam ini "

Alfian ngeloyor keluar dari kamar Dinda.

Apa matanya tadi, mempersiapkan diri ?

Dinda mendadak pucat, Kembali tangannya meraih ponselnya, mulai mengotak atik di mesin pencarian, apa apa saja yang harus di persiapkan untuk bertempur nanti malam.

Mau perang Din ?

Atau mencari siasat untuk menghindar ? Ah, rasanya sudah sangat tidak mungkin.

Kalau masih menolak malam ini, Dinda akan dilaknat malaikat lagi.

...*****...

Yang katanya Dewi mau pulang telat, jam lima sore sudah sampai rumah, bertepatan dengan Saka juga baru pulang dari kampus.

" Katanya telat ? "

Tegur Alfian mengerutkan dahinya.

" Lupa menyampaikan kalau hari ini ada undangan lounching pembukaan hotel milik salah satu mantan rekan sesama guru, Pa, dia dapat suami anak orang berduit, dia mengundang tadi via telepon "

Dewi buru buru masuk ke dalam kamar untuk bersiap siap.

Alfian sedikit enggan, kalau dia menemani Dewi pergi ke acara tersebut pasti pulangnya malam, dan dia akan gagal lagi malam ini.

Saka berjalan menapaki anak tangga menuju kekamarnya, ekor mata Alfian terus memperhatikan gerak gerik Saka.

Jika dia dan Dewi pergi, berarti Saka dan Dinda hanya berdua dirumah, bisa saja keduanya....

Alfian sedikit gelisah melihat ke lantai atas, ingin rasanya ia membawa Dinda sekalian, ah, tidak mungkin. Atau mengurungnya terus di dalam kamar supaya tidak bisa keluar dan tidak bertemu Saka.

Alfian sangat sadar jika pesona Saka tidak bisa diabaikan, kalau tidak masa' Dinda sampai nekad menjadi istrinya demi dendamnya karena pengkhianatan Saka.

Alfian cepat menaiki anak tangga dan menerobos begitu saja masuk ke dalam kamar Dinda.

Dinda yang baru keluar dari kamar mandi terkejut, jangan lupakan jika Dinda juga sudah membuat persiapan untuk malam nanti.

Dinda lebih lama berendam di dalam kamar mandi, sebelumnya luluran sendiri dulu.

Beberapa langkah yang disarankan di mesin pencarian Dinda lakukan, walaupun Dinda belum siap sepenuhnya, tetapi Alfian sudah jadi suaminya jadi bagaimanapun Dinda mempersiapkan dirinya dengan baik untuk pertama kali.

Jika bau dan Alfian menjadi tidak berselera, lalu Dinda dikembalikan ke rumah orang tuanya, apakah itu tidak semakin melukai Keluarganya ? Pernikahan yang dilakukan kemarin saja sudah membuat Bapak dan ibunya kehilangan muka, walaupun Alfian sudah tua, pesonanya juga sama kuat dengan Saka dimata Dinda.

Melihat Dinda yang baru selesai mandi, rambutnya di cempol tinggi ke atas, terlihat segar, aroma campuran rempah-rempah, parfum dan apalah khas aroma lulur yang menenangkan, menguar memenuhi seluruh kamar.

Alfian mematung menatap Dinda, Dinda sedikit salah tingkah dilihati Alfian secara intens.

Benar kata Robert, Dinda dan Dewi tidak bisa tinggal satu atap, apa lagi semakin lama aku semakin tidak bisa menahan diri.

Alfian melangkah demi selangkah maju ke arah Dinda yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, semakin mendekat, aroma keharuman yang berasal dari tubuh Dinda semakin memenuhi indera penciuman Alfian.

Dinda sendiri merasa deg deg'kan, Alfian berdiri tepat didepannya, sangat dekat hampir menempel keduanya.

Bukankah katanya nanti malam, eh tunggu dulu, pakaiannya seperti akan pergi ke suatu acara.

Alfian mendekatkan bibirnya ke dinding telinga Dinda.

" Saya pergi sebentar, jangan tidur dulu dan tunggu saya pulang ! Kunci kamar baik baik, saya memiliki kunci cadangannya "

Setelah membisikkan kalimat itu, Alfian menarik dirinya, ingin sekali Alfian mencium Dinda, menghirup aroma wangi tubuh Dinda sepuas puasnya tetapi Alfian harus menahan diri, karena jika sudah memulai dia tidak akan berhenti.

Dewi sudah menunggunya di bawah.

Biarlah nanti malam saja sekalian.

Bergegas Alfian Keluar dari kamar Dinda.

Dinda masih berdiri mematung, seluruh permukaan kulitnya meremang ketika napas hangat Alfian menyapu kedalam rongga telinga Dinda.

...*****...

...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

1
Ran Aulia
Luar biasa
Effrynna dwy
Lumayan
Magda Nuraini Nursyirwan
Aku membaca kali kedua,cerita bagusnya Riien,menyesalkan dan sesak kelakuan Aisyah,kerasnya sifat wanita,tertutup,gengsian padahal betapa baiknya Syam banyak mengubah dgn hijrah diri lebih baik,qodarullah mereka bercerai atas kerasnya Aisyah,kasihan Fatimah 😭😭😭
Afternoon Honey
maksudnya lapak ijo KBM kah? dan yg satunya apa, ngak paham saya...
ah kecewa...
dite
salah sih kalo dibilang si dinda korban napsu alfian.. yg ada itu pilihan dia sendiri. resiko dr pilihannya.
dite
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dream
Aisah ini guru, tapi kok gak bisa di gugu dan di tiru.... laki2... kl kamu gituin terus lama2 bosen.... bisaa di tinggalin karena bodohmu
dream
Dengerin tuh Aish.... jgn alay bin lebay.... sebel jadinya
dream
Biarpun si Sam salah, apa yg di bilang semua bener, knp gak berbenah diri, bikin Sam cinta mati, kl gini kesenengan si Lili, ngerusak rmh tangga kamu, lagian Sam gak 100 persen salah, dia langsung ceraikan lili, dan cerita jujur sama kamu Aish.... binun aku sama kamu
dream
oh.... si Yasmin sepupu sama Tristan selingkuhan Liana
dream
kasih servis lah yg ok biar si Sam tambah cinta.... ayok pertahanin pernikahanmu, kamu bukan pelakor kok,
dream
Laki mah tukang boong, tapi hebat loh Sam mau cerita n minta pengampunan, dia juga gak salah 100 persen, Si lili yg parah
dream
duh kenapa gak di injek aja si nonik.... gak tau malu...
dream
usir aja si Ninik..... rese banget, aisyah juga gak tegas, usir benalu.... jijik....
Qaisaa Nazarudin
Cerita nya bagus banget,Baru baca bab 1 aja aku udah jatuh cinta dgn ceritamu ini thor,Tapi aku kesel dan kecewa banget,kenapa harus pindah lapak? mana aku gak tau lagi lapak yg mana😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Loh lapak itu di mana thor?? aku gak tau..aduuh kok pindah sih??kecewa sekali😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Dinda memilih kabur kesini..🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG Dinda mau kemana??kok aku deg degan campur sesak🥺🥺😩😩
Qaisaa Nazarudin
Gagal apanya..Sekarang aja Saka udah kelimpungan,kebakaran jenggot..😅😅😅
Qaisaa Nazarudin
Duh terjaru sekali aku dgn jubungan adek abang ini,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!