By She_Vent
Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.
"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.
"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"
"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.
"Kak... boleh minta nomor HPmu?"
🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗
👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain
Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat
Hamparan langit maha sempurna, matahari yang bersinar terang sudah kembali redup. Keceriaan di wajah Kalycha yang seharian merasakan liburan mendadak kini berubah sendu teringat kembali ia harus menghadapi kenyataan yang membuat hatinya sedih.
Kalycha masih membaca setiap pesan yang masuk ke aplikasi hijau yang ada di benda pipih yang digenggamnya.
Ia membuka pesan dari Omanya.
"Sayang, kamu dimana?"
"Cha, telepon Oma sekarang ya."
"Cha, kamu dimana? Biar Oma jemput."
"Cha, kamu marah ya sama Oma, karena Oma ijinin Daddy kamu menikah lagi?"
Kalycha tidak membalas pesan dari Omanya. Ia beralih membaca pesan dari Nayla.
"Icha, kamu sakit ya? Kok ga masuk hari ini?" Pesan pertama
"Cha, Daddy bilang kamu udah dianter kesekolah, trus kamu dimana sekarang?" Pesan kedua
"Cha, kamu dimana sayang?" Pesan ketiga.
"Jangan sok perhatian dan sok akrab gitu, ga mempan sama gue." gumam Kalycha.
"Sok akrab gimana neng?" tanya Pak Tono yang ternyata masih bisa mendengar ucapan Kalycha.
"Hehe... gak kok Pak, ini lagi baca chat dari temen. Bahasanya sok akrab gitu jadi Icha geli bacanya." Pak Tono hanya menjawab "Oo..."
Kalycha kembali membaca pesan di aplikasi hijaunya.
"Cha, kamu marah ya sama Tante? Kamu ga suka ya Tante menikah dengan Daddymu? Kalau kamu mau kamu bisa bilang sama Daddy supaya batalin niatnya untuk menikahi Tante." masih pesan dari Nayla.
Menarik nafas dengan berat. "Apa kalau aku minta Daddy batalin pernikahan kalian Daddy akan menurutinya?" Batin Kalycha. "Kok aku ragu ya...!"
Kalycha menutup pesan dari Nayla, masih banyak pesan darinya tapi Kalycha malas membacanya karena dari semua pesannya hanya berisikan pesan yang akan menyudutkannya dan itu membuat Kalycha semakin merasa bersalah pada Daddynya.
Kalycha teringat pesan yang disampaikan Pak Tono tadi siang supaya ia mencoba untuk IKHLAS.
Kalycha melihat ada pesan dari Alvin.
"Cicak, lo dimana?"
"Gue denger lo kabur?"
"Kabur kemana Lo?"
"Seneng lo ya buat semua orang susah. Ga kasihan apa lo lihat bokap lo?"
"Lo kasih tahu dimana lo sekarang biar gue jemput."
"Sok baik lo." Batin Kalycha. Tapi dia tidak menyangka kalau Alvin ternyata juga mengkhawatirkan dirinya.
Kalycha mengabaikan pesan dari Alvin, lalu Kalycha membuka pesan dari Pramudja dan hanya satu pesan darinya.
"Princess Daddy, apa kamu baik-baik saja? Pulanglah sayang kalau Pernikahan Daddy alasan kamu berbuat begini Daddy mengalah Daddy ga akan menikah dengan Reva. Pulanglah!"
Airmata Kalycha menetes ia menangis tersedu-sedu sampai sesenggukan. Pak Tono hanya bisa memandangi Kalycha saja. Kalycha sangat merasa bersalah setelah membaca pesan dari Daddynya. Bukan amarah tapi lebih dari rasa khawatir. Kalycha sadar kalau ternyata ia sudah begitu egois.
"Minta maaflah neng. Kamu sudah membuat semua keluargamu khawatir dengan kepergianmu. Mereka pasti akan memaafkan mu, bilang saja kamu abis jalan-jalan sama bapak."
"Iya pak..."
"Nah sekarang turunlah neng, kita sudah sampai dirumah."
Kalycha menatap keluar dan benar Ia sudah sampai dirumahnya. Dan melihat beberapa mobil terparkir disana. Ada mobil Oma dan juga Nayla.
"Terimakasih ya pak. Terimakasih buat hari ini. Lain kali, bawa Icha main ke rumah bapak ya pak." Kalycha mengeluarkan semua uang dari dompetnya.
"Seperti bapak yang sudah Ikhlas menemani Icha seharian. Icha juga Ikhlas memberikan ini untuk bapak." Pak Tono menolak tapi Kalycha tetap menyodorkannya.
"Belilah oleh-oleh untuk Ibu dirumah biar bapak ga kena marah karena pulang ga bawa apa-apa. Hehe. Icha Ikhlas pak, kalau bapak ga ambil Icha ga mau kenal sama bapak lagi." Dan Mau tak mau Tono pun menerima uang pemberian dari Kalycha.
"Terimakasih ya neng." menerima dengan senang hati. "Ingat pesan bapak ya neng, harus Ikhlas." Pak Tono kembali mengingatkan Kalycha tentang satu pesannya.
"Oke. Bapak hati-hati ya. Salam buat Ibu."
Kalycha pun keluar dari mobil Pak Tono, dan melambaikan tangannya saat mobil Pak Tono sudah melaju meninggalkannya yang masih berdiri di depan pagar yang tinggi.
Kalycha menekan bell rumahnya dan tak lama seorang security pun keluar dan membuka pintu pagar.
"Non Icha, Non Icha dari mana saja Non? semua sudah menunggu Nona dari tadi." tanya Pak Rudi security dirumah Kalycha.
Kalycha hanya menanggapinya dengan senyuman. "Saya kedalam dulu ya pak."
"Iya Non, silahkan."
...***...
Kalycha membuka pintu dan benar saja disana sudah berkumpul Daddy, Oma dan juga Ibu Nayla.
Melihat Kalycha membuka pintu rumahnya Pram langsung mendekati Kalycha, bukan sebuah pelukan yang ia dapatkan tapi sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
"Prakk..." Pipi Kalycha langsung memanas.
"Dad..." Kalycha
"Mas..." Nayla
"Pram..." Oma Milah
Ketiga wanita itu meneriaki Pramudja. Bukan hanya Kalycha yang terkejut mendapatkan tamparan dari Pram. Oma Milah dan Nayla pun ikut terkejut.
"Anak macam apa kamu? Jam segini baru pulang. Kamu ga lihat ini sudah jam berapa? Darimana kamu seharian ini? Kamu ga takut kalau kamu di culik? Apa kamu ga takut kalau kamu diperkosa orang? Bla..bla...bla..." Banyak rentetan pertanyaan yang dilontarkan Pram kepada Kalycha.
Kalycha masih diam menundukkan kepalanya sambil memegang pipinya yang ditampar. Ia menangis tak sanggup menatap wajah Daddynya. Ia tau tamparan itu adalah sebuah rasa kekhawatiran Ayah pada putrinya. Dan ia juga tahu sudah melakukan kesalahan besar yang membuat semua orang khawatir padanya.
Oma Milah dan Nayla tidak berani mendekat, karena mereka juga takut. Baru kali ini mereka melihat Pram semarah itu.
"Maafkan Icha Dad..." akhirnya Kalycha mengeluarkan suaranya.
"Apa dengan minta maaf semua masalah akan selesai, kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu..." Suara Pram sudah merendahkan suaranya dan airmatanya mulai menetes. " Daddy ga bisa memaafkan diri Daddy sendiri." Menarik Kalycha kedalam pelukannya.
"Maafkan Icha Dad..." Kalycha semakin menangis dalam pelukan Daddynya.
"Maafkan Daddy... Daddy takut kamu kenapa-napa, Daddy takut kehilanganmu. Daddy takut kamu disakiti orang lain." Pram memeluk sambil mengusap punggung putrinya dan mengecup puncak kepala putrinya itu.
Pram melonggarkan pelukannya dan menyentuk pipi bekas tamparannya tadi.
"Apa ini sakit?"
"Sakit Dad..." Menjawab dengan manja sambil menganggukkan kepalanya.
"Daddy terlalu keras ya menamparnya." Mencium pipi Kalycha yang bekas ia tampar. "Maafkan Daddy ya sayang." mengusap pipi putrinya dengan lembut.
Oma dan Ibu Nayla hanya tersenyum melihat kedekatan keduanya. Meskipun Pram jarang bicara dengannya karena kesibukannya tapi ia tahu kalau Pram begitu menyayanginya. Terbukti dari pesan yang dikirimnya kalau ia bersedia melepaskan Nayla demi dirinya.
...***...
Mereka sudah berada diruang keluarga setelah sebelumnya Kalycha mandi membersihkan tubuhnya yang seharian berada diluar rumah. Kemudian mereka makan malam bersama, tentunya masih ada Oma dan Nayla disana.
"Icha ada yang Daddy mau bicarakan."
"Apalagi sih Dad?"
Masih menunggu ucapan Pram selanjutnya.
Pram menarik nafasnya dalam-dalam. Ia menggenggam tangan Nayla dan meliriknya sebentar.
"Daddy memutuskan membatalkan pernikahan Daddy dengan Reva." membuka suara dengan berat.
"Apa??? Seriusly? Kok aku ga percaya ya??? Liat aja deh, katanya mau batalin tapi genggamannya aja masih erat begitu. Daddy... Daddy..." masih diam menunggu ucapan Pram selanjutnya.
"Daddy memutuskan membatalkan pernikahan Daddy dengan Reva." mengulang kembali ucapannya. "Apa itu yang kamu mau dengar dari Daddy?"
"Heemm... Seperti dugaanku. Daddy ga mungkin membatalkan pernikahannya. Dasar bucin ga ingat umur udah tuir. Eh, Daddy belum tua ah, umurnya aja belum empat puluh. Daddy masih tampan. Oke baiklah. Kita liat saja Daddy sanggup ga menerima persyaratan dari aku."
"Heemm..." menghembuskan nafas dengan berat. "Sepertinya membantah pun akan percuma."
"Baiklah Dad, tapi ada syaratnya dan aku ingin Daddy memenuhi semua persyaratan ku."
Kira-kira apa ya yang akan di ajukan si Cicak? 🤔
Jangan lupa isi Absen dulu ya Cinn 😘
Like
Coment
Dan Voteeee yang buayak yaa
Akoh juga mau hadiah bunga dong 💐 buat kamu yang suka sama cerita akoh tolong kasih akoh bunga ya 🤗
tpi mksh thor dh up