Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#8 "Kamu Menyebalkan!"
Happy reading guys!
Al segera mengangkat panggilan suaranya yang ternyata dari papahnya.
"Assalamualaikum." Sapa tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi dari balik teleponnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Al sambil memperhatikan tubuh istrinya yang tengah berendam di dalam bathtub dari balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.
Apa dia ingin menggodaku sampai lupa mengunci pintunya? Baiklah aku akan menuruti keinginanmu sayang." Batinnya seraya tersenyum penuh kemenangan.
Arti tidak menyadari bahwa pintu kamar mandi itu lupa dikuncinya dari dalam, sehingga Al dengan leluasa bisa masuk tanpa sepengetahuannya.
"Cepat pulang ke rumah! Bawa istrimu sekalian!" Perintahnya tanpa mau di bantah.
"Ok siap Pah." Jawab Al sembari berjalan mengendap-endap menuju bathtub tempat istrinya berendam sambil memejamkan matanya.
Setelah panggilan suara terputus Al meletakkan handphonenya di atas meja wastafel.
"Kamu sengaja ingin menggodaku sayang?" Bisiknya ditelinga istrinya.
Billar sengaja meniup telinga kekasih halalnya itu hingga membuat Arti merinding dibuatnya, dia langsung membuka matanya karena sangat terkejut mendengarnya.
"Kenapa kamu bisa masuk? Apa kamu sengaja ingin mengintipku?" Arti mendelik tajam ke arah Al kemudian menenggelamkan tubuhnya kedalam bathub yang tertutup busa.
"Kamu sendiri yang membiarkan pintunya terbuka sayang, jadi jangan salahin aku bisa masuk dengan leluasa." Jawab Al seraya tersenyum penuh arti menatap wajah cantik dan tubuh polos istrinya yang terlindung busa sabun.
"Dasar laki-laki mesum!" Teriak Arti hingga menggema di dalam ruangan bathroom itu.
Cup... Al membungkam mulut kekasih halalnya itu dengan ciumannya. Arti langsung terdiam seketika, setelah beberapa detik kemudian dia baru tersadar lalu mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga hingga tanpa sadar tubuh polosnya terpampang jelas di depan mata laki-laki tampan itu.
"Kamu benar-benar mau menggodaku sayang?" Al menaikturunkan alisnya.
Aaaa..."Arti langsung berlari untuk menghindari Al.
Namun karena seluruh tubuhnya masih dipenuhi busa sabun sehabis berendam dalam bathtub tadi, dia terpeleset hingga menimpa tubuh suaminya yang menopangnya. Al meneguk salivanya dengan susah payah, karena posisi mereka yang sangat intim. Dia kembali harus menahan dirinya untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri, ketika sudah berdua didalam kamar mandi.
"Apakah kamu sangat nyaman berada di atas tubuhku?" Al menaikkan satu alisnya seraya tersenyum penuh makna menatap wajah cantik istrinya yang berada hanya beberapa centi darinya." Kalau kamu ingin melakukannya' sekarang, aku dengan senang hati akan mengabulkannya." Ujarnya dengan nada sangat menggoda.
"Ishh siapa juga yang mau!" Arti berusaha bangun dari atas tubuh suaminya.
Namun Al justru merangkul pinggang istrinya dengan sangat eratnya.
"Lepasin!" Arti berontak dengan menggoyang tubuhnya.
"Jangan bergerak terus! Kamu membangunkan king cobra yang sudah siap mencari sarangnya." Al berkata dengan ambigu.
Arti akhirnya menghentikan pergerakannya ketika merasa ada yang keras dibawah sana.
"Kumohon lepasin aku." Lirihnya sambil menangkup kedua tangannya.
"Kiss dulu." Al memajukan bibirnya.
Cup...Arti mencium bibir suaminya sekilas, Al langsung melepaskan pelukannya karena tidak ingin membuat istrinya kembali marah kepadanya. Dia cukup bahagia walaupun kekasih halalnya itu hanya memberikan sebuah kecupan di bibirnya.
Arti bergegas bangun lalu menutupi dada dan area sensitifnya.
"Gak usah ditutupin aku udah melihat semuanya walaupun belum pernah merasakannya." Ujar Al dengan frontal sambil berlalu pergi keluar dari kamar mandi.
Arti mengepalkan tangannya dengan kuat karena malu sekaligus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh tuan muda Adriansyah Alrizzi itu. Dia segera membersihkan badannya di bawah shower dengan sabun beberapa kali, berharap bisa menghilangkan bekas sentuhan tangan Al dari tubuhnya. Namun sepertinya itu sia-sia saja karena memori otaknya terus terbayang mengingat kembali apa yang terjadi tadi.
Hampir tiga puluh menit Al menunggu Arti keluar dari kamar mandi karena ingin mengajaknya makan sekaligus mengunjungi rumah orangtuanya, namun biduanita itu tidak menampakkan batang hidungnya juga. Karena tidak sabar lagi menunggunya, Al segera beranjak dari duduknya lalu mengetuk pintu kamar mandi.
Tok...tok...tok..." Arti kamu ngapain aja di dalam? Kenapa lama banget? Kalau lima menit lagi kamu gak keluar, pintunya bakal aku dobrak!" Teriaknya dari balik pintu.
Arti bergegas menyelesaikan ritual mandinya, ketika mendengar teriakkan Al yang ingin mendobrak pintunya. Dia segera memakai jubah mandinya lalu menggulung rambutnya dengan handuk yang tersedia di dalam bathroom itu.
Ceklek...Arti membuka pintunya kemudian keluar dari sana, tanpa menghiraukan tatapan Al yang kembali meneguk salivanya ketika melihat leher jenjang istrinya terekspos nyata. Indera penciumannya langsung mencium aroma wangi yang tercium dari sabun dan shampo yang dipakai wanita yang sangat dicintainya itu. Al dengan refleks mengikuti langkah istrinya sambil menutup matanya dan terus mengendus aroma wangi tubuhnya, hingga Arti berhenti tepat di depannya secara tiba-tiba karena merasa diikuti.
Brukkk... Al menabrak tubuh istrinya cukup keras hingga Arti jatuh dalam posisi menelungkup mencium lantai.
Awww..." Pekik Arti sebab hidungnya yang baru saja diobati kembali berdarah.
"Maaf sayang, aku gak sengaja." Al langsung membalikkan tubuh istrinya karena mendengar jeritannya.
Dia sangat terkejut melihat hidung istrinya yang kembali berdarah.
"Menyingkirlah dari hadapanku!" Arti mendorong tubuh suaminya yang berada di atasnya sambil memegangi hidungnya.
"Aku akan panggilkan dokter!" Seru Al sambil beranjak dari sana untuk mengambil handphonenya.
"Gak usah!" Ketus Arti karena sangat kesal kepada laki-laki tampan yang berstatus suaminya itu.
"Aku gak mau kamu kenapa-napa sayang." Al langsung menghubungi Dokter.
Arti menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu menghela nafasnya dengan perlahan.
"Terserah kamu saja!" Arti berlari ke kamar mandi untuk mencuci hidungnya yang terus mengeluarkan darah segar.
Setelah menghubungi dokter Al langsung menyusul istrinya.
"Tadi Papah menghubungiku, beliau menyuruh kita untuk ke rumah utama. Kamu mau kan?" Al menatap pantulan wajah cantik istrinya dibalik cermin.
"Ok!" Singkat Arti sambil menganggukkan kepalanya.
Tapi sebelum kita pergi ke rumah orangtuamu aku mau tau kapan kamu menikahiku? Kenapa aku gak pernah merasa menandatangani akta nikahnya?" Arti mengangkat satu alisnya menatap lekat wajah tampan Al dari pantulan cermin yang ada di dalam kamar mandi itu.
"Aku menikahimu tepat di hari H pernikahan kita yang seharusnya berlangsung secara besar-besaran, namun terpaksa dilaksanakan secara sederhana karena mempelai wanitanya melarikan diri dari calon suaminya." Sindirnya sambil menatap tajam kearah istrinya karena mengingat peristiwa itu." Pernikahan kita sudah sah menurut hukum agama tapi belum tercatat secara hukum negara karena kamu sendiri yang gak mau menandatangani berkas-berkas untuk melengkapi buku nikahnya." Jawabnya dengan meninggikan intonasi suaranya.
Al tidak bisa lagi meredam emosinya ketika teringat kejadian itu, dia hampir saja menghabisi para bodyguard bayangan yang disuruhnya untuk menjaga Arti saat itu.
"Maaf." Ucap Arti sambil menundukkan wajahnya karena takut melihat tatapan tajam dari Al yang meluapkan emosinya.
Al menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya perlahan lewat mulutnya, dia berusaha meredam emosinya yang terlanjur keluar begitu saja karena teringat kejadian itu. Al membalikkan tubuh istrinya supaya menghadap ke arahnya lalu berkata.
"Aku akan memaafkanmu bila kamu mau menandatanganinya sekarang sayang." Al berusaha membujuk biduanita yang sudah di nikahinya itu.
"Maaf aku gak bisa." Arti menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" Al mengangkat satu alisnya.
"Karena aku gak cinta sama kamu, jadi bila aku menuntut cerai prosesnya akan lebih mudah." Jawab Arti tanpa berani mengangkat wajahnya.
"Apaaaa?!" Al sangat terkejut dibuatnya.
Emosinya kembali tersulut karena jawaban dari Arti yang diluar dugaannya.
"Hampir semua wanita berebut ingin menikah denganku Arti, tapi kenapa kamu justru sebaliknya?" Al mengguncang tubuh mungil biduanita itu.
"Kamu sendiri yang bilang hampir semua wanita ingin menikah denganmu, itu artinya gak semuanya. Anggaplah aku termasuk dari segelintir orang yang gak menginginkanmu itu Tuan Muda Adriansyah Alrizzi." Arti memberanikan dirinya untuk menatap ke arah Al yang berdiri di hadapannya.
"Arti sejak pertama kali kita bertemu aku sudah jatuh cinta sama kamu, aku rela melakukan apapun untukmu.Tapi kenapa kamu gak bisa menghargai pengorbananku dengan membuka hatimu untukku?" Al menatap lekat wajah cantik istrinya dengan perasaan yang sulit untuk diartikan.
"Tolong beri aku waktu untuk memahami perasaanku sendiri. Sekarang ini biarkanlah semuanya mengalir seperti air, ingat jangan pernah sentuh aku lagi tanpa seizinku." Pinta Arti sambil menepis tangan Al yang ada di bahunya.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, aku gak akan memaksamu untuk mencintaiku. Tapi aku ingin kita tetap tidur di atas ranjang yang sama sampai aku bosan denganmu!" Tegas Al dengan menekankan kata-katanya.
Maafin aku sayang, aku hanya ingin kita semakin dekat dari hari ke hari hingga rasa cintamu tumbuh dalam hatimu untukku." Batin Al sembari menatap lekat wajah cantik istrinya.
"Apaaaa?! Kamu anggap apa aku ini? Aku bukan mainanmu Tuan Muda! Aku memang seorang penghibur! Tapi aku bukan pelacur!" Pekik Arti sembari memukuli dada bidang Billar dengan sekuat tenaganya.
"Terserah kamu mau bilang apa, tapi yang jelas aku gak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun juga!" Ujar Al sembari menangkis setiap serangan dari Arti.
"Dasar nyebelinnnnnn!" Arti semakin membabi buta memukuli tuan muda Adriansyah Alrizzi itu.
Al justru membalasnya dengan menggendong tubuh istrinya seperti karung beras, lalu menghempaskannya di atas ranjang king size super empuk miliknya kemudian menggelitik pinggangnya tanpa ampun.
...*****...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢