Bimo yang semula anak manja dan nakal tiba -tiba mendapat didikan keras dalam hidupnya , menjadikannya seorang yang mandiri, berpendirian dan ulet. Sebagai lelaki yang suka dengan tantangan dan tidak terpaku dengan gaya hidup ikut ikutan. walaupun wajahnya sengat tampan tapi dia bukan lelaki yang suka berdandan dan suka menjual tampang tanpa beraksi. prinsipnya sedikit gaya banyak aksi, tidak perlu banyak bicara namun penuh pembuktian
Bahkan dia suka bertarung sebagai lelaki sejati di arena hexagon.
Dengan tubuh kekar wajah tampan dia siap mempesona gadis manapun.
Dan jangan lupa dia seorang CEO.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sigi Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Cemburu
Bimo masih merasa ada yang aneh dengan sikap Meytta yang diam saja.
Sambil mendekati Iwan, Bimo bertanya.
"Ada apaan sih..? kok gak biasanya si boss diam gitu."
"tau ..tuh dari masuk tadi udah gitu mukanya, kayak orang lagi patah hati," sahut Dodi masih bisik-bisik.
"Apa mungkin benar baru patah hati, mungkin baru putus ama pacarnya kali..," sahut Bimo mengambil kesimpulan.
"Eeh ..tapi tiga tahun aku kerja ama si bos, belum pernah tuh gua liat dia dekat ama cowok," Iwan menimpali.
"kali aja cowoknya gak di sini, soalnya aneh aja perempuan secantik mbak Meytta gak punya cowok, tajir lagi," kali ini Dodi yang berkata.
Saat sedang kasak kusuk bisik-bisik mereka bertiga dikagetkan suara Meytta.
"Kalian...kerja apa mau ngrumpi..? kayaknya emak- emak aja ...suka bisik-bisik..! " Omel Meytta.
"Kamu lagi ...udah tahu punya tanggung jawab disini masih aja enak-enakan pacaran," tambah sengit Meytta mengomel sambil melirik Bimo.
"Eeh.. looh..,"Bimo yang di tuding Meytta cuma terdiam sambil bergumam dalam hati.
Masih belum mengerti dengan keadaan Bimo malah seperti orang linglung.
"Emang yang pacaran siapa..?," batin Bimo.
Bimo kemudian teringat akan pertemuannya dengan Arlita di cafe x tadi .
"Apa yang di katakan pacaran itu tadi pertemuanku dengan Arlita ya..?," batin Bimo.
Bimo tetap diam, karena dia merasa tidak melakukan apa-apa, dia berfikir mungkin karena telat masuk kerja, makanya Arlita marah.
Sepanjang sore gadis manis itu diam sambil terus berada di dalam ruangan kerjanya.
Semenjak kedatangan Bimo di cafe D'JOSs, jumlah tenaga yang semula empat orang pekerja dan satu manager yaitu Meytta menjadi lima tenaga pekerja.
Meytta memang memiliki ruangan tersendiri, sedang yang bertindak sebagai kasir Ruri ataupun Ani.
Sebagai chief nya tentu saja Dodi dan Iwan.
Dengan kedatangan Bimo membuat cafe tersebut semakin ramai saja, pembawaan yang supel dan cakap sebagai pelayan depan atau kasarnya sebagai ujung tombak pemasaran, membuat para pengunjung nyaman terutama kaum Hawa .
Wajah tampan yang diatas rata-rata selalu menarik pelanggan, bahkan pernah ada kejadian lucu dimana saat itu ada seorang gadis datang ke cafe pesen makanan tapi
tidak di makan malahan hanya melihat Bimo saja.
Kejadian tersebut membuat Meytta saat itu uring-uringan,
"Bim...kamu itu mbok jangan suka menggoda pelanggan dan bla...bla...bla...," Omelan Meytta sok mensehati.
Bimo hanya termangu diam.
"Lha emang siapa yang suka ngegoda pelanggan..?, emang kurang kerjaan apa..?," Bimo ngebatin.
Bahkan pernah Meytta menakut-nakuti," kalau kamu suka ngegoda pelanggan, bisa... bisa. di anggap pelecehan seksual, trus nanti bisa di tuntut lho, bahkan bisa masuk penjara..... iiiih sereem," begitu kata kata Meytta waktu itu.
"Lha emang aku ini cowok....apaan..? "balas Bimo waktu itu menanggapi perkataan Meytta.
Walaupun usia Meytta masih muda bahkan sepantaran dengan Bimo teman-teman memanggilnya mbak, bukan karena apa sih.. , cuma emang menghormati sebagai pemilik cafe itu atau ...bosnya.
Waktu itu Bimo juga ikut-ikutan memanggil mbak juga, tapi malah Meytta marah-marah.
"Lha teman-teman manggilnya mbak, masak aku ikut manggil mbak gak boleh sih..?," kata Bimo waktu itu
"Ya pokoknya kamu jangan panggil aku mbak...," balas Meytta waktu itu
"Terus aku harus panggil apa..coba?..Sayaang..?Goda Bimo waktu itu.
Bluuuss....muka Meytta langsung memerah, wajahnya menjadi tersipu, menanggapi godaan Bimo .
Teman-teman nya yang mendengar obrolan dua orang itu hanya mesam-mesem.
Meytta memang anak orang berada tapi bukan gadis cengeng, manja dan pemalas, bahkan cenderung pekerja keras, jiwa bisnis sangat handal dengan intuisi bisnisnya yang selalu tepat.
Sebenarnya bisnisnya bukan hanya di bidang cafe aja, dia punya bisnis lain yaitu bergerak di bidang feisyen.
Dia punya butik, cuma jarang ditunggui.
Dia serahkan pengelolaan butik itu kepada orang kepercayaan nya di sana, hanya sebulan sekali kegiatan pembukuan nya di laporkan.
Hari makin malam pengunjung semakin banyak , kesibukan pun meningkat.
Semua bekerja sesuai bagian masing-masing.
Tak terasa waktu cepat berlalu hari sudah mendekati tengah malam, para pengunjung mulai meninggalkan cafe, ya ...cafe tersebut buka mulai jam 15.00 sampai jam 24.00.
Meytta masih tetap berada di dalam ruang kerja nya.
"Ngapain tuh anak dari tadi gak keluar kantor..? kasak kusuk para pekerja saling berbisik.
"Kayaknya memang ada masalah deh," Ani berkata sambil tetap berbisik takut kedengaran.
"ya udah samperin Sono.." balas Dodi.
"gak.. ah..gak berani malah ujung-ujungnya gue kena damprat," serentak kedua gadis itu menjawab berbarengan.
"Ya udah ..biar aku samperin..," kata Bimo menyahut.
Tok..tok...
Bimo mengetuk pintu meminta ijin masuk.
Tidak ada sahutan dari dalam, Bimo mencoba masuk dan kaget karena melihat mata Meytta sembab seperti orang habis menangis.
"Mey....Meytta..ada apa sih..?," kata Bimo pelan setelah melihat hal itu.
"Kamu jahaaaat......!!!,"Teriak Meytta.
@#$*!;....??Bimo mlongo kaget melihat reaksi Meytta.
____________
Selamat membaca nikmati aja alur ceritanya
terimakasih yang sudah mampir Kasih like,vote dan koment-nya.
Tetap semangat ........