Kisah seorang wanita yang di sia-siakan oleh lelaki yang paling di cintai nya.
"Tega sekali kamu Andra, aku sudah berkorban banyak sekali untuk mu, aku meninggalkan Ayah dan Ibu ku demi kamu, bahkan Ibu ku hampir bunuh diri demi kamu bisa di terima oleh Ayah ku, tapi apa balasan kamu, kamu menyakiti aku"
Indah Paramita.
"Aku tidak pernah meminta mu untuk berkorban untuk ku, Aku tidak pernah memaksa mu untuk meninggalkan orang tua mu demi aku dan aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Jadi jangan kau anggap kau hebat atas pengorbananmu, ingat! aku tidak pernah memintanya.
Andra wirawan
Lalu bagai manakah kisah selanjutnya?
Akankah Indah akan tetap mempertahankan cinta yang lama yang kini mulai menyakitinya.
Ataukah Indah lebih memilih pergi dengan mencari cinta yang baru dan meninggalkan kenangan lama yang awalnya bahagia tapi akhirnya hampa.
Ataukah Indah akan pergi namun tidak lagi percaya dengan laki-laki karena Indah sudah sangat benci dengan laki-laki karena Ia menganggap lelaki semua penghianat!
Inilah kisahnya
TALAK TIGA (Perjalanan Cinta Indah)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Malam sudah berganti menjadi siang, gelap berganti terang, bulan bersama bintang sudah hilang, karena munculnya mentari yang menyinari bumi ini. Begitu juga dengan dua insan yang sedang terbaring di ranjang sambil saling berpelukan kini sudah mulai bangun karena sinar mentari yang menyentuh tubuh kedua insan itu, walau pun sudah satu tahun menikah tapi keromantisan mereka tidak pernah luntur.
Mereka tetap saja seperti pengantin baru, walau pun terkadang Indah merasa sepi karena belum ada tanda-tanda memiliki buah hati, padahal keduanya sudah sangat ingin memiliki anak. Apalagi ketika mereka bertemu teman seusia mereka.
Teman Indah yang sudah menikah sudah memiliki anak semua. Bahkan bukan cuman satu ada yang dua bahkan ada beberapa teman Indah punya anak kembar, melihat semua itu tentu keinginan Indah semakin besar untuk memiliki anak.
"Sayang" Andra membangun kan Istri tercintanya sambil merapikan rambut Istrinya yang mengenai wajah cantiknya.
"Sayang " Andra terus membangunkan Indah karena Indah tidak juga bangun.
"Yang"
"Eemm" Indah menjawab tapi masih menutup kedua kelopak matanya.
"Sayang ku, Cinta ku," Andra semakin memper erat pelukannya.
"Andra sayang, sesak aku engga bisa napas ini" Indah menjawab dengan suara serak bangun tidurnya.
"Jangan mancing Yang" ucap Andra.
"Mancing?, kita lagi bobo atuh Ayang, kok mancing. Mancing ya di kolam" ucap Indah dengan suara manjanya.
"Ya ini kan juga di kolam Sayang " kata andra sambil mecubit pipi indah.
"Kolam?" Indah bertanya sambil mengelus pipinya yang di cubit Andra, dan memanyunkan bibirnya karna Andra mencubitnya lumayan sakit.
"Kolam cinta Sayang" kata Andra lalu mengangkat Istrinya ke dalam kamar mandi karena akan mandi bersama.
"Yang ih kok di gendong?" protes Indah.
Andra tidak menjawab ia menurunkan Istrinya di bawah air Shower yang sudah mengalir air yang membasahi mereka masih dengan pakaiannya. Andra membuka pakaiyan Istrinya, lalu pakaiannya mereka mulai mandi dengan memulai mandi madu dan berakhir dengan mandi air jernih.
Hampir empat puluh menit keduanya melakukan ritual mandi madu dan mandi air, kini keduanya sudah duduk di kursi meja makan untuk menikmati sarapan pagi.
"Sayang " Andra memanggil Istrinya yang sedang memakan nasi goreng.
"Ya Sayang " jawab indah.
"Aku sekarang ke Restaurant dulu, aku mau ngecek kerjaan kariyawan dulu. Dan kamu di rumah aja, nanti sore kita kerumah Ibu dan Ayah" kata Andra pada Indah.
"Ndra aku takut. Tapi aku juga ingin seperti dulu lagi dengan Ayah dan Ibu" kata Indah dengan hati yang sedih bila mengingat orang tuanya.
"Ia kita usaha ya Sayang, kamu jangan sedih aku yakin mereka akan memaafkan kita." kata Andra.
"Semoga ya aja" jawab Indah takut orang tuanya tidak memaafkannya.
"Iya dulu kan orang tua kamu pikir kamu engga akan bahagia kalau nikah sama aku. Tapi sekarang mereka bisa liat kan kita bahagia dengan pernikahan kita, jadi kamu harus yakin ya kita pasti mendapat maaf dari mereka." kata Andra berusaha memberi semangat pada Istrinya.
"Ya, Makasih ya Sayang kamu selalu ngerti keadaan aku" kata Indah pada Suaminya.
"Ya sudah, kamu jangan sedih lagi, kamu istirahat aja biar engga kecapeandan jangan kerja berat-berat di rumah." kata Andra yang di jawab anggukan oleh Indah. Andra bangun dari duduknya dan berjalan keluar di ikuti Indah di sampingnya.
"Aku berangkat ya Sayang" kata Andra, Indah mencium tangan Suaminya, dan Andra mencium kening Istrinya, Andra memasuki mobilnya hingga tidak tampak lagi di pandang mata Indah, Indah yang tadinya berdiri di depan pintu mulai masuk kembali menuju kamarnya.
***
Andra memarkir kan mobilnya ia turun dan memasuki Restaurant yang ia rintis bersama Indah, ia mulai berjalan ke ruang kerjanya para karyawan yang melihatnya semua tertunduk dan menyapa bosnya itu.
Clek!. Andra membuka pintu dan masuk lalu duduk di kursi kerjanya ia sedang sibuk berkutak dengan berkas laporan Restaurant nya.
Clek!. Tiba-tiba ada yang membuka pintu tanpa mengetuk. Andra yang tertunduk mendongkak kan wajahnya ia melihat Wanita sexy dengan dress mini rambut di kuncir kuda memperlihatkan leher jenjangnya, di tambah dengah hils yang ia pakai membuatnya semakin menggoda iman.
Wanita itu berjalan masuk dan mendudukan dirinya di sofa tepat di depan meja kerja Andra, kini mereka duduk saling berhadapan dengan Andra yang duduk di kursi kerjanya.
"Dinda" kata Andra karena merasa terkejut dengan ke hadiran sepupu Istrinya itu.
"Apa kanda" jawabnya manja, seolah mendesah, Andra tau apa yang di maksud wanita itu tapi ia ingin lihat sejauh mana wanita itu menginginkannya.
Ini bukan kali pertamanya Dinda datang ke Restaurant itu di saat Indah tidak ada. Andra tau sinyal-sinyal yang di berikan wanita itu, tentu saja dia kan juga seorang pria yang sudah dewasa yang sudah banyak bertemu wanita dengan bermacam cara mengodanya.
Andra terus memandangi wanita itu, mulai dari ujung kakinya yang mulus lalu semakin ke atas, perut ratanya dan mata nya terhenti saat melihat tonjolan gunung kembar yang sepertinya menantang ingin keluar karena sudah setengah terbuka menampakkan dirinya.
"Dinda kamu mau ngapain?. Apa ada sesuatu yang bisa aku bantu " tanya Andra yang masih duduk di kursinya.
"Indah di mana " tanya Dinda lalu berjalan mendekati Andra.
"Kamu serius nanya Indah?" kata Andra, Andra menarik pinggul Dinda lalu duduk di pangkuannya, ini sudah ke sekian kali Dinda menggoda Andra. Tapi kali ini Andra sudah benar-benar on karna godaan Dinda.
"Ih Andra nakal" kata Dinda pada Andra lalu menaruh tangannya di leher Andra.
"Oh ya " jawab Andra yang tangannya mulai tidak bisa di kondisikan, dengan bibir saling berpautan.
"Kamu berniat sekali ya menggoda saya " kata Andra setelah Dinda turun dari pangkuannya.
Keduanya berjalan duduk ke arah sofa, dengan Dinda menyenderkan kepalanya pada bahu suami sepupunya itu.
"Kamu yakin engga tergoda " kata Dinda dengan manja.
"Cuman lelaki bodoh yang tidak tergoda " jawab Andra keduanya saling bercerita sesekali tertawa dengan hal yang mereka anggap lucu.
Bahkan Dinda dengan beraninya terang-terangan menyatakan cinta pada Andra. Andra dengan manusia yang mudah tergoda tentu saja akan memanpaat kan keadaan itu.
Entah apa tujuan Dinda dengan mengoda Suami sepupunya itu, entah dendam apa yang ia miliki kepada Indah hingga ia melupakan jasa orang dua Indah padanya,.
Keduanya terus tertawa bahagi seolah sedang di mabuk asmara, lupa dengan Indah yang menunggu Suaminya di rumah.
Bahkan tangan Andra, terkadang dengan sengaja menyentuh bagian sensitiv Wanita itu, tentu saja Dinda membalasnya dengan suara desahan manjan.