menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ka Stevani
...****************...
"Sudah bangun Kak?" tanya nya dengan nada pelan dan William hanya mengangguk pelan dengan mata sayu nya yang masih fokus menatap Nadin saat ini
Lalu Nadin mulai mengecek suhu tubvh William yang mulai kembali normal saat ini dan menatap nya dengan lembut
"Kakak makan dulu ya, Aku udah buatin bubur" ucap Nadin lembut dan William mengangguk pelan
Beberapa menit kemudian
Nadin yang mulai membawakan makanan serta segelas minuman mulai menghampiri William yang nampak telah duduk bersender di tempat tidur nya
"Aku suapi ya Kak" ucap Nadin lagi dan William mulai membuka mulut nya untuk nya memulai makan yang di berikan Nadin pada nya
"Kakak kenapa, Baby?" tanya William di sela-sela mengunyah makanan nya
"Kakak tadi demam, jadi Aku berikan Kakak obat penurun panas dan kompres" ucap Nadin
"Oh gitu" ucap William pelan
"Kenapa kerja keras sekali, Kak? Sampai lupa istirahat dan sekarang sakit? Heem?" tanya Nadin dengan raut wajah khawatir
"Kerjaan Kakak gak ada habis nya, Baby, kamu tau Perusahaan Kakak saat ini tidak hanya satu di tangani melainkan ada sekitar 20 Perusahaan jadi Kakak kadang lupa sampai harus istirahat apa lagi di saat kamu gak ada, rasa nya Kakak mau nya selalu kerja" ucap William
"Kakak jangan sakit dong, kerja boleh tapi harus ada istirahat nya, Aku sangat cemas tadi kalau Kakak gak bangun-bangun dari Sakit nya" ucap Nadin khawatir sambil mengelus rambut William perlahan
"Janji ya, ini terakhir kali nya Kakak sakit?" tanya Nadin
"Apa segitu cemas nya kamu ngeliat Kakak kayak gitu tadi, Baby?" tanya William yang selalu memperhatikan wajah Nadin dan Nadin mengangguk pelan
"Kakak janji mulai sekarang Kakak gak akan memforsir kerjaan Kakak lagi" ucap William dan Nadin mulai tersenyum mendengar perkataan William tadi
William langsung memeluk Nadin dengan sangat erat karena dia merasa kan kehangatan saat di khawatirkan oleh Gadis yang di sukai nya sejak lama
Setelah selesai menyuapi William, Nadin mulaimembereskan piring kotor nya, sedangkan William kembali tidur karena merasa tubvh nya sangat lah lelah setelah minum obat yang di berikan Nadin pada nya tadi
Pagi Hari nya
Saat ini Nadin mulai menyiapkan perlengkapan kuliah nya, karena Nadin memiliki jadwal kuliah pagi saat ini
"Kak, Aku berangkat duluan ya" ucap Nadin yang mencivm kening William yang seperti nya masih enggan untuk kembali bekerja dan berbaring di tempat tidur sambil menatap Nadin yang telah siap pergi ke Kampus
"Mau bawa mobil Kakak, Baby?" tanya William
"Gak usah Kak, jalan kaki aja, 5 menit sampai kok di Kampus" sahut Nadin
"Oke deh Baby" ucap William sambil tersenyum menatap Nadin
"Apa Kakak gak kerja hari ini?" tanya Nadin yang sebenarnya sangat penasaran sejak tadi
"Gak Baby, Kakak mau zoom meeting aja dari sini, kalau udah gak ada jam di Kampus, cepat pulang ya" ucap William manja
"Pulang?" tanya Nadin bingung
"Iya, cepat pulang, ntar kalau Kakak kangen, gimana" sahut William sambil mencubit hidung Nadin yang mancung
"Aduh sakit Kak, lya Nadin usahain pulang cepat ya" sahut nya mengaduh, kemudian Nadin mulai pergi ke Kampus nya
Sepeninggal Nadin ke Kampus, William kembali masuk ke dalam ruang kerja nya dan menyelesaikan pekerjaan nya sambil menunggu kekasih nya kembali pulang ke Apartemen milik nya tersebut
Sore Hari nya
Saat ini William memutuskan untuk memasak makan malam mereka berdua, karena William tau pasti Nadin kelelahan jika pulang kuliah hingga sore seperti ini
Tak lama William mendengar suara Seseorang memencet sandi Apartemen nya dan membuka pintu ruang tamu nya
"Heem, harum banget" sahut Nadin sambil berjalan ke arah dapur mencari bau harum yang memenuhi indra penciuman nya saat ini
"Kakak, masak apa?" tanya nya lagi terkejut karena melihat William di dapur, Nadin kira tadi William memesan makanan hingga menaruh nya di dapur saat ini
"Masak makanan kesukaan mu, Baby" ucap William sambil mulai menghidangkan makanan nya di meja makan
"Kakak bisa masak makanan kesukaan ku?”tanya Nadin terkejut
"Iya Baby, Kakak bisa masak, Kakak udah tau lama makanan kesukaan mu, di coba ya Baby" sahut William
"Makasih Kak" ucap Nadin yang senang melihat makanan kesukaan nya di terhidang di meja makan saat ini
"Heem, enak banget, Kakak pintar banget masak ternyata" puji Nadin
"Makasih Baby, pujian nya, ayo di habiskan" ucap William tersenyum sambil menatap Nadin dengan penuh cinta
Malam Hari nya
"Kak, Kak Stevanie kata nya pulang besok ke Mansion, dia tadi sore baru chat aku" sahut Nadin memperlihatkan isi chat nya
"Heem, besok aja Kakak pikirin, malam ini Kakak mau tidur meluk kamu aja Baby" ucap William yang langsung melingkarkan lengan nya sambil memeluk kekasih nya
"Ayo tidur Baby, besok kamu ada kuliah pagi kan?" tanya William
"Iya Kak, selamat malam" ucap Nadin tersenyum dan mulai memejamkan mata nya
Pagi Hari nya
"Kak, Apa Kakak hari ini pulang ke Mansion?” tanya Nadin saat mereka sarapan pagi bersama
"Gak tau Baby, liat aja nanti, kalau Stevanie pergi lagi ke Luar kota, Kakak bakalan ke sini malam ini" ucap William
"Memang nya Kak Stevanie kalau habis datang gitu, langsung pergi lagi?" tanya Nadin penasaran
"Biasa nya kayak gitu Baby, Stevanie itu kalau jadwal sudah padat, jarang bisa lama di Mansion" sahut William dan Nadin mengangguk pelan
"Baby, Kakak pergi ke Kantor dulu ya, kalau ada apa-apa kabarin Kakak ya" ucap nya lagi sambil mencium kening Nadin
"Iya Kak" sahut Nadin yang memeluk William erat sebelum kedua nya berpisah di Basement Apartemen mereka
Setibanya di Kampus, Nadin langsung memasuki kelas nya dan melempar senyum pada Bella, sahabat nya saat dia pindah dari Belanda dan pertama kali masuk ke Kampus ini, Bella adalah Orang pertama yang menawarinya pertemanan pada nya hingga saat ini
"Kenapa tu muka senyam-senyum aja? Apa habis dapat jackpot?" tanya Bella penasaran
"Ih jackpot apaan, Aku senang karena hari ini bisa bangun pagi dan gak kesiangan" ucap Nadin yang berbohong padahal dia senang karena semalam dan pagi tadi bisa tidur di pelukkan William
dengan saling memeluk satu sama lain
"Ih pelit, gak mau kasih tau sahabat sendiri, kalau bahagia tu bagi-bagi Din, ntar kesambet setan lho senyum-senyum sendiri" ucap Bella lagi
"Perasaan kamu aja kali Bell, Aku biasa aja kok, senyum-senyum dari mana coba" ucap Nadin terkekeh
"Eh Din, Aku lupa nanya, gimana dengan Kak Stevanie, apa kamu sudah tanya tentang cowok yang kita liat waktu itu?" tanya Bella penasaran
"Aku belum nanya, belum ketemu Kak Stev, dia sibuk banget dengan kerjaan nya, jadi nanti kalau ada kesempatan, baru Aku tanyain Bell" sahut Nadin santai
"Oh gitu, Eh ada Dosen tuh dah masuk, kita belajar dulu" ucap Bella dan Nadin hanya mengangguk karena saat ini nama mereka mulai di absen satu persatu
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas