Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.
Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.
Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.
Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.
Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.
Namun Noah bukan anak biasa.
Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.
Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?
Dan sebenarnya...
siapa Noah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NAMA DARI MASA LALU
Nama yang diucapkan Sebastian malam itu adalah Victor Kane, seorang pria yang dulu pernah menjadi kepala keamanan senior keluarga Virell hampir tiga puluh tahun lalu, sebelum Adrian bahkan lahir ke dunia.
Sebastian menjelaskan, dengan suara yang masih menyimpan penyesalan mendalam, bagaimana Victor dulu adalah salah satu orang yang paling dia percaya, seseorang yang membantunya membangun fondasi sistem keamanan yang masih digunakan keluarga Virell hingga hari ini.
"Dia menghilang secara tiba-tiba," kata Sebastian, matanya menerawang jauh mengingat kembali masa lalu yang sudah lama terkubur. "Tidak ada penjelasan, tidak ada pesan perpisahan. Aku selalu menduga dia diculik atau dibunuh oleh musuh keluarga kita saat itu. Aku bahkan sempat berduka atas kehilangannya."
"Tapi sekarang kau curiga dia masih hidup," kata Adrian, mencoba memahami betapa dalamnya kebohongan yang mungkin telah dipertahankan selama puluhan tahun.
"Kode akses dalam dokumen itu terlalu spesifik untuk sekadar kebetulan," jawab Sebastian. "Hanya beberapa orang yang pernah memiliki akses semacam itu, dan Victor adalah salah satunya."
Damien, yang mendengarkan dengan seksama sambil sesekali memeriksa catatan di tabletnya, menambahkan informasi baru yang berhasil dia gali bersama Ghost selama beberapa hari terakhir. "Aku menemukan sesuatu yang menarik. Ada catatan tentang seorang konsultan keamanan independen bernama Victor Hale yang bekerja untuk beberapa perusahaan keamanan swasta selama dua puluh tahun terakhir. Namanya berbeda, tapi pola kerjanya, jaringan kliennya, semuanya terlalu mirip untuk diabaikan begitu saja."
Ghost, yang bergabung dalam panggilan video untuk memberikan laporan langsung, menambahkan detail lebih lanjut. "Victor Hale terakhir kali terlihat aktif dalam sebuah proyek konsultasi keamanan untuk sebuah yayasan penelitian yang secara resmi bergerak di bidang bioteknologi, namun beberapa aktivitas keuangannya terhubung dengan rekening yang juga digunakan untuk mendanai sebagian dari apa yang kita duga sebagai PROJECT ROSE."
Kepingan-kepingan itu perlahan membentuk gambaran yang semakin jelas namun juga semakin mengkhawatirkan: Victor, yang dulu mengenal setiap detail keamanan keluarga Virell dari dalam, telah menghilang bukan karena diculik atau dibunuh seperti yang selama ini diyakini Sebastian, melainkan karena dia sendiri yang memilih untuk pergi, membawa serta pengetahuannya yang mendalam tentang keluarga itu untuk membangun sesuatu yang jauh lebih gelap di balik layar.
"Kenapa dia melakukan ini?" tanya Althea, mencoba memahami motif di balik pengkhianatan yang begitu terencana dan bertahan begitu lama.
Sebastian terdiam sejenak, mencoba mengingat detail-detail kecil dari masa lalu yang mungkin selama ini dia abaikan. "Aku ingat, tidak lama sebelum dia menghilang, kami sempat berselisih paham tentang arah keluarga ini. Victor selalu percaya bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari warisan keluarga atau kekayaan turun-temurun, melainkan dari penguasaan penuh atas manusia itu sendiri, kemampuan untuk membentuk seseorang menjadi apa pun yang diinginkan."
Kata-kata itu membuat semua orang di ruangan itu terdiam, menyadari betapa mengerikannya filosofi yang mungkin mendasari seluruh rencana PROJECT ROSE selama ini.
"Dia tidak pernah percaya pada garis keturunan," lanjut Sebastian, "dia percaya pada penciptaan, pada rekayasa yang disengaja. Mungkin, bagi dia, Noah bukan sekadar cucu dari keluarga yang pernah dia layani, melainkan bukti dari teorinya sendiri, sebuah eksperimen yang berhasil melampaui semua yang pernah dia bayangkan."
Noah, yang sudah lama tertidur di kamarnya tanpa menyadari betapa berat percakapan yang sedang berlangsung di ruang kerja ayahnya malam itu, menjadi pusat dari sebuah rencana yang telah dirancang jauh sebelum dia bahkan mengambil napas pertamanya, sebuah kenyataan yang membuat Althea merasakan kemarahan yang jauh lebih dalam daripada yang pernah dia rasakan terhadap Obsidian Order sekalipun.
"Aku tidak peduli siapa dia dulu, atau apa yang pernah dia lakukan untuk keluarga ini," kata Althea, suaranya dingin dan penuh tekad. "Jika dia berani mendekati anakku, aku akan pastikan dia menyesali keputusan itu."
Adrian menggenggam tangannya, memahami kemarahan yang sama juga membara di dalam dirinya sendiri, meski dia berusaha berpikir lebih strategis tentang langkah selanjutnya yang harus mereka ambil.
"Kita perlu menemukan lokasi Victor sebelum dia menyadari kita sudah mengetahui identitasnya," kata Adrian, menatap Damien dan Ghost melalui layar. "Kita butuh informasi lebih lanjut, tapi dengan sangat hati-hati. Jika dia benar-benar berada di balik semua ini selama puluhan tahun, dia pasti sudah mengantisipasi kemungkinan kita menemukan jejaknya suatu saat nanti."
Ghost mengangguk melalui layar, mulai menyusun rencana penyelidikan yang lebih mendalam, sementara di sudut ruangan, Sebastian duduk diam, wajahnya menyimpan beban penyesalan yang berat, menyadari bahwa kepercayaan yang pernah dia berikan kepada seseorang puluhan tahun lalu kini kembali menghantui keluarganya dengan cara yang jauh lebih berbahaya daripada yang pernah dia bayangkan.
Malam itu, ketika seluruh pertemuan akhirnya bubar dan setiap orang kembali ke kamar masing-masing dengan pikiran yang penuh kekhawatiran, Althea menyempatkan diri untuk memeriksa kamar Noah, memastikan putranya tertidur dengan tenang, tidak menyadari sedikit pun badai yang sedang berkumpul di sekitar hidupnya.
Dia berdiri lama di ambang pintu, menatap wajah damai anaknya yang tertidur memeluk origami burung kecil buatannya sendiri, dan bersumpah dalam hati bahwa apa pun yang terjadi, apa pun rencana yang telah disusun Victor Kane selama puluhan tahun terakhir, dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun merenggut kebahagiaan sederhana yang baru saja mereka temukan bersama.