NovelToon NovelToon
Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Dituduh Lintah Darat, Aku Bangun Kerajaan Anggur

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Menjadi Pengusaha / Bertani
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”

Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.

“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”

“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.

Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.

Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…

Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."

Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taruhan

Rumah kaca untuk tempat pembibitan mulai dibangun. Bersamaan dengan panen warga desa lumbung emas. 

Tapi rumah kaca yang dibangun kali ini benar-benar berbeda dari yang ada di desa makmur. Rumah kaca dengan pengatur suhu, anehnya alat steril khusus juga disiapkan. Letak rumah kaca juga dekat dengan tempat pengairan. Menerapkan sistem pengairan tetes. 

“Wah tempat ini pasti mengeluarkan banyak uang…” Helen yang merupakan warga dari desa lumbung emas menelan ludahnya. Mengamati sebuah mobil ekspedisi yang besar mengeluarkan begitu banyak peralatan. 

“Memang, karena ini tanam pertama. Sudah aku bilang memelihara anggur itu seperti memelihara kucing. Setiap ras memiliki sifat dan perlakuan berbeda. Contohnya saja anggur lokal, bukan varietasnya yang memang berasal dari negara ini. Tapi ketahanannya ketika beradaptasi di negara ini. Jadi betapa pun buruk cuacanya, hama juga…varietas anggur lokal lebih tahan pada hama. Sedangkan untuk anggur varietas red globe memerlukan perawatan yang lebih daripada varietas lokal. Dan tentang anggur ini…ruby Roman, ada harga…ada kualitas.” Pemuda itu tersenyum, jika ini berhasil maka pasar anggur kualitas premium akan menjadi miliknya. 

Dirinya tidak munafik, Tristan juga ingin mengumpulkan uang. Tapi tetap saja prinsipnya untuk kaya bersama. Kaya bersama dengan orang-orang yang membuatnya kaya. Kesejahteraan mereka dan kesejahteraan dirinya harus setara. Kalau bos kaya, maka anak buahnya juga harus makmur.

“Kak ada yang ingin aku tanyakan…” Ria mendekatinya terdengar serius. 

“Kenapa?” Tristan terlihat acuh kembali mengamati kualitas dan kematangan anggur yang akan menaiki mobil pendingin. 

“Kakak sudah dengar? Desa sebelah, desa Makmur…mereka memutuskan untuk menebang pohon anggur varietas lokal.” Kalimat yang diucapkan oleh Ria membuat Tristan mengerutkan keningnya. 

Pria itu menelan ludahnya. Dirinya masih mengingat 5 tahun lalu ketika baru saja menginjakkan kaki kembali ke desa Makmur. Setelah bertahun-tahun tinggal di Prancis. 

Dirinya ikut bekerja keras bersama dengan warga desa. Panen jeruk yang berlebih, dari seluruh daerah dan kabupaten membuat harga jeruk benar-benar anjlok. Bahkan uang untuk pupuk pun tidak cukup bagi mereka. Dirinya berinvestasi, bekerja keras mengajari dan membantu warga desa menanam varietas anggur lokal. Tapi semuanya ditebang begitu saja? 

“Aku tidak peduli…” ucapnya walaupun hatinya terasa begitu sakit dan berat. 

“Ya terserah kalau kakak tidak peduli. Tapi kakak tahu, kalau anggur-anggur lokal mereka yang siap panen sama sekali tidak dijual. Orang bernama Hendra itu mengatakan dia adalah CEO dari perusahaan wine Heart. Katanya dia akan membeli semua anggur milik warga. Tapi pada kenyataannya perusahaan wine Heart membeli anggur di desa lumbung emas. Aku yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan koneksi kakak. Karena itu aku semakin yakin bahwa orang bernama Hendra ini adalah penipu.” Ria mulai duduk di bawah rindangnya pohon anggur. Lebih tepatnya wanita itu duduk setelah menggelar alas tikar. 

Pada akhirnya Tristan ikut duduk di sampingnya, mendengarkan apa yang dikatakan oleh saudara sepupunya. 

“Dia pasti kelabakan menjual varietas anggur lokal bukan? Kalau untuk menjual anggur Red globe bukan hal yang sulit. Tapi untuk menjual varietas anggur lokal dengan harga yang stabil tapi dengan waktu secepat mungkin, itu adalah hal yang sulit.” Tristan menolakkan kepalanya menatap ke arah buah-buah anggur yang hampir siap panen. 

“Memang, karena itu babi gemuk penipu itu mengatakan dengan terang-terangan. Lebih baik membunuh semua tanaman anggur lokal, kemudian diganti dengan tanaman anggur berkualitas lebih tinggi. Katanya tidak peduli ukuran besar atau kecil, dapat laku dengan harga rp40.000 per kg. Karena diperlukan untuk bahan baku wine, jadi harga pasaran tidak akan rusak.” Penjelasan yang diucapkan oleh Ria membuat Tristan mengerutkan keningnya. 

“Varietas anggur apa?” 

“Aku lupa namanya…sebentar aku pikirkan dulu…Kalau tidak salah Pinot Noir.” 

Awalnya Tristan menipiskan bibir, berusaha keras untuk tidak tertawa. Tapi pada akhirnya tawanya pecah begitu saja. Bahkan pemuda itu tertawa hingga memegangi perutnya. 

“Kenapa Kakak tertawa?” Sang adik mengangkat sebelah alisnya. 

“Tahu kenapa pabrik wine yang ada di ibukota kabupaten tidak memproduksi anggur dari bahan itu?” Pertanyaan dari Tristan dijawab dengan gelengan kepala oleh Ria, pertanda wanita itu tidak mengerti sama sekali. 

“Varietas anggur Pinot Noir sulit beradaptasi dengan cuaca dari tempatnya berasal ke cuaca tropis. Dalam artian suhu iklim dan kelembaban, semuanya mempengaruhi dan bisa memberikan dampak besar. Jika pun tanaman bisa tumbuh tapi buahnya yang menjadi masalah besar. Iklim akan membuat buahnya menjadi mudah pecah dan berjamur, tingkat kemanisan dan keasaman juga tidak dapat diatur. Dapat tumbuh bukan berarti dapat menghasilkan buah yang bagus. Jika tanaman anggur tidak bisa menghasilkan buah dengan jumlah dan kondisi yang konsisten. Maka pabrik tidak akan memproduksinya semahal apapun wine dapat dijual. Reputasi itu harus dibangun, bagaimana kita memiliki stok dengan kualitas yang serupa.” Tristan menjelaskan dengan singkat. 

Ria terlihat diam terpaku kemudian mengangguk dengan cepat.”Itu artinya tanaman itu sulit untuk menghasilkan buah berkualitas. Kalau buahnya tidak konsisten dan tidak berkualitas pabrik tidak akan bersedia membelinya.” 

“Pintar! Pada akhirnya otakmu jalan juga.” Tristan hanya kembali tertawa menertawakan kebodohan warga desa Makmur. Dirinya yang mengangkat perekonomian mereka, dari yang semula menjadi desa paling miskin. Hingga berakhir menjadi desa berkembang, dari mereka yang pada awalnya memiliki rumah anyaman bambu, kini memiliki rumah batako yang kokoh. 

Tapi inilah balasan yang didapatkan oleh Tristan. Dituduh sebagai lintah darat, bahkan rumah keluarganya dihancurkan. Dirinya tidak menerima sama sekali, dirinya tidak menghancurkan warga desa Makmur. Tapi biarlah warga desa Makmur yang menjatuhkan diri selubang api sendiri. 

“Itu artinya warga desa akan merugi? Untung saja aku tidak ikut-ikutan berinvestasi 80 juta. Benar-benar uang yang sia-sia, lebih baik cari yang pasti-pasti saja. Ngomong-ngomong Kakak mendirikan rumah kaca dengan banyak peralatan. Lebih kokoh dan lebih lengkap daripada yang ada di desa Makmur. Kenapa tidak membuat yang lebih biasa saja, lagi pula hanya untuk pembibitan.” Pertanyaan dari sang adik tidak mengerti sama sekali. 

“Bukan itu targetku…target ku sangat besar. Targetku adalah ini…Ruby Roman.” Tristan meraih tasnya kemudian mengeluarkan tab-nya.

Seketika Ria membulatkan matanya.”Bukannya ini anggur yang katanya harganya jutaan rupiah per kg?” 

“Benar! Ruby Roman… jika bertaruh besar, maka hasilnya kalau menang juga harus besar. Jangan asal bertaruh…kalau bertaruh besar tapi hasilnya cuma rp40.000 per kg. Itu namanya bodoh…” 

1
yesi yuniar
apakah benar2 berakhir dgn membusuk di mobil tanpa laku sedikitpun ???
Nur Wahyuni
mbok diliat yg bener itu loh buahnya hen.. buah udah mau busuk ditawarin harga tinggi siapa yg mau
mery harwati
Author coba jelaskan mimpi basahnya itu apa 🤣😜
Suka gitu author mah, setengah² ngasih clue na teh 😄
yula
💪💪💪💪💪thor
Ufiyyyy
🤣🤣🤣🤣
ahs@
belum apa" warga desa makmur sudah rugi...🤣🤣..warga desa makmur terlanjur termakan janji manis Hendra yang katanya bos....🤭eh ternyata penipu ulung...
lyani 1984
Rasain kalian 🤣🤣🤣
Biyan Narendra
taraaaaa
pedagangpun menolak
Muft Smoker
pas di buka ciluuuk baaaa ,,
dah busuuuuuk 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
mimief
Wkwkwkw
setelah diliat ternyata 😒😒
hadeeeeh
mimief
🫣🫣🫣🤣🤣🤣🤣
mimief
wow..dia kyk ensklopedia berjalan
eh..salah Deng sekarang mah udh google berjalan yaa🫣🤣🤣
Biyan Narendra
Beneran berguru ya,wicak
😁😁😁
yula
💪💪💪💪💪thor
Biyan Narendra
Dan tristan pun masabodoh
yesi yuniar
udah dibawa keliling 3 hari 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Nur Wahyuni
mampus Hendra kali ini.. mesti anggur2 itu udah pada busuk 🤣🤣🤣
lyani 1984
Thor jangan lama² up ya makin penasaran sama siluman babi 🤣🤣🤣🤣
Tatiek Faruq
ahh mampir jua diriku thor, pdhal rencananya mau nunggu yg satunya end dulu, tapi seperti meunggu hujan turun 🤭
semamgat berkarya, sukses selalu🤲
Nur Wahyuni
keren suhu Tristan... dengerin baik2 wicaksana 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!