Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 : Paviliun Utara
Malam semakin larut. Suara angin musim dingin mendesau pelan melewati atap genteng kaca Kediaman Pangeran Kedua, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Di dalam kamar utama, ketegangan perlahan mereda setelah bayangan sang pengawal kekaisaran menghilang di balik pintu.
Mo Jue membalikkan tubuhnya, berjalan menjauh dan duduk di kursi kayu mahoni besar di dekat jendela. Ia menuangkan secangkir teh hijau hangat yang sudah mulai mendingin, lalu menyesapnya perlahan sambil menatap tajam ke arah Su Yinyin.
"Keluar," titah Mo Jue datar tanpa menoleh.
Su Yinyin mengerjap, menunjuk dirinya sendiri dengan bingung. "Ha? Aku?"
"Tentu saja kau," jawab Mo Jue dingin. "Kecuali kau berniat menghabiskan sisa malam ini di ranjang yang sama denganku dan siap menerima tusukan belati jika kau berani mendengkur."
Su Yinyin mendengus pelan dalam hati. Idih, siapa juga yang mau tidur seranjang dengan es batu berjalan seperti dia!
Meski dalam hati menggerutu kesal, Su Yinyin tidak membantah. Ia tahu batasan. Hubungan mereka belum pada tahap di mana pangeran berdarah dingin itu bisa mempercayainya sepenuhnya. Dengan langkah hati-hati, ia berjalan keluar dari kamar utama menuju kamar kecil pribadinya yang terletak di sisi koridor timur.
Begitu pintu kamarnya tertutup rapat dan dikunci dari dalam, Su Yinyin langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuk berbalut selimut sutra merah tua.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue saat ini: -66]
[Peringatan Sistem: Waktu untuk menyelesaikan Misi Paviliun Utara tersisa 72 jam lagi!]
"Tujuh puluh dua jam..." gumam Su Yinyin sambil memandangi layar biru sistem yang melayang di atas kepalanya. Ia meletakkan kedua tangan di belakang kepala, menatap langit-langit kamar berukir bunga seruni. "Untuk ukuran novel istana, plot ini bergerak terlalu cepat. Baru kemarin aku masuk ke sini, sekarang aku sudah harus menyusup ke Paviliun Utara yang terkenal angker itu."
Menurut ingatan tubuh asli Su Yinyin, Paviliun Utara adalah sebuah bangunan tua peninggalan selir terdahulu yang sudah lama ditutup dan dibiarkan terbengkalai. Tempat itu terkenal angker, sering dijaga ketat oleh bayangan misterius, dan rumornya menyimpan banyak rahasia gelap istana.
Su Yinyin bangkit dari ranjang. Ia tahu, menunggu hingga pagi tiba hanya akan membuang waktu. Jika faksi Permaisuri tahu rencana mereka, pihak musuh pasti akan lebih dulu memindahkan barang bukti dari Paviliun Utara sebelum ia sempat menyelidikinya.
Ia mengenakan jubah malam berwarna gelap, mengikat rambut panjangnya tinggi-tinggi agar tidak mengganggu pergerakan, lalu menyelinap keluar lewat jendela kamarnya yang langsung menghadap ke halaman belakang.
Udara malam berembus kencang. Su Yinyin berjalan dengan langkah senyap, memanfaatkan bayangan pilar-pilar koridor istana untuk menghindari patroli prajurit malam.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk tiba di ujung kompleks kediaman. Di hadapannya kini berdiri sebuah bangunan berlantai dua dengan arsitektur kuno yang tampak suram. Cat merah di dindingnya sudah banyak yang mengelupas, dan papan nama bertuliskan Paviliun Utara tergantung miring ditiup angin.
Su Yinyin menelan ludah. Suasana di sekitar paviliun itu terasa sangat sunyi, jauh lebih sunyi dibandingkan bagian istana lainnya.
Ia mendorong pintu kayu besar yang tidak terkunci rapat. Suara derit engsel tua berbunyi nyaring di tengah keheningan malam, membuat bulu kuduknya mereming seketika.
Kriet...
Su Yinyin melangkah masuk ke dalam ruangan yang gelap gulita. Aroma debu dan abu dupa tua langsung menyergap indra penciumannya. Ia mengeluarkan sebatang korek api batu yang sempat ia ambil dari meja dapur tadi, lalu menyalakannya untuk menerangi jalan.
Cahaya kuning temaram memantul di dinding-dinding yang dipenuhi jaring laba-laba. Su Yinyin berjalan pelan menyusuri lantai dasar, memeriksa setiap sudut ruangan hingga matanya menangkap sesuatu yang ganjil di balik undakan tangga kayu menuju lantai dua.
Ada sebuah celah tersembunyi di balik dinding batu.
Su Yinyin mendekati dinding tersebut, lalu meraba permukaannya. Jari telinganya tak sengaja menekan sebuah batu bata yang terasa longgar.
Klik.
Suara mekanisme tersembunyi berbunyi pelan. Dinding batu itu bergeser ke samping, membuka sebuah lorong bawah tanah kecil yang memancarkan cahaya biru redup dari kejauhan.
[Ding!]
[Selamat kepada Host karena telah menemukan Ruang Rahasia Paviliun Utara!]
[Peringatan: Energi misterius terdeteksi di dalam. Lanjutkan penyelidikan dengan hati-hati.]
Su Yinyin menarik napas dalam-dalam. Ia melangkah masuk ke dalam lorong gelap itu, tidak menyadari sepasang mata tajam dari kejauhan tengah mengawasinya dari balik kegelapan malam di luar paviliun.
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔